Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 175


__ADS_3

Erra mengerutkan keningnya dan tertawa terbahak-bahak. Erra merasa lucu ketika melihat istri kecilnya itu sangat gugup. Bahkan sangking gugupnya Lee membuang wajahnya yang tiba-tiba saja bersemu merah. 


"Kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Erra yang menarik tangan Lee hingga jatuh ke dalam pelukannya. 


"Ah… tidak. Aku tidak memikirkan apapun itu," jawab Lee yang membenamkan wajahnya di dada Erra karena malu. 


"Aku tidak akan berbuat sesuatu yang konyol seperti itu. Aku akan melakukannya di atas ranjang yang empuk biar kamu nyaman," ucap Erra yang mengerti ucapan Lee. 


"Lalu kenapa kamu berkata, kenapa kita melakukannya di atas pasir putih?" tanya Lee. 


"Kamu harus mencoba teknik ilmu pernafasan beladiri. Saat bertarung kamu bisa melakukannya. Dan itu bisa membuat fisik kamu semakin kuat dan lincah," jawab Erra yang mengelus rambut Lee. 


"Darimana kakak belajar itu?" tanya Lee yang penasaran. 


"Aku belajar dari negeri China. Aku memang sengaja mempelajarinya untuk mengolah rasa dan pikiran. Ditambah lagi dengan logika. Kamu tidak seharusnya memakai emosi. Jika kamu memakai emosi musuh bisa membaca teknik serangan kamu," jawab Erra yang akan memberikan ilmunya kepada Lee. 


"Huahah…. Ternyata kakak tampan sudah berpengalaman," celetuk Lee yang mendongakkan wajahnya. 


"Bahkan aku bisa membaca serangan teknik kamu. Jika kamu begitu terus bisa dipastikan kalah total. Gimana ya ngomongnya?" ucap Erra dalam hati. 


"Memang kakakmu itu master kungfu. Kamu sebaiknya sering-sering berlatih memperdalam olah rasa. Suatu saat ilmu kamu bertambah," jawab Nanda yang memuji kehebatan Erra. 


"Huaha… aku sangat tertarik sekali mempelajari master kungfu. Aku belum bisa dasar-dasarnya," ucap Lee dengan bangga. "Kalau begitu baiklah. Aku akan mempelajarinya."


Erra mengusap rambut depan milik Lee. Erra sangat bangga terhadap Lee yang ingin belajar ilmu master kungfu. Erra akan mengajari ilmu secara cuma-cuma kepada Lee. 


Jakarta Indonesia. 


Imam, Saga dan Bayu sedang duduk di ruangan khusus. Mereka sedang berdiskusi tentang nasib Dennis. Imam berencana untuk mengangkat Dennis sebagai pegawainya. Khususnya untuk mengurus sayuran-sayuran di sawah. Imam sekarang sangat membutuhkan seseorang yang bisa diajak kerjasama dalam bidang pertanian. 


"Bagaimana nasib Dennis selanjutnya?" tanya Saga. 


"Para papa, aku ingin mengangkat Dennis dan mempekerjakannya sebagai petani. Aku ingin Dennis mengurusi sebuah tumbuh-tumbuhan di sawah," jawab Imam. 


"Kalau begitu baguslah. Aku harap Dennis sangat menyukainya," ucap Saga. 


"Lalu bagaimana dengan Marvin?" tanya Imam. 


"Kita harus berkoordinasi dengan Lee untuk mencari keberadaan Marvin. Firasatku mengatakan Marvin sedang bersembunyi di suatu tempat. Marvin sedang menghindari Candra," jawab Bayu. 

__ADS_1


"Ide bagus itu. Lalu bagaimana dengan Erra?" tanya Imam. 


"Biarkan Erra mengikuti Lee. Kamu tahu kalau Erra itu sudah bucin akut," jawab Bayu yang meraih ponselnya. 


Bayu segera mencari nomor Lee dan menghubunginya. Sementara itu Lee masih dalam posisi enak bersama Erra. Lee mendengar ponselnya sedang berdering dan meraih benda pipih yang ada di depannya. 


"Siapa?" tanya Erra. 


"Papa Bayu," jawab Lee yang mengangkat ponselnya sambil menyapa Bayu. "Selamat sore Ketua Bayu!"


"Huaha… kamu semangat sekali," puji Bayu yang suka mendengar Lee yang semangat. "Apakah kamu sudah bertemu dengan bocah tengil itu?" 


"Hehehe… sudah pa. Bahkan sekarang aku sedang dikunci. Agar tidak kemana-mana," jawab Lee. 


"Papa ada tugas buat kamu. Sebarkan para pengawalmu untuk mencari keberadaan Marvin! Kamu harus menyelamatkan Marvin sebelum Candra menghabisinya!" perintah Bayu. 


