
Gadis itu merasakan tubuhnya bergetar hebat. Pandangan matanya selalu di bawah dan tidak berani menatap wajah March. Gadis itu berlutut sambil menangis, "Tuan... Jangan lakukan itu kepadaku."
"Cih... Melakukan apa? Kamu memakai baju kurang bahan tapi memintaku untuk tidak melakukan apa!" geram March.
"Saya terpaksa melakukannya. Karena saya diancam oleh paman saya. Ibu saya sekarang menjadi sandera atas kebiadaban paman saya. Jika saya tidak menjual diri saya, maka nyawa ibu saya akan dihabisi," jawab gadis itu sambil menangis.
"Apakah kamu pernah melakukannya?" tanya March.
"Belum pernah Tuan. Saya belum berani menjajakan tubuhku ke para hidung belang. Dua hari ini aku tidak berani pulang," jawab gadis itu lagi sambil menangis.
Trenyuh sudah hati Lee mendengar semua apa yang dikatakan oleh gadis itu. Kenapa March mengambil gadis polos yang belum mengerti soal ranjang. Lee menguatkan hatinya sambil keluar dari tempat persembunyiannya.
"Papa," pekik Lee sambil menatap March dengan sayu.
March tidak terkejut ketika melihat Lee yang hadir. March tidak akan marah kepada Lee. Memang sedari tadi di klub March tahu kalau dirinya sedang ditatap oleh Lee. Namun dirinya pura-pura tidak tahu.
"Siapa dia pa? Kenapa papa mengajak dia ke dalam kamar? Apa papa enggak kasihan sama mama Naomi?" tanya Lee yang bingung.
Lee mulai mendekati gadis itu lalu memegang tubuhnya sambil menyuruhnya berdiri, "Berdirilah! Kamu tidak pantas untuk berlutut seperti ini."
March tersenyum manis menatap Lee. March beranjak dari duduknya sambil memasukkan kedua tangannya.
"Bantulah gadis itu terlebih dahulu. Setelah itu aku akan menceritakan ada apa yang sebenarnya terjadi. Aku enggak mau kita salah paham!" titah March. "Sebentar lagi akan ada pengawal yang membawa baju ganti."
Benar apa yang dikatakan oleh March. Seorang pengawal masuk ke dalam ruangan March. Pengawal itu memberikan papperbag kepada March. Namun Lee mengambilnya dan melihat isi papperbag itu. Lee sangat terkejut ketika melihat baju formal perempuan.
Tanpa banyak bicara Lee mengajak gadis polos itu berganti pakaian. Sementara March menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Semuanya akan tahu apa yang aku lakukan selama ini."
"Apakah Tuan tidak keberatan jika Nona Lee tahu?" tanya pengawal setia March.
"Aku berharap salah satu dari mereka tahu. Jika Naomi marah ada yang menceritakan kenapa seperti ini," jawab March.
"Semoga tuan bisa langgeng rumah tangganya hingga akhir hayat," ucap Pengawal itu dengan tulus.
"Bawalah ke suatu tempat. Selidiki dia dari mana asalnya. Dia mengatakan kalau dijual oleh pamannya. Dan satu lagi akan ada nyawa yang sedang disandera yaitu ibunya. Selamatkanlah mereka. Setelah itu kamu pergi bawa mereka ke tempat aman!" titah March.
"Baik tuan," balas pengawal itu.
__ADS_1
Tak lama Lee keluar dari kamar. Lee melihat wajah March dan pengawal setia milik March. Pengawal itu membungkukkan badannya sambil memberi hormat kepada Lee, "Selamat malam nona."
"Malam," sapa Lee dengan dingin.
"Nama kamu siapa?" tanya March.
"Anita tuan," jawab gadis yang masih ketakutan.
"Apakah kamu mau lepas dari jeratan iblis?" tanya March dengan angkuh.
"Mau tuan. Tolonglah saya dan ibu saya," jawab wanita itu.
"Kalau begitu ikutlah dengan pria itu! Berikan informasi yang sejujurnya. Jika kamu tidak jujur aku tidak akan menolongmu lagi!" perintah March.
Gadis menganggukan kepalanya sambil menatap sendu wajah March. Pengawal itu menatap gadis itu sambil menyelidikinya. Pengawal itu menganggukan kepalanya dan merasakan gadis tersebut meminta bantuan.
