Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 29


__ADS_3

''Jadi selama ini Imam sudah tak perjaka lagi.'' Nanda hanya menggelengkan kepalanya.


Sementara di Prata's Grup. Aldi kedatangan seorang pria yang bernama Dennis. Ya, Dennis adalah teman baik Aldi. Dennis adalah CEO dari perusahaan Tripers Grup yang bekerja di bidang properti. Dan Dennis adalah ketua mafia Black Roses yang bekerja di bidang narkotika dan penjualan organ tubuh manusia. Interpol bekerja sama dengan White Eragon untuk memburu Black Roses. White Eragon sendiri menurunkan tim khusus yang baru di bangun oleh Bayu yang di ketuai oleh Lee sendiri yang saat itu masih berusia 17 tahun. Dennis yang sangat licin seperti belut suka berkamuflase dan suka berpindah-pindah tempat. Sangking licinnya, White Eragon meminta bantuan pada Erra untuk turun tangan. Hanya waktu 3 bulan Dennis sudah tertangkap dan kasusnya di limpahkan ke mahkamah internasional. Penjualan organ manusia secara ilegal langsung di tutup. Dan Tripers pun hancur karena melakukan banyak kecurangan. Banyak karyawan-karyawan di sana tidak di bayar. Dennis bisa keluar dari penjara yang terkejam di dunia dengan bantuan ayahnya sendiri yaitu Marvin. Marvin sendiri ketua mafia red Devils yang menjadi musuh bebuyutannya White Eragon.


''Bersiap-siaplah Erra lu akan jadi miskin.'' tawa Aldi menggelegar.


Sementara itu Rita sang sekretaris genit masuk tanpa mengetuk pintu.


''Pak.'' seru Rita.


Di saat tertawa, Aldi mendengar Rita memanggil.


''Apa?'' bentak Aldi.


''Pak di luar ada pak Dennis dari perusahaan Trilidar ingin ketemu bapak.'' Rita memasang wajah datar.


''Dennis. Suruh masuk.'' Aldi mencoba mengingat Dennis.


Setelah itu Rita keluar dan menyuruh Dennis masuk.


''Di...'' Dennis melihat Aldi.


Seketika Aldi mengangkat kepalanya lalu melihat Dennis.


''Den.. lu Dennis kan.'' Aldi beranjak dari kursi kebesarannya itu mendekati Dennis.


''Ya... ini gue di.. Lu masih ingat gue kan.'' Tanya Dennis sambil mengingatkan Aldi.


''Ingat lah. Duduk dulu. Biar Lebih enak ngobrolnya.'' Aldi mempersilahkan Dennis duduk.


Sementara itu Aldi mempersilahkan Dennis duduk dan Rita membawa kopi 2 cangkir buat Aldi dan Dennis.


''Lu ada apa kesini?'' tanya Aldi menyelidik.


''Denger-denger dari paman Marvin. Lu mau nyerang pertahanannya Asco.'' jawab Dennis


''Lu kenal sama om Marvin?'' tanya Aldi.


''Kenal tua Bangka itu adalah bokap gue.'' Dennis berbicara jujur.


''Ada apa lu tiba-tiba kesini cuma nanya gitu doank?'' tanya Aldi.


''Gue mau kerjasama bareng lu.'' jawab Dennis.


''Kerja sama apa Den?'' tanya Aldi.


''Malam ini lu harus menghancurkan sistem keamanan jaringan Asco. Dan gue akan menyerang Black Dragon secara langsung.'' jawab Dennis blak-blakan.


''Den... Kayaknya lu punya dendam kesumat sama Erra?'' tanya Aldi mendalam.


''Gue pengen ngancurin Erra malam ini. Gue ingin Erra berlutut di kaki gue. Gara-gara Erra sialan itu. Bisnis penjualan organ tubuh manusia di sikat habis oleh interpol.'' jawab Dennis berapi-api.


''Ok gue setuju. Gue juga malas nunggu lama-lama.'' Aldi pun menjadi semangat.

