
"Itu mereka," jawab Lee dengan kesal.
"Sepertinya kamu kesal melihat mereka bertarung menghabisi Sam, Erra dan Garda dengan beladiri yang sangat buruk sekali!" seru Andi.
"Apakah kita akan berkoloborasi untuk menghajar mereka?" tanya Lee.
"Baiklah. Kita sudah lama tidak melakukannya. Rasanya tanganku gatal," jawab Andi.
"Ayo pa!" ajak Lee dengan semangat.
Lee dan Andi bergabung dengan mereka. Lalu Andi berkolaborasi dengan sang putri memakai jurus ninja. Andi yang tugasnya mengecoh para musuh kemudian Lee menghajarnya dari belakang. Hingga musuh itu tidak bisa melihat Lee karena terlalu berkonsentrasi pada Andi. Tak lama datang beberapa mobil yang memasuki hutan itu. Lee melihat mobil itu dengan memicingkan matanya. Lee tahu kalau mereka adalah para musuh.
"Cih... Mainnya keroyokan!" geram Lee yang sudah mengeluarkan mode singa betinanya.
Lee segera memanggil mereka untuk menghadapinya. Andi membulatkan matanya sambil berkata, "Mode singa betinanya muncul lagi. Kalau begitu aku akan mengaktifkan mode amukan anjing helder."
Yang dikatakan Andi benar. Andi memiliki amukan seperti anjing helder. Yang dimana hewan itu akan terus memburu mangsanya hingga dapat. Setiap orang yang melawannya akan menjadi korban keganasannya. Namun sebelum itu Lee melarangnya. Sebab Lee akan menang melawan mereka. Andi hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.
Lee mengejek mereka dengan kata-kata yang tidak pantas. Mereka yang merasa diejek tidak terima. Lalu mereka menyerang Lee. Namun sebelum itu Lee menyetopnya untuk melihat posisi sang musuh.
Setelah melihat formasi sang musuh Lee tersenyum devil. Lee segera masuk dengan berlari. Tangannya mengepal dan menonjok wajah para musuh itu. Hanya sekali tonjokan mereka langsung tumbang. Lee tidak habis pikir dengan mereka. Katanya mereka hebat dan bisa mengancurkan sang lawan.
"Kalian ini... Memang payah dan sangat payah. Bagaimana bisa kamu menjadi pria kuat jika cara bertarung seperti ini!" ejek Lee dengan wajah yang menggemaskan hingga membuat para musuh jantungnya berdetak kencang.
"Ternyata gadis itu sangat menggemaskan sekali. Aku mau jadi suami kamu!" teriak salah satu Pengawal yang sudah tumbang hingga terdengar Erra.
Erra segera kabur dari kejaran sang lawan. Erra mendekati Lee sambil tersenyum iblis yang menakutkan. Hingga para musuh itu hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Mereka bangkit dan menghajar Erra. Namun sebelum menghajar Erra, Lee menyetop sementara dan memandang wajah Erra.
__ADS_1
"Mundurlah... Aku tidak mau mereka menyentuhmu!" titah Lee.
"Kamu aja yang mundur! Aku tidak mau kamu terluka!" perintah Erra.
"Erra!" panggil Lee dengan suara meninggi sambil memandang sang suami yang mengintimidasinya.
"Ra... Papa saranin kamu mundur. Cepat atau lambat kamu akan terluka karena Lee sekarang sudah merubah dirinya menjadi singa betina," saran Andi yang menarik Erra.
Glek.
Erra hanya bisa menghela nafasnya. Bagaimana bisa Lee merubah dirinya menjadi singa dengan cepat. Erra dan Andi akhirnya minggir untuk mempersilahkan Lee menghajar mereka. Lee berjalan dengan anggun. Saat berjalan anggun membuat para musuh menjadi lengah. Kemudian Lee dengan mudahnya menghajar mereka.
Satu dan sikutan yang diberikan oleh Lee membuat mereka langsung membuat remuk dan tidak bisa berkata apa-apa. Ya... Malam ini Lee menjadi wanita yang berbahaya. Sangking berbahayanya siapa saja tidak mau didekatnya.
"Apakah itu istriku?" tanya Erra yang mengagumi Lee.
"Bukan dia putriku," jawab Andi.
