
Lee melihat musuh yang sudah menjadi mayat yang berserakan di lantai. Ia langsung memeriksa salah satu musuh dan melihat tanda mawar hitam di baju mayat tersebut.
"Argh... apa yang di katakan oleh Kak Nanda benar? Black Roses sudah bangkit lagi," decak Lee.
Tak lama kemudian datang Pak Jang dengan membawa katana. Mata Lee terbelalak sempurna.
"Apakah Pak Jang ikut meramaikan pesta dadakan ini?" tanya Lee.
"Dia adalah guru samuraiku Lee dan juga gurunya Imam," jawab Fendi.
"Tuan dan nona muda," sapa Pak Jang.
"Apakah Pak Jang baik-baik saja?" tanya Lee.
"Saya baik-baik saja nona muda," jawab Pak Jang.
"Bagaimana Ayah bisa di serang?" tanya Garda.
"Pasti disini ada penyusupnya," sahut Bayu. "Untung sang musuh menurunkan anak buahnya hanya 50 orang."
"Tapi mereka bodoh. Tidak bisa membaca situasi," ujar Lee.
"Untung Eternal Snow datang hanya 20 orang," sambung Caroline.
"Aku akan menyuruh anak buahku membersihkan kekacauan disini," sahut Fendi.
"Tidak usah. Tinggalkan tempat ini segera. Jika musuh sudah tau keberadaan salah satu dari kita. Sang musuh akan menyerang lagi dengan muda," usul Lee.
"Dari mafia mana?" tanya Bayu.
"Black Roses," jawab Lee. "Mama juga harus ikut.
"Baiklah," jawab Caroline.
Tak lama kemudian datang Nanda dan mendekati Lee. "Apakah kamu membunuh Anette?"
"Iya kak," jawab Lee.
"Siapkan jet sekarang juga," titah Bayu yang dingin.
"Siap paman," sahut Nanda.
Nanda langsung menghubungi Rey untuk menyiapkan jet pribadi milik Bayu. Sedangkan yang lainnya bersiap-siap untuk berangkat ke bandara.
Alicia yang sudah menjalani operasi pemasukan program di otaknya sudah bangun. Memori lama yang dia punya musnah dalam hitungan menit. Alicia sudah tidak mengenal lagi siapa dirinya yang sebenarnya, Andi, Lee atau siapapun.
Candra mengganti memorinya menjadi memori kebencian terhadap 6 pilar utama terutama pada Lee. Candra tertawa terbahak-bahak karena program itu sudah berhasil di kembangkan olehnya.
Perlahan tapi pasti, Candra akan mengembangkan program tersebut menjadi sempurna. Jika sudah sempurna Candra akan meluncurkan program itu dan akan menguasai dunia.
__ADS_1
"Hahaha... Perfect," ucap Candra.
Ceklek.
Pintu terbuka dua orang pria paruh baya memasuki ruangan itu.
"Apakah sudah berhasil Candra?" tanya Adam kembarannya Candra.
"Sudah. Tinggal di perintah saja untuk membunuh singa betina," jawab Candra.
"Baguslah adikku. Kamu harus cepat melakukannya supaya kita bisa menghancurkan 6 pilar utama dan bisa menguasai dunia," ungkap Adam yang bangga terhadap Candra.
"Dimana Emilia?" tanya Adam.
"Lagi mengeluarkan Seva. Mungkin mau membakar penjara mungkin," jawab Candra asal.
"Yang lainnya?" tanya Adam lagi.
"Nanti malam kesini. Mau membahas rencana selanjutnya," jawab Candra.
"Ok... aku mau pergi dulu," pamit Adam yang pergi.
Candra tidak memperdulikan saudara kembarnya itu. Candra langsung pergi meninggalkan Alicia dari ruangan CCTV.
Seorang pria yang berumuran 35 tahun sedang menunggu kekasihnya pulang. Pria itu bernama Dennis yang di temani oleh beberapa botol minuman keras.
Ceklek.
"Maaf Tuan kami gagal untuk membunuh Fendi," ucap pengawal itu dengan lemah.
BRAKKKKK.
Dennis langsung menggebrak meja dengan kuat dan mendekati sang pengawal tersebut. "Dimana Anette?"
"Maaf Tuan. Nona Anette tewas di bunuh oleh singa betina," jawab pengawal itu yang ketakutan.
"Apakah kamu tidak bisa melindungi kekasihku!!!" geram Dennis.
