Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 32


__ADS_3

Pagi itu, Lee dan pasukan khusus terbang ke negara Amerika untuk melanjutkan misi menghancurkan program Strada grup. Lee tidak mengajak Erra. Erra sedang sibuk untuk membereskan kekacauan yang di timbulkan oleh Prata's Grup.


Asco Corporation Grup Internasional pusat.


''Gimana Jake?'' tanya Erra.


''Beres... Langsung gue back up semua.'' jawab Jake.


''Licik juga ternyata si Aldi. Menawarkan kerjasama tapi di belakang langsung di habisi.'' geram Erra menghempaskan bokongnya di sofa single.


''Untung singa betina langsung bekerja. Eh... Lu lihat berita sana. Seluruh gedung yang di bangun oleh Prata's Grup hancur dalam waktu bersamaan.'' ucap Jake melipat kakinya.


''Ya... Ulah singa betina gue. Gue enggak bisa ngapa-ngapain jika Lee ngambil keputusan. Malah gue ditahan sama anggota inti White Eragon.'' ujar Erra menghela nafasnya.


''Gue saranin jangan lu hentikan langkahnya. Soal Prata's Grup hal yang logis kenapa Lee melakukan itu semua.'' sela Jake mengambil gelas kopi lalu menyesapi kopinya secara perlahan.


''Om Irwan malah membantu Lee.'' jawab Erra menaruh ponselnya di meja.


''Kalau soal hancur menghancurkan om Irwan memang satu paket sama Lee. Ya udah gue pulang, gue mau tidur.'' pamit Jake beranjak dari duduknya.


''Ok... gue akan membereskan kekacauan ini. Setelah semuanya beres, gue nyusul singa betina.'' Erra langsung berdiri.


''Oh iya... Semalem pestanya gimana? Apakah meriah?'' Jake melihat Erra.


''Huaaa.... Meriah sekali!'' seru Erra menceritakan semangat.


''Terus gimana si Ferguso?'' tanya Erra.


''Sudah di tangkap sama Feli. Kemungkinan om Bayu yang nangani semuanya.'' ujar Jake.


''Ya udah nanti siang gue akan ke markas.'' ucap Erra.


''Lu enggak akan mengurung Lee kan?'' tanya Jake datar.


''Hmmp... Iya...'' jawab Erra jujur sambil membuang wajahnya.


''Kenapa lu harus mengurung lee? Lu taukan Lee jago beladiri. Lu kira Lee wanita yang lemah. Lu salah besar karena Lee pemberani.'' Seru Jake dengan kesalnya.


''Iya memang gue salah.'' lirih Erra mengangkat kepalanya.


''Jangan sekali-kali lu ngurung Lee seperti itu. Kalau enggak lu akan berurusan dengan papa lu sendiri.'' seru Jake langsung meninggalkan Lee.


Kemudian Erra langsung mengerjakan pekerjaan yang menumpuk. Ada rasa penyesalan yang mendalam dalam hati Erra. Erra ingin melindungi Lee dari musuh-musuh saingan bisnisnya. Sedangkan di sisi lain Lee adalah wanita yang sangat tangguh. Jabatan Lee di White Eragon sangat penting. Melalui otak cemerlangnya, White Eragon menjadi sangat besar sekali. Para ketua White Eragon mempertahankan Lee dan memberikan satu pasukan khusus yang isinya hanya perempuan.


Siang pun tiba. Erra dengan cepat langsung berdiri menuju lobi dengan memakai masker dan jaket. Erra langsung pergi ke markas White Eragon.


Sementara itu, Andi dan Bayu sedang berada di markas.


''Enaknya di apain ya itu?'' tanya Andi sambil melihat Ferguso yang tidak berdaya karena ulah Feli semalem.


''Hmmp... Biarkan Erra yang bekerja.'' seru Bayu.


Sesampainya di markas White Eragon. Erra masuk lalu melihat Andi dan Bayu.


''Dimana Ferguso?'' tanya Erra.


''Tuch ada di dalam.'' Jawab Andi.


