Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 204


__ADS_3

"Siapakah yang ingin bertemu denganku?" tanya Dennis.


"Orang yang terpenting dalam hidupmu," jawab Imam yang segera berlalu dari hadapan Dennis.


Dennis segera bersiap-siap membersihkan tubuhnya. Dennis berharap bisa menemui sang papa agar rasa rindu bisa hilang. Sementara di halaman Lee melihat beberapa mawar yang sudah berkembang. Lee tersenyum manis lalu mendekati mawar itu. Ketika ingin mendekati mawar itu Bayu memanggilnya. Lee segera mendekati Bayu, "Pa."


"Kata para mama, kamu tidak ingin mengadakan rapat pemegang saham?" tanya Bayu.


"Buat apa aku mengadakan rapat itu?" tanya Lee.


"Apakah kamu tidak ingin membersihkan nama baik suamimu? Dengan cara kamu mengadakan rapat para pemegang saham, kamu bisa meyakinkan kalau Erra tidak bersalah sama sekali. Kamu bisa meyakinkan para anggota agar mereka bisa memilih Erra lagi. Kamu tahu gara-gara kasus Elizabeth seluruh dewan direksi pada protes ingin menggulingkan Erra dari kursi CEO. Papa tidak ingin kursi itu jatuh ke tangan orang lain,'' jawab Bayu yang menjelaskan maksudnya. "Yang penting kamu ingat seluruh enam perusahaan yang tergabung dalam enam pilar utama harus dari keturunan kami."


Lee baru paham apa yang dimaksud oleh Bayu. Jika dirinya berdiam diri bisa dipastikan para dewan direksi akan memberontak dan mengerahkan seluruh karyawan untuk berdemo habis-habisan. Mereka tidak ingin memiliki pemimpin yang terkena kasus seperti itu.


"Kalau begitu baiklah. Aku akan melakukannya. Aku tidak mau Kak Erra menjadi bulan-bulanan seluruh karyawan,'' ucap Lee. "Lalu, bagaimana dengan Elizabeth?"


"Semua bukti sudah jelas siapa ayah kandung Lala. Kamu jangan takut untuk membalasnya. Lakukanlah pembalasan secara elegan. Permalukan Elizabeth ketika rapat pemegang saham berlangsung," tutur Bayu dengan lembut.


Jujur saja Lee malas sekali menghadapi para pelakor yang ingin merusak rumah tangganya. Kalau bisa memilih Lee lebih baik ikut berperang melawan musuh. Namun Lee harus melakukannya. Jika tidak Lee akan merasakan keluarganya hancur.


"Ya aku paham pa. Aku juga tidak ingin para pelakor merusak rumah tanggaku,'' ujar Lee yang paham akan situasinya.


Di tempat lain Elizabeth tersenyum puas setelah mengadakan konferensi pers untuk kedua kalinya. Elizabeth mengatakan, jika Erra tidak memiliki itikad baik, maka Elizabeth akan memasukan berkas-berkas laporan ke pengadilan. Elizabeth akan menuntut Erra sebesar dua puluh lima triliyun jika tidak mau bertanggung jawab. Seluruh wartawan semakin menjadi mengejar Erra untuk bertanggung jawab. 


Namun tanpa ketahui oleh Elizabeth ada seorang yang diterjunkan oleh Lee mengetahui rencana busuknya. Seorang itu menyamar sebagai gigolonya dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Lee.


Beberapa saat kemudian ponsel Elizabeth berdering. Elizabeth segera mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Elizabeth cepat-cepat mengangkat ponselnya sambil menyapa seseorang yang berada di seberang sana.


"Halo," sapa Elizabeth.


"Bagaimana kabar kamu disana?' tanya Yoona yang sedang berada di markas Black Lotus.


"Aku baik," jawab Elizabeth.


"Lalu, bagaimana dengan misi yang aku berikan?' tanya Yoona.


"Semuanya berjalan lancar. Seluruh masyarakat di dunia mulai mengecam Erra karena sudah tidak percaya lagi. Banyak hastag di media sosial mengatakan kalau Erra adalah pria memakai topeng. Di luar baik di dalam mempunyai tingkah laku yang buruk," jawab Elizabeth.


"Ya aku sudah melihatnya. Bahkan seluruh masyarakat di muka bumi mulai menyerang Asco," ucap Yoona. "Aku mengundangmu untuk datang ke pasar gelap yang akan diadakan oleh Adam di Bangkok."


"Apakah itu benar?'" tanya Elizabeth.


"Iya," jawab Yoona dengan serius.

__ADS_1


"Kalau begitu aku ikut. Aku ingin menjual para gadis-gadis sudah terkumpul yang sudah berusia delapan belas tahun," jawab Elizabeth.


"Kalau begitu baiklah. Aku yakin mereka masih segel. Jika dijual pasti bisa memiliki uang banyak," ucap Yoona.


"Kalau begitu aku akan melakukan ritual terlebih dahulu," pinta Elizabeth.


Sambungan terputus.


Elizabeth tertawa puas akan ide itu. Selain melakukan kecurangan soal produk makanan, ternyata Elizabeth adalah seorang mucikari. Elizabeth sudah melakukan pekerjaan itu ketika masih sekolah.


Istanbul Turki.


Yoona yang selesai mendapat telepon dari Elizabeth sangat puas sekali. Misi yang diberikan olehnya berhasil. Yoona tertawa terbahak-bahak membayangkan Erra yang hancur.


