
Ting.
Pintu lift terbuka. Mereka langsung keluar dari sana dan menuju ke ruangan Andi. Di sana Bayu ingin tahu tentang kasus itu.
Sebenarnya Bayu ke sini ingin membicarakan pembangunan sebuah hotel di Bali. Namun niatnya itu diurungkan. Karena Garda dan Andi sedang tertimpa masalah.
Garda akhirnya menceritakan masalah itu. Lalu Bayu paham dan membantu kasus ini berjalan. Begitu juga dengan sang adik. Meskipun Lee sedang mengandung. Akan tetapi Lee masih peduli dengan perusahaannya itu.
Setelah selesai Lee akhirnya fokus pada pekerjaannya. Tidak sampai sore, Lee akhirnya menemukan masalah yang membuat divisi pemasaran itu tidak berani melaporkan.
"Jadi begini Kak masalahnya. Mereka itu sudah membuat laporan bulanan. Ketika ingin melaporkan kepada kakak maupun papa. Mereka itu ada yang mengancam. Jangan sampai laporan itu masuk ke dalam meja kakak. Yang jadi pertanyaannya adalah siapa yang membuat mereka menjadi takut seperti itu?" ucap Lee yang tiba-tiba saja mengeluarkan suaranya.
"Terus?" tanya Garda.
"Semua server yang aku pegang di perusahaan ini bisa dilacak dengan cepat. Sekalinya melacak langsung mendapatkan informasi bertubi-tubi. Contohnya saja laporan bulanan penjualan seratus lebih apartemen. Meskipun mereka menghapusnya, laporan itu akan tetap masuk ke dalam server-ku. Jadi otomatis aku bisa melihat pekerjaan mereka dari sini," jawab Lee yang membuat Garda sadar atas kecerdasan sang adik.
"Banyak lho seratus lebih," sahut Andi.
"Memang banyak pa. Jadi kita harus melacaknya lebih dalam," ucap Lee.
"Coba kamu cek aliran dana di manajer keuangan. Pasti ada tuh uang masuk maupun keluar," saran Bayu yang menatap Lee.
"Ada. Aku belum sempat mengecek di sana. Sebentar... Aku cek terlebih dahulu," sahut Lee.
"Ini kasusnya sama seperti SW Groups. Aku sudah mengeceknya tapi mereka belum meminta bantuan," ucap Bayu.
"Kak Nanda meminta Kak Erra membantunya. Ditambah lagi Kak Nanda ingin belajar bisnis dari Kak Erra," ujar Lee yang masih fokus dalam pekerjaannya itu.
"Apakah ini adalah jaringan?" tanya Andi.
"Aku nggak tahu pa. Kalau jaringan..
__ADS_1
Jaringan apa? Nggak mungkin jaringan mafia. Justru kalau mafia itu mengenal White Eragon akan takut dan tidak berani mengusik enam pilar utama," jawab Lee.
"Lalu mereka jaringan apa?" tanya Bayu.
"Tenanglah pa. Jangan terburu-buru seperti itu. Papa tahu sendiri kalau terburu-buru rasanya tidak enak," jawab Lee sambil menghibur Bayu.
"Ini pasti tergabung dalam jaringan. Nggak mungkin kalau mereka diancam oleh seseorang agar tidak melaporkan bulanan seperti itu," sahut Garda sambil menganalisis keadaan.
Tiba-tiba saja Lee terkejut dan sambil terdiam. Ternyata penjualan apartemen selama empat bulan, sudah digelembungkan oleh seorang wanita yang bernama Ambar.
"Rasanya ini tidak mungkin. Uang itu masuk dalam rekeningnya Ambar. Meskipun dihapus pun aku masih bisa melacaknya. Dia sangat mahir sekali untuk mengambil uang tersebut," jelas Lee sambil tersenyum sumringah.
"Makanya hari ini tadi bilang kalau Ambar membeli mobil mewah. Sekarang sudah terbukti apa yang dikatakan oleh Arini," celetuk Garda.
"Mobil mewah? Ya di sini ada pembelian sebuah mobil mewah. Mobil itu memang bisa dikatakan limited edition," ujar Lee.
"Memangnya mobil apa?" tanya Andi.
"Nggak usah kerja. Kamu minta sama Erra pun dibelikan. Kalau Erra nggak mau membelikan. Lapor sama papa," sahut Bayu.
"Hadeh... Mobilku yang dari Kak Sam saja sudah keren. Bisa dibuat balapan lagi," kesal Lee yang serius melihat layar laptopnya itu.
