Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 41


__ADS_3

JEDERRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!


Bersama dengan peluncuran program Abandon Think sialan itu (kata anggota White Eragon dan Black Dragon). Anggota mafia yang di sewa oleh Seva melemparkan bom dari atas. Nanda bersama tim sudah bersiap dengan senjata Laras panjangnya yang berjaga di beberapa kamar hotel Strada grup. Nanda dan timnya langsung menembaki bom tersebut agar tidak terjatuh ke bawah. Seluruh orang yang menghadiri acara tersebut langsung di evakuasi dan di suruh pulang ke rumah agar tidak terjadi korban.


Bersamaan itu tim Secret Alibi langsung bekerja. Jake, Andi, Greg dan Feli mengirimkan milyaran virus yang mematikan ke sistem surel Strada grup dengan hitungan 0,1 detik. Program Abandon Think tersebut langsung lumpuh total dan komputer yang berada di pusat dan cabang langsung terbakar hebat.


Lab yang sudah di pasang bom ambruk dan langsung rata dengan tanah. Irwan bersama timnya terperanjat mengangah tak percaya. Karena Seva mendirikan lab itu berkisar 100 juta dolar. Mereka menyesali perbuatannya karena telah menghanguskan uang 100 juta dolar.


''Huaha...'' seru Irwan.


''Kenapa bos?'' tanya Ricky sang asisten.


''Kalian tau berapa harga lab yang di bangun Strada Grup?'' tanya Irwan balik.


''Enggak tau bos. Kurang lebih 10 juta dolar.'' jawab Ricky.


''Kalian salah... Seva si tua bangka itu merogoh kocek sebesar 100 juta dollar.'' ucap Irwan.


''Apa?''


Teriak mereka serempak.


''Sudah kalian jangan menyesal. Karena penyesalan itu datangnya belakangan. Kalau datangnya awal namanya antri dan kita akan menyeleksinya agar tidak terjadi seperti ini,'' ujar Irwan sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


''Ayo kita ke hotel Seva agar kita bantu anggota lain.'' seru Irwan.


Irwan bersama Red Blood langsung meluncur ke hotel Seva. Sedangkan di aula peluncuran program Strada Grup masih santai.


Kepolisian dan para pejabat yang sudah di suap hanya diam saja. Ada yang sebagian ikut tertawa. Arthur dan para anggotanya sangat geram sekali.


Sandi sang asisten Seva mendapatkan email yang di kirim dari salah satu dewan direksi. Mereka akan serempak mengundurkan diri. Saham mereka sudah di jual sore tadi karena harganya turun hingga ke jurang neraka dan langsung di beli oleh Bayu sebesar 95%.


''Tuan... Strada Grup sudah bangkrut. Seluruh aset Anda sudah di sita oleh pihak bank dunia.'' bisik Wilson.


Seva yang mendengar kata-kata Wilson tidak pernah percaya sama sekali. Seva hanya memukul pundak Wilson dan berkata


''Ah... kamu Wilson jangan mengada-ada.'' ucap Seva.


Di layar monitor yang besar. Ada ucapan selamat atas peluncuran program tersebut dari 6 pilar utama dan di bawah langsung ada pertanyaan yang membuat semua orang bertanya-tanya.


HELLO TUAN SEVA STRADA SELAMAT ATAS PELUNCURAN PROGRAM BARUMU. DAN KENAPA TUAN SEVA TIDAK MENGUNDANG KAMI DATANG AGAR KAMI JUGA IKUT MEMERIAHKAN PELUNCURAN PROGRAM BARUMU YANG SIALAN ITU.


Dari salah satu 6 pilar dunia.


Melihat hal itu, Seva langsung geram. Arthur dan James sudah bersiap-siap. Sang pengacara yang di utus oleh Bayu membuka map yang berisi berkas-berkas pengalihan perusahaan. Sebelum sang pengacara memberi tahukan pengalihan perusahaan, Bayu langsung mencegahnya.


''Sebentar.'' cegah Bayu sambil memegang tangan John.


Kemudian Greg mengirimkan skandal-skandal yang sudah tersusun rapi. Semua orang yang melihat siaran langsung itu seakan tidak percaya.


