Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 326


__ADS_3

“Aku tidak demam dan sakit. Aku harus Jujur kepadamu walau itu menyakitkan,” jawab Lee.


“Jujurlah. Walau itu buat aku hatiku sakit, aku akan tetap memaafkanmu,” ucap Erra yang ketakutan.


Otak Erra mulai berkecamuk dengan pertanyaan-pertanyaan konyol yang berada di kepala itu. Erra menganggap kalau Lee berselingkuh. Pria bertubuh kekar itu akan mendengarkan penuturan Lee walau menyakitkan. Hatinya merasakan degup dengan kencang. Dirinya harus mempersiapkan kenyataan yang sebentar lagi diterimanya.


“Baiklah aku akan jujur sekarang juga. Kak Garda juga boleh mendengarkan. Aku telah menghancurkan gedung kakak. Tiba-tiba saja kami diserang oleh orang-orang yang tidak dikenal. Kami dikepung oleh mereka. Sehingga kami tidak bisa lari dari sana. Terpaksa aku memakai jurus dari negeri Tiongkok sana. Aku memakai jurus tapak naga bersama kedua kakakku itu,” ucap Lee yang membuat Erra terkejut dan bengong.


Sontak saja Erra terkejut mendengar jurus tapak naga. Setahu Erra jurus itu tidak boleh dipakai sembarangan. Namun Erra memandang wajah istrinya itu dengan penuh tanda tanya. Erra bingung mau berkata apa. Dari mana istri kecilnya mendapatkan jurus itu?


“Sebentar... Dari mana kamu mendapatkan jurus itu?” tanya Erra yang hatinya mulai menghangat kembali.


“Dari Papa Joko,” jawab Lee.


“Apakah kamu nggak mengajariku?” tanya Erra yang tersenyum manis.


“Sepertinya kakak harus belajar dari masternya,” jawab Lee dengan lembut.


“Ajarin kakak ya?” pinta Erra yang merengek minta diajarkan jurus tapak naga.


“Kakak harus belajar ke Papa. Aku belum boleh menjadi seorang guru. Jika aku menjadi guru markas ini bisa habis. Kakak tahu kan kehebatan jurus itu?” jawab Li yang memegang tangan Erra.


“Baiklah kalau begitu. Aku akan meminta kepada papa untuk mengajarkan jurus itu,” ucap Erra.


“Apakah kakak nggak marah jika gedung apartemen itu hancur?” tanya Lee yang mulai ketakutan.


Erra mengangkat tangannya sambil memegang kepala Lee. Erra tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya, “Aku tidak marah.”


“Benarkah itu?” tanya Lee.

__ADS_1


“Ya... Aku enggak marah. Asalkan kamu selamat dari penyerangan itu. Aku pikir ada yang memasang bom di sana,” jawab Erra. “Garda!”


Garda yang mendengar pengakuan Lee sangat terkejut. Entah dirinya harus menangis atau tertawa. Ternyata adik kecilnya itu sangat hebat dan bisa membuat gedung apartemen itu hancur berantakan tanpa harus memasang bom. Selama ini Garda dan Erra tidak menyadari kalau Lee semenjak kecil sering mempelajari jurus-jurus silat dari negeri Tiongkok. Padahal dirinya ingin belajar namun belum sempat.


“Aku enggak jadi masalah. Biarkan gedung apartemen itu hancur asalkan adikku selamat,” ucap Garda. “Bila perlu kita bisa bekerjasama membangun gedung itu lagi dengan megah.”


“Ah.... Aku setuju. Kalau begitu kamu enggak perlu khawatir,” ucap Erra yang mengusap-usap kepala Lee dengan manja.


“Lalu, bagaimana dengan kak Sam dan Kak Nanda?” tanya Lee yang bingung.


Erra tersenyum lalu matanya memandang kedua pria itu dengan wajah ceria. Erra berdiri dan mendekati mereka sambil berkata, “Jangan takut seperti itu. Aku tidak akan memarahi kalian semua. Nggak ada kalian, kami akan kehilangan Lee selamanya. Aku juga tidak akan menghancurkan karir kalian. Apakah kalian mau membangun gedung itu bersama-sama dan menjadikan satu titik untuk menorehkan sejarah berdirinya enam pilar utama generasi baru?”


Nanda dan Sam kembali tersenyum sumringah. Mereka sangat ketakutan jika sang ketua mengamuk. Namun tidak disangka-sangka sang ketua malah berterima kasih. Suasana yang canggung pun menjadi hangat. Mereka saling memeluk satu sama lain sambil mengucapkan terima kasih.


“Jujur gue terima kasih sama lu semua. Karena lu udah nyelametin bini gue. Kalau nggak ada kalian... Gue bisa kehilangan Lee. Kejadian ini emang nggak bisa diprediksi. Bahkan Adam sudah mengerahkan seluruh pengawalnya untuk mencari Lee dan membunuhnya. Sekarang kita harus cepat-cepat membuat rencana agar bisa melenyapkan Adam. Gue butuh bantuan lu semua,” pinta Erra yang sungguh-sungguh meminta bantuan.