Semua orang di sana tergelak tawanya. Bisa-bisanya Lee menolak barang mewah dari keluarga Drajat. Banyak wanita yang ingin mendapatkan barang mewah dari keluarga Drajat itu. Namun Lee menolaknya secara halus dan membuat Bayu bangga.
Meskipun dirinya miskin Lee tidak pernah meminta yang aneh-aneh. Karena prinsip hidupnya membuat sederhana. Di dalam kesederhanaannya itu menyimpan sejuta pesona.
"Hanya kamu saja yang berani menolak hadiah dariku. Banyak sekali lho orang-orang yang ingin mendapatkan hadiah dariku," celetuk Bayu.
"Nggak perlu barang mahal. Aku hanya ingin mempunyai barang murah tapi bisa berguna. Nanti aku minta mobil yang bisa dipakai untuk acara keluarga," pinta Lee.
"Memangnya kamu minta mobil apa?" tanya Andi yang penasaran dengan jawaban Lee.
__ADS_1
"Nanti aku cari. Sambil mengisi waktu senggang aku," jawab Lee.
Jujur saja Lee akan meminta mobil mewah. Karena mobil itu akan dipakai untuk anak-anaknya. Apakah Erra akan setuju bila membeli mobil dengan harga mahal?
Pasti setuju. Kalau tidak setuju, Bayu yang akan turun tangan dan memarahinya. Sebab mobil itu sangat berguna sekali untuk keluarganya.
Selesai mendapatkan jawaban Lee menatap wajah Andi. Ternyata Ambar adalah masuk ke dalam jaringan tertentu. Bisa dikatakan mereka bukan mafia maupun gangster. Makanya Ambar sangat berani sekali melakukan pencurian uang.
"Papa jangan kaget dan berteriak. Lee ingin bilang sesuatu. Kalau enam pilar utama terjangkit virus yang mematikan," kata Lee dengan tegas.
"Bagaimana bisa? Coba kamu sebutkan apa maksudmu itu?" Tanya Bayu yang serius sekali mendengarkan perkataan Lee.
"Yang dikatakan bapak Andi adalah benar. Mereka termasuk jaringan yang mematikan. Mereka sengaja menggerogoti uang perusahaan ternama. Tapi mereka tidak bekerja di negara ini. Mereka bekerja di negara-negara Eropa. Bisa dipastikan mereka baru masuk berapa bulan terakhir. Mereka sedang mengincar enam pilar utama. Dikarenakan enam pilar utama sedang mencapai puncaknya ketika dipimpin oleh generasi baru," jelas Lee.
"Kalau begitu bentuk pasukan khusus. Mereka harus diringkus dan dilemparkan ke negaranya," perintah Bayu.
"Memang mereka kabur dari negaranya untuk mencari perlindungan. Yang anehnya lagi mereka memutar balikan fakta agar mendapatkan perlindungan itu. Ternyata mereka suka sekali dengan playing victim," ucap Lee.
"Fix... Kita harus mengejarnya. Kalau begini terus banyak korban yang berjatuhan. Dan kamu nggak boleh ikut sekarang. Kamu harus fokus pada kandunganmu dan Erra," ujar Bayu yang memerintahkan Lee agar diam di rumah.
"Rasanya masalah belum selesai juga," kesal Garda.
"Masalahnya sih sudah selesai. Jaringan ini tidak berhubungan dengan Adam. Adam sekarang sudah sadar dan nggak mau berbuat jahat. Dia pernah bercerita kepadaku untuk menjadi pribadi yang baik. Begitulah kisahnya Adam sekarang," timpal Lee.
"Kamu benar. Jangan asal menuduh saja. Kemarin Adam bertemu Fendi untuk meminta maaf. Fendi pun menerimanya dengan baik. Mereka sekarang menjadi sahabat. Kemungkinan besar mereka akan membuat satu proyek. Entah proyek apa yang sedang dibangun mereka," jelas Bayu.
"Hidup damai itu indah. Tanpa harus dipenuhi oleh musuh bebuyutan. Tanpa harus berebut mencari makanan. Karena manusia sudah memiliki porsi masing-masing," tambah Andi.
"Apa yang akan Papa lakukan?" tanya Lee.
"Biarkanlah mereka bekerja di sini selama sebulan. Kita bisa mengumpulkan bukti-bukti itu. Kita lempar bukti-bukti itu ke pemerintahan negaranya. Aku yakin setelah ini mereka tertangkap," jawab Andi.
__ADS_1
"Lalu aku harus ngapain?" tanya Lee.