Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 253


__ADS_3

"Gue dulu sering banget lihat Garda mengeksekusi orang," celetuk Irwan.


"Apakah itu benar?" tanya Joko.


"Ya.. itu benar. Dia sangat kejam sekali," jawab Irwan.


"Apakah Garda memiliki jiwa psikopat?" tanya Joko.


"Garda memilikinya semenjak usia lima belas tahun," sahut Saga yang baru saja masuk.


Saga mendekati kursi kosong sambil menghempaskan bokongnya. Saga mengambil kaleng bir lalu membukanya.


"Kenapa Garda memiliki sifat yang sama denganku?" tanya Andi yang memiliki sedikit penyesalan.


"Enggak usah disesali. Jiwa psikopat itu bisa dari lingkungan sekitar ditambah lagi dengan gen yang kamu miliki. Itu lebih mempengaruhi. Kamu tahu Garda seperti apa setelah terjadi penculikan? Garda sering mengalami kekerasan oleh ibu asuhnya. Bahkan Garda sering terkena pelecehan oleh pria dewasa. Jiwa itu muncul seiring dirinya tertekan. Orang tua asuhnya tidak mengerti soal itu. Jika kita bisa mendeteksi lebih awal bisa dikatakan Garda masih bisa selamat. Kita bisa mengarahkan ke hal positif. Tapi sekarang sudah terlambat. Biarkan jiwanya yang memimpin Garda untuk menjauhinya," jelas Saga.


"Andaikan?" tanya Andi yang menggantungkan pertanyaannya.


"Tidak perlu menyesal. Kamu tahu jika kalian tidak terpisah. Lee tidak akan seperti ini. Dia akan menjadi anak manja. Yang menghamburkan uang. Bergaul dengan teman-temannya sosialita dan memakai baju branded. Dan sekarang lihatlah Lee yang tegar. Bahkan hatinya seperti baja ketika ditindas. Tapi ada jiwa baiknya. Lee cenderung menjadi wanita rendah hati dan tidak sombong. Dia mau bergaul dengan siapapun. Ditambah dia bisa menghargai orang mulai dari kalangan bawah sampai atas. Lu harusnya bangga punya anak perempuan seperti itu. Jarang ada perempuan-perempuan yang mau bergaul sama mereka karena status sosialnya," ungkap Joko yang bangga dengan Lee.


"Kamu benar. Lee bukan anak manja. Bahkan ketika dirinya masih kecil dia berbicara aku sudah dewasa papa," ucap Andi yang menyungginkan senyumnya.


Di dalam mobil Lee merasakan perutnya keroncongan. Lee merasa kesal sama Erra. Sudah parkir di area restoran malah kembali ke markas. Erra masih fokus ketika di dalam mobil sambil merayu sang istri.


"Janganlah kamu merajuk! Nanti aku tidak akan membawa kamu ke restoran," ucap Erra yang masih fokus.


"Kakak mau bawa aku kemana?" tanya Lee yang mulai curiga.


"Ke hotel. Aku akan memakanmu," jawab Erra yang tersenyum devil.

__ADS_1


"Semakin hari kakak semakin m*sum," kesal Lee.


"Aku kan pria dewasa. Jadi kalau pria dewasa m*sum maka maklum saja," ujar Erra yang berhasil membuat Lee bertambah kesal.


"Tapi aku suka," ucap Lee dengan lirih hingga terdengar jelas ke telinga Erra.


"Baguslah kamu suka. Aku akan memberikan kamu banyak service yang hot," sahut Erra yang tersenyum manis.


Lee menepuk jidatnya dan memahami kesalahannya. Bisa-bisanya Lee mengatakan itu hingga membuat Erra menyahut.


"A... A... Apa yang kamu bilang?" tanya Lee dengan tergagap.


"Aku kan sudah bilang. Kalau kamu sangat menyukai kem*sumanku maka aku akan memberikan servis gratis buat kamu. Kamu enggak perlu membayarnya. Dan cukup kamu nikmati," tambah Erra.


"Benar juga ya... Enggak usah bayar... Cepat atau lambat aku akan mendapatkan bibit premium yang epic untuk keturunan Sebastian selanjutnya," celetuk Lee yang tersenyum manis.


"Bukan calon Sebastian saja. Ditambah lagi sama calon Asco. Ah... Rasanya aku ingin cepat-cepat pensiun ketika mereka sudah dewasa," imbuh Erra.


