Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 217


__ADS_3

"Belum… setelah istirahat mereka akan berbicara. Tapi firasatku lain mengatakan. Mereka tidak akan memberikan masukan-masukan melainkan menyerang Kak Erra untuk segera turun dari kursi CEO. Terutama pak Dwi," jawab Lee.


Sam hampir lupa dengan keadaan itu. Hampir lima tahun Sam menjabat sebagai anggota dewan direksi. Akan tetapi Sam mengetahui tabiat mereka terutama Pak Dwi. Memang sedari dulu Pak Dwi ingin Erra lengser dari kursi CEO.


Setelah makan siang mereka kembali ke aula tersebut. Mereka duduk dengan santai sambil menunggu para peserta yang lainnya. Tidak sengaja Lee mendapat pesan dari seseorang. Lee membaca pesan itu sambil mengerutkan keningnya. 


Melihat sang istri berubah menjadi aneh Erra segera mendekatinya. Erra menatap wajah Lee sambil bertanya, "Ada apa?"


"Lihatlah ini,'' jawab Lee.


Erra melihat apa isi pesan tersebut. Erra tersenyum devil dan mengetahui dalang yang ingin melengserkan dirinya. Ternyata oh… ternyata yang berbuat adalah seseorang yang sudah dikenalnya. Bahkan Lee mengenal orang itu. 


"Apakah Tuan Erra sudah paham?" tanya Lee dengan memakai bahasa formal lalu mematikan tabnya.


Erra menganggukan kepalanya tanda paham. Lalu Erra memberikan sebuah perintah kepada Lee, "Setelah meeting selesai, kamu cari semua data-data orang itu! Aku ingin mengetahui sejauh mana orang itu dekat dengan kaki tangan Candra."


"Baik," balas Lee.


Tak selang berapa lama seluruh para anggota memasuki aula. Mereka duduk di tempat masing-masing. Moderator rapat akhirnya membuka suara untuk melanjutkan rapat tertunda. Moderator mengizinkan dewan direksi yang belum menyuarakan aspirasinya. Lalu perwakilan dari kubu orang luar yang bernama Pak Dwi berdiri. Pak Dwi melihat seluruh para pemegang saham. Sebelum mengeluarkan suaranya Pak Dwi terlebih dahulu menarik nafasnya. KemudianPak Dwi berkata dengan sopan. Pak Dwi mengkritik kinerja Erra yang menurutnya sangat buruk. Sesuka hati memecat karyawannya. Bahkan gaji karyawannya sering terpotong. Lee yang mendengar kritikan tersebut hanya tersenyum. Lee tahu kritikan itu hanya akal-akalan Pak Dwi saja. Agar dewan direksi meminta para pemegang saham memecat Erra. Kalaupun dipecat para pemegang saham akan menyerahkan perusahaan kepada Lee. suasana semakin ricuh di kubu Pak Dwi. Sedangkan di kubu enam pilar utama santai dan memandang mereka. Enam pilar utama sangat yakin kalau Erra tidak pernah melakukan kesalahan. Setiap ada masalah Erra selalu membicarakan ke Bayu untuk mengambil keputusan yang tepat. 


Lee menyalakan mikrofon dan mulai menyerang Pak Dwi. Lee membocorkan ambisi Pak Dwi yang ingin menduduki kursi CEO. Lee mempunyai banyak bukti kalau Pak Dwi sengaja melakukan cara kotor untuk melengserkan Bayu dan Erra. Namun Pak Dwi membantah secara mentah-mentah.


Satu kata buat Lee cerdik. Lee jauh-jauh hari mencari informasi tersebut dari dunia bawah tanah. Bahkan Pak Dwi sendiri sering bekerja sama dengan para mafia ecek-ecek untuk menghabisi Bayu dan Erra. Namun mafia ecek-ecek tersebut lenyap di tangan Lee. Bahkan markasnya sering dibumihanguskan. 

__ADS_1


Akan tetapi Pak Dwi masih keukeuh mempertahankan aspirasinya. Pak Dwi mulai memprovokasi keadaan. Dengan nada ngegasnya Pak Dwi mulai menjelek-jelekkan Erra. Bahkan Pak Dwi berani membawa isu yang sedang berkembang di luar. 


Elizabeth, Jarot dan Delon membuka suaranya. Mereka juga menyetujui pendapat Pak Dwi. Namun Lee sang pemegang saham terbesar masih terdiam. Lee mulai mencatat siapa-siapa yang akan dipecatnya. Lee malah senang hati mengeluarkan mereka yang tidak memberikan kontribusi baik buat perusahaan. 


"Ugh… aku sungguh bosan sekali melihat ocehan-ocehan mereka yang tidak berguna itu," kesal Lee yang suaranya terdengar hingga ke telinga Erra.


