Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 64


__ADS_3

Sesampainya di Istanbul Turki, Alicia membuka mata. Memorinya mulai mengingat masa lalu.


"Ini bukan kamarku. Aku berada di mana?" tanya Alicia dalam hati.


Ceklek.


Pintu terbuka lalu menutup lagi. Seorang pria tua yang berusia kurang dari 60 tahun mendekati Alicia.


"Bagaimana tidurmu sayang?" tanya Candra.


Mata Alicia membulat sempurna. Alicia tidak pernah percaya bahwa Candra sudah ada di depannya.


"Candra!!" pekik Alicia.


"Ya ini aku sayang. Kenapa kamu kaget? Seharusnya kamu senang melihat calon suamimu ini," ujar Candra yang tersenyum sinis.


"Aku sangat membencimu," jawab Alicia yang penuh dengan kebencian. "Kenapa kamu hadir lagi dalam hidupku?"


"Karena aku memang sangat merindukanmu. Aku ingin selalu di sisimu. Oh ya.. Bagaimana pernikahanmu dengan Andi? Apakah Andi mencintaimu?" tanya Candra.


Alicia hanya diam dan tak menjawab.


"Aku tau Andi sangat mencintai Tika. Bahkan cintanya sangat dalam sekali kepada Tika. Sedangkan kamu, Andi hanya menyayangimu bahkan kasian kepadamu," ejek Candra.


Alicia hanya diam tanpa harus menoleh. Pandangannya kosong dan mencerna baik-baik perkataan Candra.


"Hanya karena perkataannya singa betina Andi luluh. Andi mau menerimamu," tambah Candra yang tertawa mengejek.


"Tapi mereka memberikanku kehidupan yang sangat layak bahkan menjadikanku sebagai wanita terhormat," ungkap Alicia. "Kenapa kamu menculikku?"


Ceklek.


Para pelayan masuk ke dalam kamar lalu menghidangkan makanan. Setelah selesai, mereka langsung pergi dari ruangan itu.


"Makanlah. Setelah ini aku akan memberikan tugas buatmu," ucap Candra langsung pergi meninggalkan Alicia di kamar.


Candra tidak lupa mengunci kamar Alicia agar tidak kabur.


"Tuan Candra," sapa Gery.

__ADS_1


"Siapkan ruang operasi. Aku akan menanamkan chip di dalam otak Alicia. Lewat chip itu aku bisa mengontrol otak Alicia. Aku ingin Alicia membunuh singa betina. Setelah singa betina kita bisa melumpuhkan 6 pilar utama dunia!!" titah Candra tegas.


Kemudian Gery langsung menuju ruangan bawah tanah untuk menyiapkan meja operasi.


Tak selang beberapa lama, Emilia masuk lalu mendekati Candra.


"Apa rencana selanjutnya?'' tanya Emilia.


"Aku harus menanamkan chip di otak Alicia. Aku akan menjadikan dia sebagai boneka untuk menghabisi singa betina. Aku yakin Alicia bisa melakukan itu. Setelah itu kita bisa menghancurkan Erra dan kawan-kawannya," jawab Candra.


"Lebih cepat lebih baik," ujar Emilia.


"Ya kamu benar. Kita akan membangun chip Abandon Think lagi yang sudah di hancurkan oleh mereka. Aku ingin manusia di bumi ini tunduk sama aku," geram Candra.


"Aku menyetujui keputusan kamu. Apakah Seva sudah di keluarkan?" tanya Emilia.


"Kita kalah kuat oleh Erra. Erra sudah mempunyai bukti kuat dan langsung mengajukan hukuman mati ke pengadilan melalui kuasa hukumnya," jawab Candra.


"Kalau kamu tidak bisa mengeluarkan Seva. Aku yang akan mengeluarkan Seva walau harus menghancurkan penjara khusus," ujar Emilia dengan santai.


"Lakukanlah apa yang kamu mau selagi mampu demi menghancurkan 6 pilar dunia," seru Candra.


Sedangkan Alicia bimbang akan keputusannya. Alicia tidak mungkin melakukan hal yang bodoh. Alicia tau kalau Lee di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya. Jika Alicia melakukannya mereka tidak segan-segan mengulitinya.


"Aku harus bagaimana ini? Aku tidak ingin membunuh Lee. Saat itu Lee yang menolongku dalam keterpurukan," ucap Alicia sedih.