"Maaf... Kamu tidak boleh hamil waktu dekat ini," ucap Erra sambil mengerem mobilnya.


"Kenapa aku enggak boleh hamil? Bukannya suatu pernikahan akan bahagia jika sang perempuan berhasil hamil dan melahirkan anak?" tanya Lee.


"Sesuai kesepakatan bersama. Kamu enggak boleh hamil dulu. Jika kamu hamil musuh akan menyerang kita dengan mudah. Kamu tahu kelemahan White Eragon itu apa? Yaitu berada di kamu," jelas Erra.


"Aku sengaja menaruh obat pencegah kehamilan di tempat vitamin kamu. Obat itu berasal dari paman Saga yang sudah diuji coba secara klinis. Jika kalau masalah ini sudah selesai kamu bisa hamil dan melahirkan anak-anakku dengan tenang. Aku enggak mau ada konflik secara terus-menerus. Pahamilah aku Lee. Aku enggak bermaksud untuk membuat kamu lemah," tutur Erra yang sebenarnya tidak ingin menunda kehamilan sang istri.


Airmata Lee menetes karena terharu. Lee sangat bahagia saat dirinya dan anak-anaknya menjadi prioritas utama. Lee tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Teringat akan kisah keluarganya yang tragis Lee langsung menyetujui Erra.


"Kakak benar apa yang dibicarakan. Kakak enggak inginkan kejadian di masa lalu menimpa keluarga kita?" tanya Lee.

__ADS_1


"It's true. Kamu tahu kehilangan kamu dan mereka sangat berat bagiku. Aku bisa merasakan saat berada di posisi Papa Andi," jawab Erra.


"Makasih ya... Atas penjelasannya. Jika kakak tidak bisa menjelaskan kemungkinan aku marah besar," ungkap Lee.


"Semuanya akan ada penjelasannya. Kami memikirkan masa depan," kata Erra. "Maafkan aku ya."


"Tak apa kak. Aku tidak marah sama kakak. Justru itu aku paham dengan posisi yang sebenarnya. Jika kita memiliki anak maka Adam dan Candra akan menjadikan anak kita menjadi senjata pamungkas," ucap Lee yang menganggukan kepalanya.


"Nah itu. Seumur hidupnya mereka tidak pernah membangun keluarga. Mereka enggak paham dengan cinta yang tulus dari seorang wanita. Menikmati hidup tanpa ada dendam. Dan juga teriakan anak-anak kecil seperti Raka yang menangis. Ya... Mereka memang iblis. Aku enggak mau jika mereka dalam bahaya. Jika mereka dalam bahaya bisa dipastikan aku yang berdosa tidak bisa melindungi anak-anakku," imbuh Erra yang menarik tubuh Lee dan memeluknya.


"Ah... Kakak. Kakak semakin hari semakin tampan," puji Lee yang menyembunyikan kepalanya di dada Erra.


Lee paham kenapa dirinya tidak hamil juga. Semuanya ini karena para petinggi-petinggi White Eragon tidak membiarkan Lee dalam bahaya. Jika Lee hamil bisa dipastikan nyawanya dalam bahaya. Adam dan Candra bisa memakai kelemahan Lee untuk menyerang White Eragon.


"Kapan ya berakhir kasus ini?" tanya Lee.


"Jika mereka sudah lenyap dari bumi ini," jawab Erra. "Kamu tahu mereka selalu berlindung di balik hukum. Aku sedang memikirkan caranya bagaimana memancing mereka tanpa harus melibatkan pihak aparat."


"Apakah kita tidak melakukan pertemuan antara para petinggi-petinggi White Eragon?" tanya Lee.


"Inginnya. Tapi aku belum menemukan cara yang tepat. Jika aku gegabah maka sedikit saja nasib enam pilar utama akan goyah?"


"Apakah ada kaitannya?" tanya Lee yang belum paham.


"Ya... Mereka ada kaitannya dengan enam pilar utama. Mereka akan membuat suatu kasus besar lalu melakukannya. Setelah itu mereka akan cuci tangan dan melimpahkan kasus itu ke enam pilar utama," jawab Erra yang melepaskan Lee.


"Licik sekali," kata Lee dengan wajah sendu.


"Jujur saja aku lagi mikirin ini," sahut Erra.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Lee.


__ADS_2