“Lu nggak usah ngomong minta bantuan. Pasti gue bantu lo. Gue sendiri sudah muak dengan keadaan ini. Hidup gue udah nggak tenang sama sekali. Apalagi umur gue udah tua. Gue pengen punya anak sama bini. Kalau Adam masih hidup, gue nggak bisa tenang. Kasihan anak bini gue yang akan jadi korban selanjutnya. Tenang bro... Kita diam aja dulu sementara dan lihatlah istri lo itu. Diam diam dia udah punya rencana. Setelah perhelatan besar istri lo akan menyerang Adam secara terang-terangan,” ujar Sam yang tersenyum manis sambil memandang Lee.


“nggak akan gue lepasin. Gue akan bersama dia selamanya. Oh ya... Tengah malam kita balik ke Jakarta. Gua udah bosen di sini,” ucap Erra.


“Lalu bagaimana dengan Nicky?” tanya Garda.


“Selesai sarapan gue akan mengeksekusi orang itu. Gua udah males ngelihatnya kayak orang gak punya arah saja. Atau gue lepasin aja ya... Dan suruh Simon untuk mencabut semua fasilitas dan memecatnya. Setelah itu biarkan saja dia jadi orang sipil,” jawab Erra.


“Gue yakin kalau Nicky balik ke Adam. Jika balik mereka akan menjadi sekutu yang kuat untuk menghancurkan kita. Dan secara nggak langsung Nicky akan menjadi pengganti Chandra. Terserah lu mau ngelepasin apa nggak? Tapi gue nggak pengen jadi bumerang buat kita,” jelas Lee.


“Yang dikatakan Lee benar apa adanya. Kalau kita ngelepasin gitu saja, bakalan Nicky nyerang dari belakang. Lu harus mutusin nasib orang itu. Kalau Lu terlalu baik maka semuanya hancur. Lu tau sendiri kalau dia udah menghancurkan karir lo,” pesan Sam.


“Kalau kakak nggak mau, biarkan saja Lee yang bertindak,” sungut Lee yang membuat seluruh pria tersebut terkejut. “Bagaimana menurut kakak-kakak aku semua?”

__ADS_1


Jeder.


Bagai petir di siang hari mereka langsung terdiam. Mereka melihat Lee sambil menelan salivanya dengan susah payah. Lee hanya menatap wajah mereka dan memasang wajah puppies eyesnya. Mereka terpaksa menganggukkan kepalanya.


“Bagaimana Kak?” tanya Lee.


“Ya udah deh terserah kamu,” jawab Erra dengan pasrah.


“Ah... Baiklah.... Aku akan ke ruangan bawah tanah untuk bertemu dengan musuh bebuyutanku. Rasanya udah lama tidak bertemu Thiagio,” pamit Lee segera meninggalkan mereka untuk menuju ke ruangan bawah tanah.


Keempat pria itu hanya bisa menghela nafasnya secara kasar. Mereka hampir melupakan Nicky dan Thiagio masih berada di ruangan bawah tanah. Kemudian mereka langsung menuju ke sana sambil merasakan jantungnya berdetak kencang.


“Kok perasaan gue nggak enak ya? Kalo Lee menggantikan posisi kamu sekarang?”


“Sama gue juga. Bini gue ke sini makin ke sini tambah gila. Gue nggak tahu harus berbuat apa-apa. Jujur gue takut sendiri sama Lee. Baru kali ini gue nikah sama mafia,” celetuk Erra.


“Tapi gue salut sama lu. Lu dapet bini bisa dikatakan plus-plus. Cantik, pinter, cerdas, polos, lugu dan berhati baik. Jarang ada perempuan seperti Lee. Oh ya satu lagi dia perempuan serba bisa. kalau gue sebagian lu nggak akan ngelepasin gitu saja,” kata Sam yang memberitahukan sifat asli Lee.


“Gue jadi pengen ketawa sama lu Ra. Bisa-bisanya lo sebagai ketua Black Dragon yang dikenal sebagai orang tersadis di muka bumi ini ternyata takut bini. Sementara ketua mafia lainnya itu nggak mau tunduk sama bininya. Ini aneh bin ajaib dan bikin ngakak dunia mafia,” ledek garda.


“Sebenarnya gue nggak takut. Tapi gue udah nyerahin hidup ke bini gue seluruhnya. Gue sekarang jadi posesif dan bucin banget sama dia. Namanya juga cinta mati jadi gue gila sendiri deh,” ujar Erra.


“Nggak apa-apa lu bucin sama bini lu. Yang nggak boleh lu bucin bininya orang lain. Bakalan lo di bacem sama lakinya,” tambah Nanda.


“Sudah lama nggak kumpul-kumpul kayak gini. Ngomong bebas, pakai gue elu, ngomongin yang nggak penting. Bener-bener gue kangen kayak suasana begini. Sering sekali kita ketemu hanya ngomongin masalah kantor. Jujur gue bosen bahas masalah kantor yang ada habis-habisnya,” kesal Erra.


“Biasanya lo kalau minggu pergi ke lapangan golf?” tanya Sam.


“Beberapa bulan terakhir gue jarang ke sana. Setiap berkumpul pasti ngomongin tentang bisnis, bisnis dan bisnis. Sementara teman main gue semuanya penjilat. Bahkan dari mereka pun ngincer Lee untuk dijadikan bini kedua,” sergah Erra yang membuat mereka tepuk jidat.

__ADS_1


“Apa lu nggak sih tahu, kalo Lee adalah bini lu?” tanya Garda yang sedari tadi diam saja.


__ADS_2