Kemudian Alicia menangis membayangkan nasib buruk ketika membunuh Lee. Alicia dan Emilia mempunyai sifat yang berbeda. Alicia mempunyai hati yang lembut. Berbeda dengan Emilia. Emilia mempunyai jiwa psikopat dan kejam. Emilia seorang pembisnis yang sangat kotor sekali.


Merasa kelaparan Alicia langsung memakan makanan yang sudah di hidangkan oleh pelayan. Alicia tidak mengetahui kalau di dalam makanannya ada obat biusnya dengan dosis tinggi.


Selesai makan Alicia tertidur lagi. Gerry yang melihat pemandangan itu langsung melaporkan ke Candra Malik. Candra langsung melaksanakan operasi penanaman chip.


Di mansion mewah Fendi. Entah kenapa Garda jatuh pingsan. Seluruh pelayan dan para pengawal heboh dan langsung membantu Garda ke kamarnya.


Pak Jang langsung menghubungi Matias dokter pribadi Fendi. Setelah menghubungi Matias, Pak Jang langsung menghubungi Fendi untuk pulang ke mansion. Fendi yang selesai latihan langsung pergi tanpa pamit. Seluruh teman-temannya hanya bengong melihat Fendi yang menghilang.


Di dalam perjalanan Lee merasakan jantungnya berdetak kencang. Lee menyebut nama Brucce berkali-kali hingga mengeluarkan keringat dingin. Kerinduan pada Brucce sangat besar sekali. Bahkan tiap malam, Lee selalu bermimpi bertemu dengan Brucce.


Caroline yang mendengar Lee memanggil nama Brucce langsung meraih tubuh Lee. Caroline langsung memeluk tubuh Lee dan mengusap keringat Lee.

__ADS_1


"Lee memang sering mengigau jika


teringat Brucce. Bahkan tubuhnya sering menggigil hebat. Aku tidak tega melihatnya ma," ucap Erra dengan wajah sendu.


"Ikatan persaudaraan mereka kuat Ra. Sebelum Mama hamil, Brucce sangat menginginkan adik. Brucce selalu berceloteh dan sering membayangkan adiknya itu. Brucce juga meminta Mama untuk membuatkan adik," jawab Caroline sendu.


"Sampai saat ini aku belum menemukan Brucce ma. Maafkan Erra, Sam, Nanda, Imam dan Jake," ucap Erra.


"Kamu udah berusaha keras mencarinya ke sampai ke ujung dunia. Menyeberang 7 lautan yang luas dan tidak bertepi. Mendaki 7 gunung dengan puncak gunung tertinggi di dunia. Bahkan kamu sudah membelah hutan dari yang biasa sampai terseram di bumi ini," ucap Andi yang menghibur Erra.


"Memangnya Kakak Tampanku seorang pendekar ya pa," sahut Lee yang masih dalam pelukan Caroline.


"Bisa jadi. Wajah Erra memang cocok menjadi pendekar yang ulung. Bahkan gaya bertarungnya mirip Yoko di film The Return of Condor Heroes," celetuk Andi.


"Terus siapa yang jadi Bibi Lungnya?" sahut Caroline.


"Siapa lagi kalau bukan puteri kita. Sangat cocok sekali mereka," jawab Andi.


"Ayo Kakak Tampan habis gini kita akan mengembara mencari kak Brucce," seru Lee dengan semangat.


"Lha terus bagaimana dengan program adik bayi kita yang tadi sudah di bicarakan?" tanya Erra.


"Tenang saja. Saat kita mengembara aku masih bisa hamil kok. Kita akan memiliki banyak anak yang di mana mereka akan lahir di tempat yang berbeda-beda," jawab Lee yang kebangetan polosnya.


Andi dan Caroline tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Lee. Mereka tidak menyangka dengan pengakuan Lee yang ingin memiliki anak banyak.


"Memangnya kamu mau punya anak berapa?" tanya Caroline.


"11 belum nanti ada tambahan lagi. Bisa-bisa saya membuat kesebelasan bola," jawab Lee.


"Astaga," seru Caroline.


Erra hanya tertawa terpingkal-pingkal melihat kepolosan Lee.


"Benar kamu mau?" tanya Erra yang tertawa.


Lee yang melihat Erra tertawa langsung ingat dengan ular pitonnya. Wajah Lee langsung memerah malu dan mulai mengeluarkan mode ketakutan. Andi yang melihat Lee ketakutan hanya tersenyum simpul. Andi tau apa yang di pikirannya Lee.


"Jangan-jangan kamu sedang memikirkan ular pitonnya bocah tengil itu," bisik Andi.

__ADS_1


"Papa," rengek Lee lalu menunduk.


__ADS_2