Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 42


__ADS_3

Andi, Feli, Jake dan Greg datang dengan wajah cemberut. Erra yang melihat bapak mertuanya yang cemberut langsung tertawa terbahak-bahak.


''Bro... pesta sudah selesai. Kamu telat datangnya.'' ucap Saga memukul lengan kekar Andi.


''Mengecewakan sekali.'' ucap Andi mendengus kesal dan ingin melempar orang ke Laut Jawa.


''Tapi ada kehebohan yang terjadi. Marvin suka sama putri lu itu.'' Irwan menunjuk Lee.


''Arggh... Tua Bangka sialan... Lu boleh jadi suami Lee. Tapi lu akan tanggung resikonya.'' Jawab Andi tersenyum smirk.


''Papa... Erra tidak akan membiarkan Lee menikah lagi dengan tua Bangka itu!'' Jawab Erra berapi-api.


''Andi... Bagaimana dengan Timo yang ingin meminang Lee?'' tanya Fendi yang sedang memprovokasi Erra.


''Boleh juga...'' jawab Andi tertawa terbahak-bahak melihat wajah Erra yang aneh ketika marah.


''Argh...'' seru Erra menarik Lee pergi menjauh dari mereka.


Setelah anggota White Eragon, Black Dragon dan Red Swan Lake berkumpul. Lee masih kecewa dengan musuh bebuyutan White Eragon. Ada wanita paruh baya yang sedang melihat dari jauh. Ada rasa rindu yang menumpuk di dalam hatinya.


''Lee... Maafkan mama. Mama masih belum bisa bertemu dengan kamu. Hidup kita masih dalam bahaya. Jika benar-benar Marvin, Marvel, Marco, Erick, Seva dan Ignatius dan kedua wanita ular itu belum tertangkap. Mama juga masih mencari Brucce. Mama yakin kakakmu masih hidup dan kalian saling berdekatan satu sama lain. Andi... aku masih sangat mencintai kamu.'' batin Caroline Riu sambil memejamkan matanya lalu menghapus air matanya kemudian pergi meninggalkan mereka.


Kemudian Caroline Riu pergi dengan wajah yang sulit di artikan. Caroline masih belum bisa bertemu dengan Lee. Marvin beserta teman-temannya masih berkeliaran di dunia.


Kekacauan yang terjadi di sini sudah di tangani. Pejabat dan pihak kepolisian sudah yang di suap oleh Seva langsung di tangkap. Seluruh pemerintah dunia sangat lega ketika program tersebut sudah hancur. Mereka sudah tidak khawatir lagi karena rakyat jelata tidak menjadi korban keserakahan manusia. Malam itu juga Lee dan Erra menanda tangani berkas kepemilikan Strada. Seluruh aset Seva di kumpulkan. White Eragon bagian negara Amerika membuka hotline bagi siapa saja yang membeli Abandon Think.


Lee dan Erra bernafas lega karena tidak ada korban berjatuhan setelah ini. Lee dan Erra meninggalkan kantor polisi jam 9 pagi. Erra yang melihat Lee sudah mengantuk tidak tega pulang ke markas. Akhirnya Erra mengajak Lee pergi ke hotel sekitaran kantor polisi.


Selesai check in, mereka langsung menuju ke kamar yang sudah di pesan. Sesampainya di sana mereka akhirnya tertidur dengan damai.


Sedangkan Marvin sudah berada di markas Red Devils pun membanting gelasnya lalu berteriak.


''Argh... Sial hidup gue ketemu sama singa betina. Kenapa gue harus ngomong kalau gue suka sama singa betina?'' seru Marvin yang menggebrak meja.


Tak lama kemudian datang Yoona dengan wajah kesalnya.


''Lha... memang benerkan lu suka sama tuch bocah?'' tanya Yoona langsung mendekati Marvin.


''Kagak... Gue kagak suka sama tuch bocah.'' jawab Marvin semakin geram ketika Yoona menyebut lee dengan sebutan bocah.

__ADS_1


''Akuin aja perasaan lu sesungguhnya. Lu tadi ngomong jujur kan sama singa betina itu. Kalau lu suka.'' ucap Yoona semakin mendesak Marvin.


''Kagak...'' seru Marvin memegang jantungnya semakin berdegup kencang.


''Jantung lu bunyi sampai sini. Itu lu menandakan lu jatuh cinta sama itu bocah.'' ucap Yoona tertawa terbahak-bahak.


Tak lama kemudian datang Dennis yang mendengar pembicaraan Yoona dan Marvin.


''Apa?'' teriak Dennis sambil badannya terhuyung ke depan seakan tidak percaya dengan perasaan cinta Marvin.


''Apa aku enggak salah dengar? Kalau papa suka sama singa betina? Ha...'' Bentak Dennis.


''Ya memang papamu suka sama singa betina.'' Jawab Yoona sambil mengambil rokoknya Marvin dan menyulutnya.


