
"Ya... Tuan Imam sudah mengetahuinya," jawab Alexa
"Maafkan aku yang sudah cerita. Aku ingin Kak Imam tahu kalau sudah memiliki seorang putra," celetuk Lee.
"Kenapa kakak mengatakannya?" tanya Suci yang kecewa sama Lee.
"Kamu tahu kenapa aku mengatakannya? Aku enggak mau nanti kamu menyesali di kemudian hari. Aku enggak ingin Kak Imam jatuh cinta pada wanita lain dan menikahinya. Jika itu terjadi aku sangat kasihan sama Raka," jawab Lee.
"Ada benarnya juga jika kakak besar mengatakan itu. Bagaimana jika Tuan Imam menikah dan memiliki anak dari orang lain. Lalu nasib Raka bagaimana jika mengetahui kenyataan yang sesungguhnya. Maka Raka tidak memiliki kesempatan mengenal sosok sang ayah kandungnya. Bisa disebut juga Raka datang lalu merusak rumah tangga sang ayah kandungnya itu," tambah Felicia.
Seketika jantung Suci berdetak dengan kencang. Entah kenapa Suci sangat kecewa jika itu terjadi. Apakah Suci akan mempertahankan egonya? Jika Imam menikahi perempuan lain. Bisa dipastikan Suci menyesal.
"Kakak besar benar apa adanya. Aku tidak akan menutupi siapa ayah Raka sesungguhnya. Tapi aku juga tidak akan bisa bersanding dengan Tuan Imam. Karena aku tidak cocok," jawab Suci.
"Janganlah kamu minder sedikitpun. Karena cinta itu tidak memandang status. Kamu sudah diterima oleh Mama Widya dan Papa Irwan. Jika kamu sudah diterima itu tandanya mereka akan membuka tangannya untuk menjadikan kamu sebagai menantunya," ujar Lee.
"Terima kasih kak. Aku harap Tuan Imam mau menerima Raka," kata Suci.
Lee menoleh melihat Imam yang berbahagia bermain dengan Raka. Lalu Lee memanggil Suci, "Suci.... Lihatlah! Kak Imam sangat menyayangi Raka. Apakah kamu masih ragu?" tanya Lee.
Suci tersenyum mengembang sambil memandang wajah keduanya. Hati Suci sangat bahagia dan sempat meneteskan air matanya. Lalu Suci mengucapkan kata syukur karena doanya terkabul. Tak lama Erra datang sambil membawa makan siang. Erra memberikan piring itu ke Lee, "Makanlah terlebih dahulu."
"Baiklah," balas Lee yang tersenyum manis sambil meraih piring itu.
Erra membalas senyuman Lee lalu pergi meninggalkannya. Sementara itu Lee hatinya berbunga-bunga karena mendapatkan perlakuan manis. Lalu bagaimana dengan lainnya? Mereka sangat iri sekali dan menginginkan memiliki suami seperti Erra. Namun mereka sadar bahwa Erra tercipta untuk Lee.
"Tuan Erra sangat romantis sekali ya," celetuk Alice.
"Tidak terlalu. Selama ini aku tidak pernah melihat sisi romantisnya itu," sahut Lee.
Yang dikatakan oleh Lee benar apa adanya. Erra memang tidak pernah romantis. Romantis menurut Lee adalah memberikan bunga mawar kepada sang wanitanya. Yang jadi pertanyaannya sekarang adalah kenapa Erra tidak pernah romantis? Mending kita tanya saja sama Erra langsung.
Percakapan Erra dan Author.
"Bang Erra... Kenapa enggak pernah memberikan bunga kepada kak Lee?" tanya Author yang bingung.
"Aku sudah memberikan bunga kepada istriku Thor," jawab Erra yang menghempaskan bokongnya.
"Lalu?" tanya Author. "Kenapa Kak Lee protes?"
__ADS_1
"Bukan protes. Lee tidak tahu apa yang aku berikan," jawab Erra dengan santai.
"Bolehkah aku tahu, apakah yang bang Erra berikan?" tanya Author.
"Bunga bank. Aku memberikan bunga depositoku ke istriku tiap bulan," jawab Erra tersenyum manis.
Glodak.
Sang Author pun terjatuh karena terpeleset gara-gara kaki Garda. Ingin rasanya sang Author membunuhnya tapi itu tidak mungkin. Ah... Rasanya sang Author kembali lagi ke asalnya.
Kembali ke Lee.
