Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 225


__ADS_3

Bom yang selesai dilempar oleh Lee menggelinding di bawah mobil sang musuh. Tak butuh waktu lama bom itu…. 


DUAAAAARRRRRR! 


Suara yang dihasilkan dari bom itu memekikkan telinga. Bahkan tanah bergetar seperti grmpa bumi. Lee tidak menyangka kalau bom molen itu bisa menghancurkan beberapa mobil. Ah… rasanya Lee ingin menangis saja melihat kelebihan sang kakak. 


"Bagaimana kabarmu?" tanya Garda. 


"Aku baik-baik saja. Bom molen itu sangat berguna. Terima kasih kakak Brucce," jawab Lee yang ingin memanggil Garda dengan nama Brucce. 


Erra sangat sebal ketika Garda mendapat pujian. Rasanya Erra ingin melemparkan Garda ke suatu tempat. Namun niat itu diurungkan. Erra lebih takut jika singa betinanya mengamuk karena dirinya telah menghilangkan Garda.


"Lalu bagaimana dengan Pak Dahlan?" tanya Lee. 


"Pak Dahlan sepertinya masih berada di dalam mobil. Mobil yang dimiliki seluruh anggota White Eragon dan Black Dragon sangat canggih. Bahkan mereka menambah desain anti bom. Yang artinya mobil tersebut bisa menghalau serangan-serangan bom yang ada. Ditambah lagi dengan sang pengemudi yang lihai. Mereka dengan cepat dapat mengemudikan mobilnya untuk melewati bom itu," jawab Erra. 


"Kalau begitu syukurlah," ucap Lee yang bersyukur. 


"Mari kita pergi ke markas!" ajak Garda. 


Untung saja Garda sudah memberi kode buat para pengawal Bayu. Garda suruh mereka pergi meninggalkan Lee dan Erra. Garda tidak mau menghabisi pengawalnya sendiri. 


Setelah itu mereka akhirnya pergi dari sana. Mereka tersenyum puas dengan kejadian yang telah terjadi. Menurut Lee ini adalah kejadian yang tidak terduga. Lalu apakah Lee mencurigai seseorang? Ya… Lee memang mencurigai seseorang. Lee mencurigai Elizabeth. 


Sedangkan Bayu yang  sudah sampai markas terkejut mendengar kabar Lee dikejar oleh musuh. Bayu hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar. Bayu berharap Lee dan Erra baik-baik saja. 


Sejam berlalu mereka sudah sampai di markas. Namun sebelum masuk Andi menatap wajah anak-anaknya tersebut. Andi sangat khawatir sekali karena mendapatkan informasi tadi. 


"Apakah kalian tidak apa-apa?" tanya Andi. 


"Kami tidak apa-apa," jawab Erra. "Apakah papa sudah mendengar berita kami?"


"Ya… kami sudah mendengar. Temuilah papamu itu! Papamu sangat khawatir sekali dengan kalian!" titah Andi.


"Apakah papa enggak khawatir dengan putrimu ini?" tanya Lee yang memelas.


Andi segera memeluk Lee yang memelas itu. Jujur saja Andi sangat khawatir dengan sang putri. Ketika ingin pergi menemui Bayu, Andi membisiki sesuatu di telinga sang putri, "Papa sangat khawatir sama kamu. Tapi papa selalu menyembunyikan itu ke kamu. Agar kamu tidak ikut-ikutan khawatir."


Lee paham apa yang berada di dalam hati Andi. Lee akhirnya melepaskan Andi dan mengajak sang suami masuk.


"Kalau begitu aku mau ke dalam dulu ya," pamit Lee ke Andi.

__ADS_1


"Ok. Setelah ini papa akan menyusulmu," seru Andi.


Mereka masuk ke dalam dan menuju ke ruangan khusus. Sementara itu Bayu, Irwan, Saga, Joko dan March sudah berkumpul di tempat yang sama. Mereka juga tidak menyangka kalau Lee diserang masalah bertubi-tubi. Mereka berharap Lee bisa mengatasinya.


"Akhir-akhir ini aku mempunyai firasat yang kurang enak," ucap March. 


"Ada apa?" tanya Irwan. 


"Anggota Black Lotus sudah masuk ke dalam negara ini," jawab March. 


"Maksud kamu?" tanya Irwan. 


"Bagaimana bisa mereka masuk pa?" tanya Lee yang berdiri di ambang pintu. 


"Itulah jawaban yang sedang aku cari," jawab March. 


Lee akhirnya masuk ke dalam dan melihat para papa berkumpul. Tak lama Imam masuk, "Menurutku sih mereka masuk dengan bantuan Elizabeth."


"Kakak tahu?" tanya Lee. 


"Ya… tahulah. Meskipun aku berkutat di lab. Aku bisa menganalisis keadaan. Setelah itu aku mulai mengikuti kasus Elizabeth dari awal dan mempelajari alur kasus tersebut," jawab Imam. 


"Sedari awal ada yang tidak beres dengan pertemuan rapat pemegang saham," kesal Lee. 


