Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 83


__ADS_3

Saat Saga keluar, Bayu dan Andi mendekatinya. Mereka menatapnya dengan tajam.


“Maafkan aku. Singa betina koma. Calon bayinya tidak bisa di selamatkan,” lirih Saga.


“Apa yang kamu bilang?” tanya Andi.


“Singa betina koma dan calon bayinya meninggal tertembus peluru,” ucap Saga.


Erra yang mendengar itu semakin drop. Hatinya bergetar hebat. “Paman Saga tidak bercanda kan?”


“Paman tidak bercanda. Singa betinamu koma,” ucap Saga dengan sendu.


Kemudian Erra berdiri lalu bergegas masuk ke dalam dan melihat Lee yang wajahnya pucat pasi.


“Lee... Dulu kamu pernah berjanji padaku saat usiamu tiga tahun. Lee ingin ikut kakak tampan. Tapi kenapa kamu seperti ini?” tanya Erra yang sendu.


Garda yang melihat Lee terbaring seperti itu hatinya terasa sesak. Baru saja bertemu dengan adik kesayangannya. Ia harus melihat Lee terbaring di rumah sakit. “Ra.. Lee hanya tertidur. Bersabarlah, singa betinamu akan terbangun.”


Kemudian Erra memegang tangan Lee yang dingin. “Bangunlah singa betina.”


Sam yang ingin pergi ke Manila dikejutkan dengan berita tentang Lee. Saat jetnya akan terbang, Sam berteriak ke arah pilot. “Aku tidak jadi berangkat!”


Sang pilot menghentikan penerbangannya. Sam segera pergi meninggalkan bandara untuk bergabung dengan March yang sudah menunggunya.


“Apakah itu benar?” tanya Sam.


“Ya itu benar. Aku menjemputmu untuk kembali,” jawab March.


“Aku akan menutup semua jalur penerbangan dan pelabuhan atas nama Alicia,” ucap Sam.


“Sudah aku perintahkan,” sahut March.


Kemudian Sam dan March bergabung dengan pasukan 1. Sam memberikan perintah kepada mereka untuk segera menyebar ke seluruh penjuru kota Jakarta.


Alicia yang sudah sampai bersama Gissel langsung membereskan semua pakaiannya. Mereka harus pergi meninggalkan Indonesia untuk menyelamatkan diri. Saat membereskan pakaiannya ia tidak tahu bahwa nyawanya sedang terancam.  Tak selang berapa lama, Gissel mendapatkan sebuah pesan dari pengawalnya bahwa White Eragon sudah menyebar. Gissel harus mencari cara untuk kabur.


“Ah... ****! Seluruh anggota White Eragon sudah menyebar!” geram Gissel.


Tak hanya tim 1 yang di turunkan. Tim 3 dan tim 5 juga di turunkan dengan di ketuai oleh Fendi dan juga Joko. Mereka memang sengaja mempersempit jalan kaburnya Alicia. Fendi yang ingin kembali ke Helsinki mendapat kabar bahwa Lee tertembak langsung membatalkan jadwal penerbangannya. Ia akhirnya bergabung dengan White Eragon untuk memimpin pasukan tim 5.


Beberapa jam kemudian. Sam, Joko, March dan juga Fendi sudah menemukan di mana Alicia. Mereka langsung bergegas menuju di mana Alicia berada. Sesampainya di depan apartemen, Fendi menghubungi Greg untuk segera kesini.


“Ayo kita sergap,” ajak March.

__ADS_1


Fendi hanya menggelengkan kepalanya. “Tidak semudah itu bos. Aku sedang menghubungi Greg untuk segera kesini.”


“Kenapa harus Greg?” tanya Joko.


“Firasatku mengatakan Alicia di suruh orang untuk menghabisi singa betina. Di dalam apartemen Alicia ada banyaknya CCTV yang sudah dipasang di sudut ruangan. Aku mempelajarinya dari Arthur dan James. Mereka termasuk anggota interpol yang handal. Kita tidak boleh gegabah melakukan itu. Jangan sampai kita menyergap di ketahui oleh musuh,” papar Fendi.


“Apakah Lee juga melakukan hal yang sama saat tugas berlangsung?” tanya March.


“Iya. Kemana-mana singa betina selalu mengajak Felicia dan juga Pita. Kedua gadis itu sangat di andalkan untuk meretas CCTV,” tambah Fendi.