"Ah... Sudahlah itu tidak penting buat aku," lanjut Lee.
"Ya itu benar. Melihat tuan Erra yang perhatian sudah membuat hati bahagia," ucap Angella.
"Ya kakak benar," balas Alice.
Beberapa saat kemudian datang Jake bersama Nanda. Jake memandang Feli dan memintanya untuk mengajaknya pergi ke taman belakang. Akhirnya Feli menganggukan kepalanya. Kedua insan itu pergi meninggalkan mereka yang masih asyik mengobrol. Lalu kenapa ada Nanda di sini? Dengan wajah yang memerah Nanda memanggil Angela, "Angela."
Merasa namanya terpanggil Angela tersenyum manis. Lalu Angela meminta ijin untuk pergi bersama Nanda. Lee akhirnya mengijinkan mereka. Namun Lee belum mengetahui status hubungan Nanda dan Angela. Bagaimana jika Lee tahu? Entahlah.
"Kok aku hari ini enggak lihat kak Sam?" tanya Lee.
"Oh iya aku lupa. Sebenarnya banyak senjata yang sudah rusak," ucap Lee.
"Semoga bisa diperbaiki lagi," celetuk Alice.
"Mana bisa diperbaiki lagi. Kalaupun bisa dipake lagi tidak akan bertahan lama," ucap Lee.
"Yang kakak katakan benar. Jadi ingat cerita tentang Kak Angela yang senjatanya sengaja memakai yang lama," ujar Alice.
"Nah itu dia. Aku rasa semuanya harus di hancurkan lalu daur ulang lagi. Semoga Kak Erra mau memproduksi baru lagi," sahut Lee.
"Amin," balas Alice.
"Ya udah dech kakak makan dulu gih. Aku mau pergi dahulu mau nyusul kak Rina," pamit Alice.
"Rina mau ke sini?" tanya Lee.
__ADS_1
"Disuruh ketua. Sebentar lagi Kak Rina mau menggantikan Mama Naomi yang sedang hamil," jawab Alice.
"Baiklah," balas Lee.
Mendengar kata hamil Lee menjadi sedih. Lee berharap bisa menyusul mama Naomi dan memberikan kebahagiaan buat Erra. Setelah kepergian Alice, Lee pun makan. Air matanya mengalir karena merasa bersalah.
Malampun tiba.
Erra mendekati Lee dan memeluknya dari belakang. Lalu Erra berbisik, "Jangan bersedih. Kelak kita akan mendapatkannya lagi. Aku tidak pernah marah soal ini. Anggap saja kita belum berjodoh."
"Aku merasa belum menjadi wanita sempurna," ucap Lee.
"Siapa bilang kamu enggak sempurna? Kamu sangat sempurna sekali di mataku. Kamu bisa beladiri, kamu bisa memasak, kamu bisa membuat ular pitonku berdiri, lalu," ujar Erra yang mencium Lee.
"Lalu apa?" tanya Lee.
"Kamu adalah wanita tangguhku. Kamu tidak cengeng menghadapi masalah. Kamu sangat kuat sekali. Bahkan kamu sudah pernah membakar markas Black Dragon," jawab Erra.
"Apa?" pekik Lee.
"Iya. Kamu memang dulu pernah membakar markas Black Dragon. Aku ingin menyimpan ini semuanya. Lalu aku akan menceritakan tentang ini semua kepada mereka," jawab Erra.
"Kamu enggak marah?" tanya Lee.
"Tidak. Aku tidak marah setelah tahu siapa pelaku utamanya," jawab Erra tersenyum manis.
"Kamu tahu di mana ada seseorang yang membakar markas bukannya kamu menangkapnya?" tanya Lee.
"Seharusnya ya. Tapi sekarang aku akan menghukummu," ujar Erra yang tersenyum manis.
"Apakah hukumanku sekarang?" tanya Lee.
"Bed rest selama dua bulan. Kamu harus istirahat selama itu. Lalu sebagai gantinya aku yang akan menjadi penjaganya," jawab Erra.
"Apakah kamu tidak bekerja?" tanya Lee lagi.
"Tidak. Kan sudah aku bilang. Aku akan menjagamu," jawab Erra.
"Lalu bagaimana dengan Asco?" tanya Lee yang menyelidik.
__ADS_1
"Biarkan papa yang mengurusnya. Aku sudah menyerahkan selama dua bulan," jawab Erra.
"Terus bagaimana dengan Black Dragon?" tanya Lee dengan serius