Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 142


__ADS_3

"Lima jam lagi waktu sudah menunjukkan pagi datang," jawab Garda.


"Sekarang saja. Kalau besok kemungkinan besar musuh itu kabur," ucap Lee yang menganalisis keadaan.


"Yang dikatakan Lee benar. Jika kita tidak sekarang... Kita akan kehilangan jejak. Dengan begitu kita memperlebar jalan Candra untuk membangun markas baru lagi. Agar Candra dengan leluasa bisa menyerang kami," sambung Bayu yang menganalisis keadaan.


"Apakah kita memanggil banyak pengawal?" tanya Lee.


"Tidak perlu. Semakin kita banyak membawa pengawal mereka akan bersiap berperang. Kamu tahu apa yang dilakukan sekarang?" tanya Bayu.


"Bekerja senyap tanpa ada suara hingga kita bisa menghabisi musuh itu," jawab Lee.


"Kita lakukan sekarang!" teriak Bayu yang membuat mereka semangat lagi.


Tak lama datang Saga dan Joko dengan membawa pedang. Mata kedua pria paruh baya itu membulat sempurna. Mereka kalah waktu dengan singa betina.


"Hey... Apakah kalian tidak mengajakku perang?" tanya Saga dengan kesal.


Lee hanya menepuk jidatnya karena ulah Saga. Lee tersenyum manis dan mengatakan sesuatu, "Jika papa ingin bertarung dengan kami. Mari pa... Kami ajak ke kaki gunung Salak."


Glodaaakkkkk.


Bisa-bisanya Lee menawarkan pertarungan di bawah kaki Gunung Salak. Mata Saga langsung melotot dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Memang Saga adalah orang paling unik di dunia.


"Hey... Singa betina... Kenapa kamu mengajakku ke kaki Gunung Salak?" tanya Saga.


Tanpa banyak bicara Lee segera merangkul Saga dan melambaikan tangannya untuk segera berangkat. Mereka yang melihat Lee hanya bisa tertawa kecil. Bagaimana tidak jiwanya yang menjadi kucing yang menggemaskan berubah menjadi singa betina.


Mereka akhirnya berangkat menuju ke kaki Gunung Salak sambil beriringan. Sementara pria yang habis berbicara dengan Lee wajahnya menjadi pucat. Pria itu sangat ketakukan ketika ponselnya berdering.


Dengan penuh keringat dingin pria itu mengangkat ponselnya dan menyapa seseorang, "Hallo."


"Bagaimana? Apakah kamu bisa menghabisi Samuel Tristan?" tanya seseorang yang bernama Candra.

__ADS_1


Tanpa diketahui oleh pria itu, Garda telah menyadap telepon pria itu. Sehingga pembicaraan mereka sangat jelas. Garda tersenyum smirk sambil merekamnya untuk dijadikan barang bukti.


"Maaf bos... Para pengawal yang saya kirimkan ternyata tewas di tangan mereka," ucap pria itu dengan lesu.


"Apa!" pekik Candra.


Sontak saja Candra terkejut. Jantungnya mulai berdetak kencang dan merasakan tubuhnya bergetar. Tak lama keringat dingin mulai membasahi tubuh kekarnya. Candra tidak bisa berkata apa-apa lagi dan menutup sementara sambungan telepon itu.


Setelah menutup ponselnya Candra segera mengambil obat yang berada di laci. Candra segera mengambil air di depan itu sambil membawa obat. Lalu Candra meminum obat tersebut dan mengatur nafasnya secara beraturan.


"Ini pasti ulah singa betina. Aku harus menghabisi nyawanya. Jika tidak... Aku tidak bisa menghabisi enam pilar utama. Oh... Jantungku... Kenapa kamu mendapat serangan mendadak seperti ini? Seharusnya kamu bisa bertahan lama sampai umurku seribu tahun. Kamu tahu aku ingin menguasai dunia ini beserta isinya," gumam Candra yang mengelus dadanya.


Bayangkan jika Lee dan enam pilar utama tahu kalau Candra mempunyai riwayat jantung? Apakah mereka akan memberikan kejutan demi kejutan agar bisa membuat jantung Candra berhenti? Rasanya itu tidak mungkin. Cepat atau lambat Candra akan melakukan sesuatu supaya jantungnya sehat sentosa.


Hanya butuh satu setengah jam mereka sampai ke tempat dimana pria itu berada. Mereka melihat sebuah rumah kecil yang asri. Lee mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Apakah ini rumahnya?"


