
Ah… begitulah kodrat seorang perempuan. Lee sangat setia melayani sang suami. Permintaan demi permintaan dari Erra selalu dilaksanakan. Bahkan secara diam-diam Lee jago membuat kue. Dimata Erra, Lee adalah wanita yang sempurna.
Selesai mandi Erra keluar dari toilet. Erra hanya memakai handuk melingkar di pinggang. Setelah itu Erra memakai baju yang telah dipersiapkan. Saat memakai baju Erra melihat Lee yang sedang berdandan. Secara tak langsung Erra menegur Lee yang sedang berdandan secara serius.
"Lee," panggil Erra yang memakai baju.
"Iya kak," sahut Lee.
"Kalau berdandan jangan terlalu menor. Aku tidak menyukainya," protes Erra.
Lee mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Kapan aku berdandan menor?"
"Belum pernah sih. Tapi janganlah kamu berdandan menor seperti itu," jawab Erra yang tidak menyukai wanita yang berdandan menor.
"Aku tidak akan berdandan seperti kak. Aku juga enggak kenal yang namanya make-up. Hanya Mama yang kenal begituan," ucap Lee yang jujur.
Erra hanya manggut-manggut saja menerima jawaban Lee. Sedari dulu Erra memang tidak menyukai wanita yang berdandan terlalu menor. Erra malah menyukai Lee yang berdandan natural. Setelah selesai Erra mengajaknya keluar. Namun tak sengaja Erra mendapatkan pintu yang sudah terbuka. Matanya membelalak sempurna dan menatap wajah Lee.
"Pintunya kok sudah terbuka?" tanya Erra.
"Mana aku tahu," jawab Lee yang mengedikkan bahunya. "Memangnya kakak enggak menguncinya?"
"Aku sudah menguncinya semalam ketika masuk ke dalam. Bahkan keamanannya juga aku sudah aktifkan." jawab Erra. "Apakah yang melakukan para pengawal?"
"Mana mungkin para pengawal yang berani melakukannya? Kalau para pengawal yang melakukannya aku sudah menghukumnya beli martabak di Papua dan sekalian jangan pernah kembali sebelum mencium Gunung Jaya Wijaya," jawab Lee.
"What!" pekik Erra. "Ternyata yang mendobrak memiliki nyali besar."
"Aku akan mencari orang itu yang berani mendobrak pintuku," kesal Lee.
Mereka memutuskan untuk keluar dari kamar. Mereka mencari keberadaan Andi. Tapi ketika melewati ruang tamu, Lee terkejut dengan Garda masih setia menunggu Arini pingsan dari tidurnya. Lee mendekati Garda lalu bertanya, "Kenapa dengan Arini?"
"Arini pingsan karena melihat senyumanku," jawab Garda.
"Kok bisa?" tanya Lee.
"Abangmu itu memiliki senyuman maut. Yang dimana sekali senyum ada korban berjatuhan. Jika kakakmu sering tersenyum bisa dipastikan akan ada banyak korban yang berjatuhan," sahut Imam yang ingin masuk ke dalam setelah mengajak Raka jalan-jalan pagi.
Lee mengangguk pun apa yang dikatakan oleh Imam. Lee tersenyum dan memberikan usulan kepada Garda, "Kak bagaimana kalau mencari seorang perempuan dengan senyumannya kakak yang manis itu?"
"Aku tidak akan mengobral senyuman itu kepada setiap perempuan. Aku akan tersenyum kepada kamu dan mama saja," jawab Garda yang tidak ingin tersenyum kepada siapapun.
__ADS_1
"Baiklah," ucap Lee.
"Apakah kamu sudah selesai main tindih menindih?" tanya Garda yang berdiri.
"A…. a…. a….. apa yang kakak katakan?" tanya Lee yang bingung.
"Iya… kakak tadi mengetuk pintu tapi tidak terbuka. Aku penasaran ingin lihat kamu tidur apa pingsan? Makanya pintu kamarmu aku dobrak. Eh…ternyata serigala beringas menindih singa betina," ucap Garda.
Seketika mata Lee membulat sempurna. Lee bingung mau menjawab apa. Tiba-tiba saja wajah Lee berubah menjadi merah karena malu. Hingga akhirnya Lee berlari untuk bersembunyi. Namun Sebelum bersembunyi Andi memanggilnya, "Lee.''
Lee terkejut dengan apa yang didengarnya. Lee melihat Andi bersama Erra sedang menikmati kopi panas. Lee mencoba menetralisir perasaannya.
"Ada apa pa?" tanya Lee yang mendekati mereka.