Kemudian Erra menuju ke dalam ruangan bawah tanah. Nanda yang sedang asyik bermain game di kejutkan oleh Erra.


''Nda!'' seru Erra.


''Apa?'' jawab Nanda yang hampir jatuh lalu melihat siapa yang datang.


''Ikut gue ke bawah.'' ucap Erra.


Kemudian Nanda berdiri. Mereka akhirnya ke ruangan bawah tanah. Sesampainya di sana. Mereka berdua di sambut bau anyir darah yang masih baru. Erra menatap Nanda dengan bingung.


''Apakah kalian tiap hari ada pesta besar?'' tanya Erra ke Nanda.


''Hmmp... Tiap hari kami selalu mendapatkan mata-mata yang berhasil masuk ke dalam sini. Ya lu taukan para papa selalu berjaga. Apalagi paman Bayu yang matanya tidak bisa di bohongi. Mana musuh mana pengawal asli.'' jawab Nanda.


Sesampainya di sana mereka di sambut oleh 2 orang pengawal yang berbadan kekar.


''Buka pintunya.'' titah Nanda.


''Baik tuan muda.'' jawab pengawal itu sambil membuka gembok kunci.


Kemudian mereka masuk ke dalam. Erra dengan tenangnya mendekati Ferguso.


''Lu tau akibatnya apa jika berani menyentuh Asco.'' ucap Erra dingin.


''Aku tidak tau. Aku di beri tau lewat asisten pribadiku.'' Jawab Ferguso.

__ADS_1


''Sayang dengan titel kamu. Gue dari dulu sudah nawari lu masuk. Kenapa lu enggak mau masuk? Lu udah berkomplot sama Aldi sialan itu.'' geram Erra.


''Jangan sampai Singa betina tau tentang kelakuan lu. Kalau sampai tau, lu. bakalan jadi musuh bebuyutannya.'' seru Erra.


Ferguso sangat menyesal atas kelakuannya sendiri. Erra juga enggak bisa mutusin mau di apain Ferguso.


''Lu mau apain?'' tanya Nanda.


''Semuanya berada di tangan singa betina. Gue enggak tau apa yang harus gue lakuin.'' jawab Erra.


''Apa hubungan Ferguso dengan Lee?'' tanya Nanda.


Tak lama kemudian Andi datang dengan membawa segelas kopi.


''Ada perjanjian antara kedua orang tua Ferguso dengan Lee.'' Sahut Andi.


''Apa!''


Teriak mereka serempak.


''Kalian tau kasus pembantaian di kota Manila. Di saat itu pasukan Death Note White Eragon sedang di tugaskan untuk memburu pelaku pembunuhan berantai. Dan yang jadi korban terakhir adalah keluarga Ferguso. Lee yang masih berusia 11 tahun ikut dalam misi ini. Lee sangat menyesal tidak bisa menyelamatkan orang tua Ferguso yang saat itu lagi menghadapi kematian. Orang tua Ferguso meminta tolong pada Lee untuk membiayai hidup Ferguso sampai dewasa.'' jawab Andi.


''Umur 11 tahun sudah ikut berburu?'' tanya Erra seakan tak percaya.


''Ya... kalau enggak di ajak Lee merengek bahkan mengurung dirinya di kamar selama seminggu.'' jawab Andi.


''Wow... Amazing...'' ucap Nanda.


''Lebih baik kita tunggu Lee.'' jawab Erra.


''Tuan aku mohon. Lebih baik anda mengirimkan aku ke kedua orangtuaku. Aku sungguh tidak berguna.'' tangis Ferguso makin pecah.


''Tunggu Lee pulang ya dari Amerika. Setelah itu Lee akan ngasih tau apa hukumanmu. Kami tidak berhak menghukum kamu dengan cara apapun.'' titah Erra.


Kemudian mereka kembali. Erra menghela nafasnya. Semua keputusan di tangan Lee.


''Aku tidak bisa menghukumnya pa. Tunggu Lee pulang.'' ucap Erra lesu.


