Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 191


__ADS_3

"Ya… itu menurutku. Tapi enggak tahu kalau kakak," jawab Feli. 


"Itu benar sekali. Tapi aku sangat membencinya hari ini," ucap Angela. 


"Apakah kakak hamil?" tanya Feli yang berkata pelan-pelan. 


Angela mengerutkan keningnya sambil menatap wajah Feli, "Aku tidak hamil. Darimana kamu berpendapat kalau aku hamil?"


"Aku hanya menebak saja," jawab Feli. 


"Kamu itu… ada-ada saja. Bagaimana aku hamil? Nikah saja belum? Kok hamil… kamu tahukan kalau aku adalah wanita yang hidupnya sendiri," ucap Angela yang pandai menyembunyikan status pacarannya itu. 


Feli hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Feli mengetahui ciri-ciri orang hamil. Karena Feli sendiri sangat dekat sekali dengan Naomi. Bahkan Naomi sendiri secara blak-blakan memberitahu tentang kehamilan. Sungguh sangat beruntung menjadi Feli yang bisa dekat dengan salah satu anggota mafia. 


"Ah… iya… kakak benar. Jika kakak hamil, dengan siapa kakak hamil?" tanya Feli yang lesu.


Angela cekikikan melihat Feli yang lesu. Jujur saja Angela tidak akan memarahi Feli. Karena Angela sendiri menganggap Feli adiknya dan sahabat saling berbagi. 


"Eh… katanya kamu ada janji sama tuan muda Jake?" tanya Angela. 


"Upz… aku lupa," sahut Feli yang berlari ke kamar dan bersiap-siap mencari baju yang pas untuk dipakai jalan. 


Feli mengobrak-abrik seluruh pakaian yang berada di lemari. Feli bingung mau memakai apa? Sudah lama Feli tidak membeli dress baru karena jarang sekali ikut pesta. 


"Ah… rasanya aku bingung… mau memakai baju apa?" kesal Feli. 


Tak lama Jake mengetuk pintu yang terbuka itu. Lalu Angela melihat Jake sambil menyambutnya masuk, "Silahkan tuan muda Jake masuklah."


"Enggak usah terlalu formal begitu. Kita bukan di area perkantoran," ucap Jake dengan Jake. "Panggil saja kakak sama seperti yang lainnya."


"Siap kak," balas Angela. 


"Dimana Feli?" tanya Jake. 

__ADS_1


"Feli berada di kamar untuk mempersiapkan dirinya," jawab Angela. "Kalau begitu kak Jake duduk saja. Aku akan segera memanggilkan Feli."


Jake menganggukan kepalanya lalu menghempaskan bokongnya di sofa. Sedangkan Angela masuk ke kamar Feli dan melihat baju yang berantakan seperti kapal pecah.


"Feli," pekik Angela. 


"Eh… kakak," panggil Feli yang sudah bersiap memakai dress lengan pendek berwarna pink. 


"Kamu itu… sangat heboh sekali mencari keberadaan baju untuk keluar bersama Tuan Muda Jake," ucap Angela sambil menggelengkan kepalanya. 


"Beberapa bulan ini aku jarang sekali membeli pakaian. Kakak tahukan kalau aku jarang ke pesta," ujar Feli. 


"Lebih baik kamu meminjam bajuku ketimbang berantakan seperti ini," saran Angela. 


Feli tersenyum simpul ke arah Angela. Feli memegang tangan Angela sambil mengucapkan, "Terima kasih kak."


"Pergilah berkencan. Jangan kecewakan Tuan Muda Jake," suruh Angela. 


"Baik kak," balas Feli. "Enggak usah diberesin kak. Biar aku yang beresin bajunya."


Feli akhirnya keluar dari kamar untuk mendekati Jake. Lalu Feli memanggil Jake dengan lembut, "Kak Jake."


"Eh… iya," jawab Jake yang mengangkat wajahnya secara perlahan.


Jake sungguh terkejut melihat Feli yang sangat cantik sekali. Entah kenapa Jake mendadak mati rasa karena kecantikan Feli.


"Bidadari surgaku," ucap Jake dalam hati. 


"Kak Jake," panggil Feli sekali lagi. 


Jake merasakan jantungnya berdetak kencang. Entah kenapa Jake mulai berdiri dan meraih tangan Feli sambil berkata, "Kamu sangat cantik sekali."


"Terima kasih," balas Feli. 

__ADS_1


"Mari, kita pergi dari sini!" ajak Jake sambil mengulurkan tangannya. 


