
"Ya kakak tahulah yang dipakai Candra,'' jawab Lee.
"Adik kecil, kamu belajar dari mana? Bagaimana bisa kamu membaca pola pikir musuh?" tanya James yang bingung dengan isi kepala Lee yang agak aneh itu.
"Aku tidak tahu. Aku hanya mempelajari bagaimana mereka bekerja secara licik,'' jawab Lee.
"Apakah kamu enggak tahu kalau Lee adalah bibit super yang dihasilkan Papa Andi,'' celetuk Erra secara terang-terangan.
"Maaf aku lupa,'' ucap Arthur.
"Tak apa. Aku juga enggak mau dibayang-bayangi oleh papa. Bahkan sampai sekarang aku masih menyembunyikan identitas diriku ke publik," jawab Lee.
"Ada benarnya juga kalau kamu tidak membeberkan identitas aslimu. Apalagi kamu adalah istri dari Kak Erra," puji James.
"Aku sering sekali membantu kalian memecahkan kasus berat. Tanpa kalian sadari aku selalu memberikan clue satu persatu melalui pesan singkat," celetuk Lee.
"Aku percaya sama kamu soal itu. Sering sekali papa Bayu yang memberitahukan kami,'' ujar James.
"Apakah kakak enggak mau menangani kasus Elizabeth?" tanya Lee yang bersandar sambil meraih berondong jagung rasa coklat di depannya.
"Percuma aku menangani kasus Elizabeth yang rumit itu. Setelah diluruskan seperti jalan raya akhirnya enggak ada ujungnya,'' jawab Arthur.
"Kenapa harus diluruskan? Bukankah kalian sanggup menjerat Elizabeth?" tanya Erra.
"Memang aku sanggup menangani kasus seperti itu. Tapi ada satu orang yang memiliki jabatan tinggi. Dia adalah kepala kepolisian di tempat aku bekerja. Orang itu adalah teman baiknya Adam. Ya kakak tahulah bagaimana ujung-ujungnya?" jelas Arthur.
"Nicky Smiths," ucap Erra yang mengepalkan tangannya.
Tak sengaja Lee melihat mata Erra yang penuh dengan amarah. Erra sangat marah saat membantu pengungkapan pembunuhan di dekat rumahnya itu. Bahkan Nicky menjebloskan Erra ke dalam penjara hampir sebulan. Gara-gara mendekam dalam penjara dua semester dari dua fakultas yang diambilnya berhenti sejenak.
"Aku pernah dituduh oleh Nicky sebagai pelaku utama ketika ada pembunuhan yang berada di samping rumah. Aku masuk ke dalam penjara selama sebulan," jawab Erra.
"Apakah itu benar?" tanya Lee.
"Ya… itu benar," jawab Erra.
"Kalau begitu bersiaplah menghadapi singa betina," ucap Lee yang membuat Arthur dan James menggelengkan kepalanya.
"Aish… adik kecil… semakin lama semakin ganas," ucap Arthur.
__ADS_1
"Entahlah," sahut Erra yang mulai bergidik ngeri.
Dengan senyumannya yang khas Lee mulai mencari informasi tentang Nicky Smiths. Lee akan mengobrak-abrik semuanya tentang Nicky. Lee curiga akan keluarnya Tiagio Alpavhile yang secara mendadak.
"Apakah kalian tidak curiga kepada Nicky Smiths?" tanya Lee.
"Maksudnya?" tanya Erra balik.
"Kemungkinan besar Tiagio bisa bebas karena ulah Nicky," jawab Lee.
"Bisa jadi. Dimana ada Candra atau Adam. Seluruh kaki tangannya bisa lepas begitu saja," ucap Erra.
"Tidak bisa jadi. Tapi ini beneran. Aku pernah lihat kalau Nicky sesuka hati mengeluarkan kaki tangan Candra tanpa ada persyaratan apapun. Terus kasusnya dihapus tanpa menghilangkan jejak sama sekali," sahut James.
"Licik juga," ujar Lee. "Ah… sepertinya aku harus mengobrak-abrik orang itu. Lihat saja nanti. Dunia akan terguncang dengan yang namanya Nicky."
"Sepertinya enggak perlu. Nicky bukan Elizabeth atau Yoona. Nicky nama yang kurang terkenal. Lebih baik aku yang akan menghabisinya," pinta Erra.
"Apakah saat kita di Amerika?" tanya Lee.
"Ya," jawab Erra. "Gara-gara dia aku hampir kehilangan S2."
