
Malam yang cerah bertabur bintang. Lee duduk merenung melihat ponselnya yang berdering dari tadi.
Tak selang berapa lama. Angela datang bersama Pita langsung menghempaskan tubuhnya di sofa secara bersamaan.
''Kakak besar.... Gawat...'' seru Pita langsung memecahkan lamunan Lee.
Lee yang melamun langsung tersadar.
''Ada apa Pita? Kamu mengagetkan aku.'' tanya Lee yang melihat Pita.
''Aduh kak...'' ucap Pita semakin cemas karena takut Lee marah.
''Hmmp... Pita... ngomong pelan-pelan ya...'' jawab Lee langsung berdiri dan mendekati Pita dan memegang pundak Pita.
''Kak...'' ujar Pita sambil menghela nafasnya.
Sementara itu Angela bersiul dan tiba-tiba saja Suci datang dengan membawa kardus yang berisi boneka kepala anjing dan menaruhnya di meja.
''Kak... Itu...'' lirih Pita menunjuk ke kardus yang tadi di temukan olehnya.
Lee lalu melihatnya dan membaca sebuah surat dari seseorang yang tidak di kenal.
Isi Surat.
Jangan pernah mencampuri urusan Strada grup jika hidupmu ingin selamat. Camkan itu singa betina kecil.
''Cih... Ngancam segala. Lu belum tau siapa gue. Pita apa yang harus kamu lakukan jika ada kasus ini?'' tanya Lee tegas.
''Hadapilah dengan keberanian penuh.'' Jawab Pita.
''Terus kenapa kamu takut? Memangnya aku mengajari kamu seperti itu.'' tanya Lee.
''Bukan itu kakak. Aku ingin membunuh orang yang sudah membunuh anjing kecil ini yang lucu.'' tangis Pita pecah.
Angela dan Lee tepok jidat. Sedangkan Suci membalikkan badannya lalu tertawa terpingkal-pingkal.
''Astaga... Pita... Aku sangkain nyali kamu menciut menghadapi kasus ini.'' ucap Lee menjatuhkan dirinya ke sofa.
''Baiklah... Akan aku selidiki siapa yang melakukan ini? Aku akan membuat kamu senang hari ini.'' ucap Angela tersenyum manis.
''Cepat kamu lakukan Angela... Jangan sampai pita menangis seharian. Bisa gawat ini.'' titah Lee.
Kemudian Angela langsung pergi mengambil laptopnya dan melacak siapa pembunuh anjing itu.
Tak selang berapa lama, ada seorang pria yang dalam kegelapan mendekati Lee. Pria itu duduk di samping Lee.
''Kalau ketemu kamu mau ngapain?'' tanya Lee.
''Aku akan memperkosanya setelah itu membunuhnya.'' jawab Pita berapi-api.
Grep.
Sang pria tersebut langsung memeluk Lee dari samping.
''Jangan bergerak jika kamu ingin orang di depan kamu hidup.'' titah pria itu.
Lee langsung menoleh dan melihat Erra yang memeluknya.
''Sudah selesai semua urusannya?'' tanya Lee lembut.
''Sudah.'' jawab Erra lalu melepaskan Lee dan melihat Pita yang menangis.
''Anak buah kamu yang ini kenapa? Apakah sedang patah hati? atau putus dari pacarnya?'' tanya Erra sambil tertawa.
''Huahaha... Kakak besar... Kakak besar kenapa ada ketua Black Dragon?'' tangis Pita semakin pecah.
''Dia adalah suamiku, Pita.'' jawab Lee.
Pita seakan tidak percaya apa yang di omongin sama Lee. Pita langsung berhenti menangis dan tersenyum manis.
Lee melihat perubahan Pita lalu memukul pundak Erra.
''Pita tidak patah hati atau putus dengan pacarnya.'' jawab Lee.
Kemudian Angela datang.
''Kakak besar. Sudah... Sebentar lagi akan sampai orangnya.'' jawab Angela duduk di depan Pita.
''Kakak besar.''
Angela seakan tidak percaya dengan pemandangan yang di lihat. Angela melihat Erra memeluk Lee.
