Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 454


__ADS_3

"Janganlah berkata seperti itu. Aku tidak mau pas waktunya di atas kamu menghempaskanku ke tanah," jawab Pita dengan jujur.


"Kamu Jangan berpikiran yang aneh-aneh. Memangnya aku tidak boleh melirikmu seperti itu? Aku sedang mencari istri. Bukan mencari seorang pacar. Usiaku sudah menua. Jika aku tidak memiliki seorang istri. Bagaimana bisa aku memiliki generasi Tristan selanjutnya," jelas Sam. "Apakah kamu masih ragu dengan perkataanku ini?"


"Besok kan hari Senin. Bagaimana kalau besok kita menikah?" tanya Pita yang menantang Sam untuk menikah.


"Kamu menantangku? Baiklah kalau begitu," jawab Sam yang meraih ponselnya lalu menghubungi asistennya untuk menyiapkan berkas-berkas dokumen.


Pita pun menganggukkan kepalanya. Kita tidak tahu kalau Sam serius melakukannya. Selesai itu Sam mengajak Pita pulang ke rumah.


"Sudah malam. Ayo kita pulang. Besok akan ada meeting besar," rayu Sam.


"Sepertinya Kak Arini masih berduaan sama Kak Garda," ucap Pita.


Mendengar Garda bersama Arini, Sam sangat terkejut sekali. Sam baru mengetahuinya kalau Garda memiliki gandengan baru. Ia terus mengusap wajahnya sambil bertanya, "Apa benar Garda bersama Arini?"


"Itu benar Kak. Malah mereka diam-diam meresmikan hubungan melalui grup chatting," jawab Pita.


Sam hanya menepuk jidatnya karena tidak percaya dengan ucapan Pita. Setahu Sam, Garda adalah seorang pria dingin dan tidak pernah mengenal wanita. Maka dari itu ketika Pita membicarakan hubungan Garda, Sam tetap saja tidak percaya.


Malam itu juga Sam mengantarkan pita menuju ke apartemen Arini. Di saat memasuki lobi, mereka berpapasan dengan mobil Garda. Sam yang tahu mobil itu langsung berhenti di depannya. Kemudian Sam berkata, "Ternyata benar ucapan kamu itu."


"Mereka sudah jadian dua bulan yang lalu. Mereka masih belum ingin menikah. Karena Kak Garda masih takut dengan papanya itu. Maka dari itu Kak Garda masih merahasiakan hubungan ini ke publik," ucap Pita.


"Oh jadi begitu ceritanya. Kalau begitu aku harus mengucapkan selamat buat Garda. Ternyata oh ternyata Garda diam-diam telah muncul startku terlebih dahulu," ujar Sam dengan bahagia.


Setelah itu mereka keluar dan terkejut. Garda dan Sam saling memandang. Begitu juga dengan Arini dan Pita. Lalu Garda memukul lengan Sam sambil berkata, "Akhirnya dirimu sudah memiliki kekasih."


"Sudah ada kemajuan," sahut Sam.

__ADS_1


"Apakah kalian tidak masuk ke dalam?" tanya Arini.


"Tidak usah. Sudah malam. Aku ingin pulang ke rumah," tolak Garda yang sudah kemalaman.


"Apakah perlu diantar sampai ke kamar?" tanya Sam sambil menawarkan pertolongan.


"Tidak perlu. Ada Kak Arini di sini. Jadinya Kak Sam nggak perlu nganterin aku sampai ke atas," jawab Pita.


"Baiklah kalau begitu," sahut Sam.


Setelah melihat para gadis menghilang dari pandangannya. Kemudian Sam menepuk bahu Garda sambil berkata, "Bagaimana kalau kita pergi ke markas? Aku sudah lama tidak ke sana."


"Kamu benar. Ayo kita ke sana dan minum sampai pagi," ajak Garda yang rindu pada minuman favoritnya itu.


"Biarkanlah mobilmu dibawa sama pengawal," ujar Sam.


Garda menuruti apa kata Sam. Lalu mereka menuju ke markas. Semenjak Adam sudah sadar, mereka jarang sekali bahkan tidak pernah mengunjungi markas. Sam yang notabennya anak markas rindu dengan suasana malam sunyi di hutan. Begitu juga dengan Garda. Garda juga ingin mengunjungi markas hanya untuk sesekali saja.