"Begini papa telah mendengar kalau pihak Elizabeth telah memasukkan laporan tentang Erra yang tidak mau bertanggung jawab kepada Lala. Cepat atau lambat pihak kepolisian akan mengirimkan surat penangkapan kepada Erra," jawab Andi.
"Lha… uangnya Kak Erra sekarang menjadi atas namaku semuanya. Jika Elizabeth menuntut Kak Erra berarti harus ke aku," ucap Lee yang tersenyum smirk.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Erra.
"Ah… sepertinya aku harus bermain drama sinetron ikan terbang," celetuk Lee.
"Menjadi istri tersakiti olehmu," jawab Lee.
"Apa?" pekik Andi dan Erra secara serempak.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Andi yang tidak paham.
"Aku akan bilang jika aku adalah istri sah dari Kak Erra. Aku akan melakukan drama yang membuat semua orang terkejut. Aku akan bilang selama ini Kak Erra tidak pernah menyayangiku. Orangnya kasar dalam berhubungan. Aku sering mendapatkan KDRT. Lalu aku akan bilang penyebab Kak Erra kasar kepadaku karena Elizabeth yang telah masuk ke dalam pernikahanku sendiri," jawab Lee. "Elizabeth lah yang selama ini mempengaruhi Kakak menjadi seperti itu, Bahkan ketika aku hamil Elizabeth yang mendorongku terjatuh dari tangga. Hingga membuat anakku keguguran. Bagaimana ideku ini?"
"Itu bagus sekali nak. Lakukanlah! Licik harus dibalas dengan licik. Dan jangan lupa buka juga idenditas Lala yang sebenarnya kepada publik," jawab Bayu yang dari kejauhan.
"Apakah tidak terjadi apa-apa? Lalu bagaimana dengan Lee? Jika seluruh makhluk hidup menyerangnya?" tanya Erra secara bertubi-tubi.
"Tenang saja. Papa yang akan mengurusnya. Papa akan berkoordinasi sama Greg," jawab Bayu.
"Lalu jika aku terkena KDRT?" tanya Lee.
"Ah… kamu enggak tahu papamu itu," ejek Erra.
"Jadi?" tanya Lee.
__ADS_1
"Buatlah laporan biar Elizabeth tertangkap," jawab Bayu.
"Bagaimana dengan Kak Erra?" tanya Lee.
"Buatlah laporan juga secara terpisah," jawab Bayu.
"Jadi aku ikut-ikutan tertangkap begitu. Enggak bisa pa. aku enggak mau." ucap Erra.
"Demi drama yang dimainkan oleh istrimu itu. Jika kamu sudah tertangkap Lee, Greg, Garda dan Jake akan melenyapkan berita ini ke seluruh penjuru dunia," jawab Bayu.
"Setelah itu kita menyerang Candra?" tanya Lee.
"Yupz," jawab Bayu. "Kita akan berjalan sesuai skenario saja. Maaf Ra… salah satu ada yang harus dikorbankan."
"Jika Elizabeth keluar dari penjara?" tanya Andi.
"Itu lebih bagus pa. Aku akan memburunya terlebih dahulu," jawab Lee. "Aku akan melakukannya sore nanti."
"Buatlah drama seepic mungkin. Papa percaya sama kamu. Selesaikanlah kasus ini secara berurutan," ucap Bayu.
"Siapa yang menangani kasus ini pa?" tanya Lee.
"Siapa lagi kalau bukan Aston Susanto," jawab Bayu.
"Apa?" pekik Lee. "Kak Aston!"
"Iya," jawab Bayu.
"Apakah aku tidak salah dengar? Bukannya Kak Aston adalah pengacara yang tersadis dan memecahkan kasus-kasus berat di kalangan sendiri tanah air?' tanya Lee.
"Iya," jawab Andi.
"Aku tidak mau itu. Kak Aston pernah menikah dengan Elizabeth. Bahkan Kak Aston sendiri adalah suami pertamanya," ucap Lee yang mengetahui berita itu.
"Pakailah Pak Tama. Aku yakin Pak Tama mampu melakukannya," usul Erra. "Bukannya Pak Tama adalah pengacara kondang milik enam pilar utama? Selain itu juga Pak Tama adalah pengacara yang paling ditakuti oleh seluruh pengacara karena kekejamannya?"
"Ah… kok aku melupakan Tama Jagakarsa," kesal Bayu yang mengusap wajahnya.
"Aku mau itu," seru Lee.
"Hubungi Tama agar ke mansion sore ini!" perintah Bayu.
__ADS_1