''Ka...Ka...Kakak besar.'' ucap Angela yang terbata-bata.
''Ada apa Angela?'' tanya Lee.
''Apakah ini kenyataan bahwa kakak besar di sentuh oleh pria?'' tanya Angela tidak percaya.
''Memangnya kakak besar kamu kenapa, Angela?'' tanya Erra.
''Baru kali ini kakak besar dekat dengan pria. Dan pria itu adalah tuan muda.'' jawab Angela.
''Berarti aku yang pertama menyentuh Lee?'' tanya Erra yang hatinya bersorak kegirangan seperti mendapatkan hadiah.
__ADS_1
''Iya tuan muda.'' Jawab Angela.
''Dan Erra juga baru merasakan cinta pertama hanya ke kamu adik kecil.'' seru Nanda yang mendekati Angela.
''Ha...'' kaget Lee lalu menatap wajah Erra.
''Apa yang di katakan Nanda benar. Aku memang menunggumu hingga dewasa. Argh... Setelah itu kamu menghilang tanpa jejak. Di Asco kita bertemu lagi.'' jawab Erra.
''Syukurlah... Kakak besar enggak jomblo lagi.'' seru Pita yang kegirangan.
''Aish... kalian ini.'' senyum Lee yang merekah.
''1 fakta yang kalian tau. Mereka sudah resmi menikah.'' ucap Nanda.
''Wuhah... Senangnya hatiku. Kakak besar akhirnya sudah menikah.'' seru Suci yang mendekati mereka bersama para pelayan.
''Cepatlah buat anak yang banyak... Biar Raka ada temannya bermain.'' ujar Suci.
Glek.
Kemudian Lee mengingat ular piton milik Erra dan bergidik ngeri.
''Aku tau kamu sedang membayangkan ular pitonku.'' ucap Erra tersenyum kemenangan.
''OMG... sangat mengerikan.'' batin Lee.
''Mengerikan tapi kamu akan menikmatinya setiap hari dan akan membuat kamu ketagihan.'' bisik Erra.
''Kak Erra... mesum.'' ucap Lee yang wajahnya merah merona seperti kepiting rebus.
''Ok... Kita lihat apa yang akan di lakukan oleh pita.'' Lee kembali ke wajah dinginnya.
''Emangnya mau ngapain?'' tanya Erra.
''Tuch gara-gara paket ini. Pita menangis histeris. Pita kan pecinta anjing jenis pom. Pita akan melindungi anjing itu jika ada yang menyakitinya.'' jawab Lee akhirnya menjelaskan kepada Erra.
Kemudian Erra meraih kardus itu dan mengambil boneka kepala anjing itu.
''Aku rasa bukan kepala anjing beneran. Ini hanya boneka yang di kasih pewarna makanan yang di campur sama tepung maizena.'' jawab Erra.
''Pokoknya aku enggak rela. Mau palsu mau asli sekalipun.'' ujar Pita.
Tak lama kemudian, ada 2 orang pengawal yang membawa seorang pria yang berbaju hitam-hitam dengan tangan terikat.
''Kenapa kalian bawa aku kesini?'' teriak pria itu.
''Pita... Lakukanlah yang kamu mau. Dan nikmatilah pesta kamu. Setelah ini jangan menangis. Besok kita harus tugas.'' jawab Lee tersenyum smirk.
''Lepasin aku!!!!! teriak pria itu.
Mata Pita membulat sempurna. Yang di lihat Pita pria tampan yang berkebangsaan Korea Selatan.
''Oppa...'' seru Pita.
''Apa?'' teriak Angela dan Suci.
''Oppa Suck Chin.'' ucap Pita.
''Kamu kenal sama dia?'' tanya Lee.
''Dia mantan kekasihku dulu kak. Gara-gara dia aku patah hati dan masuk kesini.'' ucap Pita berapi-api.
Pria itu mengangkat wajahnya dan melihat Pita.
''Pita.'' panggil Suck Chin.
''Bawa dia ke ruangan bawah tanah. Aku tidak ingin melihat Suck Chin.'' seru Pita.
''Pita...'' Lirih Suck Chin.
''Bawa!!'' seru Pita.