"Siap pa!" seru Lee. "Memangnya ada apa?' 


"Papa sudah mengirimkan email. Kamu bisa membacanya," jawab Bayu. 


Lee segera mengambil tabnya dan membuka isi email dari Bayu. Lee membaca email itu sambil mengerutkan keningnya, "Dimana aku harus mencarinya?" 


"Tanya ayahmu sana. Barangkali ayahmu mengetahui keberadaan Marvin," jawab Bayu. 


"Lempar dulu sana biar tidak menyusahkan kamu," kesal Bayu. 


"Siap pa! Laksanakan!" seru Lee. 


Sambungan terputus. 


"Ada-ada saja itu Lee," ucap Bayu. 


"Memangnya kenapa?" tanya Saga. 


"Jika ada Erra kemungkinan Lee akan susah. Rasanya aku ingin melemparkan Erra ke suatu tempat saja," jawab Bayu dengan kesal. 


"Anak bapak sama saja. Selalu berantem enggak ada alasan. Padahal kalian sangat mirip sekali. Bahkan Erra bisa dikatakan fotokopi kau," ucap Saga. 


Bayu hanya memutar bola matanya dengan malas. Memang Erra sama Bayu sering berantem hanya karena masalah sepele. Hingga membuat orang di sekelilingnya jengah. Namun ketika mereka sedang mesra bisa dipastikan ada korban kejahilan. 

__ADS_1


"Aku harap Lee tidak terlambat untuk menyelamatkan Marvin," ucap Bayu. 


Tottenham Inggris. 


Nanda yang sedang berkirim pesan dengan Angela tersenyum bahagia. Pasalnya kesehatan Angela semakin membaik. Nanda berjanji akan pulang cepat untuk menemui sang kekasih. 


Beberapa saat kemudian datang seorang pria berambut gondrong mendekati Nanda. Orang itu membungkuk sambil memberikan hormat. 


"Selamat sore, Tuan muda Nanda," sapa Rustam. 


"Ada apa?" tanya Nanda. 


"Ada kabar buruk buat nona Lee," jawab Rustam. 


Nanda bergegas berdiri lalu memberikan kode kepada Rustam. Nanda mengajaknya keluar dari ruangan itu menuju ke suatu tempat. Ketika dirasa sudah aman, Nanda langsung bertanya, "Ada apa Tam?" 


"Emilia sedang bekerja sama dengan para pengawal Candra yang bernama Thomassen. Thomassen adalah pria yang sangat kejam sekali. Kelebihan yang dimiliki oleh Thomassen adalah ilmu bela diri yang mumpuni. Seluruh ilmu bela diri dijadikan satu dan kalau bertarung memakai dengan teknik asal. Gunanya mengecoh lawan untuk melemahkan tenaganya," jawab Rustam. 


"Setiap orang pasti ada kelebihan dan kekurangan. Aku ingin mengetahui apa kelebihan dan kekurangan orang itu?" tanya Nanda. 


"Kekurangannya yang dimiliki oleh Thomassen adalah setiap bertarung dirinya selalu memakai obat. Bisa dikatakan obat itu adalah penguat stamina yang bisa bertahan empat jam," jawab Rustam. "Oh ya…. Ada tambahan lagi. Emilia akan membakar tempat ini hanya untuk memancing nona keluar."


"Masalah baru lagi. Apakah kamu mempunyai nomornya?" tanya Nanda. 


"Buat apa kak?" tanya Rustam lagi. 


"Nanti kamu tahu sendiri," jawab Nanda tersenyum lebar. 


"Ada tuan," sahut Rustam. 


Rustam bergidik ngeri apa yang akan dilakukan oleh Nanda. Entah ada ide apa yang membuat sang pengawal kepercayaannya itu ketakukan. Apalagi Nanda akan mengajak kerjasama dengan pengawal Lee. Setelah memberikan nomor Thomassen, Rustam pamit akan pergi. Namun Nanda meminta stay di markas sebelah. Akhirnya Rustam menyetujui permintaan Nanda. 


Nanda bergegas kembali dan menatap wajah pasangan suami istri itu. Nanda tersenyum licik sambil menghempaskan bokongnya di samping mereka. Tak sengaja Lee melihat Nanda yang sedang tersenyum smirk.


"Ada apa dengan kak Nanda? Datang-datang kok tersenyum smirk," tanya Lee yang curiga. 


"Ah… apakah kamu ingin bertugas malam ini?" tanya Nanda. 


"Aku siap kapan saja," jawab Lee. 

__ADS_1


"Aku ingin memberitahu tugas nanti malam apa. Setelah ini aku akan menceritakan ada sesuatu yang membuat kamu semangat untuk melakukan tugas itu," ucap Nanda. 


"Tugas apa itu?" tanya Lee yang masih penasaran. 


__ADS_2