''Pa... Jangan sampai papa menikahinya dan ingin menjadikan istri papa begitu.'' seru Dennis langsung menggebrak meja.


''Ya papa ingin menikahinya.'' Jawab Marvin yang tidak sadar atas kejujurannya hingga senyumnya merekah.


Sedangkan Yoona dan Dennis langsung jatuh pingsan setelah mendengar pernyataan Marvin.


''Emang ada yang salah sama kalian? Harusnya kamu bersyukur mendapatkan ibu baru yang masih muda dan cantik lagi.'' Senyum Marvin merekah.


Erick, Ignatius, Marvel, Marco dan Emilia sedang menyusun rencana ingin menghabisi Lee. Karena Lee adalah tameng 6 pilar dunia.


''Bocah ingusan itu kalau lagi hadir kok jadi menakutkan begini.'' ucap Erick bergidik ngeri.


''Ya lu benar Rick. Gue aja sampai bingung dengan tuch bocah.'' jawab Marco.


''Apa kita harus menghabisinya?'' tanya Ignatius.


''Hmmp... Boleh juga.'' Jawab Marco.


''Tidak semudah yang lu bayangin. Lee licin kaya belut. Apa jangan-jangan Lee dukun ya sampe-sampe rencana kita bisa jadi berantakan?'' tanya Emilia.


''Kalau Lee bener-bener dukun... Hati-hati aja lu bakalan di santet sama tuch bocah.'' ucap Marco bergidik ngeri membayangkan Lee menjadi dukun.


''Bisa-bisa kalian muntah gunting, paku dan yang lebih parahnya lagi muntah palu.'' sahut Emilia menambahkan ceritanya.


''Argh... Sekalian aja muntah batu bata, triplek, semen, kayu, genting.'' jawab Ignatius menambahkan lagi pendapatnya Emilia.

__ADS_1


''Sekalian aja buat rumah. Kalian enggak usah susah-susah membeli bahan baku pembuatan rumah. Kalian hanya perlu bayar biaya tukang.'' tambah Marvel langsung membuat ide konyol.


''Bener juga lu idenya. Kalian cari Lee sampai dapat. Setelah itu suruh Lee menyantet kita.'' ucap Erick semakin semangat untuk mendapatkan Lee.


''Ternyata Lee kalau di lihat dari dekat sangat cantik sekali dan imut. Argh... Aku ingin sekali mendapatkan Lee menjadikan istriku.'' jawab Ignatius membayangkan wajah cantik Lee.


Semua orang yang berada ruangan itu menatap tajam ke arah Ignatius.


''Ya memang benar sih. Wajah Lee sangat menggemaskan.'' ujar Ignatius tersenyum manis.


''Tunggulah aku ya sayang... Aku akan menculikmu dan menjadikan kamu sebagai istriku.'' Bathin Ignatius bersorak.


Sedangkan nasib Aldi. Aldi masih berada di kota Jakarta. Nasib Aldi sangat mengenaskan. Rencana Aldi ingin mencari adik sepupunya di urungkan niatnya. Semua paspor dan dokumen perjalanan ke luar negeri sudah di bekukan oleh Andi selama 6 bulan. Aldi yang mempunyai sosok kejam sekarang menjadi ciut nyalinya. Aldi sendiri membuka kedai di pinggir jalan berjualan Soto Betawi.


Di markas White Eragon di kota New York. Erra dan Lee yang baru datang di sambut dengan lemparan shuriken dari Bayu. Bayu sangat kesal sekali karena kelakuan mereka berdua.


''Kalian...'' seru Bayu menunjuk Lee dan Erra.


Lee dan Erra yang tidak tau apa-apa diam melihat Bayu.


''Ada apa pa? apakah ada masalah?'' tanya Erra yang bingung.


''Hmmp...'' jawab Bayu mengangguk.


Tak selang beberapa lama Sam, Nanda dan Imam datang.


''Ada apa ya?'' tanya Nanda yang melihat Bayu yang sedang mode garang.


''Kalian berdua... Memang benar-benar ya... bulan lalu ada meeting dengan dewan pemegang saham. Di tengah acara kalian kabur.'' seru Bayu yang meledakkan amarahnya seperti gunung Merapi yang meletus hebat.


Jeger......!!!!


''Ayo kita masuk sekarang.'' ucap Sam mengajak Nanda dan Imam masuk ke markas.


Sam mengajak Nanda dan Imam pergi masuk ke dalam markas. Sedangkan Lee dan Erra terdiam.


''Kak Erra gimana ini? Kita kabur saat rapat dewan pemegang saham. Kok papa tau ya?'' ucap Lee teriak dalam hati.


''Koq papa tau dari mana? Kalau kita kabur. Kan kaburnya lihat Helloween United.'' Bathin Erra teriak.

__ADS_1


__ADS_2