Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 280


__ADS_3

"Kamu pasti tahu jawabannya. Jika Lee tidak dibunuh terlebih dahulu maka Candra tidak akan bisa meraih impiannya. Selama ini kita tahu apa impiannya. Yaitu ingin menguasai dunia. Meskipun dengan cara licik sekalipun,'' jelas Jake.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Erra.


Garda tersenyum smirk lalu memandang wajah Erra, "Hmmp... sepertinya ide uang seratus juta bisa terlaksana?''


"Seratus juta dolar maksud kamu?" tanya Andi.


"Ya... kita terpaksa melakukannya. JIka tidak Candra akan mengejar Lee,'' jawab Garda. "Sepertinya ini akan melenceng dari rencana yang telah kita susun dengan rapi?"


"Maksudnya?" tanya GHreg.


"Berapa kompensasi uang yang dibayarkan oleh mereka?" tanya Garda.


"Sayembara lima belas juta dolar bagi yang mendapatkan kepala Lee,'' jawab Nanda.


"Apakah kita harus melakukan cara licik?" tanya Erra yang tertawa iblis.


"Sepertinya kamu memiliki ide untuk mengerjai mereka?" tanya Garda balik.


"Ya... kita bisa memprovokasi mereka,'' jawab Erra yang mengambil kue salju lalu memakannya.


"Apa itu?" tanya March yang curiga.


"Kita bisa membuat selebaran tentang berita perburuan Lee itu ulama. Jika kita bisa melakukannya mereka akan menyerah dan merasa ditipu,'' jawab Erra. "Kamu tahukan konspirasi Candra selama ini?"


Mereka menganggukan kepalanya dan saling memandang. Kenapa mereka baru terpikirkan soal ini? Mereka tersenyum manis sambil mengacungkan jempolnya.


"Kenapa enggak terpikirkan olehku?" tanya Bayu.


"Biar papa saja yang melakukannya!" titah Andi yang sudah geram dengan Candra.


"Apakah papa sekarang akan melakukannya?" tanya Garda.


"Iya,'' jawab Andi. "Nanda?"


"Iya pa,'' sahut Nanda yang sedang fokus pada email-nya.


"Apakah kamu memiliki daftar kelompok mafia yang akan memburu Lee?" tanya Andi dengan serius.


"Ya... aku sudah mendapatkannya,'' jawab Nanda. "Apakah papa mau?"


"Berikan pada papa mama kelompoknya. Papa akan pukul mundur mereka! Jika mereka tidak mundur papa akan membakar markas mereka!" titah Andi.


"Ada lima puluh kelompok yang sudah mendaftar di situs ilegal milik Candra,'' sahut Juara.


"Situs ilegal?" pekik Garda. "Apakah Candra memiliki situs ilegal?"

__ADS_1


"Kalau itu tanyakan pada Lee. Lee sering membuat situs ilegal milik Candra down.'' jawab Bayu.


Garda tersenyum devil lalu beranjak dari duduknya. Garda segera menuju ke kamar pribadi Andi. Sebelum memegang daun pintu, Erra berteriak, "Kamu mau ngapain?"


"Membangunkan Lee. Nanti sebagai gantinya aku membelikan sebuah mobil sport impiannya,'' jawab Garda yang membuat Erra ingin memakannya hidup-hidup.


"Biar aku saja yang membangunkan! Kamu tidak boleh masuk ke dalam!" perintah Erra yang berdiri.


"Cih, bisa-bisanya kamu menyuruhku untuk tidak masuk. kamu tahu dia adikku! lalu apa masalahnya!" kesal Garda yang ingin membalas tatapan Erra.


Sedangkan Lee yang mendengar suara ribut-ribut terbangun dari tidurnya. Lee menatap punggung Garda yang berdiri di ambang pintu.


"Kenapa ada ribut-ribut segala sih?" tanya Lee dengan kesal.


Lee segera berdiri dan mendekati Garda dengan mata mengantuk. Lalu Lee melihat GBarda sambil memegang punggung lebar Garda, ''Kak, ada apa pak?"


"kami sedang bertengkar karena Erra terlalu posesif sama kamu,'' jawab Garda jujur.


"Sialan lu!" umpat Erra.


Lee semakin kesal kepada kedua pria itu. Kenapa kalau menyangkut dirinya mereka selalu berantem? Apa salah Lee sebenarnya? Lee tidak pernah salah sama sekali. Tapi kedua pria itu terlalu posesif dan berebut mencari perhatian Lee.


"Kak Garda?" tanya Lee.