Pita sangat marah sekali ketika tau yang mengirimkan paket tersebut.
''Di bawa kemana pria tadi?'' tanya Erra.
''Ruangan bawah tanah.'' ucap Lee.
Besok pagi akan di interogasi.'' tambah Lee.
''Kasian sekali ya pria tadi. Hmmp... Lee... apakah kamu sedang ada tamu bulanan?'' tanya Erra.
''Iya baru tadi sore datang. Maaf ya.'' jawab Lee.
''Aku sabar menunggu kamu.'' Erra menarik tangan Lee.
''Ayo ke kamar. Aku sudah capek. Seharian aku berada di pesawat. Ingin tidur malah kena prank sama orang gila.'' Erra langsung menggendong Lee ala bridal style.
''Baiklah...'' Lee langsung mengalungkan tangannya ke leher Erra.
Sontak saja beberapa pengawal White Eragon dan Black Dragon yang sedang melihat Erra menggendong Lee sangat terkejut.
''Astaga... Kakak besar.... Apakah aku bermimpi melihat kakak besar menyukai ketua Black Dragon?'' tanya pengawal 1.
__ADS_1
''Iya... Selama ini kakak besar tidak pernah berdekatan dengan pria.'' jawab pengawal 2.
Kemudian Nanda datang bersama Bayu dan mereka menepuk jidatnya masing-masing.
''Apakah ini nyata?'' tanya Bayu.
''Sangat nyata om.'' jawab Nanda pergi meninggalkan Bayu.
''Nanda tunggu.'' Teriak Bayu lalu pergi menyusul Nanda.
Kemudian Erra menurunkan lee. Lee langsung membuka pintu kamarnya dan mereka berdua masuk.
Di dalam kamar.
''Besok mulai penyelidikan. Aku sudah menyebar beberapa orang dengan cara menyamar. Dan setiap sudut kota ada seluruh anggota mafia dan gangster dunia yang menjadi musuh bebuyutan White Eragon dan Black Dragon mengawal peluncuran produk baru Strada grup.'' jawab Lee akhirnya duduk dengan santai.
''Aku akan memonitor dari sini. Aku akan mencari celah memasukkan orang ke dalam Strada grup.'' ucap Erra membuka kemejanya dan membuangnya segala arah.
''Aku butuh orang yang bekerja di IT.'' ujar Lee memalingkan wajahnya karena tidak tahan melihat badan Erra yang kekar.
''Papa Andi, Jake, Greg dan Feli. Mereka akan bekerja besok untuk membuat virus mematikan untuk menyerang semua sistem milik Strada grup.'' jawab Erra mendekati Lee lalu duduk di samping Lee.
''Kenapa ada Nanda?'' tanya Lee sambil membelakangi Erra karena jantungnya berdetak kencang.
''Nanda dan Sam akan di tempatkan dalam lapangan. Nanda dan Sam akan menjadi mata-mata dan melihat kondisi di lapangan. Jika terjadi sesuatu maka akan mengirim SOS.'' jawab Erra mendekati Lee dan menghimpitnya hingga Lee terpojok.
''Terus aku?'' tanya Lee.
''Ya kamu akan menjadi garda terdepan. Dan memimpin pasukan khususmu jika terjadi peperangan kalian akan maju duluan. Oh ya... di tambah sama anggota Black Dragon.'' jawab Erra.
''Papa Bayu...'' tanya Lee merasakan semakin sempit Sofanya.
''Papa Bayu akan memimpin dan mengawal kalian semua menghadapi Strada grup. Oh ya.. paman Irwan akan memasok mainan kamu besok. Rencananya akan menghancurkan lab Strada grup dan gedung pusat.'' Erra semakin menindih Lee.
''Aku semakin terdesak. Belum waktunya perang besok... Papa... tolonglah anakmu ini...'' batin Lee yang teriak sambil menangis.
''Kok kamu punya anak buah yang manja banget.'' Erra memeluk lee dari belakang.
''Pita tidak manja yang kamu bayangkan. Kecil-kecil gitu pita mempunyai jiwa psikopat.'' ujar Lee akhirnya diam membeku dan tidak bisa bergerak bebas.
