Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 76


__ADS_3

''Maaf Pak. Jika anda keberatan saya akan membatalkan semuanya,'' ucap Lee.


''Aish... Tidak perlu. Persiapkan dirimu. Kamu harus ikut saya! Dan tolong masukan jadwal ke rumah sakit hari ini karena aku ingin memeriksakan istriku yang sejak tadi mual dan muntah!'' titah Erra dingin.


Lee menekuk wajahnya seperti cucian kusut. Lee harus mencari akal agar tidak pergi ke rumah sakit. Baginya rumah sakit sangat mengerikan.


''Kenapa juga harus ke rumah sakit? Adakah tempat yang paling nyaman?'' tanya Lee yang mengerucutkan bibir mungilnya.


Erra yang melihat Lee bergegas berdiri dan mendekati Lee. Erra langsung memeluk Lee dan mencium bibir mungilnya.


''Adakah tempat ternyaman selain di rumah sakit?'' tanya Lee.


''Hey... Ada apa dengan kamu? Sepertinya kamu tidak menyukai rumah sakit?'' tanya Erra balik.


''Aku tidak menyukai rumah sakit. Aku takut kalau harus dirawat di sana,'' jawab Lee melemas.


''Kalau kamu sakit. Terpaksa kamu harus dirawat di sana. Mau enggak mau,'' ucap Erra dengan lembut.


''Aku benci rumah sakit,'' ketus Lee.


''Bagaimanapun kamu harus pergi ke sana? Bukannya kamu memiliki rumah sakit sendiri?'' tanya Erra.


''Meskipun aku punya rumah sakit sendiri. Aku tetap tidak mau di rawat,'' jawab Lee yang mendorong tubuh Erra.


''Mau kemana kamu?'' tanya Erra.


''Mau keluar kantor. Aku ingin makan kue pukis tapi yang bikin kak Nanda,'' jawab Lee dengan mata berbinar.


''Sebelum itu makan dulu rotimu yang sudah aku pesanin,'' ucap Erra.


Lee menganggukkan kepalanya. Erra mengambil rotinya dan memberikan ke Lee.


Nanda yang selesai meeting langsung masuk ke dalam ruangannya. Ia sangat kesal karena semua pemegang saham tidak menerima keputusannya.


Nanda menganalisis semua pertemuan dengan pemegang saham.


Ceklek.


Pintu terbuka. Joko langsung masuk ke dalam ruangan Nanda dan mendekatinya.


''Ada penyusup dalam SW Corporation Group International. Kamu harus berhati-hati dan jangan gegabah,'' ucap Joko.


''Baik Pa. Ini akan menjadi sulit buatku jika aku harus terpojok,'' ujar Nanda. ''Apakah Papa tidak curiga dengan Pak Anto yang sedari tadi memojokkanku dengan banyak alasan?'' tanya Nanda.

__ADS_1


"Lakukanlah apa yang menurutmu terbaik. Papa yakin kamu bisa menyingkirkan orang-orang yang tidak berguna seperti Pak Anto," jawab Joko.


Tak lama kemudian datang Rio sang asisten dengan jadwal yang sudah disusun olehnya.


"Maaf Tuan Joko dan Tuan Nanda," panggil Rio.


"Lanjutkan," sahut Joko lalu bergegas pergi meninggalkan mereka.


"Apakah jadwalku hari ini?" tanya Nanda.


"Jam 10 ada pertemuan dengan CEO Anders untuk membicarakan tentang sistem keamanan jaringan internasional. Setelah itu anda akan meninjau ulang pembangunan rumah tipe 36 dan pembebasan lahan bersama CEO ASCO Corporation Group International. Sorenya akan ada meeting bersama Tuan Bagus Mahardika yang bekerja sama membahas pembangunan gedung di Singapura. Malam hari anda mendapat undangan dari Tuan Imam untuk melaksanakan kegiatan peresmian mall di Bekasi," jelas Rio.


"Pergilah," usir Nanda.


Rio langsung melangkahkan kakinya dan meninggalkan ruangan Nanda.


"Aku curiga dengan Pak Anto. Kenapa dia ingin sekali mendepakku dari kursi CEO? Jelas-jelas aku adalah ahli waris SW Corporation Group International. Menurutku ini sangat aneh sekali. Ada udang di balik rempeyek," batin Nanda.


Nanda langsung meraih ponselnya dan mencari no telepon Greg. Setelah menemukan no telepon Greg. Nanda menghubungi Greg.


Greg yang asyik bermain Freefire dengan skuad Black Dragon berhasil melumpuhkan sang musuh. Setelah berhasil melumpuhkan sang musuh, ponsel Greg berdering lalu mengusap tombol hijau.