''Ya kamu benar.'' sahut Bayu.


''Ya udah dech, aku balik lagi ke kantor.'' ujar Erra lalu melangkah pergi.


Sore menjelang malam, Erra sudah membereskan semua pekerjaan dan kekacauan. Erra langsung mengambil jasnya lalu memakainya.


Brakkkkk....


''Ikut kami ke negara Amerika sekarang.'' titah Bayu.


''Baiklah.'' jawab Erra.


Kemudian mereka pun langsung menuju ke atas gedung. Di atas gedung sudah ada heli yang baru sampai. Mereka bertiga langsung masuk ke dalam heli untuk menuju bandara.


''Lindungi Lee!! Seva tidak akan membiarkan Lee hidup. Sesudah Lee menghancurkan Strada.'' titah Bayu.


''Apa?'' teriak Erra panik.


''Sam dan Nanda sudah menunggu di bandara.'' Andi melihat Erra panik.


Sesampainya di bandara. Jake, Greg, Nanda dan Sam menunggu kedatangan Andi, Bayu dan Erra.


''Greg... Misi yang di kasih Imam.'' tanya Jake.


''Imam dalam bahaya. Gissel sebentar lagi mau masuk kedalam kehidupan Imam. Di belakang Gissel ada ketua Red Devils yang mendukung.'' jawab Greg.


''Jika di lihat Imam tidak ada apa-apanya. Tapi Imam mempunyai kemampuan bela diri di atas kita. Selain itu Imam mempunyai otak yang jenius.'' sela Nanda sambil membuang nafasnya dengan pelan.


''Ah... Lu Nda. Belum kenal Imam aja yang sesungguhnya.'' Greg membela Imam.


''Maksud Lo Greg?'' tanya Sam.


''Selain Nanda, Imam mempunyai jiwa pshyco. Jika jiwanya ini bangkit... Gue akan angkat tangan.'' Jawab Greg.


''Oh ya gue lupa.'' ucap Nanda mengingat musuh dalam dunia bisnisnya yang berani mengganggu dirinya.


''Lu lihat sendiri kan saat lu di jebak sama perusahaan yang namanya Reynolds corps. Imam yang menemukan anaknya yang njebak lalu di kuliti.'' ujar Greg.


''Fiuh... tapi begitu Imam pembela orang kecil. Petani di negeri ini makmur karena Imam.'' Sam mengingat kebaikan Imam.


''Dari dulu Imam mengerti akan keluh kesah orang kecil. Kenapa ya Bapaknya hobi banget main bom? Sedangkan Imam hobi banget jalan-jalan ke sawah atau jalan-jalan ke pantai?'' tanya Greg menyenderkan tubuhnya di mobil.


Sementara itu di jet pribadi Lee.


''Kak... Bolehkah aku bertanya?'' tanya Suci menghempaskan bokongnya di samping Lee.

__ADS_1


''Tanya apa?'' tanya Lee kembali yang sedang mencari informasi tentang keberadaan Strada grup.


''Setiap kakak terdesak. Pasti ada pria misterius yang menolong. Yang jadi pertanyaan kita kakak kenal dengan pria misterius itu?'' tanya suci.


''Aku juga enggak tau. Mulai dari awal kita melakukan tugas.'' jawab Lee.


''Jujur aja kakak memang cocok kalo lagi berkolaborasi sama pria itu.'' ujar Suci.


''Banyak yang bilang kalo pria misterius itu adalah serigala beringas atau Mr. R. Setiap tinggal sedikit orangnya kabur menjauh. Seperti kehilangan jejak. Aku pengen berkenalan sama Mr. R tidak bisa.'' ucap Lee sangat antusias menceritakan siapa pria misterius itu.


''Serigala beringas.'' Teriak Suci.


''Iya... memang julukannya serigala beringas. Karena setiap menghajar lawannya dengan membabi buta.'' Ujar Lee dengan bahagia.


''Kakak tau. Seluruh mafia dan para gangster yang ada di muka bumi ini takut jika mendengar serigala beringas. Jika sampai menyenggol sedikit ajha langsung di kejar.'' jelas suci.


