Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 117


__ADS_3

"Gue lagi di markas sama Raka dan Widya," jawab Irwan.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Bayu dengan penuh rasa syukur.


"Ada apa memangnya?" tanya Irwan.


"Gue kasih nasihat, lu jangan keluar dari markas karena situasi belum aman. Sekarang para musuh sedang mengincar Lee melalui anak lu," jawab Bayu yang sedang menganalis keadaan.


"Apa!" pekik Irwan.


"Ya itu benar," jawab Bayu.


"Ini tidak bisa dibiarkan!" geram Irwan.


"Kalau begitu kamu enggak usah keluar dari markas. Garda dan Erra sedang menahan para investormu agar tidak kabur. Aku sudah menghubungi Greg untuk mencari siapa dalang dibalik semua ini," ucap Bayu. "Dimana Imam?"


"Imam dan Suci sedang menuju ke mansion Andi," jawab Irwan.


"Ok," balas Irwan.


Sambungan terputus.


Lee melihat wajah Bayu yang tidak bisa ditebak sama sekali. Lee juga tidak bisa membaca pikiran Bayu. Karena Lee sendiri juga sangat ruwet melihat sang papa mertuanya itu. Dari dulu Bayu memang begitu. Bayu memang pandai membuat lawan bicaranya kalang kabut. Bahkan Bayu pernah dihajar oleh Fendy jika sudah memasang wajah seperti itu. Ngomong-ngomong di mana Fendy berada ya? Ah... Sudahlah kemungkinan Fendy sedang nge-band bersama kelompok Asteria. Sudahlah lupakan Fendy yang super sibuk dengan bandnya itu.


"Papa," panggil Lee.


"Ada apa?" tanya Bayu.


"Kenapa papa memasang wajah yang aneh sih? Sehingga diriku tidak bisa membaca raut wajah papa seperti itu," jawab Lee dengan kesal.


"Aku ingin membangkitkan wajahku seperti ini ketika berhadapan dengan musuh," ucap Bayu.


"Kami bukan musuhmu pa," protes Lee.


"Ya baiklah. Maaf... Maaf... Papa sudah lama tidak memasang wajah seperti ini," ucap Bayu yang asal.


"Kamu tahu Papamu itu memang sering memasang wajah seperti itu. Hingga membuat Fendy dan Erra jengah. Bahkan kalau sudah jengah mereka akan menghajar papamu itu," ucap Andi yang sebenarnya jengah juga ketika Bayu memasang wajah seperti itu.

__ADS_1


"Sepertinya papa jengah juga," celetuk Lee.


"Tenang saja papamu itu kalau jengah bakalan pergi tidur," ujar Bayu yang melemparkan kunci mobilnya ke arah Lee.


Lee segera menangkapnya dan bertanya, "Kita mau kemana?"


"Andi lacak keberadaan Imam!" perintah Bayu. "Lee... Kamu yang menyetir."


"Baik pa," ujar Lee yang berdiri.


Andi mengambil tabnya dan segera berdiri. Bayu memutukan untuk menyusuri jalan agar bisa menemukan Imam. Di dalam perjalanan Andi langsung memberikan petunjuk ke Lee melalui jalan tikus. Lee sengaja mengemudi ugal-ugalan agar cepat sampai untuk melindunginya.


Sambil mengarahkan Lee, Andi menahan perutnya yang tidak enak. Andi menahan rasa mual yang bergejolak. Memang Andi tidak terbiasa saat naik mobil dengan pengemudi ugal-ugalan seperti itu. Lebih baik Andi menyetir sendiri dan bisa tahu alur jalanan beraspal itu.


"Belok kiri dan lurus. Nanti kamu akan menemukan beberapa mobil yang menghadang Imam!" perintah Andi.


Tanpa menjawab Lee langsung tancap gas dan segera menuju ke sana. Benar saja ada beberapa mobil yang sudah memblokade jalannya Imam yang ingin pergi ke mansion Andi. Lee hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berteriak, "Papa aku harus ngapain?"


Flashback Off.


Mereka sudah sampai ke tempat di mana yang sudah diberikan oleh orang itu. Lee melihat mobil Bayu yang sudah berada di belakangnya. Beberapa menit kemudian ada seorang pengawal yang mengetuk pintu. Lee pun membukanya lalu bertanya, "Ada apa?"