"Tumben biasanya kamu kebut-kebutan di jalan?" tanya Garda sambil menatap ke depan.


"Aku harus merubah kebiasaan itu menjadi santai. Aku tidak bisa bermain kebut-kebutan lagi seperti dulu. Dulu memang memburu waktu untuk membuat misi. Sekarang pekerjaan itu menjadi selesai. Aku ingin sekali menikah dan memiliki banyak anak. Maka dari itu aku tidak akan melakukan hal konyol seperti itu lagi," jawab Sam yang memakai logika.


"Ya kamu benar. Ada kalanya kita harus merubah pola hidup kita. Kalau kita begini terus. Kemungkinan besar kita yang akan susah. Selamat ya... Kamu sudah memiliki seorang kekasih," ucap Garda.


"Apa benar hubungan kamu sama Arini sudah berjalan dua bulan?" tanya Sam yang penasaran sekali dengan hubungan Garda.


"Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan Arini. Aku hanya menganggap Arini adalah seorang teman dekat yang sangat spesial sekali. Aku belum bisa mengungkapkan perasaanku," jawab Garda.


"Nggak kamu saja yang susah mengungkapkan perasaan ke wanita. Aku pun juga merasakan hal itu. Kalau kamu memang belum pernah ditolak banyak wanita. Kalau aku sering sekali. Aku nggak tahu kenapa mereka menolakku begitu saja. Aku masih bingung dengan semua itu," kata Sam.

__ADS_1


"Apakah julukan Playboy cap kakap sudah melekat di dalam tubuhmu itu?" tanya Garda.


"Aku nggak tahu itu. Julukan Playboy itu sebenarnya aku nggak tahu dari mana asalnya. Aku juga tidak pernah mempermainkan banyak wanita. Tapi kenapa mereka menyebutku sebagai Playboy? Inilah yang jadi pertanyaan buat aku," tanya Sam yang menghentikan mobilnya untuk sementara waktu.


"Apakah aku harus membantumu mencari informasi tentang Playboy itu?" Tanya Garda yang menawarkan ke Sam melacak siapa yang menghembuskan kata-kata Playboy.


"Baiklah. Sepertinya aku harus mengetahui siapa mereka sebenarnya. Kenapa juga aku ditolak banyak wanita?"


"Makanya itu kamu harus mengetahui siapa orangnya. Nanti kamu rugi sendiri. Padahal kamu tidak pernah melakukan apapun kepada wanita itu. Saranku sih lebih baik kamu mengetahui siapa pelaku utama yang menyebarkan kamu menjadi playboy seperti itu."


"Ya. Bolehlah kalau begitu. Kalau ketemu orangnya Aku ingin menghajarnya."


"Siap," balas Sam yang mulai menancapkan gasnya untuk menuju ke markas.


Di tempat lain Greg yang belum tidur teringat wajah seorang wanita. Ia mengambil ponselnya lalu melihat foto wanita itu. Kemudian dirinya memberanikan diri untuk menghubungi wanita tersebut. Panggilan pertama tidak diangkat. Panggilan kedua juga tidak diangkat. Panggilan ketiga baru diangkat. Greg tersenyum sambil menyapanya, "Halo."


"Halo," sapa wanita itu balik.


"Apakah kamu sudah tidur?" tanya Greg dengan malu-malu.


"Aku belum tidur. Ada seseorang yang menggangguku. Tapi siapa entah," jawab wanita itu.


"Jika boleh tahu, siapa yang mengganggumu itu?" tanya Greg lagi.


"Dia adalah seorang pria yang suka mengekangku kalau di kantor," jawab wanita itu yang membuat Greg terkejut.


"Bolehkah aku tahu siapakah orang itu?" tanya Greg yang sangat penasaran sekali dengan jawaban wanita tersebut.


Wanita itu yang berada di seberang sana terkejut. Ketika mengangkat ponselnya dirinya setengah mengantuk. Wanita itu tidak sadar dengan siapa ia berbicara.

__ADS_1


"Namanya Greg Strada," jawab wanita itu.


Jujur Greg sangat terkejut dengan pernyataan wanita itu. Lalu Greg bertanya lagi, "Memangnya kamu diapain sama Greg Strada?"


__ADS_2