Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 186


__ADS_3

"Aish…. Kamu ini," kesal Bayu. "Apakah kamu enggak paham kalau suami kamu itu sangat bucin? Sangking bucinnya kamu kesini dicari. Kepala papa sangat pusing melihat kelakuan bocah tengill itu!" 


"Baiklah aku paham apa yang dimaksud oleh papa," ucap Lee. 


"Setelah itu kembalilah kesini!" perintah Bayu. 


Lee menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Akhirnya Lee berpamitan untuk beres-beres. Malam ini Lee dan Erra harus pergi ke Sao Paulo. 


Sesampainya di kamar Lee melihat Erra yang sedang membereskan baju Lee. Lee tersenyum manis dan mendekati Erra sambil mengucapkan terima kasih. Bagaimana tidak Lee sangat terharu melihat Erra yang melakukan persiapan. Bisa dikatakan kalau Erra adalah seorang pria yang sangat romantis. 


"Terima kasih," ucap Lee. 


"Sama-sama," balas Erra. "Kalau begitu, ayo kita pergi ke Sao Paulo! Kita tidak boleh terlambat menyelamatkan Marvin."


"Siap kapten!" teriak Lee dengan semangat. 


Mereka bepergian dengan memakai tas ransel. Mereka akan mencari orang ala liburan backpacker. Karena secara tidak langsung mereka melakukan penyamaran. Sebelum pergi Garda tersenyum melihat Lee dan Erra. Garda memberikan semangat kepada mereka agar bisa menyelesaikan misi ini. Ketika akan masuk ke dalam jet, Fendy memberikan sebuah alamat Marvin. 


"Ayah sudah mengirimkan alamat itu ke kamu. Semoga Candra sialan itu  tidak menemukan Marvin terlebih dahulu," ucap Fendy. 


"Baik ayah," balas Lee. 


"Semoga misi kalian berhasil," seru Fendy. 


Markas besar Black Lotus. 


Candra yang selesai membereskan tugas-tugasnya bawah tanah teringat akan Dennis. Candra memanggil Gerry untuk segera menghadap. Beberapa menit kemudian Gerry datang sambil membungkuk dan mengucapkan salam, "Selamat malam tuan."


"Apakah kamu bisa melacak keberadaan Dennis?" tanya Candra. 


"Akhir-akhir ini Dennis tidak bisa dilacak. Kemungkinan singa betina melepaskan chipnya," jawab Gerry yang berhati-hati.


"Apakah itu benar?" tanya Candra yang tangannya mulai terkepal. 


"Ya… itu benar tuan," jawab Gerry. 


Candra mulai gelisah tak tentu arah. Jika Lee mengetahui tujuh tempat yang dijadikan lahan untuk menanam bahan dasar pembuatan obat-obatan terlarang bisa dipastikan bisnisnya hancur. Candra memegang kepalanya dan memijitnya. Candra mengepalkan tangannya sambil menggebrak meja, "Cari dimana Marvin berada! Kerahkan seluruh para pengawal untuk menemukannya! Jika kita berhasil menangkap dan menyanderanya kemungkinan besar Dennis akan menghancurkan markas White Eragon dan membunuh singa betina!" 

__ADS_1


"Baik Tuan!" balas Gerry.


Gerry segera pergi meninggalkan Candra yang gelisah. Gerry menghubungi seseorang untuk mencari keberadaan Marvin. Namun kali ini Gerry tidak mengetahui keberadaan Marvin. Marvin memang sengaja bergonta-ganti nomor ponsel agar tidak dilacak. 


Jakarta Indonesia. 


Dennis yang masih berada di dalam kamar berdoa agar sang papa bisa ditemukan. Dennis tidak mau kehilangan Marvin sedetikpun. Setelah Marvin ditemukan kemungkinan besar Dennis akan menerima pekerjaan dari Imam. Dennis juga berjanji tidak akan terjun ke dunia kelam ini lagi Dennis ingin merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. 


"Tenang saja bro… kamu enggak usah khawatir. Papamu akan segera ditemukan," sahut Imam yang berdiri di ambang pintu. 


"Kamu tahu setelah kehilangan mama… aku tidak mau kehilangan papa. Aku ingin merawatnya hingga tua nanti," ucap Dennis dengan sedih. 


"Setelah ini berjanjilah… jangan lagi kamu terjun ke dunia kelam ini. Karena kamu enggak cocok masuk kesini. Jadilah pria baik dan suami yang baik buat istrimu kelak. Suatu hari kamu akan mendapatkan hidup yang baik," pesan Imam. 


"Aku boleh minta tolong tidak?" tanya Dennis. 


"Apa itu?" tanya Imam balik. 


"Apakah kamu tahu dimana keberadaannya Aldy yang dahulu CEO Prata's Groups?" tanya Dennis yang mencari keberadaan sahabatnya itu. 