Tak lama Candra dan Gerry datang. Lalu mereka mengerutkan keningnya karena melihat Yoona tertawa. Dengan kesalnya Gerry mengambil bantal sofa lalu melemparkannya ke arah Yoona. Sehingga Yoona terkejut dan diam.


"Makin lama kamu tidak waras saja!'' kesal Gerry.


"Aku lagi bahagia mendengar Elizabeth yang sukses menjalankan misi dariku. Rasanya aku sudah tidak sabar ingin melihat Asco yang hancur. setelah itu disusul dengan lainnya," ucap Yoona.


"Apakah itu benar?" tanya Candra.


"Ya… coba saja kamu lihat berita di seluruh media. Mereka menyerang sang ahli waris ramai-ramai," jawab Yoona.


"Siap bos," balas Gerry.


Gerry segera melaksanakan perintah dari sang bos. Dengan serius Gerry mencari keberadaan berita yang dimaksud oleh Yoona. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Yoona yaitu berita tentang Erra benar apa adanya. Gerry langsung menyodorkan tabnya ke arah Candra sambil berkata, "Yang dikatakan oleh Yoona benar apa adanya."


"Lalu bagaimana dengan harga saham Asco?" tanya Candra.


"Ini sangat aneh sekali bos. Disaat skandal yang terjadi di Asco harga saham stabil. Aku tidak melihat adanya pergerakan orang-orang yang menjual saha," jawab Gerry.


Candra mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa disaat sang bos memiliki skandal justru harga saham stabil. Harusnya harga saham itu anjlok.


"Ini sangat aneh sekali. Bagaimana bisa harga saham milik Asco sangat stabil? Kalau ada skandal seperti ini bisa dipastikan harganya anjlok. Dan seluruh para pemegang saham akan meninggalkan Asco," ucap Gerry


"Segera selidiki harga saham di Asco! Ini ada yang tidak beres!!" perintah Candra.


Mereka tidak tahu kalau Lee lah yang memiliki saham terbesar di Asco. Bahkan Lee dengan santai menstabilkan harga. Hingga para lawan malah bingung.


Jakarta Indonesia.


Dennis yang selesai mandi segera keluar dari kamar. Tidak sengaja Dennis melihat Lee yang menggendong Raka. Matanya membulat sempurna sambil berkata, "Andaikan yang menjadi suaminya singa betina adalah aku?"

__ADS_1


Ketika membayangkan menjadi suami di Lee, tak sengaja Erra keluar dari kamar lalu berjalan tanpa melihat ada orang di depannya. Hingga akhirnya terjadi…


BUGH!!!!


Dennis terjatuh sambil mencium lantai. Lalu Erra jatuh menindih Dennis. Namun tak lama Raka tertawa terbahak-bahak. Lee yang melihat mereka terjatuh hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana dua pria dewasa sangat ceroboh seperti itu?


"Ugh… rasanya punggungku remuk," keluh Dennis.


Sedangkan Erra tidak merasakan sakit. Erra tidak sengaja menimpa tubuh Dennis. Hingga akhirnya Erra terbangun dan mendekati Lee.


"Ayo kita culik Raka. Aku ingin mengajak Raka jalan-jalan!" ajak Erra.


"Apakah kamu yakin?" tanya Lee.


"Ya… sekali-sekali kita memamerkan kemesraan," jawab Erra


"Kalau begitu baiklah. Aku akan bilang ke Suci terlebih dahulu," ucap Lee.


"Kenapa kamu bilang ke Suci? Kita kan mau nyulik Raka. Kalau kamu bilang namanya bukan nyulik istriku," ucap Erra yang mencium Lee.


Dennis yang masih betah jatuh ke lantai tidak sengaja melihat Erra yang mencium Lee. Hatinya sangat panas dan berteriak, "Hey… Erra… apakah kamu tidak lihat disini ada jomblo?"


Erra dan Lee terkejut melihat Dennis yang masih asyik telungkup di lantai. Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Aku sangka kamu sudah bangun dan meninggalkan kami di sini. Eh… nyatanya kamu masih ada sini. sekarang aku tanya, salah siapa kamu melihat kemesraan kami?" tanya Lee yang kesal.


Dennis segera bangun sambil mendengus kesal melihat kemesraan Erra. Bagaimana bisa Erra menjadi pria yang romantis seperti itu? 


"Kamu tahu aku lagi membayangkan sesuatu," jawab Dennis.


"Sesuatu apa?" tanya Lee.


"Sesuatu yang di mana kamu menjadi istriku sambil menggendong putra kita," jawab Dennis dengan penuh percaya diri walau di depannya ada Erra.


"Kamu gila membayangkan istriku menjadi istrimu! Maksud kamu apa ha!" bentak Erra yang sedang meluapkan amarahnya.


Erra sangat membenci sekali jika sang istr dijadikan sebagai fantasy liar pria lain. Bagi dirinya Lee adalah wanita satu-satunya yang rela menerima kelemahan dan kekonyolannya. 


"Dennis… pergilah… aku tidak mau kalian bertengkar di depan anak kecil," Lee menyuruh Dennis pergi.


Lee terpaksa memanggil pengawal untuk menyelamatkan Dennis. Lee tidak mau melihat mereka bertengkar hebat di dalam markas. Seketika para pengawal itu datang. Lee meminta para pengawal agar menyelamatkan Dennis. Kemudian Lee menatap tajam ke arah Erra. Lee tidak pernah gentar melawan Erra.


Melihat kepergian Dennis, Lee menatap wajahnya Erra, "Apakah kamu puas setelah meledakkan amarah kamu seperti cry thunder?"

__ADS_1


__ADS_2