
"Jadi… anak siapa itu?" tanya dokter yang merubah wajahnya menjadi ramah.
Jujur dokter itu tidak menyukai orang-orang yang menindas anak kecil. Karena baginya anak kecil itu adalah malaikat di dalam pernikahan. Sementara itu sang dokter langsung meminta maaf kepada Angela dan Nanda atas sikapnya itu.
"Maafkan atas sikap saya," ucap dokter perempuan itu dengan ramah.
"Tak apa… kami paham apa yang dimaksud oleh dokter," ucap Nanda yang tersenyum dengan ramah.
"Kalau begitu mari kita bicarakan di dalam ruangan saya," ajak dokter itu dengan ramah.
Mereka mengangguk tanda setuju. Lalu mereka masuk ke dalam ruangan perawatan. Setelah mereka masuk, dokter itu mengenalkan dirinya terlebih dahulu.
"Selamat malam. Nama saya Dokter Imah," ucap dokter Imah yang memperkenalkan dirinya.
"Nama saya Parto dan kekasih saya bernama Yana," kata Nanda yang tidak ingin identitasnya terbongkar.
"Kalau begitu langsung saja ke intinya. Anak itu mengalami trauma yang menyakitkan. Bahkan anak itu sangat tertutup sekali. Kemungkinan anak itu sering mengalami kekerasan fisik oleh orang terdekatnya," ujar Dokter Imah yang menjelaskan tentang Lala.
"Apakah itu benar?" tanya Nanda ke Angela.
"Menurut aku Pak Rio yang merawat Lala sangat baik. Bahkan Pak Rio sendiri sangat menyayangi Lala," jawab Angela yang menjawab dengan jujur.
"Kemungkinan besar pamannya atau siapakah?" tanya Dokter Imah.
"Kalau itu aku tidak tahu," jawab Angela.
"Apakah Pak Rio asli di kampung itu?" tanya Nanda lagi yang semakin penasaran.
"Tidak. Pak Rio adalah pendatang. Kurang lebih setahun Pak Rio tinggal disini," jawab Angela.
"Kalau begitu aku akan menyuruh orang untuk menyusul Pak Rio kesini," ucap Nanda.
Nanda menghubungi salah satu Pengawalnya untuk menyusul Rio kesini. Sementara itu dokter menjelaskan semua tentang Lala. Lalu bagaimana dengan Nanda? Nanda tidak fokus pada penjelasan sang dokter. Malahan Nanda merasakan ada keterkaitan kejadian ini dengan kasus yang menimpa Lee.
Hampir lima belas menit Rio datang menghampiri Nanda yang sedang berada di luar klinik. Rio terkejut melihat Nanda lalu menyapanya, "Ananda Setiawan sang ahli waris SW Corporation Groups International."
Nanda melihat Rio sungguh terkejut. Nanda tidak menyangka jika bertemu Rio teman sekolahnya dahulu. Akhirnya Nanda membalas sapaan Rio dengan ramah, "Apa kabarmu?"
"Baik," jawab Rio. "Lalu bagaimana dengan kabarmu?"
__ADS_1
"Baik juga," jawab Nanda. "Apakah Lala adalah putrimu?"
"Ya… Lala adalah putriku. Putri kandungku," jawab Rio.
"Temuilah dulu. Nanti ceritakan kepadaku, kenapa kamu bisa tinggal di kampung padat penduduk," pinta Nanda.
Rio akhirnya paham apa yang dimaksud oleh Nanda. Rio akhirnya masuk ke dalam ruang perawatan untuk melihat Lala. Sedangkan Angela segera mendekati Nanda sambil memandang wajah Nanda.
"Segera hubungi kakak besarmu! Aku akan menghubungi Tuan Erra agar kesini. Aku yakin ini kasus ada keterkaitan satu sama yang lain. Bahkan kasus ini akan meledak ke publik. Kita tunggu Lee untuk memutuskan sesuatu," ucap Nanda yang tersenyum manis tapi mengandung makna yang menyeramkan.
Akhirnya mereka menghubungi Lee dan Erra. Sedangkan Lee dan Erra sedang bersantai melihat kedua ponsel yang berada di meja secara bersamaan berdering. Lalu mereka mengangkat ponselnya secara bersamaan. Seketika Rani datang bersama Bayu. Mereka sangat terkejut melihat anak dan menantunya yang sedang bingung. Mereka mengerutkan keningnya sambil menunggu mereka selesai mengangkat ponselnya.
Beberapa menit kemudian Lee dan Erra mematikan ponselnya secara bersamaan. Lee melihat mama mertuanya sudah berdiri di hadapannya.
"Ada apa kalian?" tanya Rani. "Sepertinya kalian kehilangan jejak saja.''
"Apakah mama mau ikut dengan kami?" tanya Lee yang tersenyum manis.
"Sekarang mama tanya, kalian mau kemana?" tanya Rani balik.
"Ayo ikut saja. Nanti mama pasti tahu semuanya," jawab Lee.