"Ya... Ini rumahnya. Semua pencarianku tidak akan salah," ucap Garda yang meyakinkan sang adik kandungnya itu.


"Gue sangka markas," kesal Lee.


"Kalau begitu, kenapa Candra bisa memasukkan pasukannya ke sini?" tanya Saga.


"Kalau masalah ini aku memang kecolongan," kesal Bayu. "Kalian tahukan kalau kita mendapatkan informasinya sekarang?"


"Kalau begitu aku tangkap dia," seru Erra.


Plakkkkkkkkkkk!


"Kamu itu suka sekali berteriak!" kesal Garda ke Erra.


"Aish.... Untung saja tubuhku besar. Hingga Lee sangat menyukai tubuhku," celetuk Erra dengsn tersenyum bangga sambil mencolek Lee. "Iya kan Lee... Tubuh Mas Erra kan seksi ya."


Mereka langsung jatuh merosot ke bawah. Bagaimana tidak saat penangkapan musuh Erra malah memamerkan tubuhnya yang bagus itu. Sedangkan Lee hanya menganggukkan kepalanya agar masalah ini cepat selesai.

__ADS_1


"Jake... Biarkan Erra memamerkan tubuhnya yang seksei itu ke Lee," ucap Garda ke Jake.


"Kita mau ngapain?" tanya Jake.


"Mau nangkap orang itu yang namanya Tio," jawab Garda yang menarik tangan Jake agar segera pergi dari sana.


Lee hanya menghembuskan nafasnya secara kasar. Bagaimana bisa sang suami memamerkan tubuhnya di hadapan orang banyak. Lee melihat Garda dan Jake pergi meninggalkannya. Lalu Lee mengejarnya. Dengan cepat tangan Erra menangkapnya sambil berkata, "Biarkan saja mereka beraksi."


"Apakah mereka mampu menangkap penjahat kelas kakap?" tanya Bayu yang sangat meragukan kedua orang itu.


"Entahlah," ucap Erra yang malas membuka rahasia Jake dan Garda.


"Papa enggak yakin kalau mereka bisa menangkap penjahat. Papa yakin kalau mereka dijodohkan untuk mencuri data orang dalam waktu sekejap," celetuk Andi.


Apakah bisa Garda bisa menangkap kaki tangan Candra? Jawabannya bisa. Mereka adalah anggota Black Dragon yang bisa dikatakan konyol dan kocak. Tapi jangan salah mereka memiliki kelebihan menangkap seseorang tanpa senjata. Malahan mereka memakai tangan kosong.


"Bukannya kak Garda dan Kak Jake tidak membawa senjata?" tanya Lee.


"Mereka jarang memakai senjata. Mereka sering melakukan dengan memakai tangan kosong. Kamu tahu kalau Garda memiliki tenaga besar. Jika mereka melawan, Garda akan menonjok mereka dengan bogemnya yang mentah itu," jawab Erra yang mengetahui kelebihan Garda. "Bahkan papa Bayu kalah besar."


"Hey... Dasar anak kurang ajar! Kamu membandingkan aku dengan Garda si tubuh raksasa itu!" kesal Bayu yang nyatanya bentuk tubuhnya yang besar dan berotot kekar.


"Memang kenyataannya toh," ejek Erra yang benar-benar kurang ajar sama Bayu.


Bayu yang tidak terima dengan Erra yang mengejek langsung membuka piyamanya. Bayu memamerkan keindahan tubuhnya yang kekar. Meski usianya kepala lima lebih Bayu sangat menjaga bentuk tubuhnya itu. Hingga Lee tidak sengaja melihatnya dan memuji bentuk tubuh Bayu yang bagus itu.


"Keren," ucap Lee dengan lirih yang terdengar ke telinga Erra.


Erra yang tidak terima dengan dengan sang istri memuji bentuk tubuh Bayu langsung menutup mata Lee dengan tangannya. Erra sangat kesal sekali kepada sang papa dan menyuruhnya menutup tubuhnya, "Papa... Tutuplah dengan piyamamu itu. Anak gadis orang matanya tercemar."


Pletakkkkk.


Andi memukul pundak Erra sambil berkata dengan dingin, "Bukannya kamu orang yang pertama yang telah mencemarkan mata putriku?"

__ADS_1


"Apakah itu benar?" tanya Bayu dengan mata menyalang yang akan menyerang Erra.


__ADS_2