"Kalau begitu ikut saya!" perintah pengawal itu.
Gadis itu menganggukan kepalanya lalu pergi meninggalkan Lee. Pengawal itu segera membawanya pergi dari hadapannya.
"Maksudnya apa papa?" tanya Lee yang menghempaskan bokongnya di hadapan March.
"Papa sengaja pergi ke klub malam dua atau tiga hari sekali hanya untuk menyelamatkan perempuan-perempuan polos dari jeratan pria hidung belang. Papa enggak pernah menidurinya sama sekali. Kamu tahukan masalah human trafficking tidak ada habisnya. Banyak sekali orang-orang yang menjual manusia terutama perempuan-perempuan untuk dijadikan budak nafsu," kelas March.
"Maksudnya kenapa enggak cerita?" tanya Lee yang bingung.
"Itu misi yang sedang aku sembunyikan. Misi yang dimana tidak ada orang tahu," jawab March.
"Maksudnya misi kemanusiaan?" tanya Lee.
"Ya. Memang papa sudah membuat misi itu sebelum berkenalan dengan lima pilar utama. Dan satu lagi semua orang enggak ada yang tahu," jawab March.
"Papa tahukan kalau seluruh orang menyebutmu sebagai badboy?" tanya Lee.
"Aku tidak pernah mikirin itu. Biarkan saja mereka mengatakan itu. Aku tidak peduli," jawab March. "Mereka tidak tahu apa yang aku lakukan."
"Lebih baik baik papa jujur pada Mama Naomi," saran dari Lee.
__ADS_1
"Tidak perlu. Biarkan semua ini menjadi rahasiaku dan kamu," jawab March dengan santai.
"Apakah papa perlu bantuan?" tanya Lee.
"Apakah kamu mau membantu papa tanpa bayaran?" tanya March.
"Kalau menyangkut misi aku akan memberikan tenagaku cuma-cuma. Aku juga perempuan. Jika aku di posisi yang sama bisa dipastikan tidak bisa ngapa-ngapain. Aku bisa menjadi wanita kotor dan hina. Meskipun aku butuh uang," jawab Lee.
"Wanita itu makhluk Tuhan yang lemah. Wanita itu akan pasrah dengan keadaan. Wanita itu memiliki hati yang rapuh. Ada juga wanita tangguh seperti para mama dan kamu kalau di dalam area White Eragon. Bagaimana di luar? Di luar banyak wanita yang tangguh dengan cara merawat anak sendiri tanpa bantuan suami. Mendidik anak sendiri hingga sukses. Inilah yang dinamakan wanita tangguh," tambah March dengan jujur.
Lee menganggukan kepalanya tanda setuju. Terkadang hidup itu adalah misteri ilahi. Kita tidak bisa menebak apa yang ada dalam kehidupan manusia itu sendiri. Biarkan hidup mengalir seperti air. Kita sebagai manusia tetap berdoa dan mawas diri.
Flashback Off.
Mereka menganggukan kepalanya setelah March bercerita. Mereka tidak menyangka kalau March memiliki misi kemanusiaan. Jake sebagai putranya sangat bangga kepada sang papa. Akhirnya Jake menawarkan dirinya untuk membantu orang-orang seperti itu.
"Aku mau ikut dalam misi kemanusiaan ini pa," seru Jake.
"Kamu serius?" tanya March.
"Aku juga pa," sahut Imam.
"Ketika adanya bantuan papa bisa menyelamatkan banyak gadis yang akan menjadi korban pria hidung belang. Kalian tidak keberatan jika tidak mendapatkan upah sepeserpun?" tanya March.
"It's ok! Kami tidak masalah walau tidak dibayar sekalipun," jawab Jake.
"Kalau begitu hubungi Lee agar masuk ke dalam yayasan penyelamatan manusia dan juga anak-anak," jawab March.
"Ok," balas Jake.
"Kamu tidak mengajakku?" tanya Irwan yang kesal.
"Gue malas mengajakmu," jawab March.
"Oh... Kita memiliki kartu As. Jika March tidak mengajak kita bisa dipastikan dia yang akan tertimpa masalah bertubi-tubi," ejek Joko.
"Apa!" pekik March. "Kamu mengancamku?"
__ADS_1