
''James, apakah kamu ingin membalas dendam kepada Seva?'' tanya Fendi.
''Maksudnya?'' tanya Bayu balik.
''Seva adalah pamanku. Papaku sama Seva adalah sepupu. Seva telah membantai semua keluargaku keji. Papa mama dan adik Perempuanku di bantai di depan mata kami.'' ungkap James.
''Jadi selama ini?'' tanya Bayu.
''Setelah pembantaian besar-besaran pada keluargaku. Aku sama Arthur di buang di tempat kumuh. Di situlah aku bertemu dengan papa Andi.'' jawab James.
''Kenapa kamu tidak bilang pada kami? Kenapa harus di sembunyikan kepada kami?'' tanya Bayu.
''Aku tidak ingin bilang pada siapapun. Kalian sudah sangat baik sekali. Terutama papa. Aku dan Arthur di beri kehidupan yang layak.'' jawab James.
''Tapi ada satu lagi yang perlu kamu tau Bayu.'' sela Fendi.
''Hmmp... Apa itu?'' tanya Bayu.
''Tentang Greg. Kamu tau Greg Sebastian?'' tanya Fendi balik.
''Greg... Bukannya dia mata-mata di Black Dragon?'' tanya Bayu.
''Dia adalah anak kandungnya Seva. Seva pernah menikah dengan seorang wanita asal Jakarta. Tapi Seva tidak pernah mengakui wanita itu hingga melahirkan bayi laki-laki. Usia 2 tahun, Greg di titipkan ke sopir Irwan. Sang sopir justru sering membawa Greg kecil hingga akhirnya berteman dengan Imam. Hingga dewasa baru wajahnya terlihat jelas mirip Seva.'' ucap Fendi.
''Cih, tua bangka sadis.'' geram Bayu.
Kemudian Fendi melihat ke bawah dengan mata elangnya.
''Mereka bodoh sekali. Bisa-bisanya beli alat sialan itu dengan harga 5 juta dollar. Aku sendiri mencari uang sebesar itu aja setengah mati.'' geram Fendi.
''Memangnya penghasilan paman berapa?'' tanya James.
''Mana aku tau?'' Bayu mengedikan bahunya.
Tak lama kemudian Fendi mendapat telepon dari anak buahnya yang sudah menyebar dari tadi.
''Sebentar.'' Fendi menjauh sambil menekan tombol di earphonenya.
Di bawah sana.
''Tuan... Ada 3 orang perempuan dari Black Lotus memasuki area hotel dengan membawa bom rakitan.'' ucap seseorang di bawah sana.
''Apa?'' teriak Fendi geram.
''Itu benar tuan. Kami kecolongan.'' ujar pria di bawah sana.
''Sekarang kamu cari ketiga wanita itu sebelum bom meledak di kerumunan orang banyak.'' titah Fendi dingin.
Kemudian Fendi kembali.
''Sial kita kecolongan. Seva memasukan 3 orang wanita yang membawa bom rakitan.'' ucap Fendi lesu.
''Apa?''
Teriak mereka serempak.
''Iya... Meskipun Irwan dan Lee turun kita tidak mudah mencarinya.'' jawab Fendi.
''Terus bagaimana?'' tanya Bayu.
''Telepon Andi beritahu ada wanita 3 bom memasuki area.'' perintah Fendi.
''Kamu bener juga.'' ujar Bayu.
Kemudian Bayu menghubungi Andi yang berada di markas. Di markas White Eragon Andi dengan asyiknya ngemil di kejutkan oleh ponselnya yang berdering dan langsung mengangkatnya.
''Ada apa?'' Tanya Andi.
''Coba kamu cek seluruh CCTV yang sekitar area hotel dan Sebastian Grup. Ada 3 orang wanita yang mencurigakan masuk ke dalam area membawa bom rakitan.'' jawab Bayu.
''Ok..'' balas Andi.
''Bisa tidak bom tersebut di matikan dalam jarak jauh?'' tanya Bayu.
''Tidak bisa. Bukan kita yang buat. Hubungi Quan Shi pasukan Death Note yang pandai merakit bom dan menonaktifkan bom.'' titah Andi.
''Memangnya dia ikut?'' tanya Bayu.
''Aish... ini orang... Sudah kukatakan Quan Shi berada di lapangan. Hubungi dia agar tersambung ke aku. Aku akan mengarahkan kemana wanita tersebut.'' geram Andi.
Tut.
Sambungan terputus.
