Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 286


__ADS_3

"Kenapa kamu menjadi gila?" tanya Garda.


"Kalau aku gila cepat atau lambat otakku memiliki banyak ide. Dan aku harus menjalankan semua ide itu," jawab Lee dengan jujur.


"Ya sudah... Untuk sekarang ini biarkan kaum pria minggir terlebih dahulu," ucap Garda yang membiarkan sang adik berkembang memiliki ide jenius.


"Baiklah kalau begitu. Kakak akan membiarkan kamu gila," tambah Garda.


"Huaha... Baru kali ada kakak yang mendukung ide gila sang adik,'' ejek Lee.


"Sepertinya kamu mengejek kakak?'' tanya Garda.


"Janganlah kalian berdebat! Ingatlah kita tidak memiliki banyak waktu. Hari semakin siang,'' sergah Errayang tidak ingin melihat perdebatan adik kakak itu.


"Kami tidak berdebat. Tapi kamu tahukan kalau Lee memiliki otak jenius. Makanya aku mendukungmu,'' puji Garda.


ESrra tersenyum manis membetulkan apa yang dibicarakan oleh Garda. Jujur saja Erra meengakui kalau Lee adalah wanita jenius. Namun kejeniusannya tidak pernah terpublish ke umum. Jadi yang sering melihat Lee adalah wanita biasa.


Selesai makan mereka langsung pergi menuju ke kantor polisi. Di sana Lee keluar mobil dengan elegan. Sorot mata yang tajam menandakan kalau Lee siap berperang. Tidak tanggung-tanggung Lee membawa Erra dan Garda untuk menjadi tamengnya.


Jika dibayangkan sekarang Lee seperti Cat Woman. Yang di mana Cat Woman sedang menunggu musuh keluar. Seperti halnya Lee yang menunggu kedatangan atasan sang paman.


Sambil menunggu kedatangan sang atasan, Lee masuk ke dalam kantor. Lee berjalan angkuh melewati aparat kepolisian. Namun ketika masuk ke dalam ruangan atasan, ada beberapa aparat kepolisian mencegahnya. Lee langsung mengeluarkan aura dingin mematikan.


"Di mana atasan kalian?'' tanya Lee dingin.


"Maaf nyonya atasan kami sedang keluar. Sebentar lagi akan datang,'' ucap salah satu aparat kepolisian.


"Suruh dia datang! Jika telat aku pastikan kantor ini akan hancur!" titah Lee.


Mereka langsung menelan salivanya dengan cepat. Baru kali ini ada seorang perempuan yang ingin menghancurkan kantor polisi. Sungguh besar nyalinya hingga berencana menghancurkan kepolisian.


Jika saja Lee tidak sabar maka kantor ini akan habis. Akan tetapi Lee tidak akan melakukannya hanya karena sang atasan gila. Beberapa saat kemudian datang pria yang agak muda lengkap memakai pakaian seragam. Orang itu menatap wajah Lee dan merasakan tubuhnya bergetar. Ketika ingin membuka kantor itu, Lee menyapanya terlebih dahulu.


"Hallo... Tuan Simon,'' sapa Lee dengan suara renyahnya.


"Ada apa kamu kesini?" tanya Simon yang mulai tegang.

__ADS_1


"Untuk apa kamu kesini?" tanya Simon.


"Buka dululah kantornya. Masa kita berbicara seperti ini. Kamu enggak sopan sama sekali sama perempuan,'' kesal Lee.


Sebenarnya Lee kenal siapa kepala kepolisian di kota ini. Sang kepala polisi adalah teman kuliahnya di Helsinki. Kebetulan sekali Lee akan membuat perhitungan sama si kepala kepolisian.


Simon membuka ruangannya lalu mempersilakan Lee masuk. Dengan wajah kesalnya Simon terpaksa menjamu Lee dengan seadaanya.


"Kenapa enggak menemui aku di rumah?" tanya Simon.


"Aku sangka kamu masih berada di Helsinki," jawab Lee.


"Cih... Helsinki. Aku sudah pulang tahu dari Helsinki delapan tahun yang lalu,'' jawab Simon.


"Kalau begitu aku langsung to the point saja. Aku malas berbelit-belit sama kamu. nanti urusannya ribet,'' ucap Lee dengan jujur.


"Apa itu?" tanya Simon.