"Kalian harus tahu satu hal. Elizabeth memiliki sakit di dalam otaknya. Bahkan Elizabeth memiliki jiwa psycho yang parah. Dua Minggu sekali dia mencari manusia-manusia untuk dibunuh lalu dimutilasi. Sebelum dimutilasi, Elizabeth mengambil organ dari sang korban kemudian menjualnya ke Adam," jawab Imam yang pernah mempelajari ilmu psikologi. 


"Apa?" pekik Lee. 


"Jadi organ tubuh Lala?" tanya Erra. 


"Yang dikatakan oleh Nanda benar.  Kemungkinan besar Elizabeth sudah mengambilnya dan menjualnya di pasar gelap," jawab Garda. 


"Ini tidak bisa dibiarkan!" kesal Lee. 


"Lee pergilah ke Amerika sekarang. Setelah kamu mengancam Christian pergilah ke mansion Seva yang sekarang milik Garda! Cek semuanya! Siapa tahu ada berkas-berkas yang berkaitan dengan Candra," titah Bayu. "Sebentar lagi jet akan mendarat!" 


"Sedari pagi jet sudah berada di sini," celetuk James yang baru saja datang.


"Apa?" pekik Bayu. 


"Kami ikut dengan kalian," pinta James. 

__ADS_1


"Kakak mau ngapain kesana?" tanya Lee. 


"Kami ingin membereskan barang-barang yang berada di mansion. Setelah ini kami akan menjualnya," jawab James. 


"Apakah kakak meninggalkan New York?" tanya Lee lagi. 


"Ya. Kami ingin menetap di Jakarta untuk menjadi warga Indonesia," jawab James. "Aku tidak akan kembali ke kepolisian dan menjadi anggota White Eragon seumur hidup. Dan tujuan utamaku adalah ingin merebut perusahaan orang tuaku dari tangan Candra."


"Sebentar lagi kakak akan mendapatkannya. Karena tidak lama lagi Candra akan hancur," ucap Lee dengan geram. 


"Kalau begitu ayo kita berangkat!" ajak Erra. 


Sementara itu Garda segera mengundurkan diri dari tempat tersebut. Garda langsung pergi ke lab komputer dan melihat Jake dan Greg bersiap. Garda melihat jam di pergelangan tangannya itu. Lalu mulai menghitung detik-detik menuju jam sepuluh. 


"Sebentar lagi kita akan melihat Elizabeth menangis," ucap Garda tersenyum manis. 


"Jangan lupa tulis di bawah video itu kalau Elizabeth memiliki jiwa psycho," pinta Nanda yang menyelonong masuk. 


"Ya baiklah," sahut Greg yang mengedit video itu. 


"Kalau begitu bersiaplah. Kita akan mengguncang dunia dengan sangat dahsyat sekali," ucap Garda. 


"Kamu ini kelamaan," kesal Jake. 


Mereka berdua sudah tidak sabar menyebarkan informasi tersebut. Tanpa aba-aba dari Garda, Jake dan Garda segera menyebarkan informasi itu ke dunia Maya. Seiring berita itu menyebar Lee, Erra, James dan Arthur pergi meninggalkan Indonesia. 


Sementara di apartemen Elizabeth yang sedang melihat jantung Lala tersenyum manis. Elizabeth sedang memikirkan harga berapa yang pantas untuk jantung Lala itu. 


Beberapa saat kemudian ada pengawal yang memakai baju serba hitam menghadap Elizabeth. Pengawal itu membungkukkan badannya sambil memberi hormat, "Salam nona Eliza." 


"Ada berita apa? Apakah kamu sudah berhasil mendapatkan Erra?" tanya Elizabeth yang berapi-api. 


"Maaf nyonya. Kami tidak dapat menangkap Erra. Erra dilindungi oleh singa betina yang kapan saja bisa mengoyak kami seperti binatang," jawab pengawal itu yang penuh ketakutan.


"Kenapa kamu tidak membunuh singa betina itu?" tanya Elizabeth yang memutar bola matanya dengan malas. 


"Kami menyerah dengan singa betina. Jika kami melawan bisa dipastikan akan berdampak dengan Black Lotus. Cepat atau lambat singa betina akan membakar markas utama milik Black Lotus," jawab sang pengawal itu yang membayangkan Lee mengamuk. 


"Dasar bodoh kalian! Bisa-bisanya kalian takut sama wanita! Dimana harga dirimu! Kamu bisa menangkapnya dan membunuhnya!" bentak Elizabeth. 


Pengawal itu tertunduk lesu. Pengawal itu bingung dengan perintah Elizabeth. Lalu Pengawal itu memutuskan untuk diam. 

__ADS_1


Elizabeth belum mengenal singa betina sepenuhnya. Jika sudah mengenalnya dipastikan Elizabeth akan mundur dan tidak mau menyerang. 


Sebelum pengawal itu pergi Elizabeth segera menangkap singa betina. Namun apakah Elizabeth tahu siapa itu singa betina? Jika Elizabeth tahu, apa yang akan dilakukan jika sudah menangkap singa betina? Apakah Elizabeth akan mendapatkan serangan jantung dadakan seperti sang papa itu? 


__ADS_2