''Gawat juga ya..'' Erra menaruh kepalanya di pundak Lee sambil menghembuskan nafasnya dengan pelan-pelan.
''Apakah benar laki-laki tadi yang di tangkap adalah mantan pacarnya?'' tanya Erra.
''Bisa jadi... Soalnya sebelum masuk kesini Pita patah hati parah dan hampir loncat dari jembatan penyeberangan. Aku langsung menariknya dan membawanya ke markas. Aku tarik jadi kaki tanganku dan mata-mata pasukan khusus.'' jawab Lee.
''Hmmmp... Aku ingin menyentuhmu. Tapi sayang.'' ucap Erra bersedih lalu menghembuskan nafasnya di leher Lee.
''I...I...I...Iya.''Sambil terbata-bata Lee akhirnya menunduk.
''Setelah ini kita akan berbulan madu.'' ujar Erra sambil mencium leher Lee dan mencium aroma bayi hingga akhirnya ular pitonnya berontak ingin keluar.
''Aku mau ke Sidney. Karena aku ingin melihat Stratovarius kak.'' Jawab Lee tersenyum.
''Apakah vokalisnya mantan pacar kamu ya?'' tanya Erra yang merasakan hatinya dongkol.
''Hmmp... kata siapa?'' tanya Lee.
''Bilang aja yang sejujurnya.'' jawab Erra menahan perasaan kesalnya terhadap Lee.
''Bukan Kak Erra. Kan tadi sudah di jelaskan Angela. Kalau kakaklah yang menyentuhku untuk pertama kali.'' Jawab Lee.
''Tapi dulu sering ada gosip. Bahwa kalian pacaran?'' selidik Erra.
''Kak, aku enggak kenal sama Timo atau sama siapapun pria yang ada di Finlandia. Lagian juga mama Tika orangnya juga sama kaya papa. Posesif banget. Habis dari sekolah langsung ngintilin mama.'' jawab Lee.
''Ya, aku percaya.'' ucap Erra.
''Tapi kan, kamu dulu tetangganya Timo?'' tanya Erra.
''Ih, kakak nich... tetangga mama adalah Timo Satoshi. Pengawalku yang di kirim oleh papa untuk menjagaku. Orang Finlandia berkebangsaan Jepang. Memang sekilas mirip vokalisnya Stratovarius. Tapi kan bukan Timo Kotipelto.'' geram Lee.
''Memangnya aku kenal apa sama Timo Kotipelto. Memang kita satu negara tapi aku tidak mengenalnya. Aku kan di Helsinki belajar ilmu hukum, ilmu bisnis, ilmu it bahkan beladiri sekaligus pegang senjata. Itu juga paman Fendi bersama anggota Red Swan Lake.'' Bathin Lee.
''Kenapa kakak tidak mencariku?'' tanya Lee.
''Aku sudah mencari kamu. Tapi ayah menyembunyikan kamu entah di mana? Aku sangat frustasi mencari kamu. Aku sudah menyebarkan anak buahku yang berada di Eropa untuk mencari kamu. Tapi aku tidak menemukanmu.'' jawab Erra.
''Ya itulah... Papa Andi, Paman Bayu dan Paman Fendi melindungiku. Jangan sampai musuh memburuku. Kemana aja aku selalu di kawal oleh pengawal bayangan. Bahkan aku di kasih pengawal pribadi 2 orang perempuan yang jago beladiri.'' jelas Lee.
''Syukurlah... Lee bisakah kita memiliki anak?'' tanya Erra.
''Bisa. Aku juga ingin memilikinya.'' Senyum Lee merekah.
''Oh ya maaf... Aku belum beli cincin pernikahan. Setelah misi ini selesai aku akan membelinya.'' ujar Erra.
''Beli di Finlandia yuk. Di rumah cincin milik Mama.'' usul Lee.
''Baiklah kita beli di sana.'' Senyum Erra mengembang.
''Ya udah kita tidur. Kamu pasti capek perjalanan dari Indonesia ke Amerika.'' sambung Lee.
''Ya kamu benar.'' ujar Erra.
__ADS_1