
"Mencari pasangan hidup itu tidak semudah yang membalikkan telapak tangan. Jadinya aku harus menyeleksi terlebih dahulu," jawab Garda yang menjelaskan seluk beluk bagaimana caranya mencari pasangan hidup.
"Kalau aku?" tanya Lee yang benar-benar bingung dengan ucapan Garda.
"Kamu mah sudah ada jodohnya pas waktu di dalam kandungan mama," jawab Garda. "Kamu tahu saat usia tujuh bulan Erra sudah mengklaim kalau dirimu itu jodohnya. Bahkan Erra dengan senang hati menanti kelahiran kamu."
Lee menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Otak Lee berpikir dengan keras dengan ulah Erra saat itu. Mana mungkin anak kecil sudah memiliki jodoh sendiri. Menurut Lee hidup ini sangat aneh sekali. Bahkan Lee bertanya-tanya di dalam hatinya, kok bisa Kakak tampannya berkata seperti itu.
"Kamu jangan meragukan cintanya Erra. Erra sangat tulus sekali mencintaimu," ujar Garda yang berusaha meyakinkan Lee.
"Baiklah," ucap Lee.
Waktu bergulir dengan cepat. Di luar markas sudah menjadi gelap dan matahari sudah tidak kelihatan. Lalu Garda menyerahkan kepemimpinannya agar Lee bisa memimpin. Tepat pukul sepuluh mereka berangkat menuju ke hutan itu. Di dalam perjalanan menuju ke sana Lee merasakan ada sesuatu yang aneh.
"Rasanya aku merasakan ada sesuatu. Apakah ini jebakan?" tanya Lee dalam hati.
Tak lama mobil yang ditumpangi Lee dihadang oleh sekelompok orang yang memakai baju hitam. Garda menghentikan mobilnya dan berkata, "Sepertinya menuju ke markas sana sangat sulit."
"Tenang saja kak. Aku tahu caranya bagaimana menghajar mereka," jawab Lee yang membuka pintu.
Garda tetap tenang dan tersenyum smirk. Garda tahu siapa yang menghadang mereka. Garda mengambil ponselnya lalu bermain game online untuk sementara waktu. Sedangkan Lee terkejut melihat pria bertopeng itu. Pria bertopeng itu mendekati Lee dan mengulurkan tangannya sambil berkata, "Mari gadisku... Ikut aku membumihanguskan mereka."
"Ah... Iya... Aku memang ingin membumihanguskan mereka," ucap Lee.
__ADS_1
"Kalau begitu ikutlah denganku," ajak pria bertopeng itu.
Garda yang melihat Lee bersama pria bertopeng itu tersenyum bahagia. Garda berharap mereka bisa bersatu dan menghancurkan para musuh. Lalu siapakah pria bertopeng itu yang selalu membantu Lee selama ini? Ah... Sudahlah... Biarkan pria bertopeng ini akan menjadi rahasia besar.
Beberapa saat kemudian Lee dan pria bertopeng itu mengajak ke markas musuh. Mereka hanya berdua dan melupakan para pengawalnya. Dengan santainya pria bertopeng itu memberikan sebuah pistol yang sudah dirancangnya sedemikian rupa. Sekali menarik pelatuk pistol itu bisa menghancurkan orang itu dengan cepat.
"Sepertinya aku melupakan sesuatu," celetuk Lee.
"Apa itu?" tanya pria bertopeng itu.
"Dimana para pengawalku?" tanya Lee balik.
"Biarkan saja mereka menunggu di sana. Aku harap para pengawalmu itu mendapatkan jodoh dari pengawal yang dibawa oleh pria yang berada di sampingmu itu," jawab pria bertopeng itu tanpa ada beban sekalipun.
"Serang!!!" teriak para pengawal itu.
Seluruh orang yang berkumpul di sana akhirnya menyerang Lee dan pria bertopeng itu. Dengan penuh semangat Lee merubah dirinya menjadi singa betina yang sangat ganas sekali. Bisa dikatakan seluruh kekuatan Lee keluar. Namun pria bertopeng itu menepuk pundak Lee agar merasakan rileks dan membisiki sesuatu, "Jangan buru-buru menghancurkan musuh. Kita nikmati saja seperti malam pertama yang pernah kamu jalani bersama suami kamu itu."
