Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 460


__ADS_3

“Kamu nggak boleh ngomong gitu sama aku. Apa yang aku punya kamu boleh merasakannya. Aku tidak memiliki dendam ke kamu. Ingatlah pesan kedua orang tua kita sebelum pergi meninggalkan bumi ini. Kita harus saling berpegangan tangan dan tidak boleh terpisah seperti ini,” ucap March yang memperingatkan Sheva tentang pesan dari kedua orang tuanya dulu. “Kalau begitu makanlah. Setelah ini kita kembali ke kamar istriku.”


Jake yang sudah sampai di kantor langsung mencari keberadaan Greg. Ia hanya menemukan Rina yang sedang menumpuk dokumen yang akan diperiksa oleh Greg.


“Rina,” panggil Jake.


“Ada apa?” tanya Rina.


“Di mana bosmu itu? Jam segini kok belum datang?” tanya Jake lagi.


“Bukannya Tuan Greg bersama anda?” tanya Rina lagi.


“Dia tidak bersamaku. Oh iya... Aku lupa. Sebelum aku berangkat ke sini, Greg mengantarkan kedua orang tuanya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk mama dan papa. Aish.... Kok aku jadi lupa begini?” tanya Jake.


“Mungkin saja Kak Jake sedang mengingat Kak Feli,” celetuk Rina yang membuat Jake tersenyum.


“Ah iya... Kamu kok tahu saja Rin... Ya sudah kalau begitu. Kalau Greg sudah sampai ke sini. Tolong suruh ke kantorku ya,” pinta Jake lagi.


“Tenang saja kak. Aku akan menyuruhnya ke kantor kakak,” ucap Rini sambil menganggukkan kepalanya.


Jake akhirnya meninggalkan Rini sendirian di sana. Ia segera pergi menuju ke ruangannya. Di saat lewat Feli sedang berada di hadapannya. Kemudian Feli menyapa Jake, “Selamat pagi Tuan Jake.”


“Selamat pagi sayangku. Jangan panggil aku Tuan ah... Kita sebentar lagi akan menikah,” ucap Jake.


“Memangnya Kakak berani melamarku di hadapan kedua orang tua saya?” tanya Feli.


“Oh iya ya... Aku akan melamarmu ketika adikku sudah berusia tiga bulan. Jadi kamu harap bersabar ya,” jawab Jake sambil menatap wajah Feli.


“Itu terserah Kakak. Aku hanya menuruti kakak saja. Kakak tahu nggak, semalam Kak Angela nggak pulang ke rumah?” tanya Feli.

__ADS_1


“Memangnya ke mana Kak Angela?” tanya Jake balik.


“Aku sangka kakak tahu,” jawab Feli.


“Aku tidak tahu. Apakah mungkin tidur di rumahnya Arini?” tanya Jake.


“Sudah aku hubungi semuanya. Sampai Kak Rina sudah aku tanyain. Ujung-ujungnya Kak Rina tidak tahu sama sekali. Aku bingung dengan keadaannya. Padahal Kak Angela sedang mengandung,” ucap Feli yang sangat khawatir dengan keadaan Angela.


“Coba saja kamu menghubungi nomor teleponnya. Siapa tahu nanti tersambung,” ujar Jake yang masuk ke dalam ruangannya.


“Lah... Itu orang kenapa? Sepertinya Kak Jake sedang patah hati,” tanya Feli dalam hati.


Beberapa saat kemudian Rina datang sambil membawa ponselnya. Gadis berparas cantik itu pun memberikan ponselnya ke Feli.


“Lihatlah... Ternyata kak Angela pergi bersama kakak besar dan Kak Suci. Aku nggak tahu mereka mau ke mana. Pokoknya mereka berada di jet pribadi,” ucap Rina yang memberitahukan keberadaan Angela.


Feli akhirnya terkejut dengan apa yang dilihatnya itu. Diam-diam Angela pergi tidak berpamitan. Jika kasusnya seperti ini, Feli akhirnya memutuskan untuk tidak memikirkan Angela.


“Pas kamu laporan malam itu. Aku juga kepikiran sama Angela. Diam-diam Angela pergi entah ke mana. Aku juga takut jika Angela diculik sama orang. Mana lagi Angela sedang hamil,” kesal Rina sambil menatap wajah Feli.