Rio yang selesai menengok Lala keluar dengan wajah yang sendu. Rio teringat kalau siang tadi sang putri diajak oleh Elizabeth. Ketika Elizabeth menariknya dengan paksa, Rio malah dihalangi oleh orangnya Elizabeth. Bahkan tadi Rio dipukul oleh mereka.
"Aku enggak bisa berbuat banyak. Anakku harus menanggung kekejaman mamanya," ucap Rio.
"Maksudnya?" tanya Nanda.
"Apakah kamu masih mengingat pernikahanku bersama Rini selama tiga hari tiga malam yang pada waktu itu disiarkan di televisi?" tanya Rio.
"Apakah itu benar? Kok aku baru tahu jika itu pernikahan kamu?" tanya Nanda balik.
"Aku memang tidak mengundangmu. Rata-rata yang datang adalah temannya Rini," jawab Rio.
Tak selang berapa lama Lee, Erra, Bayu dan Rani datang. Lee menatap wajah Nanda sambil bertanya, "Ada apa?"
"Sepertinya kasus kamu ada keterkaitan dengan Lala, Rio dan Elizabeth," jawab Nanda.
"Ada yang harus kita bicarakan. Kita nggak enak bicara di sini. Aku sudah meminta suster dan beberapa pengawal berjaga di sini. Jika sewaktu-waktu orang Elizabeth mengambil Lala. Maka orang itu harus melewati Pengawalku," ucap Nanda.
__ADS_1
Setelah itu mereka pergi dari klinik untuk menuju ke tempat yang sepi. Dimana tempat itu tidak ada yang mengetahui. Akhirnya Nanda mulai menjelaskan kronologi pemukulan terhadap Lala hingga membuat semua orang terkejut. Lee mengecam aksi kekerasan terhadap Elizabeth ke Lala. Bisa-bisanya seorang ibu sangat jahat melakukan pemukulan.
"Ok…. Mama paham apa maksudnya. Lalu siapa ayah kandung Lala sebenarnya? Apakah itu Erra?" tanya Rani.
"Saya Bu. Saya adalah ayah kandung Lala. Saya yang merawat Lala sedari lahir," jawab Rio.
"Jadi Lala adalah anak kandung kamu?" tanya Bayu.
"Betul tuan," jawab Rio.
Rani dan Bayu sangat lega mendengar jawaban Rio. Mereka mengaku lega karena Erra tidak melakukannya. Mereka tahu kalau Erra adalah pria sopan dan sangat menghormati wanita. Lalu bagaimana dengan Erra? Tentu saja Erra bersorak kegirangan. Bukankah kita tahu Erra dan Lee adalah manusia yang polos. Sangking polosnya mereka sangat kacau melakukan malam pertama. Itu sangat menyedihkan sekali.
"Sebelum kami pergi, bisakah aku meminta sampel darah kalian? Aku ingin menyerang Elizabeth ketika ada pembukaan cabang Taylor Inc di Jakarta?" tanya Lee.
"Kalau begitu baiklah. Aku bersedia melakukannya," ucap Rio.
"Setelah ini aku urus semuanya. Kalian akan menunggu besok sore," ujar Nanda.
"Kak… mintalah pengawal untuk menjaga Lala dan Pak Rio. Aku takut Elizabeth menjadi brutal setelah ini," ucap Lee yang meminta tolong kepada Nanda.
Nanda menganggukkan kepalanya tanda setuju. Nanda juga tidak mau kalau anak dan bapak itu terkena serangan dari Elizabeth. Karena Lee sudah mengetahui kebenarannya.
Dua hari kemudian. Seluruh berkas-berkas kejahatan ada di tangan Lee termasuk tes DNA Lala. Lee hanya menunggu waktu yang tepat. Sementara itu para mama sangat heran kepada Lee. Kenapa kasus ini tidak selesai? Bahkan hingga berlarut-larut.
"Sayang," panggil Haruka.
"Iya ma," sahut Lee yang sedang berbalas pesan sama Erra dan Garda.
"Kenapa kamu tidak membuka semuanya? Apakah kamu enggak takut jika karir Erra hancur?" tanya Mama Yi.
"Ma… bukannya aku nggak mau membuka semuanya. Aku akan menunggu waktu yang tepat. Seminggu lagi akan ada pembukaan pabrik Taylor Inc di Jakarta. Namun sebelum ada pembukaan tepat pergantian hari aku meminta seluruh timku menyebarkan seluruh skandal dan bukti-bukti kecurangan yang telah diperbuatnya," jawab Lee yang menaruh ponselnya sambil memandang wajah para mama. "Aku sudah meminta kaki tanganku yang berada di sana bersiap-siap menyerahkan semua bukti ke tangan polisi di negara Inggris."
"Lalu, bagaimana dengan media sosial? Seluruh makhluk hidup di muka bumi ini menyerang Erra habis-habisan dan membuat namanya tercoreng," tanya Widya.
"Tenang saja ma… setelah acara selesai aku akan membersihkan nama Kak Erra. Aku akan mengembalikan semuanya," jawab Lee.
"Apakah kamu mau mengadakan rapat pemegang saham lagi?" tanya Rani.
"Apakah aku boleh melakukannya?" tanya Lee.
__ADS_1