Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 166


__ADS_3

"Ya itu benar," jawab Bayu. 


Tak lama Rani keluar bersama pelayan dengan membawa buah-buahan. Rani sangat kesal dengan pembicaraan Bayu. Bisa-bisanya Bayu memamerkan perutnya yang agak buncit itu. Dengan penuh amarah Rani menatap tajam ke arah Bayu dan ingin melahapnya dengan bulat-bulat. 


Tanpa sengaja Bayu menatap wajah Rani yang tiba-tiba saja ingin melahapnya. Bayu hanya bisa menghela nafasnya secara kasar. Sedangkan Andi dan Caroline hanya bisa terkekeh mendengar Rani dan Bayu yang ribut. 


"Apakah kamu menyadari sesuatu hal dalam dirimu?" tanya Rani yang mulai serius. 


"Apa itu?" tanya Bayu balik. 


"Beberapa hari ini kamu jarang berolahraga khususnya nge-gym," jawab Rani secara blak-blakan. 


Bayu hanya cengengesan mendengarkan Rani. Memang akhir-akhir ini Bayu jarang sekali berolahraga. Kalaupun berolahraga Bayu akan bersama Erra. 


"Akhir-akhir ini aku merasakan ada sesuatu. Musuh akan tetap diam di tempat. Mereka tidak akan bergerak sama sekali," celetuk Rani. 


"Sedari dulu Candra memang begitu. Candra tidak mau menghadapai kita secara terang-terangan. Jujur saja kami yang pernah menjabat enam pilar utama sangat kesal sekali. Dia sangat licik dan licin bagaikan belut," sanggah Andi. 


"Apakah Lee akan menghabisi mereka?" tanya Rani. 


"Hmmp… Lee harus memiliki strategi yang jitu. Lee tidak harus menyerang orangnya terlebih dahulu. Saranku sih buat dia lumpuh dalam segi bisnis dan ekonomi. Jika Lee bisa melakukannya otomatis Candra tidak bisa berbuat apa-apa lagi," jawab Andi.


"Itu susah sekali," sahut Caroline. 


"Tenang saja buat Lee itu masalah yang mudah. Kita akan bekerjasama dengan Christian dan pihak kepolisian dari interpol untuk mencari keberadaan tujuh pabrik dan gudang milik Candra. Kalau kita bisa menemukan satu persatu dan membumihanguskan Candra akan lumpuh. Setelah itu Lee akan menyerang perusahaan induknya satu persatu," tambah Andi. 


"Jangan salah loh ya… Candra juga berlindung pada pejabat-pejabat yang kotor. Selain itu juga Candra juga berlindung pada polisi yang dia suap. Kita tidak bisa menyentuhnya sama sekali," imbuh Bayu yang serius. 


"Kita harus menyatukan hati dan pikiran. Kita juga akan mencari cara untuk membantu Lee. Oh ya… satu lagi bagaimana dengan James dan Arthur?" tanya Andi. 


"Rencana kedua anak itu akan aku lempar ke Nanda dan Sam. James yang ahli menembak akan masuk ke dalam kubu Nanda. Arthur yang ahli dalam bidang obat-obatan terlarang… enaknya dilempar ke Imam sepertinya," jawab Bayu. 

__ADS_1


"Kamu bikin pasukan inti lagi?" tanya Andi yang mengerutkan keningnya. 


"Ya… aku memang berencana ingin membuat pasukan khusus dalam bidang obat-obatan terlarang. Petinggi atasnya adalah Saga. Tugas Imam adalah mengecek barang-barang tersebut. Namun disisi lain Imam bisa menciptakan obat herbal untuk tubuh," jawab Bayu yang memang sudah lama memiliki ide ini. 


"Jadi kalau begitu?" tanya Andi. 


"Kamu harus tahu juga. Candra itu memang canggih dalam pengobatan. Namun disisi lain Candra sudah berbuat gila demi membuat obat-obatan terlarang dengan dosis tinggi. Yang dimana setiap tubuh manusia sudah tidak dapat lagi menerima obat-obatan dengan dosis normal. Efeknya bisa cacat atau juga meninggal," jawab Bayu. 


"Ini sangat gawat. Aku tidak bisa membiarkan Lee dalam bahaya!" geram Caroline. 


"Tenanglah… sebaiknya kita enggak boleh gegabah. Biarkan enam pilar utama yang memecahkan ini semuanya," ucap Andi. 


Beberapa saat kemudian ponsel Andi berbunyi. Andi segera meraih ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu, "Imam."


"Ada apa dengan Imam yang menghubungimu?" tanya Bayu. "Apakah kamu sakit?"