"Hallo," sapa Greg.


"Greg... Kamu sibuk?" tanya Nanda.


"Bisakah kamu menolongku untuk mencari datanya Pak Anto pemegang saham di SW Corporation Group International?" tanya Nanda.


"Baiklah. Itu hal yang mudah buatku," jawab Greg dengan mata berbinar. "Apakah aku akan mengantarkan ke SW?"


"Ah.. tidak perlu. Sebentar lagi ada meeting bersama bosmu. Biar aku yang mengambilnya," jawab Nanda.


"Baiklah," ucap Greg.


Sambungan terputus.


Greg berdiri bergegas meninggalkan ruangan IT untuk menuju ke ruangan khusus. Ruangan khusus ini mempunyai sistem keamanan yang berlapis-lapis. Tidak semua orang yang bisa masuk ke dalam ruangan itu. Hanya orang yang tertentu saja bisa masuk kesana.


Garda yang dapat wejangan dari Caroline dan Andi yang panjang seperti kereta akhirnya terbebas juga. Dengan cepat Garda langsung paham dengan apa yang di ajarkan oleh kedua orang tuanya.


"Sepertinya aku butuh sekretaris. Apakah adik kecilku bisa di tarik ke sini?" tanya Garda ke arah Andi.


"Tidak bisa. Karena Erra yang sudah mematenkan adikmu untuk jadi sekretaris sekaligus asistennya. Papa akan memberikan kamu seorang sekretaris yang bisa menghandle seluruh pekerjaan kamu," jawab Andi.

__ADS_1


"Apakah dia mempunyai ilmu bela diri seperti Lee?" tanya Garda.


"Kamu tanya aja sama dia ya. Papa mau berdua sama mamamu," jawab Andi yang bersemangat dan tersenyum.


Garda tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Andi yang di kenal Garda sebelum ingatannya kembali adalah sosok pria yang sangat dingin sekali. Bahkan Andi tidak pernah tersenyum.


"Astaga Papa! Sebelum ingatanku kembali. Papa adalah pria yang sangat dingin sekali bahkan bisa membuat orang membeku. Apakah ini Papa Andiku," batin Garda.


Setelah itu Garda melihat undangan pertemuan enam pilar utama. Isinya membicarakan tentang sistem keamanan jaringan internasional. Saat berdiri ada seorang yang mengetuk pintu.


Tok... Tok.... Tok... Tok...


"Masuk!!" teriak Garda.


Ceklek.


Pintu terbuka. Seorang gadis kurang lebih usia 21 tahun melangkahkan kakinya. Gadis itu bertubuh ramping, mungil, cantik dan berambut panjang. Garda yang melihat gadis mungil itu berjalan dengan anggunnya lalu mendekati Garda.


"Selamat Pagi Tuan Garda. Saya diutus oleh Tuan Andi untuk menghandle seluruh pekerjaan anda," sapa Arin.


Garda yang melihat Arin yang cantik itu sangat terpesona. Matanya menatap lekat ke wajah lembut Arin.


"Maaf Tuan... Ada apa dengan saya?" tanya Arin.


"Tidak ada yang salah. Maaf nama anda siapa?'' tanya Garda.


"Arini Tuan. Saya ditugaskan oleh Tuan Andi untuk membantu anda menghandle semua pekerjaan," jawab Arin.


"Kalau gini aku tidak perlu menanyakan apa bisa dia beladiri atau tidak? Oh Tuhan. Gadis ini sangat cantik sekali buatku. Bisa tidak bisa aku akan tetap melindunginya," batin Garda.


"Baiklah. Persiapkan dirimu untuk ikut bersamaku ke pertemuan yang akan dilaksanakan sejam lagi!" titah Garda.


"Dimana itu Tuan?" tanya Arin.


"Anders Corporation Group International," jawab Garda.


"Baik Tuan," ucap Arin.


"Oh ya... Meja kamu berada di sana," unjuk Garda ke meja kosong itu.


"Baik Tuan," sahut Arin.


Kemudian Arin menuju ke meja kerjanya. Garda mulai menunjukkan sifat kepemimpinannya yang tegas dan wibawa.

__ADS_1


Di Tristan Grup. Sam yang sedang melihat angka-angka membuatnya sangat jengah. Ingin sekali Sam membuang pekerjaannya itu ke alam lain.


"Sialan lu Aldy sama Seva. Gara-gara lu berdua gue pastikan hidup lu enggak akan selamat," gerutu Sam.


__ADS_2