
"Novel apaan Kak?" tanya Lee curiga.
"Kisah cinta anak mafia. Itu judulnya. Yang satu dingin yang satu barbar. Aku akan menulis kisahmu pas bertemu pertama kalinya sama Pak bos gila mu itu," jawab Garda sambil terkekeh.
"Kalau begitu aku setuju. Buatkanlah cerita itu dengan manis. Jangan bilang kalau aku adalah pria sombong dan arogan," ujar Erra yang semangat sekali kisah cintanya ditulis dalam buku.
"Lebih baik aku saja yang nulisnya.aku takut nanti Kak garden nggak jujur dengan sikap Kak era yang asli. Ujung-ujungnya nanti sifat arogannya itu dimanipulasi. Aku nggak mau itu. Ingin rasanya aku menangis saja," kesal Lee yang membuat Garda dan Imam tertawa terbahak-bahak.
Entah kenapa kedua orang itu malah tertawa terbahak-bahak. Menurutnya Erra dan Lee sangat cocok sekali ketika berantem. Memang, Mereka adalah pasangan yang serasi. Ditambah lagi yang diam-diam memiliki sifat konyol membuat suasana menjadi hidup.
"Rasanya tuh seperti Dejavu. Aku teringat pada hubungan Mama Rani dan papa Bayu. Sepertinya itu sangat parah sekali. Yang namanya Mama sangat barbar. Yang papa pendiamnya udah kayak es batu. Kalian benar-benar mirip ternyata. Untung saja Mama Widya dan papa Irwan enggak kayak gitu. Diam-diam mesra banget udah kayak orang pacaran saja. Kali ini memang aneh sekali," keluh Imam.
"Kalian belum tahu saja Mama Widya seperti apa? Kalau tahu habislah kalian. Meskipun wajahnya kalem dan ayu, jangan bilang kalau mama Widya itu tidak bisa ngapa-ngapain. Yang pastinya Mama Widya itu bekasnya polisi wanita. Diam-diam kamu nggak tahu aja kalau mama Widya itu orangnya barbarnya setengah mati. Jika Kami para perempuan sedang kumpul, kami bisa membuat suasana menjadi hidup dan membuat kebarbaran kami semakin bertambah. Itulah Mama Widya ditambah lagi dengan mama Haruka yang imut dan menggemaskan. Jujur aku ingin sekali bertemu mereka dan kumpul-kumpul di sebuah restoran dan membookingnya hingga tengah malam. Aku sangat rindu sekali. Ingin rasanya aku ingin pulang ke Jakarta," Lee menatap dinding tiba-tiba saja air matanya menetes karena rindu sama para mama.
"Kalau begitu ayo kita pulang saja! Aku juga rindu pada nasi dan kerupuk putih. Ditambah lagi ingin tidur di dalam kamar selama berjam-jam. Kalau gitu siapkanlah pesawat jet agar kita bisa pulang sore ini," ucap Erra yang membuat Lee mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah Kak. Aku akan menghubungi pilot untuk menyiapkan semuanya. Setelah ini aku beres-beres pakaian terlebih dahulu," sahut Lee sambil meraih ponselnya dan menghubungi pilot.
"Kalau begitu aku juga ikut pulang. Aku rindu pada Raka. Rasanya ingin memeluknya. Lama-lama anak itu sangat menggemaskan sekali. Begitu juga dengan ibunya," celetuk Imam.
"Ya sudahlah. Kita akan pulang sekarang. Pagarnya mau di sini atau pengen ketemu Arini?" tanya Lee.
Sontak saja Imam terkejut. Ketika Lee menyebut nama Arini. Bukankah Arini adalah teman Suci? Lalu Imam bertanya, "Apa benar Arini itu temennya suci?"
"Iya benar. Kalau nggak salah hari ini bekerja di Sebastian Group. Dia sebagai asistennya Garda. Diam-diam Garda sangat menyukai Arini begitu juga sebaliknya. Sekarang yang aku bingung tuh es batu bisa nggak memberlakukan Arini dengan baik dan benar. Setahuku kalau soal kencan Garuda bukan pria yang beruntung. Ujung-ujungnya pulang dengan wajah lusuh alias diputuskan sama pacarnya itu. Aku sendiri bingung mau diberi perempuan yang bagaimana? Biar Garda bisa menikah dengan wanita yang baik?" keluh Erra.
