Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 459


__ADS_3

“Maaf... Aku tidak bisa bergabung lagi di dunia bisnis. Aku sudah mengambil keputusan untuk hidup dengan damai tanpa harus berkumpul dengan kalian,” jawab Sheva.


“Baiklah... Aku tidak akan memaksamu lagi. Aku akan memberikan kamu saham Strada Group sebesar tiga puluh lima persen. Jika kamu ingin kembali kepada Strada Group, aku akan mengijinkan kamu duduk di kursi sana,” ucap March yang tidak mau menekan sang kakak.


“Terima kasih. Aku memang menjadi pria serakah di waktu itu. Sekarang aku sadar. Karena keserakahanku keluargaku hancur dan kamu meninggalkan aku,” ucap Sheva.


“Nggak usah dipikirin soal kemarin. Pikirin aja sekarang. Yang Lalu biarlah berlalu. Kamu harus berterima kasih kepada Lee. Jika dia tidak ada, kamu tidak bisa sadar seperti ini,” pinta March.


“Di mana Lee sekarang?” tanya Sheva.


“Lee berada di Belgia. Dia sekarang sedang liburan bersama keluarganya. Oh ya... Jika nanti Lee pulang pasti aku beritahukan,” jawab March.


“Bagaimana nasib Greg setelah ini?” tanya Sheva.


“Tanya saja sama Greg sendiri. Mumpung dia berada di sampingmu,” jawab March dengan jujur.

__ADS_1


“Jangan khawatirkan aku. Biarkanlah aku memilih hidup. Aku akan menjadi asistennya Jake selamanya. Aku lebih menyukai informasi teknologi ketimbang bisnis dan manajemen. Aku harap papa tidak memaksaku untuk mengurusi perusahaan,” jelas Greg.


“Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan memaksamu untuk mengurusi perusahaan. Biarkanlah pamanmu yang akan mengurusi perusahaan tersebut,” ucap Sheva yang tidak ingin memaksa putranya untuk mengurusi perusahaannya sendiri.


“Udah siang pa. Aku pamit dulu berangkat kerja. Buat Paman March, kadonya nanti nyusul belakangan ya. Soalnya aku masih sibuk mengurusi pekerjaan,” pamit Greg.


“Bagaimana dengan pesanan kamu?” tanya Sheva.


“Biar aku bungkus aja. Aku akan memakannya di dalam mobil,” ujar Greg yang pergi meninggalkan mereka.


“Biasanya jam segini, Greg berangkat bersama salah satu pengawalnya. Greg kurang pandai memegang mobil sendiri. Biasanya Jake yang menjadi sopirnya. Berhubungan Jake sudah berangkat duluan, Greg akhirnya berangkat sama pengawalnya. Atau dia memakai ojek online,” jelas March. “Rencanamu ke depan gimana?”


“Aku akan menikahi ulang Leony. Aku masih ada sedikit tabungan untuk membangun usaha di rumah Leony. Kemungkinan besar aku akan membuka toko kelontong atau menjadi petani,” jawab Sheva.


“Okelah... Aku tidak akan memaksamu lagi. Jika kamu perlu uang, hubungi aku saja. Aku siap membantumu. Karena kita masih satu saudara. Apakah kamu masih tinggal di mansionku?” tanya March yang menatap Sheva.

__ADS_1


“Aku masih menetap di sana. Kemungkinan nanti sore kami pindah ke Bogor. Aku ingin menempati rumahnya Leony,” jawab Sheva.


“Tinggalah lebih lama lagi. Aku tidak mau kamu pergi sebelum pulang,” pinta March.


“Aku harus pindah. Kemungkinan besar aku tidak bisa lama lagi tinggal di mansionmu,” jawab Sheva yang tidak enak hati.


“Kenapa kamu tidak ingin tinggal di sana?” tanya March.


“Maafkan aku. Aku sudah memiliki keluarga. Aku ingin tinggal bersama istriku. Menikmati hari tua dan menunggu Greg menikah,” tolak Sheva.


“Baiklah... aku tidak akan memaksamu lagi. Jika kamu pindah nanti hubungi aku. Biarkan para pengawalku yang akan membantumu,” tawar March dengan tulus.


“Terima kasih March. Jujur aku malu sama kamu. Andai saja jika aku tidak melakukan itu,” ucap Sheva yang menggantung kata-katanya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2