Kemudian Andi mengambil laptopnya lalu melacak di mana keberadaan tiga orang wanita itu.
Sementara di atap gedung Sebastian Corporation Grup Internasional. Bayu menghubungi Quan Shi yang berada di bawah.
''Hallo tuan Bayu.'' sapa Quan Shi.
''Quan Shi hubungi Tuan Andi. Karena kamu dapat tugas baru.'' titah Bayu.
Tut.
Sambungan terputus.
''Ayo kita turun.'' titah Fendi.
Kemudian mereka turun. Sementara itu Quan Shi menghubungi Andi yang menemukan keberadaan tiga orang itu.
''Halo tuan Andi'' sapa Quan Shi.
__ADS_1
''Tetaplah tenang jangan gegabah anggap tidak apa-apa. Bawa anak buahmu sekitar 5 orang.''
''Baik tuan.''
Kemudian Quan Shi menunjuk 5 orang yang pandai menjinakkan bom.
''Sudah selesai Shi.'' sahut Andi.
''Sudah Tuan.'' jawab Quan Shi.
''Sekarang berjalanlah ke arah jam 1 bersama anak buahmu.'' titah Andi.
''Baik tuan.'' jawab Quan Shi.
Kemudian Quan Shi berjalan ke arah jam 1. Sesampainya di sana.
''Tangkap wanita berbaju merah. Jika melawan tembak. Pastikan pistolmu memakai peredam suara.''
''Baik.'' jawab Quan Shi.
Kemudian Quan Shi melakukan tugas pertama. Quan Shi menyuntikkan obat tidur dengan dosis tinggi.
''Segera nonaktifkan bomnya. Setelah itu bawa ke markas.'' titah Quan Shi.
''Selanjutnya. Pergilah ke tenggara.
Kemudian Quan Shi akhirnya pergi ke tenggara.
''Di dekat lampu merah ada seorang wanita bergaun ungu. Tangkap dia.''
Quan Shi melakukan apa yang di suruh. Setelah selesai misi kedua. Andi masih terhubung dengan Quan Shi.
''Yang terakhir pergilah ke selatan.'' titah Andi.
Kemudian Andi menyuruh Quan Shi menuju selatan. Sesampainya di sana.
''Wanita gendut memakai baju coklat.''
Setelah itu Quan Shi melaksanakan aksinya. Ketiga wanita itu di amankan di sebuah tanah kosong di area hotel itu.
''Tuan misi bom selesai. Saya dan anak buah sedang menonaktifkan bom tersebut. Jika tidak bisa saya meminta maaf.'' ujar Quan Shi.
''Segera pergi dari sana. Biarkan meledak di situ. Tinggal 1 menit lagi.'' perintah Andi yang melihat bom waktunya yang semakin cepat.
''Baik tuan.'' ujar Quan Shi.
Tut.
Sambungan terputus.
''MARI KITA PERGI.'' TERIAK QUAN SHI.
1 menit kemudian bom itu meledak dengan suara kuat. Quan Shi dan anak buahnya sudah menjauh dari area itu.
''Syukurlah.'' ucap Quan Shi lirih.
''Untunglah Tuan Andi memberi tau tentang bom ini. Kalau tidak akan banyak korban.'' jawab A Lim.
''Ayo kembali.'' titah Quan Shi.
Kemudian Quan Shi menuju ke kerumunan. Fendi, Bayu dan James sudah sampai di bawah.
Di markas White Eragon.
''Hufth... Syukurlah.'' lirih Andi.
Setelah menyelesaikan misi bom, Andi kembali ke tempat duduknya.
''Ada apa paman?'' tanya Feli.
''Ada 3 perempuan membawa bom dan mau di ledakkan di kerumunan.'' ucap Andi.
''Kok... kejam ya Seva?'' tanya Jake.
''Dari dulu Seva memang kejam Jake. Kejam dan serakah. Dia ingin membunuh rekan bisnisnya yang gak sejalan. Kalau sudah sejalan you knowlah.'' jawab Andi.
''Maksudnya?'' tanya Jake.
''Kalau sudah sejalan Seva akan membunuh rekan bisnis itu.'' Jawab Andi.
''Hmmp... berarti Seva tidak mau membagi hasilnya.'' ucap Greg.
''Ya itulah...'' jawab Andi.
''Lebih licik dari ini.'' ujar Jake.
Sementara di hotel milik Seva. Erra dan Lee sudah masuk ke dalam aula gedung tersebut.
Lee yang melihat kemegahan peluncuran Abandon Think sama sekali tidak nyaman dan berbisik.