"Ternyata kak Garda sangat menyeramkan juga. Kalau dipikir-pikir Kak Garda itu adalah pria yang sangat baik sekali dan menjunjung tinggi kesopanan. Jujur aku ingat betul ketika perempuan-perempuan gila merayu kekasihnya hingga ke hotel segala. Ujung-ujungnya Kak Garda hanya bilang ini cerminan dirimu. Aku nggak tahu apa maksudnya. Ternyata nyindir habis-habisan saat pacarnya Kak Garda ketahuan selingkuh sama pria lain. Itulah yang membuat Kak Garda kesal. Sekarang Kak Garda sudah nggak mau lagi mencari seperti itu. Biarkanlah air mengalir pada arusnya masing-masing. Kalau suatu hari nanti Kak Garda bisa menemukan seseorang yang bisa merawatnya dan mencintainya setulus hati tanpa mengharapkan apapun," ucap Lee sambil mendoakan sang kakak biar cepat menikah dan memiliki momongan.
"Amin," bales mereka serempak.
"Ya sudah... Waktunya beres-beres dan pulang ke rumah. Aku nebeng ya," pinta Imam.
__ADS_1
"Baiklah... Kapan kak hari pernikahannya?" tanya Lee.
"Akan diadakan segera. Mumpung Suci belum kelihatan hamil lagi. Kalau sudah hamil bakalan dapat dibilang dari orang-orang. Aku bingung sama mereka. Yang melakukan kita kok mereka marah-marah. Padahal itu juga nggak sengaja. Aku bingung," jawab imam yang tidak mau mendapat bimbingan dari orang-orang sekitarnya.
"Bukannya Suci sudah hamil lagi?" tanya Lee.
"Memang... Suci sudah hamil lagi. Kejadian kedua juga terkena godaan setan. Makanya jadilah adiknya Raka. Padahal aku niat ingin merawat mereka. Dan tidak akan meninggalkan mereka. Kenapa juga orang-orang pada ribut soal ini," jawab Imam lagi.
"Memangnya pernikahan kalian akan diadakan secara besar-besaran?" tanya Erra.
"Aku sudah bilang sama mama. Pernikahan ini nggak usah dibesar-besarkan. Aku ingin pernikahan ini dibuat sederhana mungkin. Yang penting sudah dapat surat nikah dan doa dari Pak penghulu. Apalagi nanti ada Raka. Orang-orang kan nggak tahu bagaimana kisah perjalananku sama Suci. Nanti orang-orang bilang kalau aku menikahi seorang janda. Di sinilah mereka akan mempermalukan pesta pernikahanku. Tapi nyatanya nggak. Aku sudah merasakannya kok. Pas waktu diperkosa itu aku sadar. Bagaimana rasanya mencicipi Wanita masih bersegel," jawab Imam berkata jujur.
"Kalau begitu bersabarlah. Adakan saja pesta besar-besaran. Kamu kan ahli waris Pradipta. Jangan buat malu orang tuamu. Biarkanlah mereka mencibir tentang kamu dan Suci. Aku yakin Papa Irwan dan mama Widya itu sedang membuat pesta besar-besaran. Apalagi kamu adalah anak satu-satunya juga di keluarga Pradipta. Jadinya wajar jika orang tuamu melaksanakan pernikahan kamu secara besar-besaran. Mereka ingin menunjukkan dunia, betapa bahagianya sudah merawatmu hingga dewasa ini dan menghantarkanmu ke pelaminan," ucap Garda yang dari tadi mengecek harga saham gabungan di pasar indeks saham.
"Bagi kamu sih nggak ada masalah. Yang masalah adalah suci dan Raka. Kamu tahu kan siapa keluarga Suci sebenarnya?" tanya Imam.
__ADS_1