
Mereka bergegas menuju ke dapur. Lalu mereka duduk di posisi masing-masing. Ketika Haruka mengambilkan makanan buat Saga, Haruka pun berkata, "Lee sudah menangkap Dennis."
Saga hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat beberapa email dari kliennya itu. Lalu Haruka mengatakan hal yang sama hingga tiga kali. Akhirnya kedua pria berbeda generasi itu terkejut, "Apa?"
Sontak saja mereka terkejut. Mereka memandang wajah Haruka dan kembali bertanya secara serempak, "Apakah itu benar?"
"Ya itu benar. Mama mendapatkan informasinya dari pengawal," jawab Haruka yang menyunggingkan senyumnya dengan manis.
"Aish... Ini bocah disuruh istirahat kok enggak mau sih," kesal Saga.
Setelah mengambilkan makanan buat suaminya, Haruka mengambilkan makanan buat Sam, "Yay... Kamu enggak tahu saja siapa itu Lee? Kalau Lee seperti itu berarti ada yang gawat."
Mereka mengganggukkan kepalanya dan paham. Lalu mereka akhirnya sarapan pagi bersama dengan tenang. Hanya dentingan suara sendok yang mengiringi mereka. Sementara di keluarga Setiawan, Nanda yang selesai latihan didekati oleh Pengawal kepercayaannya. Pengawal itu menunduk dan memberi hormat kepada Nanda sambil menyapa, "Selamat pagi tuan."
"Pagi," sapa Nanda dengan ramah. "Ada berita apa?"
"Ada kabar dari nona Lee," jawab sang pengawal yang bernama Thomas.
"Kabar apa?" tanya Nanda. "Jangan bilang kabar itu buruk untuk aku dengarkan."
"Nona Lee selesai menangkap Dennis bersama Tuan Imam, Nona Suci, Tuan Andi dan Tuan Bayu," jawab Thomas.
"Apa?" pekik Nanda.
Nanda juga terkejut dengan berita tentang Lee. Nanda hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Bagaimana tidak Nanda hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil melihat Thomas. Ingin rasanya Nanda melampiaskan amarahnya itu karena sangat khawatir dengan keadaan Lee. Setelah itu Nanda memutuskan untuk masuk ke dalam mansion. Seluruh para pelayan perempuan berteriak melihat tubuh kekar Nanda. Ditambah lagi dengan roti sobeknya sudah terbentuk dengan baik.
Mendengar kegaduhan di dapur Joko dan Yi segera menghampirinya. Mereka terkejut melihat sang putra masuk tanpa memakai baju. Setelah itu Yi berteriak dengan kencang hingga membuat seluruh para pelayan bubar, "Nanda! Segera pakai bajumu itu!"
Glek...
Nanda menelan salivanya dengan susah payah. Nanda bergegas lari ke kamar untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan kedua orang tua Nanda hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Pa... Apakah kita akan mencari perempuan untuk dinikahkan kepada putra kita?" tanya Yi yang sedih.
"Maksudnya apa?" tanya Joko.
"Nanda itu jomblo sudah lama. Mama enggak mau kalau Nanda onderdilnya karatan," jawab Yi lagi yang sebenarnya sangat gelisah karena sang putra belum mendapatkan jodoh. Namun sebenarnya sang putra sudah memiliki pacar secara diam-diam.
__ADS_1
Joko tersenyum manis dan memegang tangan Yi dan mengajaknya ke ruangan kerja. Di sana Joko membantu Yi duduk sambil tersenyum manis. Kemudian Joko menuju ke kursi kebesarannya. Joko mengambil sebuah amplop di laci meja kerjanya lalu memberikannya ke Yi.
"Kenapa kamu khawatir dengan onderdilnya Nanda yang tidak bisa dipakai?" tanya Joko.
"Aku takut onderdilnya Nanda tidak bisa terpakai dengan sempurna. Jika itu terjadi maka kita tidak bisa memiliki seorang cucu," jawab Yi.
"Janganlah terlalu khawatir. Onderdil milik Nanda baik-baik saja. Cepat atau lambat kita akan mendapatkan seorang cucu," ucap Joko.
"Maksudnya?" tanya Yi yang tidak paham.
"Apakah kamu tahu kisah cinta kita terdahulu? Kita mendapatkan Nanda saat belum menikah?" tanya Joko.
Blush.
Wajah Yi merona karena malu. Memang kisah cinta Joko dan Yi berawal dari jebakan batman yang dibuat almarhum kakeknya dulu. Saat itu Joko diberikan minuman yang mengandung obat perangsang. Setelah itu sang kakek memberikan Yi kepada Joko dan terjadilah malam panas.
