
“Ya kamu bisa mendapatkannya. Asalkan kita kerjasama dengan baik,” jawab Thiagio.
“Kalau begitu baiklah. Kita akan bekerja sama hari ini,” ucap Lee yang menandakan bahwa akan ada kerjasama besar.
Setelah terjadi pembicaraan khusus antara tawanan, Lee meminta mereka kembali ke ruangan bawah tanah. Lee meminta para pengawal agar memperlakukan mereka dengan baik. Pengawal itu pun menurut dan segera meninggalkan Lee.
Melihat kepergian mereka, Lee menghembuskan nafasnya dan melihat para kakaknya untuk meminta maaf. Mereka tersenyum dan tidak keberatan dengan keputusan Lee. Mereka akan membiarkan adik kecilnya berkembang dalam mengemban tugas.
“Aku tidak marah sama kamu,” ucap Garda.
“Kamu sudah mengambil keputusan yang tepat. Untung saja mereka mau untuk bekerja sama. Jika membunuhnya maka kita tidak dapat apa-apa,” jelas Erra.
“Bagaimana dengan para papa?” tanya Lee.
“Mereka tidak ada masalah sedikit pun asalkan mereka mau cerita apa rencanamu ke depan. Bagaimana kalau adik kecil kita menjadi seorang ketua mafia? Dan aku akan menjadi anggota mafianya saja,” usul Garda.
“Terserah kalian,” balas Erra yang pusing dengan permintaan Garda.
“Kalau begitu selalu akan diterima,” celetuk Sam.
“Jam keberangkatan terjadi malam hari. Bagaimana kalau aku tidur terlebih dahulu. Aku sungguh sangat-sangat lelah sekali hari ini,” pamit Lee.
“Aku pun juga,” pamit Erra.
“Dasar bucin! Kebiasaan banget mencari perhatian,” geram Garda.
Setelah kepergian Erra dan Lee, mereka memutuskan untuk bubar. Mereka ingin meluangkan waktunya untuk beristirahat terlebih dahulu. Para papa sudah bersiap-siap dan bersantai di halaman belakang. Mereka sangat menikmati keindahan alam yang sudah mulai bertumpuk salju. Mereka teringat pada masa kecilnya dahulu. Setiap mereka kumpul, mereka akan membentuk bola-bola salju dan saling melemparkan satu sama lain. Akan tetapi mereka tidak melakukannya. Mereka saling mengobrol dan mengumpat ketika berkumpul seperti biasa.
Istanbul Turki.
Setelah kepergian Candra, Adam merasakan hidupnya terasa hampa. Ia teringat akan janjinya dahulu. Sedari dulu Adam sangat menginginkan Candra meninggal. Ia ingin sekali menguasai bumi ini tanpa sang kakak. Ketika kakaknya meninggal, Adam merasakan rasa sesak di dada. Jujur ia sangat kehilangan sekali dengan sosok kakak.
Beberapa saat kemudian datang Gerry dengan membawa berita. Ia segera menemui Adam lalu melihat para pengawal berada di depan kamar.
“Mengapa kalian di sini?” tanya Gerry.
“Maaf, kami disuruh para dokter untuk menjaga Tuan Adam. Pada dokter mengatakan kalau Tuan Adam sangat syok kehilangan kakaknya. Jika kami meninggalkan Tuan Adam, kemungkinan besar tuan akan melakukan bunuh diri,” jawab salah satu pengawal itu.
“Kalau begitu baiklah. Segera bukakan pintu,” suruh Gerry.
“Baik tuan,” pada salah satu pengawal sambil memegang daun pintu dan membukanya. “silakan masuk tuan.”
Garis segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Adam. Pria bertubuh tambun itu melihat Adam sangat lemah sekali. Sebelum berbicara Gerry membungkukkan badannya sambil memberi hormat, “Selamat pagi Tuan Adam.”
__ADS_1
Adam yang memegang buku diary Chandra segera mengangkat wajahnya. Pria itu langsung menatap Gerry sambil bertanya, “Ada apa kau ke sini?”
“Maaf Tuan. Ada berita penting yang harus saya sampaikan kepada anda,” jawab Gerry sambil membungkuk ketakutan.
“Ada apa?” tanya Adam serius.
“Nicky dan Thiagio sudah tertangkap oleh singa betina. Feeling ku mengatakan kalau mereka akan membocorkan rahasia kita ke singa betina,” jawab Gerry.
“Sial!” bentak Adam. “Kenapa bisa tertangkap?”
“Entahlah tuan,” jawab Gerry yang tidak tahu jawabannya. “Oh iya tuan saya mau menyampaikan berita baru lagi.”
“Ada apa!” bentak Adam.
“Pabrik dan lahan milik Tuan Candra yang berada di pinggiran kota New York terbakar hebat. Saya sudah menafsirkan kerugian pabrik tersebut. Kurang lebih kita kehilangan seperempat aset milik Tuan Candra,” jelas Gerry.
“Bagaimana bisa pabrik dan lahan punya kakakku terbakar? Sementara kita tahu tempat itu memiliki pengamanan super ketat. Orang biasa maupun aparat tidak akan bisa masuk!” geram Adam.
“Saya tidak bisa mengeceknya tuan. Seluruh CCTV sudah rusak,” jawab Gerry.
“Pasti ada sabotase di sana. Jika tidak, kenapa gedung itu bisa terbakar?” tanya Adam. “Segera cari jawabannya. Aku berikan waktu dua kali dua puluh empat jam!” perintah Adam.
“Saya akan membentuk tim untuk mencari suatu kebenaran,” ucap Gerry.
“Oh ya.. habis sih semua keluarganya Nicky dan Thiagio!” perintah Adam sekali lagi.
