Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 55


__ADS_3

Feli melihat Jake yang tersenyum sendirian membuat dirinya bingung.


''Kenapa dengan Pak Jake ya? Kok Pak Jake sedang tersenyum bahagia?'' tanya Feli dalam hati.


Feli memberanikan dirinya untuk melangkah dan mendekati Jake.


''Pak Jake,'' sapa Feli yang ramah.


Jake langsung mengangkat kepalanya lalu melihat Feli yang sangat manis. Hatinya menuntun ke arah Feli untuk mendekatinya.


Sedangkan March yang sedang membawa berkas-berkas masuk tanpa mengetuk pintu. Kedua bola mata March melihat Jake yang sedang memandangi Feli. March tersenyum tipis melihat mereka yang saling berpandangan.


Tanpa permisi, Jake langsung mencium bibir Feli yang mungil itu. Feli yang mendapat ciuman mendadak kakinya langsung melemas.


''Bisakah kita pacaran?'' tanya Jake.


March yang melihat Jake yang menembak Feli hatinya langsung berbunga. Bagaimana tidak, saat ini usia Jake sudah memasuki 27 tahun.


Pelan-pelan March keluar dari ruangan Jake. March dengan santainya menunggu mereka yang sedang memadu kasih.


Naomi yang datang dengan memakai dress selutut berwarna pink dengan rambut di ikat ekor kuda. Naomi langsung memicingkan matanya. Seakan tak percaya, sang suami sedang berjaga di depan ruangan CEO seperti satpam.


''Ada apa sayangku?'' tanya Naomi.


''Kemarilah sebentar,'' ajak March.


Naomi langsung mendekati March dan memegang tangannya sambil mengelus punggung tangannya.


''Ada apa? Kenapa kamu seperti satpam? Bukannya kamu ingin menemui Jake?'' tanya Naomi.


''Gini, ah... lebih baik kita pergi dari sini. Aku akan memesan hotel untuk kita berdua,'' jawab March.


''Hey.... Bukannya tadi malam kamu sudah mengambil jatahmu?'' tanya Naomi.


''Kurang sayang. Aku ingin siang ini lari maraton bersama kamu,'' jawab March.


''Ha... kamu ini. Bukannya semalem kamu sudah meremukkan badanku?'' tanya Naomi.


''Iya ya,'' jawab March.


Setelah itu March pergi bersama Naomi. Naomi yang sudah membuat janji dengan Feli langsung berhenti.


''Sayang!!!'' seru Naomi.


''Ada apa?'' tanya March sambil melihat Naomi.


''Aku ada janji dengan Felishia untuk membeli bahan-bahan makanan. Hari ini aku ngidam ingin makan vegetables with peanut sauce,'' jawab Naomi.


''Ha.... Ngidam...,'' bingung March.


''Katanya Bella, Feli sudah datang dan langsung ke ruangannya Jake?'' tanya Naomi.

__ADS_1


''Ah... Iya itu benar. Mari kita kembali,'' jawab March.


Kemudian March menggandeng tangan Naomi. Sedangkan March masih bertanya-tanya dalam hati. Apa benar Naomi hamil? Pertanyaan itu sedang menggelayut di dadanya.


Sesampainya di sana, Naomi langsung masuk ke dalam ruangan Jake. Naomi yang tak percaya apa yang di lihatnya tersenyum manis. Naomi akhirnya bahagia melihat Jake yang ada rasa dengan Feli.


''Hmmp... Bisakah kalian melanjutkan lagi sesi pacarannya?'' tanya Naomi.


Jake dan Feli langsung melepaskan pandangan matanya.


''Ah... maaf tante... saya sedang meminta laporan keuangan yang di titipkan oleh kak Angela ke Pak Jake,'' jawab Feli.


''Mama!!'' pekik Jake.


''Maaf mengganggu,'' ungkap Naomi. ''Oh ya... Feli apakah kamu mau menemani tante untuk membeli bahan-bahan vegetables with peanut sauce? Tante sangat menginginkan makanan itu. Rasanya yummy banget.''


Naomi membayangkan menu makanan vegetables with peanut sauce sambil memegang perutnya yang datar. Naomi mengelus perutnya.


''Ah... sabar ya nak. Kita akan membuat vegetables with peanut sauce bersama calon kakak iparmu ya,'' gumam Naomi.


March yang memperhatikan gerak gerik Naomi memutar bolanya ke arah Jake. Jake langsung mendekati March.


''Apakah mama hamil pa?'' tanya Jake.


''Kenapa tanya sama Papa? Papa tidak tau. Tanyakan saja pada Mamamu itu?'' bisik March.


Kemudian Jake memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Naomi.


''Ma... Apakah mama hamil?'' tanya Jake.


JEEEEEDDDDDDDEEEERRRRR!!!