Sementara itu Greg yang mendapatkan telepon dari Fendi meraih kunci mobilnya. Ia langsung meluncur ke tempat di mana Fendi berada. Sesampainya di sana Greg bergabung dengan Fendi di dalam satu mobil.


“Greg,” panggil Fendi.


“Eh.. Ayah,” sahut Greg.


“Di depan apartemen Alicia ada CCTV. Sepertinya kamu bisa meretasnya. Tolonglah retas semua CCTV yang ada di dalam apartemennya Alicia,” perintah Fendi.


“Hmmp... Tidak sulit bagiku. Berikan aku no berapa dan juga lantai berapa,” ucap Greg.


Joko dengan cepat memberikan kamar dan lantai berapa Alicia berada. Dengan cepat Greg meretas seluruh CCTV di dalam ruangan Alicia. “Ternyata banyak juga CCTV terpasang di sana.”


“Hmmp... Sudah aku duga,” sahut Fendi.


“Sepertinya kamu sering bergabung dengan interpol?” tanya March.


Kemudian Greg mematikan CCTV itu. Fendi dengan santainya keluar dari mobil. “Apakah kalian tidak ikut?”


“Aku ikut Paman!” seru Greg.


Kemudian Greg dan Sam turun. Dengan gaya coolnya mereka memasuki lobi apartemen. Seluruh anggota tim 1 dan tim 2 sedang berjaga untuk mengamankan jalan penangkapan Alicia.


“Benar-benar penangkapan yang epic seperti kepolisian sedang memburu pelaku korupsi,” celetuk Sam.


“Eh..,” ucap Fendi.


“Benar apa yang di katakan oleh Sam,” sahut Joko.


Kali ini Fendi memang menerapkan sistem barunya. Meskipun berlebihan Fendi ingin membuat para penghuni apartemen nyaman seperti tidak terjadi apa-apa.


 Sebelum Fendi turun, Sam sudah menyuruh para pengawalnya untuk menangkap pengawal Alicia.


Sesampainya di depan apartemen milik Alicia. Dengan elegannya Fendi memanggil salah satu pengawal yang sudah berjaga di sudut. Fendi memanggilnya dengan memberi kode. Pengawal itu mendekati Fendi dan menunduk hormat. “Tuan.”

__ADS_1


“Ketuk pintunya lalu bilang paket!” titah Fendi.


Pengawal itu mengetuk pintu lalu berteriak. “Paket!!!”


Alicia yang ingat dengan pesanannya dengan cepat membuka pintu. Fendi langsung menyuntikkan obat tidur di tubuh Alicia. Saat itu Alicia ambruk menimpa sang pengawal.


Gissel yang melihat Alicia keluar. Ia juga ikut keluar lalu Fendi dengan cepatnya menyuntiknya dengan obat tidur lagi. Seketika Gissel merasakan matanya berat langsung ambruk di depan Alicia.


“Aish... Tuan Fendi. Mereka sangat berat sekali,” kata pengawal itu.


Sang pengawal itu ambruk dan kena timpaan kedua wanita itu yang sedang tidur pulas. Sam dan Greg hanya tertawa kasian.


“Tidak buruk,” puji Sam.


Kemudian Sam memanggil para pengawalnya dengan cara bersiul. Para pengawal itu datang lalu mengangkat kedua wanita itu dan memanggulnya seperti beras.


“Dapat ikan kakap dech hari ini,” seloroh Fendi.


“Maksudnya?” tanya Greg.


“Maksudku Gissel. Gissel adalah kaki tangan Candra,” jawab Fendi.


Mata Greg membulat sempurna. Ia tidak menyangka Fendi bisa menangkap Gissel.


“Vangke... Ini keren,” puji Greg.


“Kembali ke markas,” titah Sam.


Setelah misi selesai mereka kembali ke markas White Eragon. Sementara di rumah sakit. Erra yang kelelahan menangis di samping Lee akhirnya tertidur pulas. Melihat hal itu Rani menjadi sedih melihat keadaan Erra. Saat Erra tertidur pulas, Bayu meminta kepada Saga agar Erra diinfus di samping Lee.


“Aku baru tahu. Kalau Erra mempunyai cinta sejati,” ucap Rani dengan hati yang sedih.


“Aku juga tidak menyangka bahwa ular pitonnya bisa bereaksi terhadap singa betina. Aku sangka Erra memiliki penyakit impoten,” sahut Bayu.


“Adik kecil segeralah bangun. Jangan biarkan serigala beringas menjadi seperti ini,” ucap Nanda ke arah Lee.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2