Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 169


__ADS_3

"Ayah," decak Lee kesal.


"Kenapa kamu kesal terhadap Ayah?" tanya Fendy. 


Pria paruh baya itu adalah Fendy. Sebelum masuk ke ruangan ini Fendy selesai berolahraga bersama para anggota di markas sebelah. Fendy memang sengaja memakai baju putih yang sangat ketat. Hingga terlihat jelas bentuk tubuh kekar Fendy. Seluruh para gadis itu langsung membuang wajahnya kecuali Cecilia. Cecilia sangat mengagumi keindahan tubuh Fendy sambil berkata, "Tuan Fendy sangat seksei sekali."


Mereka terkejut mendengar perkataan Cecilia. Jujur saja mereka mengakui ketampanan Fendy dan juga keseksiannya tubuh pria paruh baya itu. Namun mereka tidak mengatakan secara blak-blakan.


"Terima kasih," ucap Fendy yang malu-malu. "Sepertinya ada rencana yang ingin kamu lakukan?"


"Aku ingin membeli perusahaan Taylor Inc dan Malikz Groups," jawab Lee terang-terangan. 


"Apa?" pekik Fendy. "Apakah itu benar?" 


"Ya itu benar ayah. Aku ingin membeli kedua perusahaan itu. Jika aku sudah membelinya. Aku berencana ingin membesar BL Company," jawab Lee. 


"Ayah ada saran buat kamu. Salah satu perusahaan itu kamu bisa jadikan pabrik yang memproduksi barang-barang BL Company. Jika membuat pabrik pastinya kamu untung sangat besar sekali," saran Fendy. 


"Ayah benar. Nanti aku bicarakan mama terlebih dahulu. Aku tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan," ucap Lee. 


"Libatkan juga suami kamu itu. Kelak nanti kalau ada masalah kamu bisa meminta bantuan kepada suamimu itu," tambah Fendy yang menghempaskan bokongnya di sofa singel. 


"Baik yah," balas Lee. 


Lee hampir lupa dengan misi yang ditugaskan oleh Arini dan Cecilia. Lee memandang wajah mereka dengan seksama, "Apa yang kalian dapatkan di Taylor Inc?" 


"Kami mendengarkan desas-desus bahwa seluruh karyawan yang berada di sana akan berdemo meminta uang gaji bulan kemarin dan bulan ini belum dibayarkan," jawab Pita. 


"Selain itu juga mereka akan melaporkan kepada kepolisian," imbuh Cecilia. 

__ADS_1


"Apa?" pekik Lee. 


"Mereka sering mengeluh gaji yang datangnya terlambat," jawab Pita. 


Fendy mengerutkan keningnya sambil berkata, "Kok bisa para pegawai mengeluh karena gaji tidak turun? Setahuku sih produk makanan yang dihasilkan di sana laku keras. Bahkan teman-teman bandku sangat menyukainya."


"Yang dikatakan oleh Tuan Fendy benar apa adanya kak. Kami pernah membahas kasus ini secara bersamaan," ujar Cathy. "Kami bekerjasama sama pihak kepolisian pernah menyelidikinya sekali pas ada demo anarki beberapa bulan yang lalu. Nyatanya mereka mengaku tidak digaji selama tiga bulan. Dan tidak dikasih istirahat."


"Sekejam itukah Elizabeth Taylor?" tanya Lee. 


Mereka mengedikkan bahunya secara bersamaan. Mereka mengelus dada secara kompak. Bagaimana bisa perusahaan segede itu melakukan kesalahan yang fatal? Lee tersenyum smirk dan berkata, "Jika aku mengakuisisinya. Aku bisa menjadikan pabrik itu sebagai pabrik pembuatan pakaian. Tapi aku tidak akan memproduksi pakaian kelas atas dengan jumlah banyak. Tidak semua orang yang bisa membelinya. Aku harus menurunkan kelasnya menjadi menengah ke bawah. Jadinya aku bisa menjualnya secara bebas."


"Ide kamu bagus juga. Untuk kelas atas lebih baik kamu buat edisi terbatas. Misalkan seratus atau dua ratus. Kalau kelas menengah ke bawah kamu bisa memproduksinya secara masal. Tapi, apakah kamu tidak ingin membuka pabrik di Indonesia? Kemungkinan besar kamu buat pusatnya di sana. Di sini kamu jadikan cabang. Karena kamu enggak sepenuhnya di sini," jelas Fendy sambil memberikan usul.


"Kalau di Indonesia aku menjadi asistennya kak Erra. Jadi aku tidak bisa menangani secara penuh," keluh Lee. 