Mata Lee membulat sempurna dan tidak percaya sama sekali. Akhirnya Lee memukul pundak sang pria bertopeng itu. Rasanya sang pria bertopeng adalah manusia aneh menurut Lee. Lalu Lee bertanya dengan polos, "Bagaimana kamu tahu kalau aku pernah melakukan malam pertama?"
"Ya tahulah semuanya. Bahkan aku pernah merasakannya," jawab pria bertopeng itu tanpa rasa bersalah.
Lee terdiam sejenak dan tidak paham apa yang dimaksud oleh pria bertopeng itu. Lee merasakan ada kejanggalan sama si pria bertopeng itu. Lalu Lee melihat dan ingin meraih topeng itu. Namun pria bertopeng itu meloncat dan meninggalkan Lee sesaat, "Hey... Gadisku... Jangan pernah kamu membuka topengku!"
__ADS_1
Lee mengangguk paham dan menghembuskan nafasnya secara kasar. Lee masih bertanya-tanya di dalam hati. Siapakah pria bertopeng itu? Selama ini kalau dirinya dalam bahaya pria bertopeng selalu saja hadir. Namun kesempatan kali ini Lee ingin menarik topeng itu gagal.
"Kamu enggak perlu tahu siapa aku! Tapi lihatlah musuh sudah mengitari kita. Apakah kita akan mati konyol di sini?" gertak pria bertopeng kepada Lee.
Lee menggelengkan kepalanya sambil berucap, "Maaf."
"Suatu hari nanti kamu akan tahu siapa aku sebenarnya. Suatu hari aku akan mengungkapkan jati diriku. Aku mencintai kamu Lee," batin pria bertopeng itu.
Melihat musuh sudah terkumpul pria bertopeng itu mendekati Lee dan mulai menggabungkan kekuatannya. Mereka menghajar musuh tanpa senjata apapun dan hanya memakai tangan kosong. Dengan gerakan yang cepat dan indah para musuh langsung terkapar. Sementara itu Garda beserta para pengawalnya ikut membantu Lee menghabisi musuh.
Garda yang melihat pertarungan ini langsung mengeluarkan pedangnya. Garda dengan membabi buta menghajar mereka dan menghabisi para musuh di tempat. Sedangkan para pengawal mengepung markas.
Garda yang mendapat info dari Angela tersenyum smirk dan berteriak, "Lee... Masuklah ke dalam."
Lee yang mendengar Garda berteriak bergegas masuk ke dalam dan mencari keberadaan sang ketua musuh. Namun sang ketua musuh tidak ada di tempat dan menghilang. Tak lama Lee mendengar ada suara bom waktu dan cepat-cepat mencarinya. Lee menemukan bom itu dan melihat waktu yang bisa dikatakan cukup banyak. Lee segera mengambilnya dan berlari keluar untuk mencari tempat yang tidak ada para penghuni sambil melemparkan bom itu. Sedetik dua detik dan tiga detik bom waktu itu langsung meledak. Untung saja Lee memakai jurus langkah seribu untuk menghindari ledakan itu.
Setelah terjadi ledakan itu Lee masuk ke dalam dan mengobrak-abrik markas. Namun Lee tidak menemukan apapun di sana. Lee hanya bertemu dengan sekuntum mawar hitam. Lee kesal karena tidak menemukan sang ketua sama sekali. Lee keluar dari sana dan berteriak dengan lantang, "Mundurlah!!!"
Para pengawal membalas dengan kencang. Lalu mereka serempak mundur dari dengan cepat. Namun sebelum pergi Lee melemparkan beberapa bom ke dalam markas itu. Dan akhirnya terjadi ledakan yang besar dah bisa meluluhlantakkan markas itu.
Setalah markas itu hancur Lee mencari keberadaan pria bertopeng itu untuk mengucapkan terima kasih. Lagi-lagi pria bertopeng itu menghilang seperti jailangkung. Yang datang tidak diundang pulang juga tidak perlu diantar. Lee menekuk wajahnya sambil mendekati Garda.
Garda yang melihat adik kecilnya menekuk wajahnya hanya bisa menghela nafasnya. Garda menarik tangannya dan menarik seluruh pengawalnya pulang ke markas besar. Ketika berjalan Garda merasakan ada sesuatu dari dalam Lee. Saat itu juga Garda langsung bertanya, "Ada apa?"
__ADS_1