Di bawah para mafia dan gangster yang sudah di peralat oleh Seva sadar dan mereka bingung harus ngapain? Mereka akhirnya memutuskan untuk bubar sendiri-sendiri dan pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan anggota Black Roses dan Red Devils yang ingin bersikap anarki langsung di tangkap oleh pihak kepolisian dan di giring ke markas kepolisian dengan di bantu oleh White Eragon, Black Dragon, Red Swan Lake dan Eternal Snow.


Akhirnya kerusuhan tidak terjadi. Garda bernafas lega dan langsung mengirim laporan ke atasannya.


Sedangkan di aula, Seva yang dari tadi sumringah langsung mengeluarkan aura pembunuh. Lee dan Erra yang berada di aula tersebut bersikap tengil.


Sementara itu, di markas White Eragon. Andi tertawa terbahak-bahak melihat wajah Seva yang tadinya sumringah jadi muram. Mereka yang melihat Andi tertawa terbahak-bahak hanya menggelengkan kepalanya.


''Lucu sekali wajahnya yang senang jadi marah.'' seru Andi langsung mengambil pistol lalu menyelipkan ke belakang punggungnya.


Semuanya sudah bersiap-siap. Mereka akhirnya berangkat ke hotel. Di dalam perjalanan, Andi tersenyum puas. Sesampainya di sana, mereka melihat area hotel kosong. Mereka hanya terdiam seakan tidak percaya. Andi yang melihat Garda yang masih stand by di area Hotel Strada Grup.


''Pada kemana semua orang?'' tanya Andi yang bingung.


''Mereka sudah pulang.'' jawab Garda.


''Cepat sekali.'' ucap Andi.


''Iya...'' sahut Garda yang langsung mengangguk cepat.


''Seluruh mafia dan para gangster yang sudah di cuci otaknya oleh Seva sudah kembali pulih lagi paman. Alat itu sudah tidak bisa di gunakan sama sekali.'' jelas Jake.


''Ya kamu benar.'' ujar Andi.


''Kasian sekali ya mereka yang hidupnya di peralat oleh Seva,'' Sahut Feli.


''Kamu benar... tapi sayang pesta sudah usai. Kami menyesal datang terlambat,'' ucap Andi dengan wajah tengilnya.

__ADS_1


Lee yang masih berada di aula itu langsung mendekati Seva.


''Tuan Seva... Apa kabar?'' tanya Lee dengan mode tengilnya.


Seluruh orang di sana terkejut karena Singa betina hadir. Lee dengan santainya mendekati Bayu. Bayu, Fendi, Arthur dan James merasakan hawa membunuhnya.


''Tuan Bayu apakah Strada sudah berakhir?'' tanya Lee melihat Seva, Marvin, Marvel, Marco, Ignatius, Erick, Yoona dan Emilia dengan sorot mata yang membunuh.


''Sudah nona Lee.'' jawab Bayu tersenyum kemenangan.


''Seluruh saham kepemilikan Seva di Strada grup hanya 1% saja.'' ucap Erra yang datang sambil melihat data Strada grup di ponselnya.


''Apa?'' teriak Seva.


''Ya... Bukannya tadi pagi anda sudah menjual semua seluruh saham ke pemilik Sebastian Corporation Grup Internasional dan Asco Corporation Grup Internasional?'' jawab Erra dengan lantang.


''Ada koq datanya. Dan para pemegang saham akhirnya melepas seluruh saham Strada grup karena mereka bilang sendiri bahwa seluruh saham di Strada Grup anjlok sampai ke jurang neraka. Mereka rugi besar tentang program baru Strada grup. Oh ya apa namanya program itu ya?'' Tanya Erra yang pura-pura tidak tau.


''Abandon Think sialan.'' seru Lee.


''Ah... Iya... aku hampir lupa. Mereka juga mengumumkan tidak akan pernah menanam sahamnya lagi di Strada grup.'' ucap Erra dengan wajah tengilnya.