Kedua pria berbeda generasi itu berdebat tidak ada habisnya. Mereka mengklaim Lee habis-habisan. Hingga membuat Garda dan Sam mendekatinya. Garda dan Sam hanya bisa menepuk jidatnya. Sedangkan Lee masih asyik dengan pertarungan itu.
Tak sampai lima belas menit para musuh merenggangkan nyawanya. Lee sengaja memakai tenaga dalamnya. Lee tidak perlu menggunakan gerakan-gerakan yang dapat dibaca. Hanya satu kali hempasan dua musuh langsung tumbang.
Setelah selesai Lee melihat orang-orang yang menyerangnya langsung terkapar. Lee tersenyum puas. Namun mata Lee beralih ke arah pohon besar. Lee yakin ada seseorang yang memperhatikan sedari tadi. Lee langsung berlari untuk mencari orang itu. Ketika Lee mengejarnya pria itu kabur menjauhinya.
Lee tidak patah semangat untuk mengejarnya walau harus masuk hutan. Lee mengambil shuriken yang sengaja di kantongi sebelum pergi. Dengan cepat Lee mengambil benda itu dan melemparkannya ke arah kakinya. Lee berharap shurikennya terkena kakinya. Benar saja shuriken itu mengenai kakinya dan pria itu jatuh tersungkur mencium tanah.
"Argh!!!!"
__ADS_1
Teriakkan itu menggema mengelilingi hutan itu. Hingga pria itu tidak bisa bangun dari sana. Lee yang mendapat sang pelaku tersenyum puas. Bagaimana tidak? Sang singa betina tidak akan melepaskan mangsanya. Lee mendekati pria itu dan menarik bajunya untuk berdiri. Namun pria itu berdiri dan ingin menghajar Lee. Dengan cepat Lee melumpuhkan pria itu hanya sekali pukulan. Pria itu akhirnya pingsan.
"Pingsan segala," kesal Lee.
Beberapa saat kemudian datang Sam dan Garda. Mereka melihat Lee melalui senter dari ponsel. Mereka berdua dibuat tepok jidat oleh kelakuan Lee. Entah kenapa hari ini Lee menjadi wonder woman. Memang sejak dari dulu Lee sudah menjadi wonder woman. Kenapa mereka baru mengetahuinya?
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya mereka serempak.
"Ya... Aku baik-baik saja. Aku tidak kuat mengangkat pria itu. Kalian tahukan kalau aku perempuan," jawab Lee dengan polos.
"Lalu jika kamu perempuan, apakah ada yang salah?" tanya Garda.
"Ada," jawab Lee.
"Adanya apa?" tanya Sam yang mulai tersenyum karena melihat Lee yang polos.
"Aku sudah menjadi istri dari suamiku yang bernama Erra," jawab Lee dengan jujur. "Bukannya kalian tahu kalau suamiku sangat posesif sekali?"
Mereka menganggukan kepalanya tanda setuju. Mereka tidak melanjutkan pembicaraan ini. Garda mendekati pria itu dan mengangkat pria yang pingsan itu. Mereka akhirnya kembali. Namun tanpa disadari oleh Lee sang papa dan sang suami sedang berdebat untuk memperebutkan dirinya. Lee hanya menepuk jidatnya.
"Rasanya aku seperti de Javu," keluh Lee yang bingung.
"Tidak bisa pa... Lee adalah istriku. Sekarang aku yang memilikinya dengan utuh," ucap Erra.
"Meskipun dia istrimu tapi dia anakku. Aku yang membuahinya. Kamu tahu benih yang tertanam di diri Lee adalah benih yang super," ujar Andi yang membanggakan dirinya.
Garda hanya terkekeh mendengar Lee yang mengeluh. Lee seakan ingat dengan pertengkaran Garda dengan Erra. Lalu Lee berteriak, "Cukup! Kalian ini malah bertengkar!"
__ADS_1
Kedua pria yang berbeda generasi itu langsung diam dan menatap Lee. Mereka hanya mengatakan maaf. Namun Lee hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Bisa enggak sih kalian tidak bertengkar seperti ini. Aku sudah bilang kepada kalian. Kalau aku memang istrinya Erra dan anaknya Andi Sebastian. Apakah kalian paham?"
"Paham," ucap mereka serempak dengan kepala menunduk.