Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 207


__ADS_3

Lee masih berada di dalam kamar sambil menatap langit-langit bersama Erra. Mereka sangat menikmati momen-momen berduaan. Tak lama ponsel Lee berdering. Lee segera meraihnya dan melihat siapa nama layar tertera di layar ponselnya.


"Hmmmp… Kak Garda tumben saja menghubungiku," ucap Lee lalu mengangkat ponselnya.


"Kemarilah… kakak mau bicara!" perintah Garda. "Ajak sekalian Erra!"


"Kakak ada berada dimana?" tanya Lee.


"Kakak berada di ruangan komputer," jawab Garda.


"Baik kak," balas Lee.


Sambungan terputus.


Lee menaruh ponselnya di meja. Lee segera bangun dan melihat Erra, "Kak."


"Ada apa?" tanya Erra.


"Disuruh sama Kak Garda menemuinya di ruangan komputer," jawab Lee.


"Kalau begitu ayolah kita bertemu dengannya," ajak Erra yang angin dan bersemangat.


"Sepertinya kakak sangat bersemangat sekali bertemu dengan Kak Garda. Bukannya tadi kakak bertemu dengan Kak Garda?'' tanya Lee yang bangun dari tidurnya.


"Kamu harus tahu sesuatu, jika kakakmu berada di ruangan komputer berarti menemukan bukti baru. Itulah kenapa aku sangat menyukai Garda ketika menjadi kaki tanganku," jawab Garda sambil menjelaskan kelebihan Garda.


Seketika Lee mengangguk dan semakin paham dengan sang kakak. Akhirnya mereka menuju ke ruangan komputer. 


"Skakmat kau Candra," ucap Garda.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Erra dan Lee masuk ke dalam ruangan. Lalu mereka mendekati Garda sambil menatap wajah pria yang bertubuh besar dan kekar itu.


"Ada apa?" tanya Lee. 

__ADS_1


"Kamu tahu kasus yang semakin lama bergulir yang menimpa rumah tangga kalian?" tanya Garda.


"Ya.. aku tahu itu," jawab Lee.


"Ternyata kasus yang bergulir saat ini disebabkan oleh Candra. Candra memang sengaja melakukan ini semua melalui kaki tangan Yoona," jawab Garda.


"Apakah itu benar?" tanya Jake yang sungguh terkejut.


"Iya," jawab Garda. "Aku mempunyai bukti-bukti kuat yang mengarah ke Candra. Akan aku tunjukkan bukti-bukti itu,"


Garda mulai memutar semua percakapan antara Candra, Yoona dan Elizabeth. Mereka terdiam dan hanya melongo.


"Dan yang lebih mengejutkan lagi Elizabeth adalah putri kandungnya Candra dari wanita Indonesia. Namun selama ini Candra tidak pernah mengakui sama sekali. Bahkan dijadikan boneka untuk menghancurkan perusahaan-perusahaan besar," imbuh Garda.


"Apakah itu benar kak?" tanya Lee.


"Ya itu benar," jawab Garda.


"Aku sangka Candra tidak memiliki anak?" tanya Erra.


"Ini aneh sekali," ujar Greg.


"Satu yang harus kamu tahu… Candra adalah ayah yang kejam. Sangking kejamnya Candra tidak mengenal belas kasihan pada putra-putrinya. Mereka membiarkan hidup tanpa uang dari Candra," tambah Garda.


"Bagaimana caranya Elizabeth bisa bertemu Candra? Jika Elizabeth tidak pernah diakui sebagai anak?" tanya Erra.


"Kan ada timbal baliknya. Jika ingin diaku anak… Candra harus meminta melakukan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang dengan cara licik. Contohnya saat ini Elizabeth yang ditugaskan untuk membuat Asco terjatuh hingga ke jurang neraka, Jika itu terjadi maka pihak Elizabeth yang menang. Mereka akan menari-nari di atas penderitaan orang. Kalau diselidiki lebih dalam sudah banyak orang yang jatuh. Bahkan Candra tidak akan segan-segan melemparkan orang itu ke jalanan," jawab Garda yang mengambil kertas itu lalu berjalan menuju ke Lee sambil memberikannya.


"Apa yang kamu lakukan, sayang?" tanya Erra.


Lee mengambil kertas itu lalu membacanya, "Mau tidak mau kita akan menghabisi satu persatu kaki tangan Candra. Jika kita berhasil menghabisi kaki tangan Candra. Otomatis kita bisa mengalahkan kekuatannya. Setelah ini target selanjutnya yang aku bidik adalah Yoona dan Elizabeth," jawab Lee yang mulai geram dengan sikap Yoona.