''Oh ya.... katanya kamu pengen kepala singa betina.'' ucap Erra sambil mendekati Seva lalu berbisik. ''Jangan pernah kamu menyentuh istriku walau itu hanya sehelai rambutnya. Jika kamu melakukannya ingat. Aku bisa membunuhmu dengan caraku sendiri.''


Kemudian Erra mendekati Bayu.


''Lee... lanjutkan.'' seru Erra.


''Baiklah.'' ucap Lee tersenyum devil dan melihat Marvin.


''Hi... Ketua mafia red Devils. Apa kabar?'' tanya Lee mendekati Marvin.


Glek...


Marvin yang sedari tadi melihat Lee yang sangat cantik sekali merasa terpanah dan semakin ingin memilikinya.


''Jangan sebut nama Red Devils di sini!'' titah Marvin.


''Wow... kenapa? tuan takut. Aku sudah memegang kartu as Red Devils.'' ucap Lee tersenyum kemenangan.


''Apa maumu?'' tanya Marvin yang mode galak.


''Tenang saja Vin... Bisnis lu belum bocor... Tergantung gue ya..'' ucap Lee memukul pundak Marvin.


Kemudian Erra, Bayu, Fendi, Arthur dan James sangat gemas melihat kelakuan Lee.


''Apa mau kamu nona lee?'' tanya Marvin yang menatap tajam.


''Eh... tuch mata.. di jaga ya... nanti kalo keluar gue enggak tanggung jawab.'' seru Lee yang mengingatkan Marvin.


''jiah... kenapa gue di hadapkan sama bocah ingusan?'' batin Marvin menangis.


''Tua Bangka jangan mengumpatiku begitu. Aku bukan bocah ingusan. Sebenarnya gue capek kucing-kucingan sama lu Vin. Lu selalu saja buat masalah. Tim gue yang kena. Lu mau apa sih?'' tanya Lee dengan tegas.


''Gue mau lu jadi pacar gue. Karena gue memang suka lu dari kita kenal di kota Helsinki.'' Jawab Marvin jujur.


''Jangan sekali-sekali kamu meminta Lee jadi pacarmu. Aku sudah punya menantu.'' seru Andi.


''Dan singa betina adalah menantu gue.'' teriak Bayu dengan emosi.


''Jadikan gue menantu lu yang kedua.'' seru Marvin.


''Ogah banget ah.''


Andi dan Bayu menjawab serempak.


''Aish... ribet dech urusannya sama lu.'' seru Lee yang berpindah ke Erick.


''hi... Bocah ingusan.'' sapa Erick.


Lee seketika tepok jidat.


''Gue bukan bocah ingusan tau. Gue bisa buat anak.'' gerutu Lee.


''Jangan sekali-kali manggil Lee bocah ingusan. Gini-gini Lee bisa melahirkan banyak anak penerus Asco Corporation Grup Internasional dan penerus bangsa.'' seru Bayu dengan geramnya ingin memukul kepala Erick.


''Ya mau kamu apa?'' tanya Erick.

__ADS_1


''Enggak mau apa-apa. Urusan sama lu ribet.'' jawab Lee dengan santai.


''Ck... lu nya aja ribet kali.'' Erick Akhirnya tepok jidat.


''James Arthur... Tangkap tuch Seva sekarang.'' titah Lee yang berubah menjadi iblis.


''Ok...'' Arthur langsung memegang Seva.


Tak lama kemudian Suci dan Pita datang.


''Suci... kawal si Seva.'' pinta Lee melihat Suci.


''Baik.'' jawab Suci.


Fendi akhirnya mendekati Marvin.


''Bagaimana gue ngomong ya? Lu salah orang. Jika lu mau nakutin tuch cewek... lu yang habis duluan.'' ujar Fendi tertawa mengejek.


Kemudian Gissel datang dengan membawa 2 pistol dan 1 kompi anggota red Devils menembaki seluruh orang yang berada di sana. Lee, Bayu, Fendi, Lee dan Pita langsung bersembunyi. Lee bersembunyi bersama Erra dan saling menatap. Jantung mereka berdetak kencang.


''Hadeh... jantung... kenapa sih kamu dekat dengan pak bos mesti berdetak kencang.'' batin Lee.


