Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 363


__ADS_3

"Mereka sudah pergi tuan," jawab pengawal itu.


"Baguslah," kesal Andi yang menatap wajah pengawalnya itu sedang cemberut.


"Kenapa kalian cemberut seperti itu?" tanya Andi.


"Maaf tuan. Saya harus berkata dengan jujur. Orang itu memaksa kami untuk membawa seserahan. Lalu orang itu memaki kami dengan nada tinggi," jawab pengawal itu.


"Sudah biarkan saja. Kami sebagai atasanmu saat malas sekali bertemu dengan orang itu," keluh Andi.


"Baguslah tuan. Orang seperti itu tidak usah dikasih hati. Memangnya siapa yang mau nikah lagi tuan?" tanya pengawal itu lagi.


"Ada. Erra akan menikahi singa betina tahun depan," jawab Andi yang tiba-tiba saja membuat pengawalnya ketakutan.


"Apakah itu benar?" tanya pengawal itu.


"Itu benar. Tunggu tanggal mainnya ya. Aku berjanji akan mengajak para pengawal berpesta pora di pernikahan Tuan besarmu itu," jawab Andi segera meninggalkan mereka.


Hari ini keluarga Sebastian dan Drajat benar-benar sial. Kedua pria itu sudah terikat dengan ikatan besan. Akan tetapi ada orang gila yang datang untuk melamar Erra. Jujur saja Bayu lebih memilih singa betina ketimbang Brenda. Karena singa betina adalah orang yang tepat untuk Erra.


Setelah menemui pengawal Andi masuk ke dalam ruangan kerja Bayu. Andi menghempaskan bokongnya tepat di hadapan sang besan itu.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Andi.


"Aku nggak tahu. Pak Dwi dan Brenda sudah benar-benar gila. Jujur saja saya dari dulu Putraku sudah mengklaim putrimu untuk dijadikan istri masa depannya.dan sekarang menjadi kenyataan putrimu akhirnya menikah dengan Putraku. Aku nggak habis pikir dengan yang namanya Pak Dwi itu. Kenapa Pak Dwi ingin sekali menjodohkan Brenda dengan Erra," tanya Bayu balik.


"Aku tidak tahu soal itu. Aku juga sedang bingung menghadapi kedua orang itu. Sepertinya ada konspirasi di belakang ini," jawab Andi yang merasakan ada sesuatu yang janggal dari Pak Dwi.


"Sepertinya kamu merasakan ada yang janggal?" tanya Bayu.

__ADS_1


"Iya kamu benar. Jika Pak Dwi masih begini kemungkinan besar Brenda akan membuat masalah. Aku tidak habis pikir dengan Pak Dwi. Bisa-bisanya mereka ingin sekali memiliki Erra. Kalau aku tebak Pak Dwi tergiur dengan aset Asco. Bagaimana tidak aset Asco di mana-mana ada. Itu hanya kamu saja bersama Rani saat memimpin Asco dahulu. Belum lagi Erra, Erra memiliki aset yang menyamai kamu. Jika digabungkan maka seluruh asetmu bisa dikatakan hampir menyamai dua kerajaan enam pilar utama. Itulah kenapa mereka berdua ingin mendapatkan Erra," jelas Andi yang menganalisis keadaan Pak Dwi dan Brenda.


"Perasaanku bilang seperti itulah. Makanya itu aku masih bingung soal ini. Kayaknya kita harus menyelidikinya lebih dalam. Mau nggak mau kita akan menurunkan Nanda untuk menjadi mata-mata," ucap Bayu dengan serius.


"Lebih baik kamu jangan turunkan Nanda. Turunkan saja Greg atau March. Kedua orang itu jarang sekali muncul di publik. Mereka bisa kamuflase. Kalau Nanda aku tidak menyetujuinya. Ada satu alasan penting dari ini. Nanda sangat ahli sekali masuk ke dalam sarang musuh," jelas Andi yang mengetahui seluk beluk mata-mata White Eragon.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Bayu.


"Untuk sekarang tidak. Kita lebih baik fokus pada penyerangan pasar gelap milik Adam. Nanti malam kita bertemu di markas," jawab Andi dengan jujur.


"Baiklah kalau begitu," balas Bayu yang menyetujui Andi.


Malam pun tiba. Lee yang sudah bangun dari tidurnya meraih laptop. Lalu dirinya melihat sang suami masih terlelap tidur. Sebelum melakukan pekerjaannya, ia memesan makan malam melalui online.


