
Setelah mendapatkan dua tiket pesawat terbang menuju ke Bangkok, Caroline mengambil tiket itu dan memberikan ke pengawalnya. Jika mereka ingin ke Bangkok, Caroline akan pergi memakai pesawat pribadi.
"Buat kamu saja. Ajak liburan keluargamu. Jika kurang nanti aku tambahkan beberapa orang lagi," ucap Caroline sambil memberikan tiket itu ke pengawalnya tadi.
Pengawal itu pergi meninggalkan mereka. Tiba-tiba saja pengawal itu tersenyum sambil berkata dalam hati, "Hari ini adalah hari keberuntunganku. Tiba-tiba saja bos memberikan aku dua aku akan mengajak temanku satunya lagi pergi ke sana. Aku tidak akan mengajak pacarku ke sana. Biarkanlah saja di sini."
Melihat kepergian sang pengawal, Caroline dan Rani saling menatap. Tidak mungkin para suami memberikan tiket pesawat. Mereka sudah memberikan tiket VIP untuk memakai jet pribadi kepada suami.
"Apakah aku harus menyelidikinya?" tanya Rani.
"Tidak perlu. Biarkanlah saja. Bagaimana ya kabar anak-anak? Jujur aku rindu. Baru datang dari Amerika sekarang pergi lagi ke Bangkok. Semoga masa ini cepat selesai dan tidak ada lagi peperangan antar mafia," ucap Caroline.
"Yang aku dengar Adam sekarang sudah sadar. Adam ingin meminta bantuan mendirikan badan amal untuk orang-orang kurang mampu. Semoga semuanya terwujud dengan indah," Rani mendoakan Adam dengan tulus agar segera sadar.
"Aku pun sama. Aku tidak ingin masa ini berlarut-larut. Kasihan Adam kursinya sudah menua dan tidak memiliki siapa-siapa. Kalau tidak sadar kemungkinan besar dia tidak akan hidup bisa hidup dengan damai untuk menjalani hari tuanya. Ditambah lagi dia tidak memiliki sanak saudara maupun keluarga. Ini sangat menyakitkan bagi kita. Di masa tuanya tidak ada yang merawat maupun tidak ada yang mengunjunginya ketika Natal tiba. Atau hari ayah dan hari-hari libur nasional maupun internasional. Orang pasti jenuh jika melihat tumpukan-tumpukan berkas-berkas sialan itu di depan mata. Lama-lama juga kita akan muntah melihatnya," Caroline menatap langit dan mendoakan Adam segera sadar.
Bangkok Thailand.
Adam yang berada di kamar merasakan ada sesuatu di dalam hatinya. Dahulu hatinya penuh dendam dan ingin membunuh setiap orang ditemuinya. Sekarang hatinya damai. Kenapa tidak dari dulu dirinya membuat perdamaian seperti ini? Kenapa selalu saja membuat ulah dan membunuh ditambah lagi menjadi mafia organ tubuh? Rasa penyesalan itu ada di dalam hati maupun jiwa.
"Tuhan... Di sisa waktuku ini, Aku ingin memiliki sebuah keluarga yang bisa merawatku kelak. Aku tidak akan mungkin hidup sendiri tanpa siapapun. Aku sudah bosan menjadi orang jahat. Aku ingin menjadi orang baik saling mengasihi sesama. Sebentar lagi aku akan meninggalkan semuanya demi menuju kepadamu," ucap Adam dalam hati yang merasakan hatinya perih.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Gerry melangkahkan kakinya masuk dan melihat Adam sedang bersedih. Pria itu pun membungkukkan badannya sambil menyapa, "Selamat siang tuan."
"Ya ada apa?" tanya Adam.
__ADS_1
"Ignatius, Marco dan Erick berada di luar tuan. Mereka ingin menemui anda. Ditambah lagi dengan Marvel," jawab Gerry.
"Kalau begitu suruh mereka masuk ke sini! Aku ingin melihat mereka!" perintah Adam.
"Baiklah Tuan," balas Gerry yang meninggalkan Adam untuk memanggil mereka masuk ke dalam.
Dalam hitungan detik mereka sudah muncul di hadapan Adam. Lalu mereka menatap wajah Adam yang sedang bersedih. Di dalam hati mereka bersorak kegirangan. Karena temannya itu sudah sadar.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Erick.
"Ya aku baik-baik saja. Aku ingin kamu hadir dalam acara perhelatan besar yaitu membagikan uang kepada orang yang kurang mampu malam ini," jawab Adam yang membuat mereka tersenyum manis.
"Kalau begitu aku akan hadir. Sudah lama tidak menghadiri acara seperti itu lagi. Gara-gara kesibukan di perusahaan maupun di rumah. Kalau begitu aku akan mengajak putra-putriku dan istriku ikut," sahut Marco yang disambut oleh Adam dengan senyuman hangat.
"Bawalah mereka. Aku ingin kita berkumpul satu sama lain. Bersama enam pilar utama. Aku akan membaur sama mereka untuk menjalani hidup ini dengan baik lagi," tambah Adam.
Setelah bertemu dengan Adam, mereka menjadi bahagia. Ada pesan tersembunyi pada pertemuan kali ini. Kesan itu adalah Adam sekarang lebih banyak senyum ketimbang dulu yang ingin memakan orang saja.
Mereka juga rindu pada Chandra. Bagaimana kalau Candra masih hidup? Jika Candra sadar kemungkinan besar mereka bisa berkumpul seperti biasanya. Namun jalan Candra berbeda. Chandra sudah pergi dari dunia ini terlebih dahulu. Semoga Chandra di sana lebih bahagia lagi.