"Tidak… tidak… itu tidak menguntungkan bagi kita. Bisa jadi Candra atau Adam bisa mengeluarkan mereka dengan cara menyuap satu polisi lagi," ujar Lee yang mulai menganalisis keadaan.
"Yang dikatakan Lee benar. Candra memiliki kekuasaan besar di dunia ini. Begitu juga dengan Adam. Bahkan aset yang dimiliki Candra setara dengan aset Asco," tambah Erra.
"Lalu bagaimana dengan BL Company? Yang diam-diam memiliki aset yang melebihi Candra dan Adam?" celetuk James.
"Apa?" pekik Erra. "Jadi?"
"Kakak kalah sepuluh persen. Tahun ini beberapa majalah bisnis sudah mengukuhkan pendapatan perusahaan besar yang berada di dunia," jawab James. "BL Company menggeser Asco dan Sebastian secara telak."
"Tanyakan saja pada Lee, kenapa aku bisa dikalahkan seperti itu? Aku sendiri enggak tahu," suruh Erra yang tidak marah sama sekali.
"Apakah kakak enggak marah sama BL Company?" tanya Arthur.
"Aku tidak pernah marah sama siapapun. Kami di dunia bisnis memiliki porsi masing-masing. Jika perusahaan A B C mulai mengusik Asco atau lainnya bisa dipastikan mereka akan menderita di tanganku," jawab Erra. "Aku lebih senang melihat perusahaan lainnya berkembang pesat seperti BL Company. Kita harus bersaing secara sehat. Dan satu lagi jika perusahaan kamu ingin langgeng jangan pernah melakukan hal curang sekalipun."
Erra memberi pesan kepada James dan Arthur. Erra ingin kakak adik itu berkembang di dunia bisnis. Erra berharap mereka tidak akan melakukan kecurangan demi kecurangan agar perusahannya menjadi besar.
__ADS_1
Istanbul Turki.
Adam yang mendengar dua perusahaan besar di bawah naungan Malikz hancur berkeping-keping. Adam sangat marah dan ingin menghajar siapa yang berani menghancurkan mereka.
Tak lama Candra masuk dengan wajah lesu. Candra juga kecewa dengan dua perusahaan yang bisa dikatakan raksasa hancur lebur seperti itu. Banyak investor-investor langsung mencabut inventasinya di dalam waktu bersamaan.
"Dua perusahaan yang kita miliki hancur semua," ucap Candra.
"Kamu benar," sahut Adam.
"Kita memiliki kaki tangan yang bodoh. Seperti Elizabeth terlalu obsesi kepada Erra sialan itu. Ditambah lagi dengan Yoona yang suka memanas-manasi supaya Elizabeth mendapatkan Erra. Yoona adalah otak dari masalah ini semaunya," ucap Candra.
"Apakah kamu tidak mengendalikannya?" tanya Adam.
"Aku enggak tahu soal itu. Berita itu langsung mencuat ke permukaan. Aku belum sempat memperingatkan jangan terlalu mengusik Erra sialan itu. Tapi semuanya sudah terlanjur besar," jawab Candra.
"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?" tanya Adam.
"Sebentar lagi akan ada pasar gelap. Dirimu sangat sibuk sekali. Aku juga fokus ke sana. Kita bebaskan saja dulu sekarang," jawab Candra. "Setelah itu kita habiskan mereka."
Beberapa saat kemudian Gerry masuk ke dalam. Sebelum berbicara lebih lanjut Gerre membungkuk badan sambil mengucap salam.
"Selamat sore tuan," ucap Gerry.
"Ada berita apa?" tanya Candra.
"Elizabeth sudah terciduk polisi dari siang tadi," jawab Gerry.
"Maksudnya?" tanya Candra yang tidak paham sama Gerry.
"Elizabeth ditangkap oleh polisi," jawab Gerry.
Candra baru paham apa yang diucapkan oleh Gerry. Gerry suka sekali memakai bahasa Indonesia khususnya bahasa gaul. Saat memakai bahasa gaul di sinilah Candra menjadi bingung.
"Jangan seperti itu tuan. Menurut saya wajah Tuan Candra sangat membagongkan," celetuk Gerry yang masih memakai bahasa gaul.
Candra semakin kesal terhadap Gerry. Lalu Candra mengambil asbak dan melemparkannya ke arah Gerry. Dan terjadilah….
Brakkkkkkkk!
__ADS_1