Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 404


__ADS_3

"Aku diminta bekerja di Anders Corps," jawab Rina yang membuat Feli melotot.


"kamu bekerja dimana? Kok aku enggak pernah lihat kamu?" tanya Feli.


"Aku bekerja di divisi pemasaran. Aku baru saja dia Minggu bekerja di sana," jawab Rina dengan jujur.


"Memangnya kamu disuruh siapa masuk kesana? Jangan bilang Kak Jake masuk ke ana ya?" tanya Angela yang curiga. "Atau kamu terusir dari Sebastian Groups?"


"Aku enggak terusir dari sana. Aku memang disuruh pindah kesana setelah Tuan Greg memintaku pindah," jawab Rina yang membuat Feli tertawa terbahak-bahak.


Feli sangat terkejut sekali mendengar pernyataan dari Rina. Ia tertawa karena Greg memintanya bekerja di sana. Jujur saja Feli mengenal Greg sudah sejak lama. Kurang lebih sepuluh tahun. Ia tahu kalau Greg memang tidak pernah berjalan seorang perempuan.


"Kenapa kamu tertawa seperti itu?" tanya Rina yang membuat Feli menghentikan tawanya.


"Aku tertawa karena mendengar pernyataan kamu. Jujur baru kali ini Kak Greg menyuruh kamu pindah ke Anders Corps. Sementara aku tahu kalau Kak Greg adalah pria dingin," ujar Feli.


"Kata siapa Kak Greg dingin?" tanya Angela.


"Aku malah menyebutnya ramah," jawab Rina.


"Kamu belum tahu aja. Aku enggak pernah lihat Kak Greg jalan sama perempuan dari manapun," sahut Feli yang mengetahui sifat Greg. "Aku sama Kak Greg memiliki hubungan persahabatan yang cukup kental. Makanya aku tahu siapa Kak Greg.''


"Kok aku enggak tahu ya? Kalau Kak Greg orangnya dingin?" tanya Angela.


"Memang orangnya ramah kepada siapapun. Tapi kalau soal menjalin hubungan Kak Greg bukan tipe yang ramah," jawab Feli.


"Yang kamu katakan benar. Aku enggak pernah lihat Kak Greg menjalin hubungan dengan siapapun. Bahkan aku pernah tanya ke Kakak besar. Jawabannya juga enggak tahu," tambah Angela.


"Nah itu dia. Makanya Kak Greg adalah orangnya sangat misterius sekali," ucap Feli. "Ya... syukur-syukur kalau ada seorang wanita yang membuat Kak Greg jatuh cinta."


"Kasihan Kak Greg," kata Angela. "Apakah Kak Greg ada masalah dengan percintaan?"


"Aku enggak tahu. Selama kami bersahabat. Aku enggak pernah mengusik hidupnya semakin mendalam. Karena aku tidak mau lancang dalam zona pribadi orang," jawab Feli.


"Kamu benar," sahut Rina yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan tentang Greg. "Aku setuju pendapatmu. Jangankan sahabat... anggota keluarga lainnya kita enggak boleh terlalu ikut campur."


"Itu prinsip ku sih. Aku lebih baik baik belajar menelusuri Dark Web ketimbang mengurusi pribadi orang," jelas Feli.


"bagus itu. Lanjutkan!" teriak Rina yang membuat semangat Feli.


"Lalu, siapa yang menyuruhmu melarang memakai rok?" tanya Angela yang penasaran.

__ADS_1


"Jangan bilang Kak Jake ya? " tanya Feli yang sangat penasaran sekali.


"Bukan. Yang menyuruhku melarang memakai rok adalah Kak Greg," jawab Rina yang membuat kedua wanita itu terkejut.


"Aku tidak bisa membayangkan jika Kak Greg melarang kamu tidak boleh memakai rok," ucap Angela.


Seketika Feli berhenti tertawa. Lalu Feli menatap wajah Rina dan langsung memberikan ucapan selamat.


"Selamat... Kamu berhasil membuat Kak Greg jatuh cinta," puji Feli yang membuat Rina terkejut.


"Bisakah kamu tidak mengatakan seperti itu?" tanya Rina yang kesal.


Lalu mereka tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini Greg berani mengekang Rina dilarang memakai rok. Jujur Rina tidak tahu apa alasannya. Kenapa Greg melarangnya memakai rok?


Istanbul Turkey.


Yoona yang sedang menikmati teh hijau hangat hanya bisa menghembuskan nafasnya. Ia sudah melepaskan beban yang berat selama ini ditanggungnya. Ia menatap jalanan kota yang sangat ramai sekali.


Tiba-tiba saja datang Adam. Pria berumur senja itupun mendekatinya lalu menatap sang calon istri dengan penuh kasih sayang.


"Maafkan aku," ucap Adam yang memeluk Yoona.


"Kamu kenapa meminta maaf sama aku seperti itu?" tanya Yoona sambil memegang tangan kekar Adam.


"Mintalah maaf kepada mereka yang telah kamu sakiti. Banyak orang yang menjadi korban kamu. Aku berharap kamu menjadi orang baik selamanya," saran Yoona.


"Aku belum siap melakukan itu. Kemungkinan besar aku akan mendapatkan sanksi sosial dari mereka," ujar Adam.