"Kamu itu... Aku sangat kesal sama kamu," kesal Yi dengan mata melotot.
Joko hanya tersenyum manis melihat wajah sang istri kesal. Lalu Joko membuka amplop itu dan mengambil beberapa lembar foto itu, "Lihatlah ini. Selama ini aku meminta pengawal pribadiku untuk memata-matai Nanda.
Joko memberikan foto itu ke Yi. Lalu Yi segera meraihnya dan melihat foto dengan mata membelalak sempurna. Yi tidak percaya kalau sang putra sudah memiliki pacar secara diam-diam, "Apakah ini benar?"
Yi sangat terkejut ketika mengetahui kekasihnya Nanda. Yi tersenyum simpul dan menatap wajah Joko, "Apakah ini Angela?"
"Ya... Nanda memang bersama Angela. Hubungan mereka kurang lebih tiga tahun," jawab Joko.
"Apakah kita akan menemuinya?" tanya Yi.
"Kita akan menemuinya segera," jawab Joko. "Sekarang aku bertanya sama kamu. Apakah kamu merestui hubungan Nanda bersama Angela?"
"Aku tahu siapa Angela. Dia adalah gadis yang sangat baik sekali. Angela sering membantuku di toko jika pas waktu malam hari," jawab Yi.
"Baguslah kalau begitu. Aku menyetujuinya. Apakah Nanda mencintai Angela?" tanya Yi.
"Sepertinya mereka saling mencintai. Aku berharap mereka bisa bersatu. Mengingat kalau Angela adalah kaki tangan Lee," jawab Joko yang menganggukan kepalanya. "Apakah kamu mau ikut ke markas?"
"Ada apa memangnya?" tanya Yi.
__ADS_1
"Ada pertemuan besar. Kami sedang membicarakan musuh yang sedang trending saat ini di kalangan White Eragon," jawab Joko yang mulai mengambil ponselnya.
"Maksudnya Candra?" tanya Yi.
"Iya," jawab Joko.
"Kalau begitu aku ikut. Aku juga tidak akan membiarkan Candra hidup," jawab Yi. "Aku ingin mencari keberadaan orang tuaku. Aku enggak tahu dimana mereka. Semenjak kedua orang tuaku berkenalan dengan Candra. Mereka semuanya lenyap."
"Maaf, aku sudah mencoba mencarinya. Bahkan aku sudah menyewa detektif yang handal sekaligus," ucap Joko.
"Tak apa. Jika mereka masih hidup aku ingin membawanya ke mansion ini. Jika mereka sudah tidak ada aku ingin mengetahui dimana makamnya. Aku sangat rindu sekali pada mereka," ucap Yi dengan lirih.
"Bersabarlah sayang. Jangan pernah berputus asa. Setelah ini Lee dan dan seluruh anggota White Eragon akan menggempur pertahanan milik Candra," ujar Joko dengan yakin.
"Sepertinya kamu yakin dengan perkataanmu itu?" tanya Yi dengan ragu.
"Kenapa kamu ragu? Apakah kamu tidak percaya dengan White Eragon?" tanya Joko.
"Bukannya aku ragu. Kamu tahukan kalau Candra itu sangat kejam sekali. Bahkan kejamnya melebihi Bayu. Aku tidak mau mereka terkena masalah," ucap Yi dengan sendu.
"Kamu tahu berita pagi ini tentang Malikz Groups yang hancur berkeping-keping?" tanya Joko.
"Bukannya itu perusahaannya Candra yang terbesar? Bahkan perusahaan itu adalah pusatnya," tanya Yi serius.
"Kamu benar. Kamu harus tahu sesuatu yaitu ulah Lee, Jake dan Greg Malikz Groups menjadi hancur berkeping-keping. Sebagian aset yang dimiliki oleh Candra lenyap tanpa berbekas," jawab Joko.
"Apakah itu benar?" tanya Yi dengan terkejut.
"Ya.. itu benar. Bayu yang mengirim pesan itu ke aku," jawab Joko.
"Akhirnya ada titik terang untuk menghancurkan Candra," ujar Yi dengan semangat.
"Percayalah... Mereka bisa menghancurkan Candra," kata Joko yang meyakinkan Yi sambil membereskan foto-foto itu dan menyimpannya kembali.
Ceklek.
Pintu terbuka.
__ADS_1
Nanda masuk ke dalam dan melihat keberadaan kedua orang tuanya. Lalu Nanda menghempaskan bokongnya sambil bertanya, "Ada apa kalian di sini?"