Erra mendekatkan dirinya sambil mengangkat kakinya. Erra juga bosan dengan semua omong kosong yang dilontarkan mereka. Erra mulai melakukan kejahilannya terhadap Lee. Kaki Erra mulai diangkat dan sengaja menggesek-gesekkan ke kaki Lee. Erra sengaja menggesek-gesek kaki mulus Lee sambil mengeluarkan suara seksinya. 


"Kamu bisa memecat mereka jika tidak suka," saran Erra.


"Ah… itu benar. Aku akan melaksanakan dengan senang hati," ucap Lee.


Setelah mengutarakan pendapatnya Elizabeth menyerobot dan langsung memberhentikan Erra saat itu juga. Sedari tadi Bayu terdiam mendengarkan apa yang diutarakan oleh Pak Dwi. Bayu sangat geram kepada mereka. Lalu Bayu menyindir mereka dengan kata-kata pedas. 


Elizabeth sangat malu sekali ketika mendengar sindiran Bayu. Ya… Elizabeth terlalu percaya diri dengan apa yang didengarnya.


"Anda hanya memiliki saham sebesar delapan persen. Sedangkan kami di atas kalian. Bahkan ada yang lebih berkuasa dari kami. Dia adalah pemegang saham terbesar di Asco," jawab Bayu.


"Apakah itu benar?" tanya Elizabeth.


"Ya itu benar. Dialah yang bisa memecat Erra dari kursi CEO," jawab Bayu.


Mata Elizabeth berbinar-binar. Elizabeth sangat bahagia dan ingin mengajaknya bekerja sama. Elizabeth akan memprovokasi sang pemegang saham tersebut. Lalu apakah Elizabeth bisa mengajak kerjasama orang tersebut? 

__ADS_1


"Selama ini saya tidak tahu siapa sang pemegang saham terbesar disini? Orang itu sangat misterius sekali dan tidak pernah muncul sama sekali," puji Elizabeth kepada orang tersebut.


Lee tidak berpengaaruh kepada orang itu. Lee semakin muak mendengar pujian yang tidak tulus. Lee tahu kalau Elizabeth ingin memprovokasi dirinya agar memecat Erra.


"Tenangkan lah dirimu sejenak Nyonya Elizabeth," ucap Bayu. "Saya akan membuka siapa yang memiliki saham terbesar itu?"


"Baik tuan Bayu," ucap Elizabeth.


"Asisten Lee tunjukkan dirimu!" perintah Bayu yang bersorak kegirangan.


Lee berdiri sambil memperlihatkan dirinya. Seluruh dewan direksi terkejut dengan Lee. Mereka masih menganggap Lee adalah sekretaris Erra. Mereka tidak menyangka Lee sudah naik jabatan menjadi asisten. Lee adalah seorang asisten yang serba bisa. Mereka tidak terima dengan Lee yang menjabat asisten Erra.


Sementara itu Elizabeth terkesiap mendengar pengakuan Bayu. Elizabeth terkejut mendengar kenyataan. Seketika Elizabeth tubuhnya melemas. Elizabeth bertanya-tanya berapa persen saham yang dipegangnya itu? 


"Asisten Lee yang berkuasa atas segalanya dari kami. Asisten Lee yang nantinya akan mengendalikan Erra. Meskipun di Asco jabatan sang asisten kalian harus ingat untuk para dewan direksi. Yang khususnya bagi orang-orang yang tidak memiliki distribusi buat perusahaan. Maka jangan salahkan kami jika asisten Lee yang memecat kalian secara tidak hormat dengan menggantinya yang baru," gertak Bayu yang tidak main-main.


"Ini tidak bisa dibiarkan!" teriak Pak Dwi.


"Maksud anda tidak bisa dibiarkan bagaimana pak?" tanya Lee dengan suara datar.


"Bagaimana bisa anda naik jabatan yang dulunya sekretaris bisa menjadi asisten Tuan Erra!" bentak Pak Dwi.


Erra segera berdiri untuk meluruskan pertanyaan dari Pak Dwi. Lalu Erra menatap datar wajah pria paruh baya itu, "Bagaimana Lee bisa menjadi asisten saya? Hal ini akan diputuskan sekarang juga. Saya memilih Lee karena memiliki kompetensi yang besar. Lee sangat pintar di dunia bisnis. Lee juga sering berbagi ide-ide untuk memperbesar perusahaan. Bahkan kami dan anggota dewan direksi menyetujui ide Lee. Maka dari itu saya selaku sang CEO mengangkat Lee Sebastian sebagai asisten pribadi saya. Dan satu lagi selain menjadi asisten Lee adalah istri sah saya," jelas Erra yang membongkar pernikahannya sendiri di depan seluruh anggota dewan direksi.

__ADS_1


"Apakah itu benar?" tanya Pak Andri selaku dewan direksi lainnya.


__ADS_2