
"Hmmp.... Tidak nyonya... Silakan masuk ke dalam," jawab Feli yang mempersilakan Mama Yi masuk ke dalam.
Mama Yi masuk ke dalam sambil tersenyum sumringah. Mata Mama Yi mencari keberadaan seseorang seperti kebingungan. Setelah itu Feli mendekatinya sambil bertanya, "Nyonya, mau cari siapa?"
"Aku mau cari Angela," jawab Mama Yi.
"Oh... Angela tiba-tiba saja sakit nyonya. Entah sakit apa yang dideritanya. Setelah sarapan Angela muntah-muntah," ucap Feli secara blak-blakan.
"Apa?" pekik Mama Yi yang tiba-tiba saja khawatir.
"Iya nyonya," jawab Feli.
"Di mana Angela sekarang?" tanya Mama Yi yang ingin sekali bertemu dengan Angela.
"Ada di kamarnya," jawab Feli. "Mari saya antar!"
Mama Yi menganggukan kepalanya tanda setuju. Lalu Feli mengajak Mama Yi ke kamar Angela dan membuka pintu.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Sedangkan Angela yang masih terbaring lemas mendengar suara pintu terbuka. Angela memanggil Feli sambil bertanya, "Kamu belum berangkat?"
"Belum Kak," jawab Feli. "Ada yang ingin bertemu."
"Siapa yang ingin bertemu denganku pagi-pagi ini?" tanya Angela. "Apakah kak Nanda?"
Angela secara tidak sadar menyebut nama Nanda di hadapan Feli dan Mama Yi. Angela hanya menggelengkan kepalanya sambil mengelus perutnya, "Tiba-tiba saja aku sangat membenci wajahnya itu. Ah... Aku tidak akan bertemu lagi dengannya."
Tak sengaja Mama Yi mendengar apa kata Angela. Mama Yi menggelengkan kepalanya sambil mengela nafasnya. Kemudian Mama Yi bertanya di dalam hati, tiba-tiba saja kenapa Angela membenci Nanda. Apa salah Nanda kepada gadis itu? Apakah Nanda tidak tampan?"
Feli bergegas mendekati Angela dan menghempaskan bokongnya di tepi ranjang. Lalu Feli memandang wajah Angela sambil menggelengkan kepalanya, "Kakak ngomong apa sih? Sampai-sampai tidak mau bertemu dengan Kak Nanda segala? Memangnya kak Nanda pacar kakak ya?"
"Iya... Tapi aku sekarang membencinya," jawab Angela. "Disisi lain aku merindukannya."
__ADS_1
Gubrak.
Feli bingung apa yang dikatakan oleh Angela. Feli hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Lalu Feli memandang wajah Angela lagi sambil berkata dengan pelan, "Ada yang ingin bertemu dengan kamu."
"Apakah kakak besar?" tanya Angela.
"Tidak," jawab Feli dengan cepat. "Yang ingin bertemu dengan kamu adalah nyonya Yi."
"Coba ulangi sekali, siapa yang ingin bertemu?" tanya Angela yang memasang telinganya.
Feli memutar bola matanya dengan malas. Ingin rasanya Feli menendang sang kakak itu ke mana biar agak lega. Namun niat Feli diurungkan. Feli hanya bisa mendengus kesal dan menjelaskan lagi, "Yang ingin bertemu dengan kakak adalah Nyonya Yi."
"Nyonya Yi?" tanya Angela yang tidak percaya dengan tamunya itu.
"Iya," jawab Feli.
Mata Angela mulai beralih ke wanita paruh baya yang sedang berdiri tegak. Matanya membulat sempurna dan sangat terkejut. Bagaimana tidak Angela bertemu dengan mama kandung Nanda. Tubuh Angela bergetar ketakutan. Sebelum Mama Yi menyapa Angela, Feli meminta izin terlebih dahulu. Karena hari ini akan ada meeting penting bersama Jake. Angela menyuruhnya untuk tidak pergi dari sini. Akan tetapi Feli menolaknya karena harus mendampingi Jake.
"Maaf kak... Aku tidak bisa menemanimu. Aku harus pergi terlebih dahulu karena ada meeting penting di perusahaan," jawab Feli dengan jujur.
Memang pagi ini Aders Corporation Groups International sedang ada meeting penting. Feli harus berangkat lebih awal bersama Jake untuk membahas meeting ktu. Feli memutuskan berdiri dan meninggalkan Angela yang masih mematung dan menatap wajah Mama Yi dengan lembut.