''Si mata indahku.'' ucap Erra dalam hati.


Kemudian Lee melihat kondisi yang sudah porak poranda. 1 kompi yang di kerahkan oleh Gissel sudah di habisi oleh Andi, Bayu, Caroline, Saga, Irwan, Joko dan Fendi.


Kemudian Lee Akhirnya keluar dari persembunyiannya. Lee melihat Marvin yang kabur. Lee akhirnya mengejar Marvin.


''Marvin katanya lu cinta gue... kenapa lu kabur?'' tanya Lee dengan membawa high heels entah milik siapa lalu melemparkannya ke arah Marvin.


BUGH...


Marvin yang terkena lemparan high heels dari Lee tetap berlari.


''Aish... Gue salah ngomong. Gue kagak cinta sama tuh cewek. Kenapa juga gue gak ngomong gue pengen lihat lu mati.'' teriak Marvin dalam hati.


''Dasar ketua mafia Red Devils gila... Kurang ajar... Setan alas.... genderuwo, dedemit. Beraninya ninggalin gue... Awas aja kalau lu kangen gue. Gue enggak akan mau lagi ketemu sama lu.'' teriak Lee yang masih kedengaran sama Marvin.


''Argh... Gue salah ngomong. Gue pengen ngomong sama lu. Gue pengen lihat lu mati.'' teriak Marvin berhenti dan ngos-ngosan.


Seketika Lee dengan konyolnya mengejek Marvin.


''Sudah tua pengen banget punya bini yang bau kencur. Lari dari atas ke bawah hanya 2 tingkat sudah ngos-ngosan.'' ujar Lee tertawa mengejek.


''Ah... lu brengsek Lee...'' teriak Marvin frustasi.


Kemudian Gissel mendekati Lee sambil menodongkan senjatanya di kepala Lee.


''Lepasin Marvin atau lu yang mati.'' titah Gissel.


''Aish... ini emak-emak... Bikin masalah sama gue.'' ucap Lee tersenyum manis lalu mencari kelemahannya Gissel.


''Lepasin Marvin atau lu mati.'' bentak Gissel.


''Lu pintar apa bodoh sih sel. Semenjak lu putus dari Kak Imam kok otak lu miring. Gue enggak megang Marvin.'' seru Lee hanya tersenyum smirk.


''Ya udah... Lu di sini aja... Gue mau periksa bos gue.'' jawab Gissel menurunkan pistolnya.


''Ok...'' jawab Lee langsung menendang Gissel dengan ganas.


Erra yang melihat Lee dan Gissel berantem sambil tersenyum manis. Sedangkan Marvin kabur entah di mana. Di saat kabur, Lee menendang Gissel hingga terlempar jauh dan mengejar Marvin.


''Sial banget dech sama singa betina itu.'' ujar Gissel merasakan tulang punggungnya patah.


''Hufth... Makanya jangan sekali-sekali menodongkan senjata ke Lee. Mata indah Lee bisa mencari kelemahan lu.'' senyum Erra devil.


Sementara itu, Lee tidak menemukan Marvin. Sedangkan yang lainnya sudah kabur entah dimana. Lee semakin kecewa. Sedangkan Erra langsung mendekati Bayu.


Kemudian Lee menekuk wajahnya. Tak selang berapa lama Bayu, Fendi, Erra dan March mendekati lee.


''Jangan kecewa sama si tua Bangka itu Lee.'' ucap Bayu menepuk pundak Lee.


''Lha terus pejabat dan polisi yang di suap?'' tanya Lee.


''Kamu tarik aja uangnya. Kumpulin jadi satu.'' jawab Bayu memberikan Saran buat Lee.


''Setelah itu kamu cari data-data orang yang membeli program sialan itu di seluruh dunia. Jika kurang, papa akan menyita seluruh asetnya Seva. Kalian tau kan seluruh asetnya Seva ada di mana-mana. Papa akan memanggil seluruh pengacara Asco untuk mengurus semuanya.'' ucap Bayu.

__ADS_1


''Baiklah pa.''


Ucap mereka serempak.


__ADS_2