"Iya," jawab Garda.


"Bisa enggak kakak minggir dulu?" tanya Lee yang kesulitan untuk keluar. "Aku ingin keluar dari sini."


"Aku kesal sama raksasa. Aku memang sengaja membiarkan kamu tidur. Tapi Garda membangungkan kamu," jawab Erra yang masih diselimuti oleh kabut permusuhan.


"Ini pasti ada masalah besar," tebak Lee dengan menatap wajah Erra dan Garda.


Mereka mengangguk serempak dan melihat Lee. Kemudian Garda mendekati Lee sambil berbisik, "Apakah kamu mau mobil sport keluaran terbaru?"


"Huaha... Aku mau. Aku sedang mengincar Ferrari dan Porsche," jawab Lee.


"Apakah kamu mau semuanya?" tanya Erra yang mendekati Lee.


"Ya... Aku mau. Kalau kakak enggak keberatan beliin semuanya," jawab Lee.


"Kalau begitu kamu lanjutkan tidurmu," bisik Erra dengan pelan.


"Oh... Tidak. Lebih baik kamu bantu kami," ucap Garda yang mulai memasang wajah memelas.


"Apa yang harus aku bantu?" tanya Lee dengan serius.


"Kamu tahu Candra sudah menurunkan titah untuk kelima puluh kelompok mafia. Mereka sedang memburu untuk mendapatkan kepalamu. Sayembaranya telah dibuka dua hari yang lalu hingga besok sore. Jika salah satu dari mereka mendapatkan kepalamu. Maka orang itu mendapatkan uang sebesar lima belas juta," jelas Nanda.

__ADS_1


"Apakah itu benar?" tanya Lee dengan mata berbinar.


"Ya... Itu menurut informasi yang telah didapatkan oleh Nanda. Sekarang kamu sudah bangun maka kemarilah. Kita akan melakukan meeting dadakan," perintah Bayu.


"Ah... Baiklah aku setuju. Kalau begitu aku ikut," ucap Lee.


Erra hanya bisa menghela nafasnya secara kasar. Bagaimanapun juga Lee memiliki tugas yang berat. Setiap jam setiap waktu Lee harus hadir dalam pertemuan itu.


Lalu mereka memutuskan duduk melingkar. Mereka akhirnya berdiskusi dengan tenang. Erra akhirnya membicarakan tentang rencananya itu. Dengan cepat Lee paham apa yang dimaksud dengan rencana itu.


"Oh... Sekarang tugasku membuat situs ilegal milik Candra down?" tanya Lee.


"Ya... Tapi sebelumnya papa akan membuat pesan untuk membatalkan rencana Candra. Dengan cara menyebarkan informasi tidak benar tentang sayembara tersebut," jawab Andi.


"Kalau begitu?" tanya Lee.


"Setelah jadi kamu bisa menyebarkan pesan itu ke mereka," jawab Andi.


"Kalau begitu baiklah aku setuju," ucap Lee.


Andi segera mengerjakan tugasnya terlebih dahulu. Sedangkan Lee tetap menunggu dengan sabar.


Lee segera meraih ponselnya sambil menatap Erra yang masih menunjukkan wajah tidak bersahabat. Lee hanya menggelengkan kepalanya lalu membuka sebuah email dari seseorang.


"Lee," panggil Bayu.


"Iya pa," sahut Lee yang memandang wajah Bayu.


"Kamu tahu, Elizabeth sudah keluar dari penjara?" tanya Bayu.


"Ya... Pa.. Suci sudah memberikan info ke aku," jawab Lee dengan tenang.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Bayu yang melihat Lee dengan tenang.


"Aku sudah memiliki rencana buat Elizabeth pa," jawab Lee.


"Baguslah kalau begitu," ucap Bayu.


Lee memejamkan matanya sambil menghela nafasnya secara kasar. Entah kenapa bayangan Christian seperti menderita. Lee mengerutkan keningnya sambil berkata, "Kok aku merasakan feeling yang tidak enak ya?"


"Maksudnya?" tanya Garda.


"Apakah kakak tidak menghubungi paman Christian?" tanya Lee.


"Terakhir kali aku kontak barusan melalui pesan singkat. Sepertinya paman memiliki tugas berat kali ini," jawab Garda.


"Tugas apa?" tanya Lee yang ingin tahu.

__ADS_1


"Mengungkapkan obat-obatan terlarang yang akan dikirim ke pelabuhan. Rencananya besok," jawab Garda.


"Bisakah aku ikut dengan paman?" tanya Lee dengan gusar.


__ADS_2