"Selamat pagi nyonya," sapa Angela balik dan memutuskan untuk bangun.
"Apakah kamu lagi sakit?" tanya Yi.
"Tidak nyonya. Aku hanya pusing sedikit. Kemungkinan aku sangat lelah," jawab Angela yang masih merasakan kepalanya pusing.
"Kalau begitu kamu istirahat saja. Biar mama yang merawatmu," jawab Mama Yi yang menawarkan dirinya.
"Tidak nyonya. Aku hanya merepotkan saja," ucap Angela yang ketakutan.
Melihat Angela yang ketakukan Mama Yi tersenyum sambil berkata, "Janganlah kamu takut seperti itu. Mama janji tidak akan memakanmu."
Angela hanya terdiam dan tidak berkata apa-apa. Angela merasakan kalau Mama Yi adalah orang baik. Meskipun begitu Angela masih saja takut. Kemudian Mama Yi mulai membantu Angela untuk duduk di tepi ranjang. Sementara itu Angela menurutinya. Setelah Angela duduk, Mama Yi juga duduk di samping gadis itu.
__ADS_1
"Nyonya... maafkan saya yang sedang kacau," ucap Angela.
"Tak apa," sahut Mama Yi. "Apakah kamu mau sarapan?"
"Tidak nyonya. Saya tidak bernafsu makan," jawab Angela.
"Apakah Mama boleh bertanya?" tanya Mama Yi lagi.
"Silakan ma. Aku akan menjawab sebisanya," jawab Angela dengan sopan.
"Baiklah. Kamu harus menjawab dengan jujur," ucap Mama Yi.
Angela hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Lalu Mama Yi menatap wajah lembut Angela, "Apakah kamu kekasihnya Nanda?"
Jederrrrrrrrr.
Angela mematung dan terdiam. Angela sedang dihadapkan pada pertanyaan yang sulit. Darimana Mama Yi tahu kalau dirinya sedang berpacaran dengan sang putra?
"Darimana nyonya tahu kalau aku berpacaran dengan Kak Nanda?" tanya Angela yang tubuhnya mulai bergetar.
"Masa kamu enggak tahu siapa Papanya Nanda?" tanya Mama Yi dengan bercanda.
Sejenak Angela terdiam dan tersadar siapa itu Joko? Joko adalah mafia yang sadis. Bisa dikatakan Joko memiliki sifat psikopat yang sadis. Bahkan Andi yang bisa dikatakan psikopat sejati ternyata masih kalah.
"Ah... Iya... maaf nyonya," ucap Angela yang menundukkan kepalanya.
"Apa benar kamu kekasihnya Nanda putraku?" tanya Mama Yi lagi.
"Aku akan berkata jujur pada nyonya. Akan tetapi Nyonya jangan marah dan membenci Kak Nanda ya," jawab Angela yang benar-benar ketakutan.
"Aku tidak akan marah sama Nanda. Aku malah senang ketika Nanda memiliki kekasih. Katakanlah padaku, apakah kamu kekasih Nanda?" tanya Mama Yi yang mendesak Angela.
"Ya... Nyonya. Aku memang kekasih Kak Nanda. Hubungan kami sudah berjalan sudah lima tahun. Kami saling mencintai satu sama lain. Tapi kami tidak pernah mempublikasikan hubungan ini ke publik. Bahkan Kakak besar Lee belum tahu kisah cinta kami," jawab Angela yang berkata jujur.
Mama Yi tersenyum manis dan menyambut Angela untuk dijadikan sebagai menantunya itu. Mama Yi tidak pernah pilih-pilih pasangan Nanda untuk dijadikan istri. Bahkan Mama Yi berharap sang putra bisa bahagia.
__ADS_1
Disisi lain Mama Yi dan Joko sering dipusingkan dengan kolega bisnisnya. Mereka berlomba ingin sang putri dijadikan istri Nanda. Namun Nanda menolaknya secara terang-terangan. Setelah mendapat informasi dari Angela, hati Mama Yi lega. Mama Yi akan merestui hubungan mereka. Namun ketika ingin berbicara Angela merasakan mual-mual dan menahannya. Angela meminta izin untuk pergi ke toilet. Lalu Mama Yi mengijinkan Angela yang pergi ke toilet.
Sesampainya di dalam toilet Angela mual-mual lalu muntah. Sementara itu Mama Yi yang mendengar Angela muntah lalu bertanya dalam hati, "Apakah Angela hamil?"