Tidak sengaja Feli melihat caption di bawah postingan itu. Lalu Feli hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kemudian Feli berkata, “Mereka sangat menginginkan coklat asal Belgia. Rasanya kamu harus membalas pesan ini. Mintalah ke mereka kalau pulang bawakan coklat.”


“Ide kamu sangat bagus sekali. Baiklah aku akan meminta mereka untuk membawakan coklat,” ucap Rina sambil menyetujui permintaan Feli.


 Feli pun menganggukkan kepalanya. Lalu Feli memberikan ponsel itu ke Rina. Setelah itu Feli mendekati Rina sambil berbisik, “Ada apa dengan Kak Jake?”


“Sepertinya Kak Jake sedang patah hati. Aku nggak tahu patah hatinya karena apa?” jawab Feli.


“Ya udah deh. Aku mau pamit ke ruangan kerjaku. Aku ingin memeriksa dokumen Untuk ditandatangani oleh Kak Greg,” pamit Rina sambil meninggalkan Feli.

__ADS_1


Selang sejam kemudian, Greg memutuskan untuk menuju ke ruangannya. Lalu ia tidak sengaja melihat Rina sambil tersenyum lucu.


“Sepertinya semalam ada yang bilang kalau atasanmu itu sangat buruk sekali di matamu sendiri,” celetuk Greg.


“Apakah itu benar? Siapa yang mengatakan seperti itu? Sepertinya orang itu mau cari mati deh sama saya,” tanya Rina dengan semangat karena ingin menghajar orang tersebut


“Apakah kamu tahu siapa itu orang?” tanya Greg yang memancing Rina agar tertarik untuk mengetahuinya.


“Iya aku ingin tahu siapa dia. Orang itu ternyata ingin cari mati sama saya,” jawab Rina yang semakin semangat saja.


Greg segera meraih ponselnya dan mencari rekaman semalam. Pria itu menemukan rekaman semalam dan memberikannya ke Rina. Kemudian Rina mendengarkan rekaman itu. Alangkah terkejutnya gadis itu. Sebab dirinya mendengar suaranya sendiri. Ia langsung menunduk dan berusaha untuk pergi. Namun sang kaki tidak bisa berkompromi seperti itu. Sang kakinya menginginkan tubuhnya berada di tempat itu.


“Lain kali kalau kamu nggak suka bilang saja. Jangan kayak gini. Aku pengen kamu jujur. Nggak usah kucing-kucingan seperti ini. Aku suka kalau kamu jujur sama aku. Aku bisa membenahi diriku untuk menjadi pria baik,” pesan Greg sambil tersenyum manis.


“Maafkan saya pak. Saya memang tidak sengaja memaki Anda ditelepon. Saya kira Kakak besar atau Kak Samuel yang menghubungiku,” jelas Rina yang sangat ketakutan sekali Jika Greg marah.


“Aku tidak marah sama kamu. Aku lebih suka dikritik sama orang. Ketimbang aku hanya menerima pujian. Tapi itu pujiannya palsu semua. Semoga kamu paham dengan apa yang aku katakan tadi. Kalau begitu kembalilah bekerja. Jangan jadikan perkataan ini sebagai beban hanya hidupmu. Hanya kamu yang bisa menilai aku seperti apa? Oh ya... Nanti malam aku perkenalkan kamu kepada orang tuaku. Mereka ingin bertemu denganmu,” ucap Greg.


“Maksud bapak apa? Saya tidak mengerti maksudnya?” tanya Rina yang bingung dengan maksud sang atasan tersebut.


“Pokoknya kamu harus menuruti apa kataku. Lebih baik kamu kembalilah bekerja,” jawab Greg yang membuka pintu lalu menoleh ke belakang. “Apakah ada pesan buat aku?”


“Ada. Bapak disuruh bertemu dengan Kak Jake. Ini sangat penting sekali katanya,” jawab Rina yang membuat Greg tidak terima.


“Kamu kok nggak adil sama aku?” tanya Greg sambil memandang wajah Rina.


“Maksud bapak apa?” tanya Rina balik.


“Kamu memanggil Jake dengan sebutan kakak. Lalu Kamu memanggil aku dengan sebutan bapak. Apakah aku ini sudah merasa tua di matamu itu?” tanya Greg.

__ADS_1


 


__ADS_2