Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 272


__ADS_3

"Ya... Mau bagaimana lagi?" jawab Garda.


"Ide kakak sangat bagus sekali. Aku sangat menyetujuinya," ucap Lee dengan mata berbinar seketika.


Mereka hanya menepuk jidatnya saja. Bagaimana bisa kedua kakak adik ini melakukan hal yang seharusnya tidak terjadi? Namun apa daya kedua adik kakak itu langsung menatap tajam sang ketua dan wakil ketua mafia White Eragon. Ah.... Memang mereka sangat menakutkan.


Bayu langsung menyenggol Andi sambil berbisik, "Mereka sangat mengerikan."


Kedua bersaudara itu langsung tersenyum iblis dan mengacungkan jempolnya. Hingga akhirnya mau tidak mau mereka menyetujuinya.


"Apakah papa sangat menyetujui ide dari kakak Garda?" tanya Lee dengan manis semanis madu.


"Jika papa enggak mengizinkan?" tanya Andi yang hampir menunjukkan sifat ketakutannya.


"Hmmp.... Sepertinya aku akan menyekap papa selama seminggu ke depan," jawab Lee yang membuat Andi nyalinya langsung menciut.


"Aish.... Aku ngidam apa ya selama istriku hamil? Kok anak-anakku sangat mengerikan," ucap Andi yang bergidik ngeri.


Mereka langsung tertawa mendengar pernyataan Andi. Memang mereka adalah anak yang jenius. Sangking jeniusnya mereka mendapatkan ide yang konyol.


"Memang seharusnya kita memberikan pelajaran bagi. Kalau diam saja kemungkinan besar Lee akan dibunuh," ujar Garda.


"Bayangin loh... Candra kehilangan lima belas juta dolar. Menurutku itu kurang. Plis dech... Tambah lagi gitu sampai dua puluh juta atau dua puluh lima juta," kesal Erra yang menahan amarah sedari tadi.


"Apa?" pekik Lee. "Apakah itu tidak kebanyakan?"


"Ah... Sedikit. Kamu tahukan kalau Candra itu bos mafia paling kaya di dunia. Hampir setiap hari Candra menjual obat-obatan terlarang di atas lima kilo. Itu hanya satu jenis. Belum lagi jenis lainnya. Ya... Bisa dikatakan Candra bisa menjual banyak macam obatnya ke penjuru dunia," ucap Jake yang mengetahui hasil kekayaan milik Candra.


"Apakah itu benar?" tanya Lee.


"Ya... Itu benar. Aku pernah menyelidikinya," jawab Jake.


"Ah... Iya juga. Tolong kak Garda seratus juta dolarlah. Kakak tahu yang lima belas jutanya buat membayar sang pembunuh. Sisanya kita sumbangkan buat orang-orang kelaparan di Afrika," usul Lee dengan tersenyum smirk.


"Gila aja seratus juta. Kamu mau membuat masalah dengan Candra?" geram Erra.

__ADS_1


"Kakak... Kalau jahat ya... Lebih baik jangan setengah-setengah. Lanjutkan saja. Lagian seratus juta dolar bagi Candra kecil. Enggak seberapa banyak," jawab Lee yang membuat Erra senam jantung.


"Yang dikatakan oleh Lee benar. Seratus juta enggak banyak. Dia juga tidak akan jatuh miskin. Kecuali kalau kita menemukan tujuh lahan milik Candra dan membakarnya," ujar Greg yang membenarkan apa yang dikatakan oleh Lee.


"Terus kita diburu sama interpol?" tanya Garda.


"Ah... Meskipun canggih otakmu tidak bisa berpikir. Please dech... Berpikirlah secara jenius. Kamu tahu apa yang akan kita lakukan setelah ini. Kita bisa memutarbalikkan fakta," jawab Lee.


"Ah... Baguslah kalau begitu. Kita akan melancarkan aksi dengan cepat," ucap Erra.


"Sebelum melancarkan aksi lebih baik kita makan dulu. Mari kita makan!" ajak Lee.


Malampun tiba. Sebelum melancarkan aksi, Garda mengajak Lee pergi ke ruangan kerjanya sang kakek. Garda mencari kunci di dinding yang sengaja ditempelkan oleh Christian.


Christian memang sering kesini ketika berlibur. Memang Christian sering menghabiskan waktu untuk mengingat masa kecilnya dulu. Namun Christian tidak pernah tahu soal berkas-berkas tentang keluarganya perang dingin sama keluarga Candra.