"Kalau begitu tanyakan saja pada Erra. Kemungkinan besar Erra mau menggabungkan BL Company dan Asco menjadi satu. Kalian bisa mengerjakan bersama-sama. Seperti kamu membuat desain baju. Terus kalau soal aset kamu bisa meminta tolong sama Erra menanganinya. Jangan sampai kamu tidak ada waktu untuk mengurusi Erra hanya karena perusahaan. Jika kalian memiliki anak dua. Kalian bisa memecahnya lagi. Satu untuk anak pertama satu untuk untuk kedua," usul Fendy dengan bijak. 


Malampun tiba. Lee sangat lelah sekali karena sedari tadi memeras otaknya untuk mengakuisisi perusahaan milik rivalnya itu. Lee sekarang harus tidur biar otaknya oleng. Jika oleng Lee akan menjadi bahaya. Bisa saja sang rival akan terkena getahnya. 


Sementara di tempat lain Erra, Garda, Sam dan Nanda berkumpul di sebuah ruangan. Mereka diam sambil menikmati cemilan sehat dari Pradipta. Mereka kalau berkumpul jarang sekali meminum bir. Mereka memilih minum teh hijau atau kopi. 


"Jangan sampai otak istrimu oleng," ucap Nanda yang memperingati Erra. 


"Kenapa bisa begitu? Apakah Lee mempunyai penyakit otak?" tanya Erra. 


Plakkkkkkkkkkk. 


Tangan kekar Sam mendarat sempurna di pundak Erra. Entah kenapa Sam tidak terima kalau Lee mempunyai penyakit otak. Lee memang sudah jenius dari lahir. Sangking jeniusnya Lee bisa membuat ide-ide untuk enam pilar utama. Sebagian besar idenya itu berhasil. 

__ADS_1


"Enak saja kamu mengatakan kalau Lee mempunyai penyakit otak! Lee memang jenius. Bahkan sangking jeniusnya Lee bisa menghasilkan banyak ide buat perusahaan kita," kesal Nanda. 


"Aku enggak bermaksud mendoakan istriku memiliki penyakit otak. Aku hanya bertanya kepada kalian, kenapa otak istriku oleng? Apakah istriku memiliki penyakit? Jika istriku sakit aku pasti akan mencarikan dokter yang bisa menyembuhkan," ucap Erra dengan pasrah. 


"Aku paham. Lee tidak sakit. Lee kalau oleng bisa membuat masalah. Dan masalah itu akan mengacu kepada Candra," ujar Sam dengan senyum merekah. 


"Sebegitukah istriku? Aku akan memanfaatkan otak olengnya jika berada di bawah tanah," sahut Erra yang tersenyum devil. 


Glek. 


Mereka menghembuskan nafasnya secara kasar. Entah kenapa mereka bergidik ngeri membayangkan Erra memanfaatkan otak oleng Lee. Bayangkan saja kalau Lee sudah oleng banyak rencana-rencana gila yang tidak bisa terbendung kaya air. Bisa-bisa otak Lee jebol kaya bendungan. Sekalinya oleng para petinggi White Eragon tidak bisa menghentikan kegilaan Lee. Ditambah Erra yang konon katanya ketua mafia paling sadis di dunia. Kalau dijadikan satu bisa membuat dunia mafia gempar. Bahkan dunia mafia bisa hancur karena ulah pasangan suami istri itu. 


"Tidak… tidak… sebaiknya kamu harus memiliki ide lain. Jangan pernah pake Lee. Aku takut jika Lee menjadi ganas dan liar," saran Nanda. 


"Kalau menurutku itu bagus. Aku tidak perlu-perlu menghancurkan mereka dengan sudah payah," ujar Erra. 


Mereka meringis serempak. Hatinya sedang kacau semuanya. Jika Erra memakai otak oleng Lee bisa dipastikan seluruh mafia akan habis. Dan tidak ada dunia bawah tanah kelak hingga kiamat. 


"Apakah kamu serius?' tanya Garda. 


"Ya… aku serius. Kamu bisa bergabung dengan kami," jawab Erra dengan senyum yang tidak bisa diartikan. 


"Dasar sialan kau Erra. Bisa-bisanya kamu membawa adik kakak gila ini menjadi otak kamu," kesal Nanda. 


"Apakah ada yang salah?" tanya Erra. "Kalau begitu salah dimana?"


"Kamu membiarkan adik kakak gila ini menjadi otakmu. Bisa dipastikan mereka akan menghabisi seluruh organisasi mafia di dunia," jawab Sam dengan nada dingin. 


"Ya bagus… berarti tidak ada peperangan antara mafia lagi. Aku sangat menyukainya," jelas Erra dengan bahagia.

__ADS_1


Sam baru sadar apa yang dikatakan Erra. Sam mendukung Erra karena memang sedari dulu tidak menyukai pembunuhan. Lalu bagaimana dengan lainnya? Lainnya hanya bisa menghembuskan nafasnya secara normal. Mereka mengacungkan jempol dan langsung menyetujuinya. 


__ADS_2