Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 220


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Garda datang dengan membawa beberapa berkas. Selepas pulang dari Asco Garda langsung menyelidiki tentang Dwi. Karena di dalam rapat tadi Garda menemukan sebuah kejanggalan. 


Garda menyodorkan berkas-berkas itu ke arah Bayu. Bayu segera mengambilnya dan bertanya, "Ada apa?" 


"Coba dech papa lihat dengan siapa Pak Dwi bekerjasama?" tanya Garda. 


"Maksud kamu?" tanya Bayu. 


"Pak Dwi diam-diam adalah kaki tangan Adam. Adam memang sengaja menaruh Pak Dwi untuk menyerang Asco," jawab Garda. 


"Bukankah Pak Dwi tidak ada bekingan di belakangnya?" tanya Lee. 


"Apakah kamu sudah mencari informasi itu dengan teliti?" tanya Garda balik. 


Tak lama Jake dan Greg keluar dari dalam. Lee mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Apakah mereka yang mencari informasi itu secara mendetail?" 


"Yupz… Jake adalah kaki tangan Black Dragon. Aku memang sengaja menyuruhnya untuk mencari informasi itu secara mendetail," jawab Garda. 


"Pak Dwi sangat pandai menutup informasi ini dengan rapat. Sangking rapatnya banyak orang yang tidak bisa mengorek informasi tersebut," tambah Greg. 


"Berarti fix… kita diserang dengan orang yang memiliki ambisi yang ingin menghancurkan Asco. Dan satu lagi mereka sangat serakah untuk memperbesar perusahaannya dengan cara licik," jelas Lee. 


Mereka menganggukan kepalanya secara serempak. Mereka hanya menghela nafasnya dan bingung memikirkan rencana selanjutnya. Bahkan mereka sudah mengepalkan tangannya untuk siap bertempur. 


"Mari kita bermain," celetuk Lee. 


Selang berapa detik Lee melihat Bayu dan Andi. Lee tersenyum devil sambil berkata, "Pa… aku ingin berangkat ke New York untuk mengunjungi paman Christian."


Glek. 


Mereka hanya mengangguk pasrah. Mereka tidak akan mencegah kepergian Lee ke New York. Mereka akan melepas singa betina dari kandang untuk mengoyak sang lawan. Sedangkan Garda dan Erra hanya bisa tersenyum kecut. Bagaimana bisa Lee memiliki hak yang dimana bisa dinikmati oleh petinggi White Eragon?


"Sepertinya akan ada pertempuran," ucap Erra yang gelisah. 


"Belum… aku hanya mengancam pamanku itu. Kamu tahu pamanku harus melepaskan Adam dari genggamannya. Aku sangat kesal sekali jika sang paman ikut-ikutan memburu Adam," kesal Lee yang tidak ingin berburu mangsa ke lainnya.

__ADS_1


"Lakukanlah apa mau kamu singa betinaku!" seru Bayu yang membakar semangat Lee. 


"Ah… baiklah. Aku menjadi semangat untuk melakukannya," sahut Lee yang bahagia. "Apakah kalian ikut?" 


"Aku ikut," jawab Erra dan Garda secara bersamaan. 


"Ya baiklah kalau begitu. Aku akan menyiapkan pesawatnya," ucap Lee yang memancarkan sifat bahagia.


"Kamu berangkat nanti malam saja. Sekitar jam dua belas malam. Jet akan datang tepat berada di samping mansion!" titah Andi. 


"Baik pa," sahut Lee. "Lalu bagaimana dengan Pak Tama?" 


"Baru saja dia ke sini. Kata Pak Tama suruh diam terlebih dahulu. Percuma kalian muncul di depan publik. Karena saat ini musuh sedang menggila," jawab Bayu. 


Mereka paham apa yang dimaksud dengan usul Pak Tama. Percuma jika mereka keluar untuk konfirmasi. Musuh semakin menggila dan ingin menghancurkan Erra. 


Selesai melakukan wawancara Elizabeth sangat kesal kepada Lala. Elizabeth segera pergi meninggalkan Asco untuk pulang ke apartemennya. Di dalam perjalanan Elizabeth mendengus kesal. Elizabeth memikirkan cara agar Lala mengakui kalau sudah membocorkan rahasianya itu. 


Elizabeth menancapkan gasnya sambil memaki Lala. Elizabeth tidak memperdulikan dengan suara bel pengendara lainnya. Hingga Elizabeth hampir saja tertabrak. 


"Bangun lu!" bentak Elizabeth. 


