
Brenda yang sudah berada di lantai merasakan tubuhnya sakit semua. Bagaimana tidak tumbuh semok itu dibanting oleh Lee? Ini sungguh luar biasa.
"Gue bilangin sekali lagi. Mumpung bininya belum ngeluarin tanduk. Lu jangan sayang sekali buat ulah. Kalau lu sudah buat maka kemungkinan besar bininya itu akan membuat lu menderita seumur hidup. Lu paham kan Apa maksud gue!" ancam Lee.
Garda menyuruh Brenda berdiri dan keluar dari lift itu. Pria kekar itu tidak segan-segan mengusir renda dari dalam lift. Ia tidak peduli lagi dengan namanya hak karyawan. Namun Brenda tetap saja berada di situ.
"Bisakah kamu keluar dari sini Brenda?" tanya garden dengan nada dingin.
"Aku nggak akan keluar dari sini! Kecuali Erra ikut gue!" bentaknya dengan nada meninggi.
"Cih... Nggak tahu malu loh!" bentak Lee.
"Iya gue emang nggak tahu malu. Soalnya gue dapetin belum tercapai. Lu Jangan menghalangi langkah gue! Kalau lu menghalangi langkah gue! Lu yang sendiri akan mati di tangan gue!" ancam Brenda.
Eria yang tidak suka kalau hidupnya didikte oleh orang lain marah besar. Ia terpaksa turun tangan dan mengancam Brenda. Matanya tajam seakan ingin menghajar sang lawan. Namun dirinya sadar kalau yang di depan itu adalah perempuan. Dengan terpaksa Erra mengurungkan niatnya.
"Sekarang lu keluar dari sini! Sebelum mode singa betina gue hadir! Kalau sudah hadir maka susah ngilanginnya! Oh iya... Bilangin sama bapak lu itu! Kalau nyari lawan yang sepadan! Kalau nggak sepadan bakalan elu dan bapak lu itu akan mati di tangan gue! Gue bener-bener ngancem! Gue jarang sekali bercanda!" ancam Lee.
__ADS_1
"Gue nggak takut sama Lu!" ancam Brenda balik.
"Oh jadi gitu ya. Yang namanya pelakor tetap saja ngegas. Meskipun bukan hak miliknya! Oke gue tantang lu sekarang juga! Sekarang gue akan ngikutin permainan lu ke mana! Dan untuk Pak Dwi cepat atau lambat akan Gue hancurin! Oh iya... Soal skandal korupsi di Asco gue masih belum ngambil semuanya loh! Apartemen mewah, mobil mewah dan semua barang-barang branded yang lu pakai itu ternyata dari hasil korupsi di Asco. Gue memang diam saja dan tetap sabar ngadepin lo. Kalau lu masih aja melawan! Gue bisa ngambil itu semua dan miskinin elu semua. Dan seluruh fasilitas yang lo rasain akan lenyap seketika. Lu mau mana? Lu mau menderita atau lu bermain aman! Kalau lu menderita pagi ini akan gue lakuin! Kalau lu main aman serahin semuanya dan lu pergi dari negara ini. Jangan sekali-sekali lu ngedeketin lakik gue!" ancam Lee dengan wajah memerah.
"Apakah itu benar Lee?" tanya Erra.
"Ya itu benar. Setelah keluar dari sini Pak Dwi sengaja mengambil beberapa persen aset milik Asco. Lalu orang itu memakainya untuk foya-foya membeli barang-barang mewah. Aku sudah mempunyai buktinya. Kalau perlu aku akan mengirimkannya ke kamu. Kenapa yang namanya Pak Dwi dan Brenda keukeuh ngedapetin kamu," jawab Lee dengan jujur.
"Oh Ternyata... Okelah! Garda cari semua skandal tentang Pak Dwi dan Brenda. Lalu sebarkan semua ke seluruh internet. Setelah itu cari semua utang-utang Pak Dwi dan Brenda di mana saja. Ambil semua asetnya dan lelang dengan harga murah. Uangnya berikan kepada orang yang kurang mampu. Selain itu juga lemparkan mereka ke Afrika sana. Blacklist nama dua orang itu untuk masuk ke dalam negeri ini! Lakukanlah segera aku sudah tidak mau melihat wanita ini di sini maupun di cabang! Dan kamu Lee Terima kasih atas informasinya. Kamu bantu Garda sana! Agar masalah ini cepat selesai!" Perintah Erra dengan tegas.