Di tempat lain Yoona dan Elizabeth mendengar kalau ada Erra berada di Bangkok. Ketika ingin menemuinya mereka ditegur oleh Gerry. Jika sampai menemuinya maka Adam yang akan membunuhnya. Mereka sampai adu mulut kenapa Adam berubah? Harusnya perhelatan besar itu terjadi untuk mengambil keuntungan yang besar.
Namun kondisinya berbeda. Gerry mengajaknya pergi ke suatu tempat. Tempat itu adalah kuil. Yang di mana mereka mendapatkan wedangan demi wedangan dari para biksu.
Di sana mereka mendengarkan para biksu berbicara. Ketika para biksu berbicara mereka sempat menolaknya. Karena mereka ingin melakukan hal yang gila lagi daripada yang ini. Namun biksu itu memberikan petuah baru. Hingga membuat mereka menangis. Biksu itu berkata, bahwa di dunia ini tidak akan ada yang abadi. Semuanya akan lenyap di kemudian hari. Mereka tersadar akan hal itu. Mengapa dirinya selalu mengejar-ngejar materi. Padahal materi itu tidak bisa dibawa hingga ke sana.
Mereka memutuskan untuk menjadi wanita baik. Elizabeth yang dulunya jahat suka membunuh sekarang menjadi sadar. Elizabeth mewujudkan dirinya mengabdi pada panti asuhan. Di sana dirinya mulai bekerja. Baru sehari bekerja Elizabeth mendapatkan kasih sayang dari anak-anak panti asuhan. Dirinya dipanggil mama dengan tulus. Di sisi lain jiwa ke ibuannya muncul lagi. Dirinya semakin semangat untuk menyayangi mereka.
Beda lagi sama Yoona. Yoona memutuskan untuk pergi ke Jepang. Di sana dirinya akan menjadi seorang biarawati dan mengabdikan dirinya untuk panti jompo. Yoona ingin sekali berbuat baik di akhir kisah hidupnya. Itulah mereka yang sudah sadar dari kejahatannya masing-masing.
__ADS_1
Sebelum pergi meninggalkan Bangkok, Yoona berkunjung untuk menemui Adam. Di sana mereka saling memandang. Pada pertemuan kali ini Adam menyuruhnya untuk tidak pergi dari sini. Adam memintanya untuk menjadi pendamping hidupnya. Yoona pun terkesiap mendengar permintaan Adam. Dirinya menolak untuk menjadi pendamping Adam. Ada satu alasan kenapa dirinya menolak? Karena Yoona tidak pantas hidup memiliki keluarga.
Tak sengaja Lee lewat di depan kamar Adam. Mereka mendengar adu mulut yang tidak penting itu. Lee memutuskan untuk masuk dan melihat keadaan Adam. Namun Lee Adam lagi ngambek sama Yoona.
Beberapa saat kemudian Lee mendekati mereka dan menatap Adam sambil bertanya, "Ada apa?"
"Aku nggak apa-apa," jawab Adam dengan lesu.
"Tidak apa-apa kok lesu seperti itu?" tanya Lee.
"Apakah kamu tahu rasanya ditolak oleh cinta?" tanya Adam yang membuat Lee menganga sempurna.
Tidak sengaja Yoona mendengar kata cinta dari mulut Adam. Setelah sekian lama Yoona menghentikan hal itu membuatnya tersenyum manis. Entah kenapa Yoona berlari ke arah Adam dan memeluknya.
Sedangkan reaksi Lee menahan air matanya keluar. Ternyata penjahat memiliki sebuah cinta. Lalu Lee menyadari mereka adalah makhluk sosial. Yang di mana mereka saling membutuhkan dan saling mencintai.
Beberapa saat kemudian datang Garda dan Erra. Kedua pria itu masuk dan menatap pasangan tua itu sedang berpelukan. Erra segera memegang tubuh Lee sambil berbisik, "Ternyata pertemuan kali ini sangat mengharukan."
"Iya Kakak benar. Aku tidak bisa membayangkan jika Adam hidup sendirian di dunia ini. Siapa yang akan merawat Adam? Ditambah lagi Adam tidak memiliki siapa-siapa. Semoga saja Tuhan memberikan ikatan cinta yang kuat kepada mereka," jelas Lee. "Jika kalian menikah biarkan aku yang membayarnya semua. Terutama untuk perhiasan yang akan digunakan oleh Yoona. Den Aku akan memberinya secara gratis."
Mereka mendapatkan pelukannya lalu melihat Lee. Satu kata buat mereka adalah terharu. Yoona yang melihat Lee tersenyum sambil berjalan ke arahnya. Lalu Yoona berkata, "Kamu tidak perlu repot. Karena aku memutuskan tinggal di Jepang. Tekadku sudah bulat untuk menjadi biarawati."
"Sebenarnya itu tidak perlu. Kamu harus mengurus Adam. Agar pria itu tidak kesepian di masa tuanya. Aku harap kalian bisa mengadopsi anak biar ramai," Lee memberikan saran agar mereka mengadopsi anak.
"Yang dikatakan istriku benar. Aku ingin melihat kalian bahagia," ucap Erra dengan tulus.
"Kalau begitu aku akan memakai saran kalian. Aku menerima pinangan dari Adam," sahut Yoona.
"Apakah itu benar?" tanya Adam.
__ADS_1