Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 231


__ADS_3

Setelah selesai membuat bubur Arini segera mengambilkannya satu mangkuk buat Garda. Arini membawa bubur ke kamar. Arini masuk ke dalam dan menaruh bubur itu di atas nakas.


"Kak," panggil Arini.


Garda yang sedari tadi terpejam matanya segera terbuka. Matanya menelisik dan menatap wajah Arini.


"Ada apa?" tanya Garda.


"Makan dulu," jawab Arini.


Garda terpaksa bangun dan duduk di atas ranjang sambil menyandarkan tubuhnya di tembok. Lalu Arini mengambil bubur itu dan menyuapi Garda. Entah kenapa Garda merasakan ada sesuatu di dalam hatinya. Sesuatu itu adalah perasaan yang tidak bisa diutarakan.


"Apakah kamu sudah memiliki pacar?" tanya Garda.


Arini menggelengkan kepalanya sambil menjawab, "Aku tidak memilki pacar. Kakak tahukan kalau setiap pria itu sangat mengerikan sering menyakiti perasaan perempuan. Sekarang makan dulu nanti kita bahas lagi soal ini."


Akhirnya Garda mengalah untuk tidak membahas soal ini. Dengan sabar Arini menyuapi Garda. Mau tidak mau Garda harus menghabiskan semuanya.


Lima belas menit berlalu Garda sudah menyelesaikan makanan malamnya. Setelah itu Arini membawa mangkuk kosong itu keluar dan mencucinya. Sedangkan Garda hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Tiba-tiba saja Garda teringat akan Lee yang masih berada di dalam pesawat. Garda berdoa semoga misi mengumpulkan berkas-berkas milik para musuh berhasil.


"Kak Garda," panggil Arini yang mendekati sambil membawa baskom yang berisi air hangat.


Arini mendekati Garda sambil menaruh baskom itu. Lalu Arini memeras kain di dalam baskom itu dan menaruh di dahi Garda, "Jangan dilepas. Tubuh kakak sangat panas sekali. Sepertinya kakak harus beristirahat."


"Apakah kamu memiliki pacar?" tanya Garda.


"Aku nggak memiliki pacar. Aku adalah wanita mandiri. Kata kak Lee kalau mau mencari seorang pria harus yang mau diajak berjuang di dalam pernikahan. Kalau enggak aku disuruh mundur," jawab Arini.


"Kalau aku mengajakmu berjuang bagaimana? Apakah kamu mau? Aku enggak ingin berpacaran tapi langsung menikah," ucap Garda yang secara blak-blakan.


Arini menelan salivanya dengan susah payah. Arini tidak menyangka kalau dirinya dilamar oleh Garda. Arini menunduk karena bingung mau menjawabnya.


Melihat Arini bingung, Garda paham akan hal itu. Garda memang ingin menikah. Akan tetapi Garda tidak ingin berpacaran.


"Kalau itu aku harus meminta izin kepada kakak besar dulu. Aku enggak bisa memutuskannya," ujar Arini.

__ADS_1


"Bicarakan semuanya pada Lee. Aku tahu Lee sangat khawatir sama kamu dan lainnya. Aku malah suka kalau Lee tahu semuanya," saran dari Garda.


"Baiklah," balas Arini. "Bukannya kakak besar pergi ke New York?"


"Iya. Ada tugas dari papa Bayu mengumpulkan informasi tentang musuh yang sering menyerang enam pilar utama. Kita harus menguraikan semuanya agar tidak menjadi dendam di masa depan. Kasihan nanti jika menjadi dendam kepanjangan. Yang terkena imbasnya adalah generasi selanjutnya," jawab Garda.


"Aku setuju kak. Biarkan masalah ini cepat selesai dan hidup tenang seperti orang-orang normal lainnya," ucap Arini dengan tulus. "Tidurlah sudah malam. Aku ingin bekerja di dunia perhaluan."


"Maksudnya?" tanya Garda.


"Aku ingin membuat novel tentang kisah cinta anak SMA," jawab Arini.


"Apakah kamu menulis novel?" tanya Garda.


"Bukan. Aku bukan penulis novel. Tapi aku hanya menyalurkan hobiku saja," jawab Arini dengan bahagia.


"Apakah kamu enggak keluar pas malam Minggu?" tanya Garda.


"Aku tidak pernah keluar kecuali kalau ada tugas," jawab Arini. "Jika ada tugas aku akan keluar dan bekerja."