Lala segera bangun dan menatap Elizabeth. Lala sangat bahagia melihat Elizabeth yang membangunkan dirinya walau dengan cara kasar sekalipun. Elizabeth menarik rambut sang putri dengan kuat sampai Lala kesakitan. 


"Mama sakit!" teriak Lala. 


"Hey… apakah kamu yang membocorkan rahasiaku kepada Lee sialan itu!" bentak Elizabeth dengan suara meninggi. 


"Tidak ma… aku tidak pernah berbicara apapun sama kakak cantik itu," ucap Lala yang menahan kesakitan. 


"Kamu bilang apa? Kakak cantik?" tanya Elizabeth yang terlanjur emosi. 


Elizabeth tidak terima kalau Lala memanggil Lee kakak cantik. Bahkan Elizabeth tidak menyukai Lee. Elizabeth memberondong pertanyaan demi pertanyaan agar Lala mengaku. Namun Elizabeth tidak mempercayainya.


Elizabeth sudah terlanjur emosi dengan apa yang didapatkan dari jawaban Lala. Elizabeth segera masuk ke dalam. Elizabeth sangat geram karena Lala yang menurutnya tidak berkata jujur. 

__ADS_1


Setelah itu Elizabeth mengambil pistol dan mengisi pelurunya. Elizabeth segera mendekati Lala dan menodongkan senjata itu itu ke arahnya. 


Lala yang ketakutan melihat pistol yang berada di genggaman tangan Elizabeth hanya bisa menangis pasrah. Elizabeth berdoa agar Tuhan memaafkan segala kesalahannya. Setelah itu Elizabeth melepaskan peluru itu tepat berada di dada sang putri. Setelah melakukan aksinya Elizabeth tertawa terbahak-bahak melihat Lala yang menghembuskan nafas terakhirnya. Elizabeth sangat bahagia bisa membunuh darah dagingnya sendiri. Karena menurutnya Lala adalah anak yang sangat menyusahkan. 


Beberapa saat kemudian Elizabeth menyeret tubuh Lala ke toilet. Di sana Elizabeth memutilasi tubuh sang putri. Elizabeth sudah tidak peduli dengan cap ibu yang kejam. 


Di tempat lain keluarga Sebastian dan Drajat makan bersama. Lee melihat makan malamnya saja. Lee sepertinya kurang berselera menikmatinya. Tak lama Caroline melihatnya lalu menegur Lee, "Lee, kenapa enggak dimakan? Apakah masakan mama tidak enak?" 


Lee menggelengkan kepalanya sambil menghapus air matanya. Lee mengangkat kepalanya lalu melemparkan senyuman manisnya. 


"Enggak ma. Setelah kita berkumpul hatiku sedih," ucap Lee. 


"Ada apa?" tanya Rani. 


"Setelah pertemuan kita tadi. Ada sesuatu yang mengganjal dalam hati. Aku teringat pada Lala. Aku merasakan ada sesuatu pada Lala," jawab Lee. 


"Lala putrinya Elizabeth?" tanya Bayu. 


"Ya… itu benar," jawab Lee. "Bisakah aku membatalkan rencana perjalananku ke Amerika malam ini?" 


"Itu terserah kamu," jawab Bayu. 


"Kalau begitu aku ingin pergi ke kontrakan Angela," ucap Lee yang meminta izin. 


"Sebelum kamu pergi makanlah terlebih dahulu. Jangan biarkan perutmu kosong seperti itu," sahut Caroline. 


Elizabeth yang selesai menghabisi sang putri menyuruh pengawalnya mengirimkan ke rumah Rio. Tak lupa juga Elizabeth menulis pesan untuk Rio dan segepok uang. Kemudian Elizabeth membuat sebuah postingan di sosial medianya. Bahwa Elizabeth menuduh Erra menghabisi sang putri. 


"Selesai sudah semuanya. Bisa-bisanya aku memiliki anak dari pria miskin seperti itu," decak Elizabeth dengan kesal. 


Elizabeth teringat dengan organ tubuh Lala. Elizabeth melihat organ tubuh tersebut dengan mata berbinar, "Ah… aku harus menjualnya ke pasar gelap yang diadakan Minggu depan. Rasanya aku sudah lama tidak menjual organ tubuh manusia."


Kembali lagi ke Erra dan Lee. Dua insan manusia itu pun mulai bersiap-siap untuk pergi ke kontrakan Angela. Lee sangat rindu sekali kepada Angela dan juga Feli. Semenjak dirinya sembuh Lee jarang berkumpul dengan Angela dan Feli. Dikarenakan Lee sangat sibuk mengurus Erra. 


"Apakah kamu sudah siap?" tanya Erra yang mengulurkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2