''Lebih baik aku tidur di rumah.'' bisik Lee ke Erra.
''Hmmp... Aku setuju. Aku belum pernah unboxing kamu.'' bisik Erra ke Lee.
''Cih... katanya pengen punya baby. Sampai sekarang enggak bisa unboxing.'' batin Lee.
''Jangan mengumpati aku. Baru lihat ular pitonku kamu kabur.'' ucap Erra.
''Koq ngomongnya ular piton sih. Lama-lama kakak mesum.'' ujar Lee sambil membayangkan ular piton Erra.
''Kamu juga mesum. Hayo... Lagi mikirin ular pitonku. Buat kamu gratis seumur hidup.'' Senyum Erra merekah.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, MC perempuan naik ke panggung dengan pakaian seksi yang kurang bahan. Seluruh pria yang berada di sana bersorak kegirangan. Sedangkan Erra diam seperti es.
''Lebih enak lihat tubuh singa betina.'' gerutu Erra.
''Buat kamu gratis.'' bisik Lee.
MC tersebut membacakan acara yang akan berlangsung.
Sedangkan Fendi, Bayu dan James sudah masuk kedalam lalu melihat Lee dan Erra.
''Apakah kami telat?'' tanya Bayu.
''Belum telat.'' jawab Erra.
''Apakah acara sudah berlangsung?'' tanya Bayu.
''Belum.'' jawab Erra.
''Acaranya masih pembukaan. Kita harus di sini sampai acara selesai.'' ujar Lee.
''Alamak... Boring gue.'' gerutu Fendi.
''Acara pertama masih menayangkan pria cantik.'' jawab Lee.
''Sangat buruk.'' ujar Bayu.
''Semoga singa betina tidak ada yang tertarik sama mereka.'' gerutu Erra yang di dengar Lee.
''Aku lebih tertarik dengan tubuh kekarmu itu.'' Senyum Lee merona.
Selama 15 menit mereka di suguhi oleh penyanyi papan atas. Mereka tidak tertarik sama sekali.
Tak selang berapa lama Caroline Riu mendekati Fendi lalu berdiri di samping Fendi.
Pembukaan acara selesai. Akhirnya MC naik ke panggung dan membacakan pidato Seva. Di saat membacakan pidato, Seva sengaja menjatuhkan 6 pilar utama dunia dan menjelekkan. Melihat hal itu, Lee menjadi geram dan ingin menyerang Seva.
''Jangan dulu ya singa betina. Santai dulu.'' ucap Erra.
Sementara di markas. Andi sangat geram sekali kepada Seva. Andi ingin sekali mengirim Seva ke neraka jahanam.
''Baru kali ini ada pidato yang menjatuhkan.'' ujar Greg.
''Ya itulah Seva.'' ucap Andi.
''Bisakah aku memutilasi itu orang paman?'' tanya Feli.
''Untuk sekarang tidak bisa. Seva banyak yang melindungi. Tuch lihat di belakang mereka.'' jawab Andi.
''Jake, Feli, Greg bersiaplah.'' titah Andi.
''Siap paman.''
Jawab mereka serempak.
Kemudian mereka bersiap-siap menghabisi Strada grup.
Di pinggiran kota New York City. Anggota Red Blood sudah memasang bom di sekitar area. Mereka langsung menjauhi lab tersebut. Irwan dengan santainya memantau acara tersebut dari Instagram.
''Uh... Acara menyebalkan.'' gerutu Irwan.
''Kapan bos akan di ledakkan?'' tanya Rico sang asisten Irwan.
''Tunggu hitung mundur.'' jawab Irwan.
''Baik bos.'' ucap Rico.
Di sekitar area hotel kepolisian setempat, White Eragon, Black Dragon, Red Swan Lake dan Eternal Snow sudah berjaga. Mereka sudah memetak-metakkan orang agar tidak terjadi kerusuhan.
Tak selang berapa lama pasukan Black Dragon area Meksiko dan Kanada datang dengan 200 anggota. Pasukan tersebut di pimpin oleh Garda dan langsung membaur ke kerumunan. Mereka langsung membantu memetakan orang.
Setelah itu, MC langsung menghitung mundur. Seluruh para petinggi White Eragon dan Black Dragon harap-harap cemas melakukan aksinya.
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0.
-------------------------------------------------------------------
Sabar ya readers... Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tetap semangat dan jaga kesehatan.
Salam Author 😘😘😘😘
__ADS_1