"Jika kamu ingin keluar pergilah. Biarkan aku di sini. Aku hanya menumpang tidur hingga hari Senen pagi," suruh Garda.


"Aku jarang minum obat kalau sakit begini. Aku harus bersembunyi di suatu tempat agar bisa memulihkan kondisi tubuhku," jawab Garda.


"Kalau begitu aku tinggal dulu," pamit Arini.


Garda menganggukan kepalanya sambil memejamkan matanya. Garda segera tidur agar bisa memulihkan kondisi. Sementara di kediaman Setiawan, Nanda bersama Jake sedang mencari siapa dibalik dalang korupsi. Nanda menatap wajah Jake sambil memegang pulpen.


"Menurut kamu siapa?" tanya Nanda.


"Ya elah Nda. Ini kasus yang rumit loh. Ada beberapa orang yang terlibat dengan si tersangka ini. Motifnya adalah ingin mengambil aset dari perusahaan sebanyak-banyaknya," jawab Jake yang menganalisa keadaan.


"Kalau begitu bisa tiga?" tanya Nanda.


"Lima bahkan lebih," jawab Jake yang mulai curiga.

__ADS_1


"Apakah kamu mau membantuku?" tanya Nanda dengan serius.


"Meretas keuangan yang dibuat oleh sistem keamanan jaringan perusahaan kamu?" tanya Jake.


"Kalau itu aku tahu," jawab Nanda. "Tapi aku ingin meretas kemana uang perusahaan masuk ke dalam ATM siapa saja?"


"Berikan aku surat kuasa. Jika kamu tidak memberikan surat kuasa bisa dipastikan aku melakukannya secara ilegal karena menentang hukum," jawab Jake.


"Lebih baik kamu lakukan sekarang. Aku nggak mau besok. Soal surat kuasa Senen akan menyusul," jawab Nanda.


"Maksudnya bukan itu. Kamu tahu kan aku harus membobol sistem keamanan jaringan bank. Jika terjadi apa-apa denganku kamu harus tanggung jawab," jawab Jake yang sebenarnya malas jika disuruh membobol bank.


"Sepertinya keberanian kamu menghilang jika aku menyuruhmu membobol bank?" tanya Nanda dengan serius.


"Bukannya aku takut. Tapi aku harus mencari bukti dimana uang itu berada," jawab Jake.


"Kalau begitu Senen aku buat," celetuk Nanda.


"Aku juga akan bekerja di hari Senen ketika surat itu turun," ujar Jake.


"Yang dikatakan Jake benar apa adanya. Jake tidak bisa mengerjakan tugasnya jika menyangkut dengan uang perusahaan. Ini resiko yang sangat besar. Bahkan Jake membutuhkan surat legal dari pengadilan. Jika Jake tidak memiliki surat itu otomatis hidup dan kariernya dipertaruhkan," sahut Joko yang mendekati Jake dan Nanda.


Mendengar penjelasan dari Joko, Nanda baru paham atas permintaan Jake. Memang Jake adalah hacker yang profesional. Kalau disuruh menghacker sistem keamanan jaringan Jake hanya mencari sebuah bukti. Namun jika menyangkut uang Jake memutuskan untuk angkat tangan.


Jake tidak mau mengambil resiko tinggi. Karena bisa mengancam nyawa dan karirnya sekaligus. Meskipun Jake adalah anggota mafia tapi Jake harus mematuhi peraturan yang ada. Akhirnya Nanda menyetujui permintaan Jake. Maka malam Minggu ini mereka mencapai kesepakatan.


Di tempat lain Sam yang melihat beberapa daging steak di depannya hanya menggelengkan kepalanya. Sam bingung malam ini harus memasak steak untuk keluarganya. Akhirnya Sam mulai memasak.


"Samuel," panggil Haruka.


"Ma," sahut Sam yang mulai meracik bumbu.


"Apakah kamu tidak ingin menikah?" tanya Haruka yang menginginkan sebuah cucu.


"Hmmp... Aku ingin menikah dengan siapa? Jika aku tidak memiliki seorang kekasih," tanya Sam yang bingung.

__ADS_1


"Jadi selama ini kamu?" tanya Haruka.


"Selama ini apa ma?" tanya Sam balik yang tidak sengaja mengerjai Haruka sang mama.


__ADS_2