Feli langsung menggenggam tangan Jake dan mereka akhirnya keluar rumah. Sementara itu Angela tersenyum manis melihat Feli sudah berjalan dengan Jake. Angela berharap cinta mereka bisa menyatu hingga akhir hayat. 


Kemudian Jake mengajak Feli ke mall. Akhirnya Jake menikmati kencan pertama dengan Feli. Jake memutuskan untuk tidak memakai pengawal. Namun March diam-diam memberikan pengawal bayangan. Tanpa disadari oleh Jake, March memata-matai mereka. Meskipun Jake sudah dewasa akan tetapi March sangat menyayangi putranya itu. 


Berjam-jam sudah mereka sampai ke Sao Paulo. Jet mereka mendarat di bandar udara Congonhes Sao Paolo. Setelah itu mereka melangkahkan kakinya menuju ke area parkir dengan melewati jalur VVIP. Setelah melewati jalur VVIP, Lee melihat beberapa orang yang memakai baju serba hitam. Lee memberikan kode agar mereka segera mendekat. 


Tanpa disadari oleh Erra, beberapa orang yang berpakaian baju serba hitam mendekati mereka. Para pengawal itu sengaja dikirim oleh Bayu untuk melindungi Erra dan Lee. Merekam akhirnya membungkuk sambil memberikan hormat, "Selamat datang di Sao Paulo Tuan Muda Erra dan Nona muda Lee."


"Apakah kalian mengenal kami," ucap Erra. 


"Oh iya aku lupa. White Eragon adalah organisasi mafia yang sengaja disebar oleh para papa ke seluruh dunia. Seluruh pengawal sangat mengenal silsilah keluarga enam pilar utama. Dari generasi pertama hingga keempat. Jika kita berada di mana-mana mereka dengan sigap mengawal para keturunan enam pilar utama," ujar Lee yang menjelaskan seluk beluk White Eragon. 


Sebenarnya Erra mengetahui siapa itu White Eragon? Bahkan silsilah keturunan enam pilar utama pun sangat paham. Lalu kenapa Erra terkejut melihat para pengawal yang tiba-tiba saja datang? Diam-diam Erra tidak mengetahui penyebaran Pengawal White Eragon ke penjuru dunia. Lalu bagaimana dengan Lee? Lee sudah diberitahukan oleh Bayu dan Andi. 


"Mari kita menuju ke markas!" ajak salah satu Pengawal. 


Mereka melangkahkan kakinya pergi menuju ke markas. Sedangkan Erra hanya bisa memijit keningnya sambil bertanya dalam hati. Berapa besarkah kekuatan White Eragon? Erra benar-benar tidak mengetahui seberapa kuat White Eragon. 


"Sepertinya aku harus belajar tentang White Eragon. Cepat atau lambat aku akan naik tahta tertinggi di kerajaan White Eragon," ucap Erra. 


"Ya kakak benar. Cepat atau lambat akan terjadi," ujar Lee. 


"Seberapa besarkah kekuatan White Eragon?" tanya Erra. 


"Jika kita pulang ke Indonesia aku akan memberikan informasi tentang White Eragon. Untuk sekarang otakku berada di Marvin. Aku harus mendapatkan Marvin terlebih dahulu," jawab Lee. 


Erra tidak menyahuti Lee. Erra tahu kali ini Lee sangat profesional untuk mencari sang target. Cepat atau lambat Lee akan berburu untuk mendapatkan sang target. Lalu bagaimana dengan Erra? Tenang saja Erra akan mengikuti Lee. Selain itu juga otak jenius Erra ketika perang bisa dipakai. 


Dalam perjalanan menuju ke markas Erra sangat menikmatinya. Erra tidak banyak bicara dan menunjukkan wibawa sebagai bos besar. Begitu juga dengan Lee yang masih berkutat dengan tabnya. Lee diam-diam melacak organisasi hitam yang berada di Brazil. Jujur saja jiwa kepo Lee ingin mencari keberadaan Black Lotus. Lee berharap tidak menemukan para pengawal Candra sialan itu. 


"Apakah kakak tahu tentang Black Lotus?" tanya Lee. "Maksudku apakah Candra bekerja sama dengan para anggota mafia lainnya?" 

__ADS_1


"Setahuku iya. Candra sialan itu mengajak geng mafia yang berada di benua Amerika. Khususnya Meksiko dan Brazil. Informasi itu pernah aku dapatkan sejak kuliah dulu. Kalau sekarang entah aku tidak mendengarnya lagi. Kemungkinan besar kakakmu yang tahu," jawab Erra. 


"Setelah sampai markas aku ingin bertanya pada kak Garda. Kok lama-lama aku jadi penasaran dengan Black Lotus," celetuk Lee.


__ADS_2