Kemudian Dennis mengambil pistol di belakang punggungnya.
"Kamu sangat bodoh sekali tidak bisa melindungi kekasihku," ucap Dennis yang sangat geram sekali.
Dennis langsung menembak sang pengawal itu tepat berada di jantungnya. Ia langsung menangis mengingat perjalanan kisah cintanya.
Sebelum terjadi penyerangan itu, Dennis meminta uang sebesar 40 juta Euro ke Annete untuk membangun Black Roses kembali besar. Anette hanya mengangguk tanda setuju. Dennis tidak mau tau cara Anette mendapat uang itu dengan cara apapun.
Anette yang bekerja di BL Company mempunyai sifat yang sangat baik sekali. Anette tidak tau kalau sang majikan adalah musuh bebuyutannya Dennis dan lainnya. Di sisi lain, jiwa pencuri Anette timbul ketika ingat pada Dennis. Ia dengan cepatnya memindahkan uang 40 juta Euro ke tabungan miliknya.
Tanpa di sadari oleh Anette. Maura curiga terhadap uang kas perusahaan BL Company yang lenyap. Maura lapor kepada Caroline. Caroline mencoba mencari siapa pelakunya. Kebetulan Lee saat ini berada di Helsinki. Caroline meminta bantuan ke Lee.
__ADS_1
Di saat Dennis ingat uang 40 juta Euro. Dennis langsung mengecek uang di rekening Anette. Mata Dennis membelalak sempurna. Uang Anette di rekening tersebut kosong tidak tersisa.
Satu lagi pengawal yang memegang keuangan Black Roses datang dengan wajah pucat pasi.
"Maaf Tuan Dennis. Uang yang kita kumpulkan sudah lenyap tidak tersisa," ucap pengawal itu.
"Apa??" seru Dennis.
"Itu benar Tuan. Ada yang mencuri uang kita tuan," ujar pengawal itu dengan berhati-hati.
"Bagaimana bisa uang Black Roses hilang?" tanya Dennis.
"Ya bisalah Den. Kamu kok odob banget ya jadi orang," jawab Author.
"Cih si Author nyahut aja," ujar Dennis yang kesal.
"Bener kata author Tuan Dennis kok odob ya," ucap pengawal yang langsung kabur dari ruangan Dennis.
Dengan kesalnya keluar dari ruangannya. Dennis melupakan kisah cintanya bersama Anette.
Sesampainya di Jakarta. Erra, Lee, Fendi, Garda, Bayu, Andi, Nanda dan Pak Jang sampai ke markas White Eragon. Mereka langsung berkumpul dalam satu ruangan.
Bayu dengan serius menatap Erra, Garda, Lee dan Fendi. Mereka berempat menelan salivanya dengan susah payah.
"Apakah kita akan mendapatkan hukuman?" tanya Garda dalam hati.
"Ok... sekarang kalian berempat saya hukum untuk membersihkan kandang kucing-kucing para papa yang sangat menggemaskan itu. Menemaninya jalan-jalan, menyuapi mereka makan dan memandikan mereka dengan penuh kasih sayang. Ya anggaplah mereka anak-anak kalian selama seminggu," perintah Bayu.
"Apa!!" teriak mereka serempak.
"Mulai besok lakukanlah," tambah Bayu. "Dan tidak ada tapi-tapian titik enggak pakai koma."
Bayu langsung pergi meninggalkan mereka. Mereka saling menatap satu sama lain.
"Syukurlah kami tidak jadi di kirim ke daerah penuh konflik," ucap Garda lega.
"Lega apanya?" ujar Erra kesal.
Keesokan harinya. Bayu memberikan cuti terhadap para pawang selama seminggu. Bayu juga tidak lupa memberikan bonus kepada mereka untuk menikmati liburan.
Erra, Lee, Fendi dan Garda menelan salivanya secara bersamaan. Mereka melihat peliharaan para papa itu. Hati mereka menjerit histeris karena hewan peliharaannya sangat buas sekali.
Sang pengawal datang dengan membawa daging sapi seberat 50 kg dan menaruhnya tepat berada di depan mereka.
Pengawal lainnya membawa perlengkapan sapu dan menaruhnya di depan mereka.
Bayu langsung datang dan mendekati mereka untuk memberikan tugas pertama.
"Kalian kasih makan dulu hingga kenyang setelah itu kalian bersihkan kandangnya hingga bersih. Ingat tugas kalian hanya seminggu," ucap Bayu yang tersenyum smirk.
__ADS_1