Melihat kepergian Gerry, Adam merasakan ada sesuatu yang janggal pada kasus lahan kebakaran milik sang kakak. Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah tersambung Adam meminta orang itu untuk memburu singa betina. Tanpa sadar ponselnya sudah dilacak oleh singa betina itu sendiri. Entah kenapa sepertinya Adam tidak akan pernah lepas dari jeratan singa betina. Ditambah lagi dengan singa jantan yang diam-diam menghanyutkan. Jika mereka bersatu maka kekuatan semakin bertambah. Bisa jadi Adam menderita selamanya.
New York City.
Ketika berbaring Lee mendengar ponselnya berdering. Ia segera meraih benda pipi itu di atas nakas. Wanita bertubuh mungil itu melihat nama yang tertera di layar ponsel tersebut. Ia tersenyum kegirangan dan mengangkat ponsel tersebut. Tiba-tiba saja Lee mendengar percakapan antara Adam dan seseorang.
Isi percakapan itu.
“Tuan frogman... Saya memiliki tugas khusus untuk anda,” ucap Adam.
“Tugas apa itu Tuan?” tanya seseorang yang berada di sana.
“Bisakah kamu membunuh singa betina dari jarak jauh?” tanya Adam serius.
“Berapa bayaran yang anda kirimkan buat saya?” tanyanya.
“Dua puluh juta dolar,” jawab Adam.
“kalau begitu saya akan melaksanakannya,” ucapnya. “Lebih baik Anda mengirimkan lima belas persen buat uang muka. Setelah berhasil maka anda bisa mengirimkan sisanya kepada saya. Jika tidak Anda tidak akan pernah bisa mendapatkan kepala singa betina itu.”
__ADS_1
“Okelah... Saya akan mengirimkan uang muka lima belas persen terlebih dahulu,” ujar Adam. “setelah kamu selesai membunuhnya maka hubungi saya lagi. Saya akan memberikan sisanya.”
“Siap tuan,” balas seseorang.
Sambungan terputus.
Lee hanya terdiam sejenak sambil tersenyum lucu. Ia segera mencari keberadaan seseorang yang dimaksud oleh Adam. Wanita itu berlari-lari kecil dan melihat seseorang yang dimaksud Adam sedang duduk bersama sang suami.
“Tuan katak,” panggil Lee yang membuat Nanda matanya membulat sempurna.
“Ada apa singa betina?” tanya Nanda.
“Apakah kakak akan membunuhku?” tanya Lee.
Nanda langsung tertawa terbahak-bahak. Dirinya sangat lucu ketika melihat yang tidak takut sama sekali. Ia segera mendekati sang adik kecilnya itu dan merangkulnya.
“Sepertinya kamu sudah tahu ya?” tanya Nanda.
“Iya saya sudah tahu. Kakak baru saja ditelepon sama Adam ya?” tanya Lee.
“Aku harus bagaimana ya? Sementara aku adalah seorang sniper yang cukup terkenal di dunia bawah tanah. Rasanya aku ingin menangis saja mendapat tugas seperti itu. Bukannya aku pengen menangis tapi malah tertawa. Mana ada sang kakak membunuh adiknya sendiri hanya demi uang? Sepertinya aku akan membunuh Adam saat ini juga,” ucap Nanda.
“Kenapa kakak tadi mengangkat teleponnya? Kenapa juga ada tahu nomor telepon Kakak? Aku kan jadi bingung,” tanya Lee yang kebingungan.
“Jangan bingung seperti itu. Aku memang sengaja menaruh nomor teleponku di website pribadiku. Bila ada yang ingin mengontakku untuk membunuh seseorang, Aku berangkat. Tapi sebentar lagi aku akan pensiun dari dunia pembunuhan ini. Karena sebentar lagi aku memiliki seorang baby yang lucu dari gadis yang kucintai,” ucap Nanda yang blak-blakan.
“Lalu, Apakah kakak akan melakukannya?” tanya Lee.
“Tidak akan pernah aku membunuh seseorang. Jika aku membunuh seseorang apalagi adikku sendiri maka hatiku akan bersedih,” jawab Nanda dengan suara lemah.
“Kemarilah semua! Jangan berjauhan dariku!” seru Erra.
“Sepertinya Kakak tampan sedang cemburu?” tanya Lee.
“Sepertinya tidak. Kakak tampanmu sedang bingung. Ketika aku terima telepon Kakak tampanmu mendengarnya. Ia ingin membunuh Adam hari ini juga. Suami mana tidak akan membiarkan istrinya terbunuh dengan cara konyol seperti itu? Menurutku tidak ada. Malahan suami kamu itu menjadi solusi agar pekerjaanku beres dan mengirimkan kepala kamu ke Adam,” jawab Nanda yang menjelaskan duduk permasalahannya.
“Apakah Adam tidak tahu kalau Tuan katak adalah kakak?” tanya Lee.
“Aku tidak pernah mencantumkan nama lahirku di website. Kamu tahu kalau aku mencantumkan di sana, aku dalam bahaya besar. Semua orang bisa memburu aku seperti kamu. Kamu tahu rasanya jadi orang diburu seperti hewan?” tanya Nanda.
“Jujur Kak, rasanya tidak enak. Di mana-mana aku sangat ketakutan sekali karena tidak bisa merasakan hidup nyaman. Selain itu juga setiap aku keluar mansion atau markas selalu ada saja yang mengincarku,” jelas Lee yang merasakan hidup tidak aman dan tentram.
“Lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah ini?” tanya Nanda.
“Kemungkinan besar aku mencari sang pelaku utama dan menghabisinya. Jujur saja tanganku sudah gatal untuk membakar markas lagi,” jawab Lee serius.
__ADS_1
“Sudah berapa lama kita tidak membakar markas para mafia?” tanya Nanda sambil tersenyum kepada Lee.