Setelah mengeluarkan perintah Erra sudah tidak peduli lagi dengan Brenda. Pagi ini Brenda melakukan hal yang fatal di mata Erra. Bisa-bisanya Brenda tidak tahu malu itu mengancam Lee seenaknya saja. Yang lebih parahnya lagi Brenda meminta Erra ikut dengannya.
Setelah terjadi pertengkaran antara istri sah dan si pelakor, Garda memanggil beberapa pengawal untuk melemparkan Brenda keluar. Bahkan dirinya secara umum memecat Brenda. Hal yang dilakukan setelah ini adalah memblacklist nama Clay Satoshi. Garuda memang sengaja melakukannya terlebih dahulu. Agar pria itu tidak ikut-ikutan terseret dalam kejahatan Brenda.
Brenda yang sudah berada di jalanan hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Bagaimana tidak untuk mendapatkan sang pangerannya harus menelan kekecewaan berat. Sebentar lagi seluruh aset yang dimilikinya akan disita oleh bank. Hutangnya di mana-mana sudah menumpuk. Cepat atau lambat namanya akan dikejar-kejar. Ditambah lagi Erra sudah memerintahkan untuk membuangnya di daerah Afrika. Bahkan Erra sudah menentukan negara mana yang harus ditempatinya. Jujur langkahnya kali ini harus berhenti dan menyerah.
Lalu bagaimana dengan Pak Dwi? Pak Dwi masih santai saja di apartemen. Pria paruh baya itu membayangkan pundi-pundi uang dari Erra berada di tangannya. Namun tidak disangka, Pak Dwi langsung merasakan akibatnya sendiri. Yaitu dirinya sedang diincar oleh beberapa bank dan skandal yang akan menghancurkan namanya sendiri.
__ADS_1
Memang Erra sangat kasihan sekali kepada istrinya. Harusnya masa ini Lee yang akan menyelesaikannya. Namun Erra akan mengambil tindakan dengan cepat. Dirinya juga gerah jika terus-terusan diklaim sebagai calon menantunya itu. Bayangkan saja jika dirimu sudah menikah. Lalu ada yang mengklaim kalau kamu adalah miliknya. Bagaimana itu? Padahal kamu sangat mencintai pasanganmu sendiri.
Siang itu Garda dan Lee bertindak lebih cepat. Mereka menemukan banyak skandal milik Pak Dwi. Matanya membulat sempurna karena tidak percaya apa yang ditemukannya itu. Akhirnya Garda mengcopy semuanya dan mengirimkan ke Erra.
"Gila juga ini orang. Banyak sekali skandal yang sudah diciptakannya. Makanya dia berani melakukan itu hanya untuk menutupi apa yang telah diperbuatnya. Ini sungguh lucu sekali," sindir Garda.
"Ya Kakak benar. Istilahnya gali lobang tutup lobang. Terus suka memakai identitas palsu jika bertemu dengan korbannya. Memang parah dan sangat memalukan sekali. Kalau boleh ngasih saran aku akan mengejarnya dan menghabisinya sekarang juga. Sudah banyak lho orang-orang yang terkena kasus penipuan dengan Pak Dwi," ucap Lee terus terang.
"Lalu tadi yang kamu katakan itu bagaimana?" tanya Erra yang berada di ambang pintu.
"Itu sangat nyata sekali. Sebelum papa memecatnya, Pak Dwi sudah mengambil aset itu secara diam-diam tanpa sepengetahuan papa. Aku sudah menelusurinya semalam ketika kamu masih tidur," jawab Lee.
"Selalu di depan ternyata. Aku rasa memiliki istri plus plus. Yang di mana plus-plus itu melambangkan aku mendapatkan sesuatu yang lebih," puji Erra.
"Harusnya kamu bahagia mendapatkan istri seperti itu. Pria mana yang tidak mau memiliki istri yang pintarnya menyamai dirimu? Kalau aku pasti akan mempertahankannya sampai akhir hayatku," ucap Garda.
"Aku memang orangnya memiliki kepekaan tinggi. Apa yang belum terjadi aku bisa melakukannya terlebih dahulu. Makanya itu aku sering dijadikan sebagai penasehat panglima perang di White Eragon," ujar Lee dengan jujur.
__ADS_1
"Apakah itu benar?" tanya mereka serempak.