Bagai petir di siang bolong. Jake yang mendengar mamanya hamil jatuh pingsan. Naomi langsung menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya itu.


Feli yang melihat Jake pingsan, langsung jongkok dan membangunkan Jake.


''Pak... Pak.... Ayo bangun!!!'' seru Feli sambil menepuk-nepuk pipi Jake dengan pelan.


Akhirnya Jake membuka mata dan melihat Feli.


''Apakah aku terkena prank?'' tanya Jake ke Feli.


Feli yang di tanya hanya mengedikan bahunya. Jake langsung berdiri dan melihat Naomi.


''Apakah mama bikin prank siang bolong begini?'' tanya Jake.


''Ah... Tidak!!! Mama serius. Mama sedang mengandung kedua adikmu sekarang. Bahkan usianya sudah memasuki 3 bulan,'' jawab Naomi yang tanpa berdosa.


March yang mendengar itu, rasanya ingin merutuki benda pusakanya. March yang sudah berusia 54 tahun akan mendapatkan anak kembar. Cita-cita March sekarang ini ingin mendapatkan cucu dari Jake.


''Apakah kamu serius sayangku?'' tanya March.

__ADS_1


''Iya... memang aku hamil hampir 3 bulan. Kalau kamu tidak percaya bukalah emailmu. Aku sudah mengirimkan hasil USG kedua anakmu,'' jawab Naomi.


''Aish... Kenapa ini terjadi padaku? Harusnya aku ingin menimang cucu-cucuku,'' rutuk March.


''Hey.... itukan gara-gara kamu. Kamu mengajakku bulan madu keliling Eropa. Akhirnya jadikan! Kenapa kamu menyesali perbuatan kamu?'' tanya Naomi yang mulai mode garang.


''Kan aku tidak minta anak sayang. Aku pernah bilang pada waktu itu. Aku ingin menimang cucu,'' jawab March dengan lembut.


''Terus kamu mau nyalahin aku begitu!! Salahin aja benda pusakamu itu!!!'' geram Naomi. ''Mulai hari ini hingga seminggu kamu tidur diluar sama para Pengawal!!!''


GLEEEK.


March yang mendapat ancaman tersebut langsung melemas. March memberikan kode rahasia untuk meminta pertolongan kepada Naomi. Jake langsung mengedikan bahunya.


''Maaf Papa, Jake tidak bisa membantu. Hari ini akan ada pengiriman barang ke Polandia. Garda tidak berada di tempat. Jadi aku yang handle sampai Garda kembali,'' ucap Jake.


''Argh... Sial!!!'' umpat March frustasi.


Kemudian Naomi memegang tangan Feli.


''Ayo Feli kita belanja,'' ajak Naomi.


Melihat kepergian Naomi dan Feli, kedua pria yang berbeda generasi itu bingung.


''Aku tidak membayangkan jika kedua adikku lahir aku mengajaknya jalan-jalan. Seluruh orang melihat kami. Mereka akan berpikir kalau aku adalah HOT DADDY,'' ungkap Jake yang lemas.


''Kamu masih mending jadi hot daddy. Lha papa, masa jadi Hot Grandpa? Mana ada istilah seperti itu?'' tanya March.


''Ada, kalau papa yang menggendong mereka,'' ejek Jake kepada March.


''Kamu itu!!!'' geram March.


''Kalau papa dapat peringatan seperti itu, papa mau tidur di mana?'' tanya Jake.


''Papa akan tidur di markas besar White Eragon. Papa terpaksa di sana sampai mama memaafkan papa,'' jawab March pasrah. ''Apakah kamu tidak mau menolong papa?''


''Hari ini aku tidak bisa menolong papa. Aku akan menghandle pekerjaan Garda bersama Imam. Erra juga belum pulang ke sini pa,'' ucap Jake.


''Mungkin Erra sedang berbulan madu sama singa betina,'' ujar March.


''Papa, sepertinya Erra sangat mencintai singa betina itu?'' tanya Jake.


''Ya.. masa kamu enggak tau sumpah Erra pas Lee masih berusia 7 hari?'' tanya March.


''Aku tak tau,'' jawab Jake.


''Kamu tau, sebelum mendapatkan singa betina. Ular pitonnya tidak bereaksi apa-apa. Bahkan Paman Bayumu menjadi frustasi. Sam yang sangat pintar mencari mangsa dari lokal hingga mancanegara tidak terpengaruh,'' jelas March.


''Apakah akan ada pelakor di kehidupan mereka? Mengingat Erra adalah CEO yang tampan dan dingin?'' tanya Jake.


''Tidak!!!'' jawab March dengan tegas. ''Baiklah papa mau ke markas besar.''

__ADS_1


''Ikut pa, sudah lama tidak berkunjung ke markas utama,'' ujar Jake.


March hanya mengangguk dan langsung meninggalkan ruangan begitu juga dengan Jake.


__ADS_2