__ADS_1


Kemudian mereka mencapai kesepakatan. Mereka segera menyusun strategi. Aldi langsung mengkoordinasi dengan Ferguso untuk bersiap-siap menghancurkan sistem keamanan jaringan Asco. Setelah di lumpuhkan, barulah Dennis menghajar Black Dragon.


Di markas Black Dragon. Di saat mereka berkumpul. Lee yang sedang menyusun shuriken merasakan perasaan yang tidak enak. Lee sangat gelisah sekali.


''Istriku, Kamu kenapa? Sepertinya kamu tidak nyaman di sini?'' tanya Erra.


''Hmmp... Suamiku... Panggil semua anak buah kamu.'' titah Lee dingin.


''Baiklah kalau itu mau kamu.'' jawab Erra sambil mengambil ponselnya dan menghubungi Garda.


Pada waktu itu, Garda sedang bercanda dengan Feli dikejutkan ponselnya berdering. Garda langsung mengangkat ponselnya.


''Hallo bos?''


''Segera kumpulkan seluruh anak buah kita di aula.''


''Siap bos.''


Tut.


Telepon terputus.


Kemudian Garda langsung mengumpulkan seluruh anak buahnya di aula. Setelah terkumpul, Lee dan Erra masih berdebat.


''Kamu kenapa sih?'' tanya Erra.


''Aku gak apa-apa.'' jawab Lee.


''Terus kenapa kamu ngumpulin orang seperti ini?'' tanya Erra yang menyelidik.


''Dengerin atau aku akan melempar kamu ke Gurun Gobi.'' Lee memandang Erra dengan penuh aura permusuhan.


''Turuti apa mau bini lu Ra.'' Sam menepuk bahu Erra.


''Baiklah aku mengalah.'' jawab Erra.


Seketika Lee melihat Angela dengan aura dingin. Angela pun merasakan aura yang mematikan langsung diam.


''Angela... Hubungi Reno untuk menyiapkan pasukan inti 4 untuk bersiap-siap ke markas Black Dragon malam ini.'' titah Lee.


''Siap kakak besar.'' Angela membungkuk hormat ke Lee.


Kemudian Angela mundur beberapa langkah untuk menghubungi tim 4.


''Baiklah... Hari ini aku akan ambil alih sementara. Malam ini persiapkan diri kalian. Jangan sampai lengah sedikitpun. Kita akan kedatangan tamu dan harus di sambut dengan baik. Kalian mengerti.'' titah Lee.


''Baik kakak besar.'' jawab serempak.


''Jake Anderson dan Felishia Dimitri pergilah ke Asco malam ini. Aku akan meminta ketua White Eragon mengirim pasukan Eternal untuk berjaga di Asco.'' Lee menyuruh Jake dan Feli pergi.


''Ananda Setiawan. Kamu tau apa yang harus kamu lakukan? Maka lakukanlah tugasmu.'' Lee menatap Nanda.


Di saat terdesak begini, Nanda sering mendapat tugas menjadi seorang yang mudah berkamuflase. Nanda dengan mudahnya masuk ke dalam pertahanan musuh. Nanda pun langsung mengetahui pergerakan musuh dalam waktu singkat.

__ADS_1


''Imam Ali Pradipta. Kamu tugasnya melihat pergerakan musuh.'' titah Lee.


Imam tugasnya hampir sama dengan Nanda. Ada perbedaan sedikit yaitu Imam akan berjaga-jaga di ruangan CCTV. Imam akan melihat langsung kapan musuh akan datang. Jika sudah datang, Imam bersiap-siap lalu memberikan kode pertempuran akan di mulai.


''Samuel Hardiansyah Tristan. Segera cari tau siapa Black Roses.'' Lee melihat Sam dengan tegas.


''Dan kamu Erra Drajat. Aku sudah buat strategi. Sebentar lagi aku akan mengirimkan strategi itu ke email kamu. Dan tugasnya kamu membagi anak buah Black Dragon. Pastikan semuanya tidak ada yang terluka sedikitpun.'' titah Lee.


''Baik kakak besar.'' jawab Erra.


