Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 199


__ADS_3

"Katanya dia ingin meminta tanggung jawab atas putrinya itu. Terus sang putri adalah anak kamu kak," jawab Lee yang mengingat apa yang dikatakan Elizabeth. 


Erra menganggukan kepalanya karena paham. Erra akhirnya tersenyum memandang wajah Lee lagi, "Apakah kamu percaya yang dibicarakan oleh Elizabeth?" 


Lee menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Aku tidak pernah percaya omongan orang. Kakak tahu menjadi istri sang CEO yang memiliki segudang prestasi dan juga namanya sudah mendunia. Maka sang istri harus cerdas mencari kebenarannya. Ketimbang melabrak sang suami membuat esmosi jiwa."


"Jika aku melakukannya?" tanya Erra. 


"Jika kamu terbukti melakukannya. Aku akan mengirimkan surat cerai ke mejamu untuk meminta tanda tangan kamu. Setelah bercerai aku memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan tinggal Finlandia untuk mengambil alih BL Company," jawab Lee yang lembut. 


Jantung Erra seakan berhenti berdetak. Erra tidak ingin Lee pergi dari hidupnya. Jika Lee pergi dari hidupnya bisa dipastikan hidupnya akan hampa. Erra tidak peduli jika kehilangan seluruh aset. Erra lebih memilih mempertahankan Lee. 


"Aku tidak pernah melakukannya sekali kepada wanita manapun. Jika kamu ingin tahu tentang aku. Tanyakan saja pada Garda. Karena Garda adalah saksi hidupku," ucap Erra dengan lirih. 


"Aku sudah mengerti tentang kamu. Aku yakin kamu tidak melakukannya. Semua orang tahu kalau dirinu adalah pria yang tidak bisa disentuh oleh siapapun," ujar Lee yang mengerti perasaan Erra. 


"Jadi, apakah kamu sudah mengetahui tentang aku?" tanya Erra. 


"Ya… aku tahu semuanya. Bahkan kasus bergulir saat ini. Kamu jangan menyesal menikah dengan seorang perempuan sepertiku. Karena aku adalah anggota inti White Eragon," jawab Lee. 


"Aku tidak peduli itu. Meskipun bukan anggota inti White Eragon. Kamu tetaplah istriku," kata Erra. "Lalu bagaimana kita bisa masuk ke dalam?" 


"Kita lewat taman belakang," jawab Lee. 


"Ide buruk itu. Kalau kita sampai sana. Bisa dipastikan kita jalan kaki," ujar Erra. 


"Ah… itu benar. Kita lewat saja sini!" ajak Lee. 


Sesampainya di dalam mereka langsung menuju ke ruangan kerja. Mereka melihat mansion pada waktu sore ini sangat sepi. Bahkan para pelayan dan pengawal tidak ada yang berkeliaran di area itu. 


Ceklek. 

__ADS_1


Pintu terbuka. 


Lee melihat Bayu dan Rani sedang duduk bersama. Lee masuk ke dalam dengan diikuti Erra. Rani memandang wajah sang putra dan sang menantunya dengan seksama. Sedari tadi Rani menahan rasa sesak di dada. Rani mendekati Erra sambil bertanya, "Apakah Lala adalah putrimu?"


Sebelum mereka datang ke sini Rani sudah mencari berita itu. Rani masih menyelidiki keberadaan Lala. Namun Rani belum menemukan jawabannya. Wartawan sengaja memperbesar berita antara skandal Erra dan Elizabeth menjadi sangat besar. Bahkan pengamat bisnis pun mengemukakan pendapatnya mengenai Erra. 


"Ma… bolehkah Lee bertanya?" tanya Lee.


"Bertanyalah sayang… mama tahu kamu merasakan perih di hati. Karena kasus ini bergulir seperti bola panas yang akan menghancurkan rumah tangga kamu," jawab Rani.


"Jika Lala adalah anaknya Kak Erra, bagaimana pendapat mama?" tanya Lee yang masih santai.


"Mama akan menerimanya dengan tangan terbuka. Tapi mama tidak akan menerima mamanya yang enggak jelas asal usulnya," jawab Rani.


"Dan satu lagi, papa tidak akan menyematkan nama Drajat di belakang nama Lala. Karena Lala tidak pantas menjadi ahli waris Asco," tambah Bayu yang menatap tajam ke arah Erra.


"Pa… jika aku memiliki semua bukti tentang Lala. Apakah papa dan mama mau ikut bermain denganku?" tanya Lee.


"Sudah aku katakan sedari awal. Aku ingin mencari bukti itu sebelum pergi ke Tottenham. Disana aku menemukan banyak bukti yang bisa menghancurkan Elizabeth. Aku menemukan kecurangan-kecurangan yang dibuat olehnya. Terutama Elizabeth menggunakan beberapa zat berbahaya yang sengaja didapatkan dari Candra. Lalu Elizabeth mencampurkan kedalam bahan makanannya. Jika kita dikonsumsi setiap hari bisa dipastikan merusak organ tubuh secara bertahap," jawab Lee.


"Jika tubuh manusia yang lemah?" tanya Erra.