"Baiklah. Aku akan meminta satu kantung mayat. Aku akan mengirimkannya langsung kepada orang yang ingin membawa kepalaku!" tegas Lee.


"Baik nona. Saya akan mengambilkannya satu buat nona," sahut pengawal itu.


Pengawal itu pergi meninggalkan Lee dan membuka bagasi belakang. Pengawal itu mengambil satu kantong mayat dan melemparkannya ke aspal. Beberapa saat kemudian Lee keluar dan mendekati kantong mayat itu.


"Perlu saya bantu nona?" tanya pengawal itu sambil menunduk hormat.


"Tidak perlu," jawab Lee.


Lee segera memegang kantung itu dan menyeretnya masuk ke halaman rumah itu. Lee melihat ada seseorang yang membawa pistol mendekatinya. Lee menunduk dengan wajah dingin sambil bertanya, "Dimana tuanmu!"


"Anda siapa?" tanya pengawal itu dengan ketus.


"Saya ingin menyerahkan beberapa mayat untuk bosmu itu," jawab Lee yang mulai menekan perubahan dirinya yang akan menjadi singa betina.

__ADS_1


"Baik nona," jawab sang pengawal.


Kemdian pengawal itu masuk ke dalam untuk mencari seseorang. Pengawal itu mencari keberadaan bosnya. Hanya dalam hitungan detik sang bos itu datang. Bos itu memandang sang pengawal sambil bertanya, "Ada apa?"


"Ada seorang wanita yang ingin mengirimkan beberapa mayat ke anda tuan," jawab sang pengawal sambil membungkuk hormat.


"Apa!" teriak sang bos.


"Iya tuan," jawab sang pengawal itu lagi.


Sang bos marah besar karena beberapa pengawal yang dikirimnya telah tewas. Dengan geramnya bos itu keluar dan mendekati Lee sambil mencium aroma yang jeruk. Entah kenapa sang bos itu merasakan ada sesuatu dalam dirinya. Bos itu memandang wajah Lee yang masih imut dan menggemaskan. Namun siapa sangka dalam diri Lee sudah berubah menjadi singa betina.


"Ternyata lu masih hidup. Kenapa lu belum mati?" tanya sang bos itu.


Lee mengangkat wajahnya dan melihat bos itu. Entah kenapa Lee memutar bolanya dengan malas. Ingin rasanya Lee melemparkan bos itu ke Samudera Atlantik.


"Hey... Dennis... Gue sangka lu sudah mati," ejek Lee.


"Belum... Aku masih ingin memegang kepalamu dan kupersembahkan ke Candra," kata Dennis nama bos itu.


"Siapa nama bosmu itu?" tanya Lee dengan tersenyum mengejek Candra.


"Candra Malik," jawab Dennis.


"Oh ya... Gue lupa.. semenjak lu lepas dari penjara... Lu enggak punya dana. Akhirnya diambil sama Candra sialan itu," ledek Lee yang berubah menjadi singa betina.


Melihat perubahan Lee yang kalem menjadi singa betina, Dennis merasakan tubuhnya melemas. Lee segera melemparkan kantong mayat itu ke hadapan Dennis.


"Jangan mengejekku seperti itu," kesal Dennis yang tidak mau diledek oleh Lee.


Lee memang berani mengejek Dennis sang ketua mafia dari Black Roses. Namun anehnya Dennis tidak pernah marah dan hatinya malah tersenyum manis. Dennis mengakui kalau Lee itu memang cantik dan cerdas. Pria mana yang tidak mau didekati oleh wanita yang cerdas. Bahkan kecerdasan Lee di atas Dennis.


Dennis baru tahu kalau sang papa menyukai Lee karena keimutan wajahnya yang tiada tara. Bahkan sang papa tidak mau menikah karena ingin menguntit Lee. Meskipun Lee sudah menikah namun Marvin tetap mengejarnya.


"Gue baru tahu kenapa papa enggak nikah-nikah sama Yoona?" tanya Dennis yang memegang dagunya.


"Lu jangan meledek papa gue yang tidak nikah-nikah ya!" geram Lee yang membela Andi.

__ADS_1


"Gue enggak bilang kalau Andi Sebastian tidak nikah. Gue juga enggak ada urusannya sama papa lu yang sok kegantengan itu! Gue ingin bilangin ke lu... Kalau yang belum nikah itu papa gue yang namanya Marvin," jelas Dennis.


"Apa lu bilang?" tanya Lee dengan mata melotot.


__ADS_2