"Jangan memperdulikan mereka. kamu sudah bertobat ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi. Kenapa kamu harus takut menghadapi mereka? Bukankah setiap orang hidup memiliki tumpukan masalah sengaja maupun tidak sengaja?" tanya Yoona. "Setiap kesalahan membuat kita menjadi manusia dewasa. Aku harap kamu bisa memahami tentang filosofi hidup ini."


"Kamu benar. Aku sendiri masih bingung dengan apa yang terjadi pada keluargaku," jawab Adam yang melepaskan Yoona lalu memutarinya dan duduk berhadapan.


"Apakah kamu sudah mencari tahu tentang masalah keluargamu itu?" tanya Yoona.


"Ya... aku pernah mencari tahu dari Ingin, Marvel, Marco dan Eric. Kedua orang tua mereka sebagai jembatan dan pemisah antara kubu enam pilar utama dan keluargaku. Sebenarnya ini semua keserakahan dari kakekku. Mereka ingin menyingkirkan enam pilar utama dengan cara keji. Setelah itu kebencian itu diturunkan ke papaku. Tapi papaku enggak mau. Karena enggak mau ikut-ikutan menjadi jahat. Papa ingin menjadi orang baik. Makanya itu kakek membunuh papa dan mamaku. Setelah itu kami dijadikan sebagai alat balas dendam ke mereka," jelas Adam.


"jangan pernah kamu lakukan lagi. Yang berlalu biarlah berlalu. Kita harus pasrah dengan keadaan. Jika saja aku tidak mengenal Candra. Kemungkinan besar tidak seperti ini. Dialah orang yang pertama menjadikanku sebagai boneka untuk merebut semua hak milik orang lain," jelas Yoona yang menyesali perbuatannya.


"Apakah kamu serius ingin menjadikanku sebagai suamimu?" tanya Adam.


"Jika kamu tidak keberatan. Aku akan menjadikan kamu pria yang sangat istimewa. Aku akan merawatmu hingga akhir hayat," jawab Yoona.

__ADS_1


"Kalau begitu kita tunggu hari h-nya untuk menikah," ujar Adam. "Apakah kamu ingat dengan Gerry?"


"Ya... aku masih ingat dengan Gerry," jawab Yoona yang mulai membetulkan tempat duduknya.


"Gerry ingin menikahi Elizabeth. Aku harap pernikahan mereka akan selamanya bahagia," ucap Adam. "Besok adalah hari pernikahannya."


"Apakah kamu tidak hadir di dalam pernikahannya?" tanya Yoona.


"Aku mengajakmu terbang malam ini ke New York. Makanya aku kesini untuk menyusul kamu," jawab Adam.


"Aku belum memiliki gaun untuk menghadiri pernikahan mereka," ucap Yoona.


"Kalau kita sampai sana. Kita akan memesan gaun itu secepatnya. Aku ingin melihat kamu memakai gaun yang sangat cantik," sahut Adam.


"Apakah enam pilar utama hadir?" tanya Yoona.


"Mereka memutuskan untuk mengirimkan beberapa perwakilan saja. Yang datang hanya pengawal mereka masing-masing untuk mengirimkan kado buat Gerry. Dikarenakan mereka sedang menjaga ketat Lee yang sedang mengandung bayi kembar tiga sekaligus," jawab Adam yang disambut Yoona tersenyum manis.


"Apa benar Lee hamil tiga bayi sekaligus?" tanya Yoona.


"Iya. Aku tidak bisa membayangkan betapa reportnya Lee merawat tiga bayi sekaligus. Ditambah lagi Erra yang sangat posesif sekali sama Lee. Sebentar lagi akan ada perebutan Erra sama tiga bayi itu," jawab Adam yang tertawa karena ulah Erra.


"Aku pun sama. Sepertinya Lee akan kerepotan," sahut Yoona.


"Aku ingin mengajaknya bekerjasama dalam bidang bisnis yang sangat menguntungkan bagi kedua perusahaan. Nama Malikz akan aku ganti dengan lainnya. Aku tidak mau menggunakan nama itu lagi," jelas Adam.


"Aku setuju," balas Yoona. "Memangnya kamu ingin mengganti nama apa?"


"Masih aku pikirkan. Aku juga mau mengubah kebijakan Candra agar karyawan dan perusahaan menjadi sangat menguntungkan. Aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu. Begitu juga dengan namaku. Aku ingin membuang nama ini menjadi nama yang sangat bagus dan bermakna bagi orang-orang sekitarnya," jawab Adam.


"Kamu ingin mengganti nama apa? Bukankah nama Adam baik dan bagus? Aku saranin tidak perlu ganti nama. Kamu ganti perilaku kamu yang buruk menjadi baik," jelas Yoona yang tidak ingin Adam mengganti namanya.


"Kamu benar," jelas Adam.


"Kalau begitu ya sudahlah. Aku tidak akan mengganti nama," ujar Adam dengan serius.


"kapan kita akan berangkat ke New York?" tanya Yoona.


"Nanti malam. Sepertinya kita akan melanglang buana lagi," jawab Adam yang mendapatkan anggukan dari Yoona.


"Aku tidak keberatan kalau mengikuti kamu," tambah Yoona yang tidak keberatan dengan rencana Adam.

__ADS_1


"Kalau begitu beberes lah. bawa baju seadanya. Tiga jam dari sekarang Heli akan menjemput kita untuk mengantarkan ke bandara," suruh Adam.


"Siap tuan Adam. Kalau begitu aku undur diri dulu ya," pamit Yoona.


__ADS_2