"Meninggal mendadak. Ada beberapa keluarga yang pernah mengalami kasus itu. Tetapi dokter yang menangani bilangnya terkena penyakit jantung. Kasus ini memang ada campur tangan Elizabeth," jawab Lee. "Aku sudah membawa beberapa sampel yang akan kuserahkan kepada Papa Saga. Aku harap Papa Saga mau menolongku."


"Jadi, apakah kamu percaya tentang berita itu?" tanya Bayu.


"Tidak pa. Aku tidak percaya sama sekali," jawab Lee. ''Lebih baik papa diam dulu soal masalah ini. Aku akan berusaha melawan Elizabeth secara elegan. Mulai sekarang aku akan memamerkan kemesraanku kepada publik. Karena Erra adalah milikku selamanya."


"Janganlah berbicara seperti itu di depan bocah tengil ini. Jujur saja papa tidak menyukainya. Apakah kamu tidak takut jika kepala bocah tengil itu menjadi besar?" tanya Bayu.


"Papa… Lee memang pantas memiliki aku. Biarkan istriku ini berbicara seperti itu. Aku semakin mencintainya," jawab Erra yang sedang membela dirinya habis-habisan.

__ADS_1


"Terserahlah apa katamu," ucap Bayu yang memutar bola matanya dengan malas.


Dengan cepat Erra menarik tangan Lee untuk mengajaknya ke kamar di masa kecilnya. Erra ingin sekali menunjukkan kalau dirinya memang sangat bahagia. Erra tidak peduli dengan berita panas yang sedang bergulir. Bahkan mereka bertambah mesra. 


Di tempat lain, Elizabeth yang selesai melakukan ritualnya dengan dua orang misterius itupun tersenyum manis. Elizabeth memandang kedua orang itu sambil bertanya, "Apakah kamu sudah menyelesaikan tugasku dengan menyuap para wartawan untuk menyebarkan berita panas itu?"


"Ya… aku sudah melakukannya. Bahkan wartawan sudah aku suruh menambah-nambahkan berita tersebut biar semakin hot seperti boncabe," jawab orang itu.


"Bahkan berita panas itu sudah menyebar hingga menyebar ke seluruh dunia. Yang lebih menariknya lagi para pengamat bisnis mengatakan cepat atau lambat karier sang ahli waris itu akan hancur berkeping-keping. Mereka berpendapat bahwa seluruh penduduk di muka bumi ini tidak percaya lagi kepada Erra," jawab orang kedua.


Elizabeth tersenyum bahagia mendengar berita itu. Elizabeth ingin melihat Erra hancur. Namun dibalik senyumannya Elizabeth mempunyai rencana licik.


Kembali lagi mansion Drajat. Kali ini Erra sudah sampai di kamar lantai tiga. Yang dimana kamar itu menyimpan banyak kenangan manis. Erra malah tersenyum manis menatap wajah Lee sambil memegang kenop pintu. Sambil menarik nafas dalam-dalam Erra membuka pintu.


Erra memegang tangan Lee lalu mengajaknya masuk. Lee yang melihat kamar itu tersenyum bahagia. Lee melepaskan tangannya sambil melihat kamar itu dan matanya tertuju ke ranjang king size dengan cover bad Tweety. Yang dimana Tweety adalah kartun favoritnya. Lee mengingat kejadian demi kejadian masa kecil mereka. Di ranjang itu Erra selalu menjaga Lee ketika ketiduran dan menginap di mansion Drajat.


"Kakak masih menjaganya?" tanya Lee.


"Ya… bahkan aku tidak mengizinkan orang masuk kesini seenaknya," jawab Erra. "Bahkan aku mempercayakan tempat ini dibersihkan oleh kepala pelayan Bi Iyem."


"Terima kasih kamu sudah menjaga kenangan kita," ucap Lee dengan tulus.


"Kenangan yang kita ciptakan sedari kecil aku tidak pernah menghapusnya begitu saja. Aku ingin mengingat kejadian demi kejadian yang pernah kita alami bersama. Bahkan aku sekarang sangat beruntung mendapatkan kamu. Kamu adalah bidadari yang diciptakan oleh Tuhan untukku," balas Erra yang mendekati Lee. "Apakah kamu percaya denganku?"


"Ya… aku memang percaya denganmu," jawab Lee.


Akhirnya Erra bernafas lega karena Lee tidak goyah dengan berita yang sedang menyebar saat ini. Erra tahu setelah ini akan terjadi pertempuran antara singa betina dan sang pelakor. Erra sengaja menyerahkan kasus ini ke tangan Lee. Entah nasib Elizabeth seperti apa selanjutnya.


"Sayang… lanjut yuk kegiatan kita yang sempat tertunda," ajak Lee.


"Nanti malam ya… sebentar lagi mau Magrib. Setelah Magrib kita akan makan malam bersama," kata Lee.

__ADS_1


Sebenarnya Lee ingin melakukan kegiatan tadi yang sempat tertunda. Namun waktu akan memasuki senja. Erra akhirnya mengajak Lee ke roftoop mansion ini. Mereka segera menikmati sang Surya akan tenggelam sambil menikmati kopi cappucino.


__ADS_2