Setelah itu Lee langsung membuat sesuatu yang akan menggemparkan dunia. Hanya beberapa menit Lee membuat sebuah surat untuk dibagikan ke para peserta yang mengikuti pasar gelap. Dengan senyuman iblisnya ia akan menghancurkan pasar itu.


"Matilah kau Adam! Sedikit lagi kamu akan hancur lebur. Sebentar lagi otak penculikan orang-orang yang berada di Amerika menyebar luas. Cepat atau lambat kamu akan menghadapiku. Camkan itu Adam!" geram Lee dalam hati.


"Ada apa sih?" tanya Lee.


"Sini deh aku bilangin," rayu Erra.


"Nanti dulu ah... Aku mau bisnis sama si Adam," ucap Lee yang membuat Erra terkejut.


"Kamu bisnis sama orang gila itu?" tanya Erra memutuskan untuk bangun dan merangkul istrinya.


"Ya mau bagaimana lagi. Aku memang melakukan hal itu. Aku sudah muat melihat Adam berkeliaran di mana-mana. Sebentar lagi Adam akan merasakan kemiskinan," kesal Lee.


"Terserah kamu. Aku hanya bisa tertawa jahat buat Adam," sahut Erra.

__ADS_1


"Tidurmu nyenyak sekali. Aku bangunin juga nggak bangun-bangun. Apakah kamu nggak lapar?" tanya Lee.


"Aku memang lapar. Tapi nantilah. Sekarang aku butuhkan adalah kamu," jawab Erra yang mulai melakukan permainan liciknya.


"Ujung-ujungnya olahraga malam," celetuk Lee.


"Iyalah," balas Erra.


"Bagaimana dengan Pak Dwi itu? Bapak-bapak tua itu menginginkan kamu menjadi menantunya. Bisakah aku menanganinya?'' tanya Lee.


"Itu terserah kamu. Kalau bisa lempar pelakor ke jurang sekalian. Sebel banget... Sudah tahu aku resmi menjadi suamimu. Malah disuruh cerai. Apa-apaan ini? Ngejar kamu seperti dikejar singa kelaparan," kesal Erra.


"Kok kata-kata kamu nggak enak sekali? Bisa-bisanya kamu bilang dikejar singa kelaparan?" tanya Lee membuat Erra tertawa terbahak-bahak.


"Memang itu benar kenyataannya. Aku tidak tahu dulu kamu adalah sekretarisku. Setelah kamu menindasku dengan intens. Maka aku diam-diam menyelidikimu. Ternyata oh ternyata kamu adalah calon istriku. Dalam diam Aku bersumpah akan mendapatkanmu walau walau dikejar sama singa kelaparan," jawab Erra yang membuat Lee menggaruk-garukkan kepalanya.


"Sebentar. Bagaimana awalnya ya? Kok aku bingung sendiri! Sebenarnya perjodohan itu awalnya gimana? Kok jadi rumit begini," ucap Lee.


"Kamu nggak tahu awalnya gimana? Ada rahasia tersembunyi dariku dariku. Jangankan kamu Garda juga nggak tahu apa yang ada di dalam hatiku?" ujar Erra.


"Serius, aku nggak paham maksud kamu. Ini sebenarnya gimana ya? Dulu Kamu mengaku sama Kak Sam tidak kenal aku. Tapi sekarang kamu mengatakan, kalau kamu kenal denganku," kata Lee yang semakin bingung.


"Apakah perasaanku harus digembar-gemborkan di depan semua orang? Apakah mereka tahu kalau aku menyukaimu? Apakah mereka tahu kalau aku diam-diam menyelidikimu?" tanya Erra yang mulai serius. "Apakah kegiatanku semuanya harus diomongkan ke banyak orang?"


"Bukan begitu maksudku. Aku sendiri bingung. Kenapa Kakak tidak pernah jujur? Kenapa kita tidak pernah berkata seadanya? Di dalam perusahaan kita sering tindas menindas seperti orang kecil ke orang gede begitu juga dengan sebaliknya," jawab Lee yang membuat Erra bingung.


"Nggak selamanya kehidupanku menjadi konsumsi semua orang. Aku memang menjaga rahasia itu sendirian. Kamu tahukan kalau semua orang bilang diriku adalah orang introvert?" tanya Erra.


"Iya.. aku tahu soal itu. Kamu memang sengaja melakukannya agar tidak menjadi buruan paparazzi. Nggak ada yang salah sama kamu. Karena aku sendiri yang mengenalmu," jawab Lee.

__ADS_1


"Apakah kamu ingin tahu, bagaimana aku mengejarmu?" tanya Erra.


__ADS_2