''Suci dan Indah kamu pergilah ke markas utama white eragon. Siapkan semua peralatan yang seperti biasanya. Aku minta lebih. Aku akan menghancurkan Prata's Grup dan mansion Aldi malam ini.'' Dengan semangatnya Lee menggebrak meja.


Malam ini Lee tidak jadi pergi ke negara A. Lee sudah mengcancel semua jadwalnya untuk menghancurkan Strada untuk sementara. Setelah bangun tidur, Ponsel Lee memberikan informasi dari anak buahnya sebentar lagi ada penyerangan besar-besaran terhadap Black Dragon dan Asco akan di lumpuhkan. Lee memang sengaja menaruh 1 anak buah pasukan khusus yang pandai menyelinap dalam segala hal di Prata's Grup. Segala informasi yang di dapatkan dengan mudah dan akurat.


''Bubarlah kalian semua.'' Lee pergi melangkahkan kakinya ke luar aula.


Lee bersiap-siap melihat sekeliling bangunan megah itu. Lee mendapatkan ide untuk membuat strateginya sendiri.


''Siapa Black Roses itu? Koq kenapa dia ingin mengajukan kerjasama bareng Aldi.'' Lee mengingat tentang Black Roses.


Seketika Lee mengingat siapa black Roses.


''Argh.... Dennis brengsek.'' teriak Lee frustasi.


Tak selang berapa lama, Sam yang mencari informasi tentang Black Roses di laptopnya kaget karena mendengar teriakan Lee. Sam pun menoleh.


''Lee... Ada apa?'' Sam menghentikan mencari Informasi tentang Black Roses.


''Aku ingat sekarang paman.'' Jawab Lee.


''Black Roses.'' Sam menatap Lee.


''Kasus pertama yang di kasih oleh paman Bayu untuk menangkap Dennis.'' Lee duduk di samping Sam.


''Setelah lulus tes militer, papa Bayu memberikan tugas itu kepada aku. Dan aku sempat frustasi karena Dennis sangat licik sekali. Akhirnya tertangkap saat aku berkolaborasi dengan Mr. R.'' Lee pun menjelaskan tentang kasus pertamanya.


Sam pun akhirnya mengerti apa yang di bicarakan oleh Lee. Sam mengingat tentang Dennis.


''Ya aku juga baru ingat. Dennis kan ketangkap oleh kamu dan MR. R kemudian kalian berdua menyerahkan ke interpol dan kasusnya masuk ke mahkamah internasional.'' Sam mengingatnya kembali.


''Ya paman. Bukannya si Dennis itu di hukum seumur hidup dan di penjara di pulau X di negara A. Yang jadi pertanyaan kita. Dennis bisa kabur ya. Padahal pulau X itu jarang di jamah oleh manusia dan di sana hidup beribu orang dengan kejahatan yang sadis.'' Lee menjelaskan terperinci tentang penjara itu.


''Kamu benar. Pasti ada orang yang mengeluarkan. Kita akan cari tau setelah ini.'' jawab Sam.


''Susah payah menangkap eh... ujung-ujungnya terlepas.'' Lee pun merasa dongkol.


''Kamu tau dari mana info black Roses akan menyerang?'' tanya Sam.


''Dari si Arinda. Gadis polos yang menjadi mata-mata di Prata's Grup. Arin sendiri bekerja di sana menjadi Office Girls yang tugasnya bersih-bersih dan buat kopi di lantai yang sama dengan Aldi.'' Lee tersenyum manis.


''Astaga... Arin... Enggak mungkin kan si Arin bersembunyi?'' Sam tidak bisa membayangkan wajah ayu Arin menjadi office girls.


''Enggaklah. Aku sudah menyiapkan alat cctv yang kecil kaya semut. Dan itu ciptaannya papa sendiri. Hanya suara yang aku dapatkan. Setiap ada percakapan mesti masuk kedalam emailku Paman.'' Lee mengambil minum Sam dan meminumnya.

__ADS_1


''Enggak salah kamu menjadi pasukan khusus tim White Eragon.'' Sam tersenyum puas.


__ADS_2