"Apakah kamu tahu tentang kasus pengiriman obat-obatan terlarang yang akan dikirim ke pelabuhan?" tanya Lee yang menghempaskan bokongnya di sofa.


"Aku tahu itu. Tapi aku tidak ikut campur dengan kasus ini,'' jawab Simon yang dahinya sudah berkeringat.


"Apakah kamu mengirimkan anak buah kamu untuk mengawal barang itu?" tanya Lee.


"Aku terpaksa melakukannya karena nyawa keluargaku sedang terancam,'' jawab Simon dengan pucat.


"Baguslah. Aku akan melindungi mereka. Kamu tenang saja enggak akan terjadi apa-apa,'' ucap Lee.


"Kamu itu kalau ngomong enak ya. Kamu tahu kalau aku sedang diancam sama Black Lotus,'' kesal Simon.


"Kamu belum tahu siapa aku?" tanya Lee ke Simon.


"Cih... pake nanya kamu siapa? Kamu Lee Sebastian kan. Aku sudah tahu itu,'' jawab Simon yang meledek Lee.


"Kamu tahu siapa singa betina yang sering membuat ulah dengan membakar semua gudang obat-obatan terlarang?" tanya Lee.


"Aku enggak tahu siapa dia! Aku tahu dia adalah perempuan gila yang memiliki nyali besar,'' jawab Simon.

__ADS_1


"Jika kamu tahu?" tanya Lee lagi.


"Aku ingin mengajaknya kerjasama untuk membumihanguskan seluruh markas mafia yang memproduksi obat-obatan terlarang,'' jawab Simon.


"Itu aku. Aku memang sering melakukannya. Bahkan aku sering membuat para mafia rugi besar. Begitu dengan Candra maupun Adam. Aku sudah sering membakar gudang obat-obatan terlarang milik mereka,'' jelas Lee yang membuat Simon membelalak sempurna.


"Jadi?" tanya Simon.


"Ya... itu aku. Aku memang sering melakukannya. Bahkan aku sangat senang melakukannya,'' jawab Lee yang tersenyum bahagia. "Jadi apakah kamu mau bekerja sama dengan aku?"


"Kerja sama apa?" tanya Simon yang kurang paham.


''Kerjasama mencegah barang pintu sampai ke pelabuhan. Jika obat-obatan itu sampai ke sana, kemungkinan besar aka berlayar melewati tujuh samudra. Setelah sampai ke tempat tujuan obat itu akan merusak generasi bangsa. Coba kamu bayangkan jika anakmu yang mengkonsumsi obat itu. Apa jadinya? Aku hanya meminta pendapatmu,'' jelas Lee.


"Jika karir kamu berakhir sampai sini tenang saja, aku bisa memberikan pekerjaaan yang lebih baik lagi. Bisa saja kamu bekerja di kantor Asco atau Sebastian dengan gaji yang tinggi. Jika kamu enggak mau bekerja sama dengan kami aku yang akan menghancurkan karir kamu!" tegas Erra dengan sorot mata menajam seperti pisau.


"Jika aku bekerja sama kalian dengan kalian bagaimana dengan anak istriku?" tanya Simon dengan nada gusar.


"Berikan alamat rumah kamu. Aku akan mengirim banyak pengawal agar melindungi kalian. Atau kamu ingin menyembunyikan mereka ke suatu tempat agar mereka akan. Aku akan menyuruh seseorang untuk menyelamatkan mereka,'' tawar Erra.


"Jujur saja sebenarnya berat aku memutuskan ini. Aku sangat mencintai keluargaku. Namun karirku di ujung tanduk,'' jawab Simon.


"Aku jamin kamu tidak akan kehilangan karir kamu,'' tambah Erra.


"Kamu dibayar berapa sama NIcky?" tanya Lee.


"Aku dibayar satu juta dolar,'' jawab Simon.


"Bagaimana kalau aku menggantinya dengan mansion mewah dan mobil sport?" tanya Garda yang mulai bernegosiasi.


"Aku akan memikirkan besok,'' jawab Simon.


"Tidak ada waktu untuk memikirkan rencana untuk besok. Jika kamu ingin mereka selamat maka jawab sekarang. Karena aku tidak ada waktu!" tegas Lee.


"Apakah kamu menjamin mereka?" tanya Simon sekali karena ragu dengan keputusan Lee.


"Kenapa kamu ragu seperti itu? Apakah kamu tidak percaya denganku?" tanya Erra yang mulai malas.

__ADS_1


__ADS_2