"Aldy sekarang berada di Jakarta berjualan soto Betawi. Usaha yang dirintisnya sukses sekarang. Bahkan Aldy bekerja sama dengan Tristan Group untuk memperbesar usahanya," jawab Imam. 


"Ikhlaskan semuanya. Nanti biar Tuhan yang menggantinya," ujar Imam. 


Tak lama datang Raka yang berteriak memanggil Imam, "Ayah!!!"


Imam yang mendengar suara Raka pun tersenyum dan menoleh sambil memandang wajah sang putra. Lalu Imam jongkok dan merentangkan kedua tangannya sambil berteriak, "Kemarilah… sayang."


Raka berlari sambil menabrakkan tubuhnya ke arah Imam. Imam segera menangkap Raka dan menciumi pipi gembulnya sang putra. Setelah itu Raka tertawa terbahak-bahak sambil memamerkan giginya yang sedang tumbuh itu. 


Sedangkan Dennis tersenyum melihat pemandangan Imam yang sangat mencintai putranya itu. Dennis ingin sekali memiliki keluarga seperti Imam. Namun Dennis sangat bersedih karena telah membuat kesalahan yang fatal. Dalam hati Dennis, apakah ada yang mau menerima keadaannya seperti ini? 


"Ayah… itu ciapa?" tanya Raka sambil menunjuk Dennis. 


"Oh… itu paman Dennis," jawab Imam. 


"Aman Enis," ucap Raka. 

__ADS_1


"Kenalan gih," suruh Imam yang membantu Raka duduk di samping Dennis. 


"Aman Enis," panggil Raka yang mengulurkan tangannya. 


Dennis tersenyum melihat uluran tangan mungil Raka. Lalu Dennis bertanya sambil memberikan satu jari besarnya ke tangan Raka, "Siapa nama kamu?" 


"Laka.. aman," jawab Raka. 


"Nama yang bagus sekali," ucap Dennis. 


"Telima kacih," balas Raka yang malu-malu.


Dennis pun tersanjung melihat Raka yang sangat pintar sekali. Di usianya yang masih dua tahun Raka sudah sangat ramah kepada semua orang. Imam sangat terharu kepada Suci dan Lee yang merawat Raka menjadi anak baik. 


Sementara di ruangan khusus Irwan dan Joko sedang duduk menikmati teh. Diam-diam Irwan memantau Candra dari jauh dengan cara meretas CCTV markasnya. Irwan bisa mencari keberadaan markas besar Black Lotus melalui peta Gojok. Sebenarnya Gojok sudah menghapus markas besar Black Lotus dari peta. Namun Irwan dengan mudahnya bisa mencari keberadaannya. Irwan sengaja meminta bantuan dari Greg dan Jake. Dengan cara inilah Irwan mengetahui apa saja yang dikerjakan oleh Candra bersama para pengawalnya. 


"Banyak rencana yang akan dilakukan oleh Candra sialan itu," celetuk Irwan. 


"Rencana tinggal rencana buat Candra sialan itu. Kamu tahukan kita memiliki anak-anak yang licik dan menyeramkan lebih dari kita?" tanya Joko yang meyakinkan Irwan. 


"Ah… itu benar. Apakah Bayu akan pensiun dari dunia bawah tanah?" tanya Irwan. 


"Sepertinya aku tidak yakin. Bayu sangat ragu ketika memutuskan untuk pensiun. Kamu tahukan kita masih melawan Candra," jawab Irwan. 


"Apa efeknya kalau kita membunuh Candra?" tanya Joko. 


"Kamu tahu efek samping yang dihasilkan ketika membunuh Candra. Cepat atau lambat Adam akan memburu kita," jawab March yang masuk ke dalam ruangan. 


"Sepertinya kita harus membumihanguskan mereka secara bersamaan. Kalau salah satu bakalan ada buntut panjang," ucap Joko. 


"Kamu benar. Hal ini kita akan membicarakannya ke seluruh para anggota," saran March. 


"Semakin lama masalah semakin runyam. Padahal dari dulu pendiri enam pilar utama berusaha untuk tidak memiliki musuh," celetuk Irwan. 


"Lalu sekarang buktinya?" tanya Joko. 


"Semakin kita di atas angin. Semakin kita memiliki banyak musuh. Salah satunya adalah mereka sangat menginginkan kematian enam pilar utama sampai membumihanguskan keturunan-keturunan kita. Kita sudah memiliki contoh yang sudah berlalu," jawab March. "Maka jadikanlah contoh itu buat kita sendiri. Meskipun pensiun kita harus melindungi keluarga masing-masing."

__ADS_1


Mereka paham apa yang dikatakan March. Mereka tidak mau kejadian di masa lalu terulang lagi. Semakin lama kasus ini bergulir membuat mereka menjadi jenuh. Ingin rasanya mereka hidup dengan tenang. 


"Bagaimana dengan Surabaya? Apakah aman disana?" tanya Joko. 


__ADS_2