"Tidak. Aku tidak sakit. Aku memiliki keluhan pada tulang belakangku. Setiap aku melakukan bercocok tanam bersama Caroline. Tulangku sangat sakit sekali," jawab Andi dengan wajah lesu. 


"Ya itu benar," balas Andi yang mengangkat ponselnya. "Hallo."


"Halo… papa apakah ada waktu luang untuk seminggu ke depan?" tanya Imam. 


"Untuk seminggu ke depan aku tidak bisa. Garda lagi pergi ke Tottenham untuk menyusul Lee bersama Erra," jawab Andi. "Memangnya ada apa?" 


"Dokter ortopedi yang aku panggil sudah datang. Tapi kalau papa masih sibuk tak apa. Aku akan menyuruh dokter itu menetap di Indonesia selama satu bulan ini," jawab Imam. 


"Siapakah dokter ortopedi yang kamu maksud itu?" tanya Andi. 


"Adrian Cahyo Pradipta," jawab Imam.


Mata Andi membulat sempurna dan hampir saja melemparkan ponselnya. Pasalnya ada sebuah rahasia antara dirinya, Adrian dan tentu saja berkaitan dengan Lee. Sedangkan yang lainnya mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya ada apa dengan Andi?

__ADS_1


"Apakah kamu serius dengan orang satu itu? Bukannya dia adalah seorang anggota mafia Black Dragon kawasan Jepang dan China?" tanya Andi. 


"Ya… papa benar. Bisa dipastikan kalau Adrian adalah kaki tangan Erra. Papa tenang saja Adrian tidak akan dendam sama papa," jawab Imam. "Jujur saja Adrian sangat merindukan papa."


"Suruh saja ke mansion. Aku akan menyambutnya!" titah Andi. 


"Siap!" balas Imam. 


Sambungan terputus. 


"Ada apa?" tanya Bayu yang penasaran. 


"Imam memanggil Adrian pulang ke Jakarta," jawab Andi. 


"Bukannya Adrian itu keponakannya Irwan?" tanya Caroline. 


"Ya," jawab Andi. "Papanya meninggal karena kecelakaan. Yang dimana kecelakaan itu memang disengaja. Sampai sekarang pelakunya belum diketemukan."


"Apakah ada kaitannya dengan Candra?" tanya Rani. 


"Sepertinya tidak. Menurutku ini berkaitan dengan Adam," jawab Andi. 


"Bagaimana kamu bisa menyimpulkan peristiwa itu dengan Adam?" tanya Bayu yang belum paham. 


"Alfonso ayah dari Adrian adalah teman kuliahku di Oxford. Kami tinggal bersama di satu apartemen ketika di Amerika. Saat itu Alfonso mengambil jurusan kedokteran dan bisnis manajemen hingga S3. Begitu juga dengan aku yang mengambil dua fakultas sekaligus. Setelah lulus dari kuliah kami balik ke Jakarta. Aku didaulat sama papa memegang Sebastian. Sedangkan Alfonso memutuskan untuk menjadi dokter bedah di rumah sakit terkenal. Beberapa hari sebelum kematiannya Alfonso sering mendatangiku. Alfonso memintaku untuk melindungi Adrian dan Ria. Cepat atau lambat ada ketua mafia yang memburuku. Aku tanya siapakah dia? Alfonso hanya mengatakan kalau dia adalah mafia penjualan organ tubuh manusia yang sangat kejam dan memiliki jiwa psikopat. Dia juga memiliki profesi dokter spesialis jantung. Dia tidak ingin menyebutkan namanya karena nyawanya terancam. Sampai saat ini Alfonso menyisakan satu pertanyaan itu," jawab Andi yang menjelaskan siapakah Alfonso. 


"Kalau menurutku apa yang kamu katakan benar. Adam adalah seorang dokter spesialis jantung. Kalau ada orang yang bisa membaca gerak-gerik Adam. Adam memiliki jiwa psycho. Kalau tidak bisa membaca gerak-gerik tubuhnya mereka mengira Adam adalah manusia normal. Selain itu juga Adam membunuh korbannya secara tidak wajar. Aku pernah mendapat informasi dari seseorang kalau Adam itu memutilasi korbannya secara kejam. Jika kamu melihatnya aku jamin muntah," jelas Bayu. 


"Adik kakak sama-sama kejamnya. Yang satu mafia obat-obatan terlarang yang membunuh orang secara tidak langsung. Yang satunya lagi mafia organ tubuh manusia," keluh Andi. "Kalau begitu aku akan kesana untuk menemui Adrian."


"Aku ikut!" sergah Bayu dengan cepat. 

__ADS_1


__ADS_2