''Busyet dah... tapi aku enggak takut. Aku malah mencarinya.'' ujar Lee yang berapi-api.


Sementara di negara A.


''Bagaimana dengan peluncuran program baru lu?'' tanya Ignatius.


''Beres... Tinggal di luncurin.'' jawab Seva.


''The Costra Dark Light gimana?'' tanya marco.


''Beres... Setelah menghancurkan White Eragon gue akan bangun lagi gangster gue. Gara-gara alatnya Seva jadi gue bisa memerintah dengan cepat.'' Jawab Marvel.


''Gue butuh bantuan lu lagi vel. Kemaren gue kasih alat yang bagus lagi. Lu enggak usah memerintah anak buah lu.'' Seva menyeringai licik.


''Marvin koq enggak pernah muncul?'' tanya Erick tiba-tiba.


''Marvin mau kesini. Si Dennis sudah keluar.'' jawab Seva.


''Dennis...'' teriak Marvel.


''Ya... Dennis akan bergabung dengan Red Devils nanti. Lu tau kan si Dennis licik.'' Seva menjelaskan sesuatu.


''Ya, itu lebih bagus. Terus bocah yang lu rekrut.'' tanya Ignatius.


''Parah banget hidupnya. Gue tadi pagi sudah ngirimin uang buat nyari adik sepupunya. Gue pengen Aldi dan adik sepupunya masuk ke dalam Strada grup nanti.'' ucap Seva menyenderkan tubuhnya di sofa.


''Ya... baiklah... gue setuju.'' seru Erick tersenyum manis.


''Lu udah ada persiapan tentang peluncuran produk lu?'' tanya Ignatius.


''Sudah... Sudah gue hubungi para gangster dan mafia yang jadi musuh bebuyutan White Eragon dan Black Dragon di muka bumi ini. Mereka akan berjaga-jaga di sudut kota agar white eragon dan black dragon tidak bisa tembus.'' Jawab Seva.


''Ok... Gue setuju.'' jawab Marco.


Di kota New York di negara Amerika. Lee dan pasukan khususnya sudah sampai dan sedang beristirahat.


Di kediaman Arthur.


Pria berbadan kekar sedang memeriksa laporannya mendapat email dari Bayu.


''Hmmp... kok perasaan aku enggak enak ya...'' gumam Arthur langsung memegang ponselnya.


Tiba-tiba saja, James datang ke ruangan kerja Arthur sambil membuka pintu dengan kuat sehingga pintunya terlempar mengenai jendela.


''Argh... Sialan kamu James...'' teriak Arthur sambil menggelengkan kepalanya.


''Maaf kak...'' James tertawa tanpa berdosa.


''Kebiasaan kamu James kalau masuk.'' Arthur merutuki kebiasaan James.


''Adik kecil berada di kota New York negara ini kakak.'' James lalu duduk di depan Arthur.


''Hmmp....'' Arthur berdehem sambil membereskan pekerjaannya.


Tiba-tiba saja Arthur berteriak hingga membuat James berjingkat.


''Apa!!!!!!'' Teriak Arthur yang jantungnya berdegup kencang.


Kemudian Arthur menetralkan jantungnya sambil meminum air.


''Kayaknya ada tugas berat ini.'' Arthur menaruh gelasnya di meja.


''Memang benar. Ada tugas berat.'' Jawab James.


''Nanti siang kita kesana.'' James beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan Arthur.


''James... Woy.... James... Bagaimana dengan pintuku ini yang kamu rusak.'' teriak Arthur.

__ADS_1


''Tenang aja masih ada beberapa pintu lagi yang akan aku rusak.'' seru James segera berlari untuk menghindari amukan Arthur lebih lanjut sambil tertawa.


Mereka berdua tidak pernah akur jika sedang tidak ada tugas. Mereka sering adu jotos jika bertemu. Seluruh pelayan dan atasannya sudah tidak kaget lagi dengan perilaku mereka.


__ADS_2