"Ide yang bagus. Lalu bagaimana dengan Adam?" tanya Greg.


"Adam… Aku ingin membakar markas milik Adam. Tapi saat ini aku belum menemukannya. Untuk saat ini aku ingin membakar markas terbesar milik Candra. Aku sudah memprediksi berapa kerugian yang akan ditanggung oleh Candra," ucap Lee yang siap berperang melawan Candra dan Adam.


"Jangan kamu lupakan satu lagi, tujuh lahan bahan dasar untuk pembuatan obat-obatan terlarang milik Candra. Jika kita membakarnya satu persatu otomatis Candra akan merugi. Inilah yang dinamakan bisnis," imbuh Garda.

__ADS_1


"Aku belum puas melakukannya. Aku akan menghancurkan perusahaannya setelah kasus antara aku dan Elizabeth selesai," jawab Lee.


"Mari kita dukung adik kecil kita," celetuk Jake.


Beberapa saat kemudian ponsel Erra berdering. Lee segera meraih ponsel itu dari tangan sang suami. Lee melihat ada nama Elizabeth yang tertera di layar ponselnya. Lee tersenyum kegirangan seperti mendapatkan lotere. 


"Huaha… aku sangat bahagia saat ini. Semuanya rencana sudah tersusun rapi," ujar Lee yang memberikan ponsel itu ke Erra. "Angkatlah sayangku. Bicaralah dengan lembut."


Erra memutar bolanya dengan malas. Ingin rasanya Erra menggendong Lee seperti karung beras yang dilakukannya tadi. Namun niat itu diurungkan. Setelah itu Erra menaruhnya dan menatap mata indah Lee yang berwarna biru itu.


"Kenapa kamu menyuruhku seperti itu?" tanya Erra. "Kamu tahukan kalau aku adalah suami kamu"


Lama tidak diangkat ponsel milik Erra berhenti berdering. Erra terdiam dan sangat marah kepada Lee. Tidak seharusnya Lee menyuruh mengangkat ponselnya tersebut sambil berkata-kata dengan lembut.  Akan tetapi semua itu bagian dari rencana Lee sendiri. Lee akan menjebak Elizabeth dengan cara yang halus.


"Aku kan menyuruhmu untuk mengangkatnya. Kenapa kamu tidak mengangkatnya? Kamu tahu itu adalah bagian rencanaku. Ayolah… sayangku… aku ingin menjebak Elizabeth," jawab Lee yang mulai bergaya puppies eyesnya.


"Hmmp… baiklah. Aku akan menurutimu. Jika itu adalah rencanamu aku ikut bermain," jawab Erra.


Erra akhirnya menyetujui permintaan Lee. Tak lama ponsel Erra berdering lagi. Lee menyodorkan ponsel itu ke arah Erra. Lee semakin semangat untuk menjebak Elizabeth.


"Angkatlah," pinta Lee.


Erra meraih ponsel itu lalu mengangkat ponselnya dan membesarkan volumenya. Tujuannya adalah agar seluruh penghuni di situ mendengarnya.


"Hallo," sapa Elizabeth sambil mengeluarkan suara sialan yang membuat mereka muntah.


Jake memegang kepalanya sambil berkata dalam hati, "Bisa-bisanya wanita j4l4ng seperti itu menghubungi Erra?"


"Ada apa?" tanya Erra yang berusaha lembut tapi dirinya ingin memuntahkan isi dalam perutnya.


"Ah… tidak… Aku ingin bicara sama kamu. Aku sangat merindukan ketampananmu. Kamu tahu aku ingin kamu menanamkan benih untukku. Jujur saja aku ingin memiliki anak dari kamu. Karena aku tahu kamu memiliki benih yang super," jawab Elizabeth. "Jika aku mempunyai anak darimu. Aku pastikan kita akan menikah dan mengarungi bahtera rumah tangga."


"Bagaimana jika aku enggak mau?" tanya Erra.


"Aku bisa memastikan kamu akan menderita seumur hidup. Karena kamu sangat menyesali perbuatanmu. Dan kamu harus tahu itu, akulah wanita yang pantas untuk menjadi nyonya Drajat," jawab Elizabeth.


"Bagaimana jika aku memiliki seorang istri?" tanya Erra yang ingin mendengar jawaban dari Elizabeth.

__ADS_1


__ADS_2