
“Mereka sangat kompak ketika berdua. Aku hanya bisa menghela mendoakan kebahagiaan mereka berdua,'’ ucap Garda yang memandang langit.
“Bagaimana nanti malam?” tanya Imam
“Nanti malam adalah nanti malam. Sekarang adalah sekarang. Kalau kita memikirkan nanti malam di waktu sekarang... rencana yang kita buat tidak sesuai ekspektasi. Kalau dipikir-pikir itu memang betul,'’ jawab Garda.
“Lu tahu pertama kali ketemuan?” tanya Imam yang tidak memakai bahasa formal.
“Pertama kali ketemuan sama lu di tempat ini. Gue masih ingat itu. Kita adalah pria yang memiliki sifat dingin sedingin salju. Lu kenapa bisa dingin begitu?” tanya Garda yang belum pernah mengenal Imam sedikit pun.
__ADS_1
“Masalahnya hanya satu yaitu gara-gara cewek. Gue seneng sama dia. Tapi dia berkhianat sama gue. Dia juga sudah membohongi keluarga besar Pradipta. Bukannya kita sudah bersama?” tanya Imam.
“Oh... iya... setiap gue ada punya enggak ada. Setiap lu ada gue enggak ada. Lagian kita beda tugas. Lu... lebih sering ke rumah sakit dan mengurusi tanaman premium. Gue lebih sering menjaga perdamaian antar mafia,'’ jawab Garda yang tersenyum.
“Perasaan mafia enggak ada damainya dech. Mereka selalu perang jika bertemu. Dan kamu tahu... masalah seperti itu sangat membosankan sama sekali. Makanya kenapa gue jarang sekali turun ke dunia mafia. Gue lebih baik nolongin orang ketimbang menghabisi orang secara brutal,” jelas Imam.
“Tapi Erra tidak memperdulikan hal itu. Jadi selama enggak ada pergesekan antara pihak kita dan musuh. Black Dragon akan aman untuk menjalani hidup,'’ tambah Garda.
“Apakah kamu masih ingat dengan tragedi terbakarnya markas Black Dragon cabang Asia terbakar?” tanya Garda.
__ADS_1
Seketika mereka tertawa mengingat peristiwa yang di mana singa betina mengamuk. Mereka baru sadar jika yang diganggu adalah seorang wanita yang memiliki sifat keberanian yang rruaaarrr biasa.
“Ya.... aku masih ingat itu. Erra memang sungguh konyol untuk menangkap singa betina DKI mengajaknya berkenalan. Tapi Erra yang terkena siap,'’ jawab Imam yang teringat kasus itu.
“Jika tahu soal itu aku malah ingin tertawa soal itu,'’ celetuk Garda.“Ya... kamu benar. Jika aku tahu dia adalah adikku. Aku tidak perlu susah-susah untuk menangkapnya. Kemungkinan besar aku meminta papa mendekatinya dan mengatakan kalau ada yang mau berkenalan.”
“Jika tahu kalau dia adalah perempuan dengan mata indahnya. Erra juga tidak akan melakukannya itu. Erra akan mendekati Andi dan memintanya untuk menikahinya. Kemungkinan sekarang dia memiliki anak yang lucu-lucu,'’ ucap Imam.
“Tapi waktu itu sudah membuat kita berbeda. Tuhan sengaja membuat takdir seperti itu hanya untuk mengeratkan hubungan kita. Aku melihat Lee sekarang menjadi wanita dewasa dalam bertindak. Lee juga mengenal orang-orang pinggiran dan sering membagikan rejekinya untuk orang yang membutuhkan. Aku melihatnya secara jelas ketika Lee berjalan menyusuri trotoar kala itu. Lee sengaja membagikan sembako dan uang untuk mereka. Jujur saja aku sangat tersentil ketika melihatnya. Begitu juga dengan Erra yang arogan sebelum berkenalan dengan Lee. Semenjak berkenalan dengan Lee, Erra banyak berubah. Setiap hari Sabtu dan Minggu Erra mengajak Lee berjalan-jalan untuk membagikan sedikit rejekinya. Ya... jujur dia orang baik dan santun. Tapi polos,” jelas Garda yang mengetahui sifat Erra.
__ADS_1
“Kalau begitu aku akan mempersiapkan senjata terbaikku,'’ celetuk Imam.
“Senjata apa itu?” tanya Garda.