Setelah menemukan sebuah kunci yang tertempel di ujung lorong, Garda mengambilnya. Garda segera mendekati Lee dan membuka pintu itu. Mereka akhirnya masuk dan melihat sebuah ruangan yang indah. Ruangan kerja milik kakek sangat luas seluas lapangan bola. Banyak buku-buku tertata rapi di sana dan mencerminkan kerapihan luar biasa.


Warna cat ruangan didominasi biru muda. Biru muda adalah warna yang dimana melambangkan kedamaian. Entah kenapa Lee sangat menyukai tempat ini. Lee merasakan kalau sang kakek orangnya penyayang. Namun sang kakek memiliki watak yang cukup keras saat mendidik anak-anaknya.


"Kak," panggil Lee.


"Apa?" tanya Garda yang sedang mencari pintu rahasia.


"Kakak tahu enggak ini siapa?" tanya Lee yang mendekati Garda sambil memperlihatkan foto yang telah usang itu.


Garda pun menghentikan aksinya sambil menatap foto itu. Garda menggelengkan kepalanya sambil mengedikkan bahunya, "Aku tidak tahu."


"Kenapa senyumnya mirip sama aku ya? Tapi kalau dilihat dia mirip sekali sama nenek," ucap Lee.


"Nenek?" tanya Garda. "Apakah kamu ingat nenek?"


"Ya... Aku ingat wajah nenek yang lembut itu," jawab Lee dengan menahan air matanya. "Aku rindu pada nenek kak."


Garda menarik tubuh mungil sang adik dan mengelusnya. Mereka terdiam dan menangis bersama. Entah kenapa mereka teringat akan masa kecil bersama sang nenek.

__ADS_1


Di ambang pintu Andi hanya diam dan menyasikkan kedua anaknya yang sedang melepas rindu pada sang nenek. Andi meneteskan air matanya dan mendekati mereka. Lalu Andi memeluk mereka.


Selama ini Andi sengaja memendam sebuah rahasia. Yang dimana rahasia itu hanya diketahui olehnya dan juga sang kakak. Andi mulai menangis dalam diam. Ya Andi seorang wakil ketua mafia dan memiliki jiwa psikopat sedang menangis.


Jujur saja apa yang dikatakan oleh benar apa adanya. Sang mommy adalah wanita lembut tapi bar-bar. Di dalam kebar-barannya itu sang mommy sangat mencintai keluarga kecilnya.


Sepuluh menit telah berlalu Andi melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. Malam ini Andi puas menangis. Ia lalu menatap kedua anaknya sambil tersenyum.


"Jangan bukan sama mama kamu jika papa menangis," ucap Andi yang mengeluarkan suara parau.


"Kenapa pa?" tanya Garda.


"Soalnya mamamu itu sangat benci ketika melihat sang papa menangis. Mama lebih menyukai dan melihat papa tersenyum," jawab Andi.


Ternyata selama ini mereka baru mengetahui kalau sang papa memiliki rahasia. Mereka menemukan sebuah fakta kalau sang papa adalah pria cengeng. Sangking cengengnya Caroline selalu berusaha menghiburnya. Bahkan Caroline tidak pernah patah semangat ketika sang suami tidak tersenyum sama sekali. Ia akan memiliki banyak cara agar Andi tersenyum manis. Meskipun begitu Andi adalah papa yang menyenangkan dan sangat menyayangi anak-anaknya.


"Pa," panggil Lee dengan lembut.


"Ada apa?" tanya Andi dengan menyungginkan senyumnya yang manis.


Melihat Andi yang tersenyum, Lee pun berteriak, "Papa!"


Andi mengerutkan keningnya sambil tersenyum lucu, "Kenapa?"


"Aish... Papa... Papa tahu enggak? Kalau senyum papa itu mengandung luka," jawab Lee yang membuat Garda terkesiap.


"Maksudnya apa?" tanya Andi.


"Jika papa tersenyum seperti itu kasihan para perempuan yang jatuh cinta. Akhirnya mereka mengejar papa dan bilang i love you bagaimana pa? Lalu papa akan membalasnya dengan kata-kata menyakitkan yaitu maaf saya pria beristri. Kan kasian mereka akan patah hati berjamaah," jawab Lee yang memberikan sebuah fakta.


"Benarkah itu Lee?" tanya Garda yang benar-benar terkejut.


"Ya... Itu benar kak. Ada satu majalah kalau papa dinobatkan sebagai pria tertampan sepanjang masa," jawab Lee.


"Apa?" pekik Garda.

__ADS_1


__ADS_2